STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 27



Suara gemercik air pun terdengar di dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar.


Setelah cukup lama Aldrich membersih kan tubuh nya , pria itu pun keluar dengan ke adaan segar , aroma sabun pun menyeruak , dengan rambut basah yang terlihat sedikit acak-acakan.


Suasana kamar masih terlihat remang , sinar matahari tertutup gorden tebal yang menjuntai lebar di kamar nya.


-Ssssrrrreeettttt...


Aldrich pun menggeser gorden ke arah sudut , mata nya seketika melihat istri cantik nya yang sudah terlihat menggeliat , sinar mata hari mengganggu tidur Nabila mampu membuat mata nya mengerjap perlahan.


Pria dengan hanya mengguna lilitan handuk saja di pinggang nya hanya tersenyum gemas .


" Sayang bangun " Aldrich pun menghampiri Nabila yang masih terlunglai lemas di atas kasur .


" Ehmmmmm" Guman nya lalu membalikan badan ke arah lain .


" Bangun sayang udah siang " Panggil Aldrich kembali , sambil menarik selimut yang menggulung tubuh polos Nabila.


" Aku masih ngantuk " Rengek nya manja.


" Seperti nya kamu mau aku hajar lagi sayang ?!"


Nabila benar-benar lelah ketika ia di gempur habis-habisan oleh Aldrich tadi pagi , hingga saat ini ia tak memberi respon apaun ketika Aldrich mengancam akan menghajar nya kembali.


" Sayang bangunlah dulu , kita makan lalu kau boleh tidur kembali" Aldrich terus berusaha membuat Nabila bangun.


" Mas . Tapi aku lelah , seluruh tubuh ku sakit !! apa kamu tidak kasian ?" Jelas Nambila tanpa membuka mata .


" Makanlah terlebih dulu , aku tidak mau penyakit lambung mu kambuh kembali ".


Akhirnya Nabila pun membuka mata nya , mata yang terlihat sayu dan memerah , terlihat raut wajah lelah begitu jelas pada Nabila.


Tubuh kecil itu mulai duduk di tepi ranjang , dengan hanya menggunakan lilitan selimut di tubuh nya .


" Gebdong " Rengen Nabila sambil merentang kan tangan nya.


–Cupp.


Aldrich mencium pipi Nabila.


" Aku suka istriku ini bersikap manja padaku " Lalu Aldrich mengankat tubuh mungil itu ke arah kamar mandi .


" Tunggu disini , aku akan menyiap kan air hangat untuk mu " Aldrich menurun kan Nabila tepan di ambang pintu kamar mandi .


Nabila pun langsung terduduk di lantai , kaki nya seakan tidak mempunyai tenaga untuk bediri .


" Mas ?" Panggil Nabila.


" Ya ?" Sahut Aldrich.


" Kamu boleh keluar , aku akan mandi sendiri ".


" Aku akan memandikan istriku yang kini sedang telihat lemas " Ujar aldrich .


" Tidak , aku malu " Tolak Nabila.


" Aku sudah melihat semua nya sayang !".


" Engga , mas harus keluar ".


" Oke , oke aku keluar sekarang " Aldrich pun berjalan kelaur dari kamar mandi .


Tangan nya mulai menarik pintu agar tertutup rapat , kaki nya melangskah ke arah lemari , dan mulai memakai pakaian .


Melihat ke adaan kamar yang begitu berantakan , Aldrich pun memunguti setiap pakaian kotor yang berceceran di sembarang tempat , lalu menumpukan nya di sudur dekat kamar mandi .


Aldrich pun kembali berjalan ke arah ranjang , betapa terkejut nya ketika ia melihat beberapa titik seprai yang terkena cipratan darah .


Awal nya Aldrich berfikir Nabila terluka karena apa , namun pikiran nya kembali mengingat ketika Nabila berteriak tadi malam , hingga membuat senyum Aldrich pun merekah sempurna.


" Uhhh darah perawan " Bisik nya sambil tersenyum dan duduk di pinggir ranjang dengan laptop di pangkuan nya .


Dua puluh lima menit Nabila berada di kamar mandi , wanita itu masih belum juga keluar hingga membuat Aldrich khawatir .


" Sayang ?" Panggil Aldrich.


Toktoktok..


"Sa..." Tangan nya berhentik mengetuk .


" Apa ?" Terlihat Nabila pun keluar dengan menggunakan bathrobe .


" Kenapa lama sekali ?!" Aldrich terlihat khawatir .


" Hah " Nabila menghela nafas nya . " Kenapa ini tidak bisa memudar " Nabila membuka sedikit bathrobe nya , hingga memperlihat kan dada bagian atas dan leher yang banyak sekali jejak merah ke unguan .


" Hahahahah " Aldrich pun tertawa .


