My Pretty Boss

My Pretty Boss
Cibiran



Binar bertanya, "siapa kau dan kenapa kau menyiramku dengan segelas air?"


"Kenapa kamu melakukannya Jojo?" Aksa menggeram kesal ke Jojo.


Jojo meletakkan gelas di atas meja yang ada di sampingnya tanpa melepaskan pandangannya ke Binar lalu dia berucap, "dasar tante-tante girang nggak tahu malu! menggoda daun muda, cih!"


Aksa mengangkat tangan hendak menampar Jojo namun, Binar langsung mencekal tangan Aksa yang telah mengudara itu lalu Binar turunkan dan dia genggam erat tangan itu. Aksa menoleh ke Binar dan berkata, "kenapa kau mencegahku untuk menamparnya?"


Binar tersenyum ke Aksa dan menggelengkan kepalanya, "dia wanita. Seorang cowok nggak pantas memukul seorang cewek"


Aksa mendesah panjang lalu melotot ke Jojo, "jangan asal bicara kalau kamu nggak tahu kebenarannya! lebih baik kamu pergi"


"Iya Jo, pergilah!" pekik Mila.


"Iya pergilah dan jangan pernah kau injakkan kaki kamu lagi di sini! Kami kecewa dengan sikap kamu itu" sahut Alex.


Jojo menghentakkan kaki ke lantai lalu melipat tangannya dan dengan kesal dia mengedarkan tatapannya ke semuanya, "kalian jangan munafik! kalian pura-pura mendukung mereka, kan?"


"Kami tidak pura-pura. Kami tulus mendukung Aksa dan Binar" pekik Rena kesal ke Jojo.


"Kalian bodoh dan buta! kalian egois! Apa kalian tidak memikirkan Aksa, hah? Aksa akan di cap sebagai berondong peliharaannya tante-tante girang dan Aksa akan dicibir sebagai cowok yang tidak bermoral karena........"


Plakkkkk! Tamparan keras dari Binar mendarat di pipi putihnya Jojo. Binar kemudian berucap, "kamu boleh menghina aku semau kamu tapi jangan menghina Aksa!"


Jojo hendak membalas tamparannya Binar namun dengan sigap Binar menangkap tangannya Jojo lalu dia pelintir tangan itu ke belakang tubuhnya Jojo.


"Aduh! Sakit, lepaskan!" pinta Jojo dengan suara merintih kesakitan.


Binar kemudian melepaskan tangan itu lalu dia pun melepaskan tangannya Aksa dan berbalik badan. Aksa menahan lengannya Binar, "mau ke mana?"


"Aku mau ke toilet" Binar menepis tangannya Aksa dan bergegas pergi ke toilet.


Aksa menghunus tatapan penuh kekecewaan dan kebencian ke Jojo, "aku sangat kecewa sama kamu dan ini oleh-olehnya aku kasih di sini saja karena, setelah kejadian ini, aku nggak sudi lagi menginjakkan kaki ke rumah kamu apalagi mengenal kamu"


Jojo mengusap pergelangan tangannya yang masih terasa nyeri akibat dari pelintirannya Binar tadi lalu dia berucap dengan air mata yang mulai mengambang di kedua pelupuk matanya, "Aksa, jangan menjauhiku dan jangan mengabaikanku. Maafkan aku! aku cuma nggak rela kamu jadi korban tante-tante tua seperti wanita tadi. Wanita brengsek yang tidak tahu malu yang sudah menggoda kamu dan dia........"


Aksa mengepalkan kedua tinjunya untuk menahan tangannnya agar tidak terayun ke udara lagi dan menampar Jojo. Aksa kemudian menggertakkan gigi gerahamnya sambil berucap, "dia bukan tante-tante tua dan aku bukan peliharaannya. Aku yang mengejar-ngejar dia karena, aku sangat mencintainya. Asal kau tahu, dia jauh di atas segala-galanya dari kamu"


Jojo mendekat ke Aksa namun, Aksa melangkah mundur menjauhi Jojo. Jojo kemudian berucap, "tapi aku yang lebih pantas untuk kamu. Kita seumuran, kita teman sekolah, dan asal kau tahu Aksa, aku melakukan semuanya tadi karena, aku mencintaimu"


"Hah?!" semua temannya Aksa kembali tercengang mendengar pengakuan cinta dari Jojo untuk Aksa.


"Apa?!" Aksa ikutan tercengang dan langsung mundur beberapa langkah untuk menjauhi Jojo.


"Iya itu benar. Aku mencintaimu, sungguh-sungguh mencintaimu dari dulu. Bukankah kamu juga memiliki rasa yang sama ke aku?" Jojo menghentikan langkah kakinya ketika dia melihat Aksa terus melangkah mundur untuk menjauhinya.


"Bagaimana kamu bisa berpikiran kalau aku mencintaimu?"


"Kamu baik padaku, selalu kasih perhatian ke aku, membantu aku belajar matematika sampai nilaiku membaik dan........"


"Itu karena, aku menganggapmu sebagai teman. Aku juga lakukan semua itu ke mereka semua" Aksa menunjuk ke teman-temannya yang masih berdiri menyaksikan Aksa dan Jojo.


