
Beberapa jam setelah Nabila sadar , kini wanita itu sedang memakan buah yang Lastri bawakan untuk nya dari rumah .
" Aku sudah menga habis kan buah nya , apa aku boleh tahu sekarang aku kenapa ?" Ujar Nabila .
" Kau janji ini tidak akan membuat kesehatan mu menjadi lebih buruk?" Tanya Aldrich .
Nabila pun mengangguk .
" Janin kita sudah tidak ada !" Cicit Aldrich .
โDegg..
" Ja-janin ? janin apa ? siapa yang hamil?" Tanya Nabila bertubi-tubi .
" Apa ketika kamu bilang hari itu akan haid , darah nya sudah keluar ?"Tanya Aldrich .
Nabila terlihat diam , lalu menggeleng kan kepala.
" Terus kamu meminum , minuman untuk melancar kan haid yang ku beli hari itu juga?"Lagi-lagi Nabila menganguk .
Mata Aldrich pun terpejam , helaan nafas kasar Aldrich pun terdengar jelas , dengan wajah yang tertunduk , ia terus meremas rambut nya secara kasar .
" Betul kata Dokter , itu gejala ke hamilan mu , dan itu bukan waktu nya haid tapi kram perut pertanda janin sudah berada di rahim mu " Ujar Aldrich .
Bibir Nabila pun terlihat bergetar , mata nya sudah memerah , ada rasa menyesal dari dalam diri Nabila .
" Aku membunuh nya ?!" Lirih Nabila.
Aldrich pun langsung memeluk tubuh Nabila , mencoba menenang kan Nabila.
" Coba kalau aku tidak meminum nya ! dia masih akan berada di sini" Tunjuk Nabila kepada perut nya sendiri.
" Usia nya baru seminggu , dia masih sangat kecil ! ini kecelakaa sayang , jangan menyalah kan diri sendiri " Jelas Aldrich yang juga terdengar bergetar , seakab menahan sesuatu yang menyeruak dalam diri nya .
" Maaf kan aku mas , aku tidak bisa memenuhi ke inginan mu! " Akhir nya Nabila pun menumpah kan rasa sedih nya .
" Tidak , maaf kan aku , aku tidak becus menjaga kalian , bisa saja dia masih bertahan dari minuman pelancar haid , tapi dia tidak bisa bertahan dengan permainan kasar dady nya " Aldrich pun sudah terisak .
" Sudah-sudah , ikhlas kan saja . Jadi kan ini semua pelajaran , kalian masih bisa berusaha ! toh Nabila masih sangat muda Al , jangan terlalu menuntut nya , ingat kata Dokter ? bahkan Nabila harus menunda nya dulu tiga bulan ! " Ujar Sinta .
" Kenapa harus menunggu mam?" Tanya Nabila .
" Sayang ! kamu baru saja melakukan kuret sayang , setidak nya ada sedikit luka di dalam , yang harus di sembuh kan terlebih dulu" Jelas Sinta sambil mengusap lengan Nabila.
......
Satu minggu kemudian , keadaan Nabila semakin membaik setelah ia melakukan perawatan selama tiga hari lamanya di rumah sakit.
Pagi ini seperti hari-hari biasa , Nabila selalu ikut menyiap kan sarapan bersama bi Lastri , walaupun berkali-kali Lastri menyuruh nya untuk kembali karena jam baru saja menunjukan pukul lima pagi .
" Non sudah , biar bibi saja yah ?! kan non Nabila baru sembuh , takut nya sakit lagi gimana ?" Cicit Lastri sedikit memohon .
" Bi ! Nabila bosen , apa-apa gak boleh , biasa nya sama mamih bikin kue , eh sekarang aku gak pernah di ajak " Jelas Nabila .
Tap..
Tap..
Tap..
Suara langkah kaki pun terdengar di kala obrolan nya bersama Lastri.
" Sayang " Panggil Aldrich , kedua nya menoleh ke arah suara bersamaan .
Terlihat seorang pria berperawakan tinggi , dengan otot di lengan yang sedit besar , rambut nya acak-acakan , mata pun juga masih terlihat mengantuk.
" Ngapain kamu di sini ?" Tanya Aldrich.
