STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 38



Beberapa jam setelah Nabila sadar , kini wanita itu sedang memakan buah yang Lastri bawakan untuk nya dari rumah .


" Aku sudah menga habis kan buah nya , apa aku boleh tahu sekarang aku kenapa ?" Ujar Nabila .


" Kau janji ini tidak akan membuat kesehatan mu menjadi lebih buruk?" Tanya Aldrich .


Nabila pun mengangguk .


" Janin kita sudah tidak ada !" Cicit Aldrich .


โ€“Degg..


" Ja-janin ? janin apa ? siapa yang hamil?" Tanya Nabila bertubi-tubi .


" Apa ketika kamu bilang hari itu akan haid , darah nya sudah keluar ?"Tanya Aldrich .


Nabila terlihat diam , lalu menggeleng kan kepala.


" Terus kamu meminum , minuman untuk melancar kan haid yang ku beli hari itu juga?"Lagi-lagi Nabila menganguk .


Mata Aldrich pun terpejam , helaan nafas kasar Aldrich pun terdengar jelas , dengan wajah yang tertunduk , ia terus meremas rambut nya secara kasar .


" Betul kata Dokter , itu gejala ke hamilan mu , dan itu bukan waktu nya haid tapi kram perut pertanda janin sudah berada di rahim mu " Ujar Aldrich .


Bibir Nabila pun terlihat bergetar , mata nya sudah memerah , ada rasa menyesal dari dalam diri Nabila .


" Aku membunuh nya ?!" Lirih Nabila.


Aldrich pun langsung memeluk tubuh Nabila , mencoba menenang kan Nabila.


" Coba kalau aku tidak meminum nya ! dia masih akan berada di sini" Tunjuk Nabila kepada perut nya sendiri.


" Usia nya baru seminggu , dia masih sangat kecil ! ini kecelakaa sayang , jangan menyalah kan diri sendiri " Jelas Aldrich yang juga terdengar bergetar , seakab menahan sesuatu yang menyeruak dalam diri nya .


" Maaf kan aku mas , aku tidak bisa memenuhi ke inginan mu! " Akhir nya Nabila pun menumpah kan rasa sedih nya .


" Tidak , maaf kan aku , aku tidak becus menjaga kalian , bisa saja dia masih bertahan dari minuman pelancar haid , tapi dia tidak bisa bertahan dengan permainan kasar dady nya " Aldrich pun sudah terisak .


" Sudah-sudah , ikhlas kan saja . Jadi kan ini semua pelajaran , kalian masih bisa berusaha ! toh Nabila masih sangat muda Al , jangan terlalu menuntut nya , ingat kata Dokter ? bahkan Nabila harus menunda nya dulu tiga bulan ! " Ujar Sinta .


" Kenapa harus menunggu mam?" Tanya Nabila .


" Sayang ! kamu baru saja melakukan kuret sayang , setidak nya ada sedikit luka di dalam , yang harus di sembuh kan terlebih dulu" Jelas Sinta sambil mengusap lengan Nabila.


......


Satu minggu kemudian , keadaan Nabila semakin membaik setelah ia melakukan perawatan selama tiga hari lamanya di rumah sakit.


Pagi ini seperti hari-hari biasa , Nabila selalu ikut menyiap kan sarapan bersama bi Lastri , walaupun berkali-kali Lastri menyuruh nya untuk kembali karena jam baru saja menunjukan pukul lima pagi .


" Non sudah , biar bibi saja yah ?! kan non Nabila baru sembuh , takut nya sakit lagi gimana ?" Cicit Lastri sedikit memohon .


" Bi ! Nabila bosen , apa-apa gak boleh , biasa nya sama mamih bikin kue , eh sekarang aku gak pernah di ajak " Jelas Nabila .


Tap..


Tap..


Tap..


Suara langkah kaki pun terdengar di kala obrolan nya bersama Lastri.


" Sayang " Panggil Aldrich , kedua nya menoleh ke arah suara bersamaan .


Terlihat seorang pria berperawakan tinggi , dengan otot di lengan yang sedit besar , rambut nya acak-acakan , mata pun juga masih terlihat mengantuk.