" Mas ko ketawa ?" Nabila menatap suaminya jengah .


" Sayang ayolah , itu tanda cinta dariku " Jawab Aldrich sambil terus tertawa .


" Aku harus memakai baju dengan kerah tinggi " Nabila terlihat sedikit sebal .


"Cepat pakai baju mu, atau aku tidak bisa menahan nya kembali!!" .


" Iya , iya , sebentar dong " Nabila pun akhir nya berjalan ke arah lemari dan mulai memakai baju nya di depan Aldrich.


Setelah selesai , Nabila pun berjalan ke arah ranjang kembali , ketika ia ingin duduk di samping suaminya , ia terlihat sangat terkejut kala melihat ceceran darah di seprai nya .


" Hahhh ,,, itu apa ? mas apa kamu terluka ?" Nabila menatap Aldrich penuh ke khawatiran .


" Apa kamu tidak sadar ? justru kamu yang mas lukain !" Jelas Aldrich .


" Aku ? luka ? tapi apa ?dan di mana ?" Nabila menunjuk diri nya sendiri dengan raut wajah kebingungan .


Aldrich pun meletakan laptop nya , lalu berdiri dan berjalan mendekat ke arah Nabila.


" Apa kau lupa ?" Bisik Aldrich di telinga Nabila.


" Apa ?" Nabila memang benar-benar telihat bingun .


" Itu darah perawan mu sayang ," Sontak Nabila menutup mulut nya dengan telapak tangan .


" Kenapa ?" Tanya Aldrich sambil tersenyum .


" Aku baru ingat , pedang mu sangag besar " Ujar Nabila , lalu terdengan Aldrich tertawa kencang.


" Apa masih sakit ?"


Nabila pun menggeleng kan kepala , lalu mengangguk .Sungguh raut wajah polos Nabila kini terlihat sangat menggemas kan , hingga satu cubitan pun Aldrich berikan di pipi Nabila .


" Tuhan , istriku benar-benar masih sangat kecil " Jelas Aldrich sambil terkekeh geli .


-Plakk..


Nabila memukul lengan Aldrich dengan sangat keras , hingga mampu membuat tangan berotot itu terlihat memerah.


" Aw sayang sakit " Pekik Aldrich , sambil terus mengusap lengan sebelah kanan nya .


" Abis nya mas ngatain aku terus ".


" Maaf sayang " Aldrich pun membawa Nabila ke dalam pelukan nya .


" Sayang , boleh kan aku meminta sesuatu " Kata Aldrich.


" Apa ?" Nabila pun mendongkak , menatap Aldrich dengan seksama .


" Aku lapar , boleh kan buat kan aku nasi goreng atau apapun , asal itu masakan mu " Jelas Aldrich sediki manja .


" Baiklah , aku akan membuat kan nasi goreng sea food untuk mu" Balas Nabila sambil tersenyum .


Aldrich melepas kan dekapan nya , membiar kan Nabila beranjak pergi begitu saja menuju dapur .


Ia kembali membawa laptop nya , berusaha menyesesai kan secepat mungkin pekerjaan nya .


Ddrrtt...drrtt..


Ponsel Aldrich pun bergetar .


...Feri📲...


Hallo ??


-Apa kau tidak pergi ke kantor ?


Ya , aku serahkan kerjaan ku sampai satu minggu kedepan kepada mu.


-Ada apa ? apa kau sakit Al ?


Tidak , aku hanya ingin menghabis kan waktu untuk istri ku.


-Baiklah , maaf sudah mengganggu mu .


Tidak . Maaf merepot kan mu .


-Santai saja , kau mempunyai asisten yang berasal dari sahabat baik mu .


Terimakasih .


-Baikalah.


Sambungan telpon pun terputus .


Tidak berselang lama ,Nabila pun memanggil nya .


" Mas ! nasi goreng nya sudah siap " Teriak Nabila.


Aldrich pun langsung menuju tempat di mana istri kecil nya berada.


" Sayang " Aldrich memeluk Nabila dari belakang .


" Hemmm " Sahut Nabila yang kini sedang berdiri di depan dispenser.


" Kita ke rumah ibu ".


Nabila pun berbalik arah .


" Serius ?" Tanya Nabila lalu di jawab anggukan oleh Aldrich.


" Kita kunjungi mereka ".


–Cupp..


Nabila langsung menghadiahi Aldeich dengan kecupan hangat di bibir .


" Makanlah nasi goreng nya terlebih dulu , aku akan sedikit membersihkan kamar , lalu kita berangkat " Nabila pun terlihat sangat senang , langkah nya sedikit berlari menuju kamar dengan senandung bahagia yang terus terdengar oleg Aldrich .


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Jangan lupa like,komen dan vote .


Terimakasih yang udah dukung author sampai saat ini . Author sayang kalian 🥺