" Non Nabila kekeuh mau bantuin bikin sarapan den " Jawab Lastri .
Aldrich pun menoleh ke arah Nabila , lalu mulai menatap Nabila tanpan ekspresi .
" Kemarin kamu bisa lolos ! sekarang enggak!".
" Tapi mas !!"Rengek Nabila.
" Kamu lupa apa kata aku, mami dan papih ?" Tanya Aldrich .
" Ayo ke kamar , temani aku tidur kembali " Aldrich pun langsung menarik lengan Nabila .
" Mas aku bosen !!" Cicit nya .
" Maka dari itu cepat lah pulih , aku akan membuat mu kelelahan hingga membuat mu sehatia berada di kamar karena ulah ku " Ujar nya sambil terus berjalan .
" Mas !!" Nabila sedikit mencubit lengan Aldrich . " Malu ada bi Marni " Jelas nya ketika melihat salah satu asisten rumah tangga sedang membersih kan ruang yang mereka lewati .
" Bibi gak denger apa-apa non " Ujar nya sambil mengulas senyum ke arah Nabila .
" Nah ?! kau dengar kan sayang ?!" Kata Aldrich dengan terus menarik tangan nya .
Aldrich dan Nabila pun terus berjalan , menaiki setiap anak tangga dengan sangat pelan dan penuh hati-hati.
โCekrek..
Pintu kamar Aldrich pun terbuka , suasana kamar pun masih temaram , hanya satu lampu tidur yang di biarkan Aldrich menyala .
Apa pria ini terbangun hanya karena aku tidak ada di sisi nya .Gumam Nabila dalam hati .
" Jangan mengumpat suami mu sendiri sayang !" Kata Aldrich .
" Hah ?! si -siapa yang mengumpat ? kau selalu menuduh ku yang tidak-tidak " .
" Ayo naik , dan tidurlah kembali ! nanti jam sembilan kita daftar ke salah satu kampus yang kau ingin kan " Jelas Aldrich sambil tersenyum .
" Jam sembilan mas ? apa mas tidak bekerja ? mas sudah banyak libur bukan ?!" .
" Tentu saja aku kerja , pekerjaan ku sangat menumpuk ! sampai Feri tak bisa meng handle nya lagi " .
" Oh baiklah , sini !" Nabila pun menepuk sisi kosong di kasur nya .
Aldrich pun tersenyum , hingga deretan gigi rapih nya terlihat .
" Bobo lagi ya sayang , bangun nya nanti aja pukul tujuh " Aldrich membawa Nabila dalam dekapan hangat nya .
Sebelum benar-benar tertidur, kebiasaan yang selalu Nabila lakukan adalah terus mengendus aroma tubuh Aldrich terlebih dulu .
" Sayang ! jangan membuat nya bangun " Cicit Aldrich , dengan mata yang sudah tertutup .
" Aku menyukai nya sayang !!" Ujar Nabila manja.
"Ya aku tahu , tapi saat ini aku sedang tidak mau berendam di dalam air dingin " Jelas Aldrich .
Nabila pun merenggang kan pelukan nya , pandangan nya mendongkak ,netra indah Nabila melihat mata suami yang sudah terturup .
-Cupp.
Nabila mencium dagu Aldrich .
" Baiklah suami ku sayang , bersabarlah sampai satu bulan kedepan ". Kata Nabila sambil mengulum sengum, lalu membenam kan kembali kepala nya di dada Aldrich .
" Hah" Aldrich menghela nafas nya kasar .
Mendengar itu , Nabila kembali tersenyum , tangan nya langsung memeluk pinggang Aldrich sangat erat.
" I love you my be loved husband " Ujar Nabila , lalu memejam kan mata nya .
-Cupp..
Aldrich mencium kening Nabial.
" Me too " Jawab nya sambil terus memejam kan mata , dengan tangan yang sudah mengusap punggung Nabila lembut .
Dia ini benar-benar , ngantuk saja di paksain bangun cuma mau nyusul aku ke dapur .Gumam Nabila.
TBC๐๐๐
...๐๐๐๐๐...
Jangan lupa like,komen dan vote...
Sun jauh dari Author๐๐.