" Ngapain kamu di sini ?" Tanya Aldrich.


" Non Nabila kekeuh mau bantuin bikin sarapan den " Jawab Lastri .


Aldrich pun menoleh ke arah Nabila , lalu mulai menatap Nabila tanpan ekspresi .


" Kemarin kamu bisa lolos ! sekarang enggak!".


" Tapi mas !!"Rengek Nabila.


" Kamu lupa apa kata aku, mami dan papih ?" Tanya Aldrich .


" Ayo ke kamar , temani aku tidur kembali " Aldrich pun langsung menarik lengan Nabila .


" Mas aku bosen !!" Cicit nya .


" Maka dari itu cepat lah pulih , aku akan membuat mu kelelahan hingga membuat mu sehatia berada di kamar karena ulah ku " Ujar nya sambil terus berjalan .


" Mas !!" Nabila sedikit mencubit lengan Aldrich . " Malu ada bi Marni " Jelas nya ketika melihat salah satu asisten rumah tangga sedang membersih kan ruang yang mereka lewati .


" Bibi gak denger apa-apa non " Ujar nya sambil mengulas senyum ke arah Nabila .


" Nah ?! kau dengar kan sayang ?!" Kata Aldrich dengan terus menarik tangan nya .


Aldrich dan Nabila pun terus berjalan , menaiki setiap anak tangga dengan sangat pelan dan penuh hati-hati.


โ€“Cekrek..


Pintu kamar Aldrich pun terbuka , suasana kamar pun masih temaram , hanya satu lampu tidur yang di biarkan Aldrich menyala .


Apa pria ini terbangun hanya karena aku tidak ada di sisi nya .Gumam Nabila dalam hati .


" Jangan mengumpat suami mu sendiri sayang !" Kata Aldrich .


" Hah ?! si -siapa yang mengumpat ? kau selalu menuduh ku yang tidak-tidak " .


" Ayo naik , dan tidurlah kembali ! nanti jam sembilan kita daftar ke salah satu kampus yang kau ingin kan " Jelas Aldrich sambil tersenyum .


" Jam sembilan mas ? apa mas tidak bekerja ? mas sudah banyak libur bukan ?!" .


" Tentu saja aku kerja , pekerjaan ku sangat menumpuk ! sampai Feri tak bisa meng handle nya lagi " .


" Oh baiklah , sini !" Nabila pun menepuk sisi kosong di kasur nya .


Aldrich pun tersenyum , hingga deretan gigi rapih nya terlihat .


" Bobo lagi ya sayang , bangun nya nanti aja pukul tujuh " Aldrich membawa Nabila dalam dekapan hangat nya .


Sebelum benar-benar tertidur, kebiasaan yang selalu Nabila lakukan adalah terus mengendus aroma tubuh Aldrich terlebih dulu .


" Sayang ! jangan membuat nya bangun " Cicit Aldrich , dengan mata yang sudah tertutup .


" Aku menyukai nya sayang !!" Ujar Nabila manja.


"Ya aku tahu , tapi saat ini aku sedang tidak mau berendam di dalam air dingin " Jelas Aldrich .


Nabila pun merenggang kan pelukan nya , pandangan nya mendongkak ,netra indah Nabila melihat mata suami yang sudah terturup .


-Cupp.


Nabila mencium dagu Aldrich .


" Baiklah suami ku sayang , bersabarlah sampai satu bulan kedepan ". Kata Nabila sambil mengulum sengum, lalu membenam kan kembali kepala nya di dada Aldrich .


" Hah" Aldrich menghela nafas nya kasar .


Mendengar itu , Nabila kembali tersenyum , tangan nya langsung memeluk pinggang Aldrich sangat erat.


" I love you my be loved husband " Ujar Nabila , lalu memejam kan mata nya .


-Cupp..


Aldrich mencium kening Nabial.


" Me too " Jawab nya sambil terus memejam kan mata , dengan tangan yang sudah mengusap punggung Nabila lembut .


Dia ini benar-benar , ngantuk saja di paksain bangun cuma mau nyusul aku ke dapur .Gumam Nabila.


TBC๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ...


Jangan lupa like,komen dan vote...


Sun jauh dari Author๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š.