
Aksa merenungkan jalan hidupnya di kamar mewah yang diberikan kakek Felix untuknya. Aksa kemudian mengambil buku harian mamanya dan dia menggambar wajah ayunya Binar di sana. Setelah dia menyelesaikan sketsa seraut wajah yang begitu dia cintai, dia menulis curahan hatinya di bawah lukisannya itu, , "Ma, aku kenalkan mama ke wanita yang paling aku cintai ke mama di buku harian ini. Aku melakukan kesalahan yang sangat besar pada wanita ini tapi, untuk sekadar meminta maaf padanya, aku merasa tidak layak. Aku takut permintaan maaf-ku hanya akan menambah beban di hidupnya dan membuatnya sedih. Dia sudah bahagia dengan suaminya dan aku akan bahagia jika dia bahagia. Aku hanya memiliki keberanian mencintai dia dalam diam untuk selama-lamanya, Ma karena, aku nggak mau lagi membuka hatiku untuk mengenal cinta yang lain. Hanya ada Binar Adelard di dalam hatiku kini sampai nanti maut menjemputku"
Aksa mencium sketsa wajahnya Binar Adelard yang dia coretkan dengan penuh perasaan cinta berbaur kerinduan dan penyesalan di buku harian milik almarhum mamanya itu cukup lama lalu dia menutup buku harian itu dengan desahan napas panjang. Aksa kemudian menaruh buku harian itu di nakas dan dia pun merebahkan tubuh jangkungnya di ranjang mewah nan asing itu. Laki-laki tampan itu pun kemudian mencoba untuk memejamkan mata dengan harapan bisa bertemu dengan Binar Adelard di alam mimpinya.
Tiga bulan kemudian............
Kenzo mulai menyesali semua kesalahannya di masa lalu. Dara meminta Kenzo untuk menemui Damian Adelard dan putrinya. Dara memohon supaya Kenzo meminta maaf pada Damian dan Binar secara pribadi namun, Kenzo masih mendekap harga diri dan gengsinya yang begitu besar dan belum melaksanakan permintaannya Dara itu.
"Mas, jika mas tidak mau menemui Damian dan Binar untuk meminta maaf maka, aku dan Embun akan menjauh dari mas untuk sementara waktu. Semua terjadi karena keegoisan mas, gengsinya mas, dan sikap super posesifnya mas. Aku mohon berubahlah mas, sebelum ada korban lagi! apa mas mau, Embun menjadi korban kamu selanjutnya setelah Aksa?"
Kenzo melotot ke Dara lalu berkata, "berani kau berkata seperti itu?"
"Aku berani karena, aku menginginkan kebaikan untuk kita semua. Aku nggak ingin ada korban lagi dari sikap negatif kamu itu, mas. Aku menuruti permintaan kamu untuk berhenti bekerja, aku menuruti semuanya karena, aku mencintaimu. Aku dan Mbak Dona dua pribadi yang berbeda. Mbak Dona memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan dia sukses menjadi pengusaha melebihi kemampuanmu dan kamu gengsi karena itu iya kan, mas? kalau kamu tidak ingin tersaingi dengan mbak Dona kenapa kamu menikahi mbak Dona?" pekik Dara kesal.
"Itu karena aku sangat mencintainya" Kenzo berteriak kesal ke Dara.
"Iya benar! kau mencintainya tapi kau menyakitinya secara mental. Itu bukan cinta tapi keegoisan" Dara memekik kesal.
Kenzo mengangkat tangan hendak menampar Dara namun kemudian dia turunkan lagi tangannya lalu dia berputar badan hendak meninggalkan Dara.
Dara segera berteriak, "pergilah! kalau kamu pergi maka aku juga akan pergi. Aku takut Embun akan jadi korban selanjutnya dari keegoisan kamu"
Kenzo segera mengerem langkahnya, memutar badannya dengan cepat lalu melangkah lebar dan memeluk Dara.
Kenzo menaruh dagunya di atas pundaknya Dara kemudian laki-laki ganteng itu pun terisak menangis dengan sangat hebatnya dan terus bergumam, "maafkan aku! maafkan aku!"
Dara pun menangis lalu mengusap punggung suaminya dengan penuh kelembutan dan cinta kasih lalu dia berucap, "aku juga meminta maaf karena, aku telah bersikap kurang ajar berani melawan dan berteriak ke kamu, mas. Tapi ini semua demi kebaikan kita semua. Kalau mas tidak memiliki keberanian untu menemui Binar dan pak Damian Adelard aku akan temani, mas. Aku mohon meminta maaflah dan berdamai dengan masa lalu kamu, berdamai dengan dirimu sendiri, dan berdamai dengan almarhum mbak Dona"
Kenzo melepaskan pelukannya lalu menganggukkan kepalanya.
Dara tersenyum lega dan penuh kebahagiaan. Wanita manis itu pun mengusap air
mata di wajah ganteng suaminya lalu dia ciumi wajah ganteng itu dengan penuh cinta. Kenzo tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia segera melahap bibirnya Dara. Selang beberapa menit kemudian, menyatulah raga mereka di dalam gairah panas penuh cinta.
Binar dan Theo bersitatap mendengar anjuran dari Dokter Wulan. Dokter Wulan berkata, "usia kandungan istri anda udah aman jika anda ingin meminta hak anda lagi sebagai seorang suami pak Theo. Bahkan saya anjurkan anda melakukannya karena, itu baik untuk ibu hamil agar moodnya bagus dan banyak manfaat yang akan istri anda dapatkan jika anda melakukannya. Tapi, posisi yang saya sarankan agar aman bagi janin dan kandungan istri ada adalah, woman on top (wanita di atas) atau posisi istri anda nungging. Mau berapa kali pun boleh tergantung dari mood kalian berdua dan....."
"Cukup Dok! hehehehe, saya sudah mengerti" kata Theo dengan rona merah di wajahnya.
Binar pun langsung menundukkan wajahnya karena, malu.
Binar semakin menundukkan wajahnya dan Theo menggaruk kepalanya lalu berkata, "i....itu karena.....emm.....anak di dalam kandungannya Binar......emm .......intinya saya malu kalau harus melakukan hubungan dengan Binar istri saya karena, saya malu dengan anak...........saya" lalu Theo meringis.
Dokter Wulan semakin keras tawanya lalu berkata, "kalau anda mencintai anak dan istri anda maka anda harus melakukannya. Anak anda nggak akan melihat karena, dia masih belum bisa melihat dan dia berada di dalam kandungan jadi anda tidak perlu merasa malu pada anak anda, hahahahaha. Manfaat berhubungan badan saat hamil banyak sekali pak Theo, emm, bisa memperkuat otot dasar panggul, memperlancar peredaran darah, menurunkan tekanan darah, lebih memudahkan istri anda untuk melahirkan secara normal, nanti"
Theo menoleh ke Binar yang masih menundukkan wajahnya lalu dia menatap kembali dokter Wulan, "baik dok, saya akan ikuti saran dokter, hehehehe. Saya perlu belajar lagi karena beruang saya udah lama berhibernasi"
Dokter Wulan kembali melepaskan tawa renyahnya dan Binar mengangkat wajahnya lalu menepuk bahunya Theo. Theo menoleh ke Binar dengan senyum lebarnya lalu dia genggam tangan istinya.
"Ini vitamin untuk anda Bu Binar dan pak Theo, ingat ya, lakukan tugas anda dengan baik, jangan salah posisi, ingat kan posisi aman tadi apa aja?" kata dokter Wulan sambil bangkit dan diikuti oleh Binar dan Theo.
"Ingat, hehehehe, woman on top kalau nggak istri saya nungging"
Binar segera menganggukkan wajahnya ke dokter Wulan lalu memutar badan dan melangkah lebar keluar dari dalam ruang prakteknya dokter Wulan dengan wajah memerah sempurna seperti kepiting rebus karena, merasa malu dan merasa canggung.
Dokter Wulan kembali tergelak geli. Theo segera pamit ke dokter Wulan lalu berlari kecil untuk menyusul langkah lebarnya Binar.
Theo merangkul bahunya Binar lalu berkata, "kita akan lakukan jika kau benar-benar siap, oke? karena, terus terang aku juga masih merasa malu sama dedek bayi di kandungan kamu.....emm.....karena aku........"
"Bukan papa kandungnya" sahut Binar.
Theo menghela napas panjang, "Maafkan aku, bukan maksudku untuk......."
"Aku ngerti kok, mas. Aku nggak marah. Aku hanya merasa canggung pada anak ini dan kamu. Tapi karena manfaatnya sangat banyak maka kita perlu untuk melakukannya tapi, aku rasa kita perlu persiapan secara mental"
"Iya aku setuju. Aku akan lakukan kapanpun kamu siap"
Binar kemudian menganggukkan kepalanya dan melangkah masuk ke dalam mobil. Theo segera memutari mobil mewahnya lalu masuk di belakang kemudi, memasang sabuk pengamannya lalu melajukan mobilnya menuju ke kantornya Binar.
Binar dan Theo membisu. Mereka bergelut dengan pikiran mereka masing-masing.
Binar berkata di dalam hatinya, nanti malam aku akan siap, mas.
Theo berkata di dalam hatinya, jika kamu siap, aku akan melakukannya dengan hati-hati, penuh kelembutan, dan cinta.
Semoga rencana mereka berjalan dengan lancar.