Jojo menoleh ke semuanya dan semua teman-temannya Aksa yang juga merupakan teman sekolahnya Jojo itu, langsung menganggukkan kepala mereka secara serempak.


Jojo menghentakkan kakinya dan mendengus kesal. Aksa segera berbalik badan dan berlari menuju ke toilet untuk menjemput Binar. Aksa meninggalkan Jojo begitu saja.


Jojo menatap ke semua teman-temannya lalu dengan sangat sedih dan kecewa dia berputar badan dan pergi meninggalkan restorannya Alex itu.


Binar duduk di dalam toilet sambil menangis tertahan, di saat dia mendengar dua orang ibu-ibu yang tengah menaburkan bedak di depan kaca besar yang ada di dalam toilet wanita itu, berdiri tepat di depan pintu yang tertutup di mana ada Binar di dalamnya dan ibu-ibu itu mulai menggunjingkan Aksa.


"Iya. Pemuda yang diperebutkan sangat tampan dan pakaiannya terkesan mahal. Pasti pakaiannya dibelikan oleh pacar tuanya tadi. Pacar pemuda tadi memang nampak jauh lebih tua dan pasti memelihara pemuda tadi untuk sekadar bersenang-senang"


"Iya dasar pemuda jaman sekarang, nggak mau susah maunya pakai jalan pintas, mencari tante-tante untuk menghidupinya"


"Ceweknya juga nggak tahu malu. Cantik sih cantik tapi dia pakai kecantikannya itu untuk hal yang nggak bener"


Lalu kedua ibu-ibu tadi keluar dari dalam toilet dan berpapasan dengan Aksa. Kedua ibu-ibu tadi mencibirkan bibir mereka ke Aksa. Aksa tidak menanggapi kedua cibiran ibu-ibu tadi karena, pikirannya hanya tertuju ke Binar. Aksa sangat mengkhawatirkan Binar karena, Binar telah cukup lama berada di dalam toilet itu


Aksa hendak masuk ke dalam toilet itu, tapi dia urungkan karena, toilet itu toilet khusus untuk wanita. Akhirnya Aksa bersandar ke dinding sambil melipat tangan menunggu Binar keluar.


Binar masih terus menangis. Alasan yang sebenarnya kenapa dia tidak percaya diri mengenalkan dirinya ke publik sebagai pacarnya Aksa adalah cibiran yang terwakili oleh kedua Ibu-ibu rumpi tadi. Binar tidak ingin Aksa dinilai negatif karena, berpacaran dengannya. Hati Binar terasa begitu sakit bukan karena hinaan untuk dirinya tapi hinaan untuk Aksa.


Aksa mengetuk pintu toilet itu di saat tidak ada jawaban dari dalam, dia memberanikan diri membuka pelan pintu itu. Aksa melihat ada tiga bilik ruangan kecil, dua pintunya terbuka dan satu tertutup. Dia berteriak dari arah pintu utama ruangan toilet wanita itu dan memanggil Binar, "Sayang? kenapa lama sekali? apa perut kamu sakit?"


Binar tersentak kaget mendengar suaranya Aksa dari arah pintu utama toilet itu, dia segera mengusap air matanya lalu berdeham dan menjawab Aksa dari dalam biliknya, "iya, aku agak sakit perut nih. Tapi nggak apa-apa kok. Tunggu aja di meja, aku akan segera keluar"


"Baiklah" Aksa kemudian menutup pelan pintu toilet wanita itu dan berjalan kembali ke meja teman-temannya.


Alex langsung menepuk pundaknya Aksa begitu Aksa duduk kembali di sebelahnya, "jangan dipikirkan apa yang diomongkan oleh Jojo! yang penting kamu dan Binar saling cinta dan kami semua secara tulus mendukung kalian. Kalau kalian nikah jangan lupa mengundang kami, ya!?"


Aksa tersenyum, "terima kasih untuk supportnya guys"


"Kami yang seharusnya berterima kasih karena, kamu memercayai kami untuk mengenalkan calon istri kamu ke kami dan terima kasih untuk oleh-olehnya" sahut Rena.


"Iya terima kasih masih mengingat kami" sahut Mila.


Binar melangkah keluar dari dalam toilet dan dia tersentak kaget saat tangannya ditarik oleh seseorang. Binar menoleh dan langsung menggeram kesal, "Hendra!" sambil menarik tangannya.


Hendra menyeringai, "jadi kamu berpacaran dengan anak magang itu? apa kamu sebegitunya menjadi hopeless dan asal memacari berondong?" Hendra kemudian menengadahkan kepalanya ke udara sambil melepas tawa mengejeknya.


Binar langsung menampar Hendra, "jangan hina Aksa! Atau aku akan membuatmu berbaring di UGD"


Hendra menyentuh bekas tamparannya Binar lalu berucap, "aku akan kasih tahu kak Theo soal ini dan kak Theo akan memutuskan perjodohan kalian jadi aku bisa bebas membawamu pergi dari siapa pun. Kamu hanya boleh menjadi milikku"


Plaaakkkk! Binar kembali mendaratkan tamparannya di pipinya Hendra lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkan Hendra.


Hendra menarik tangannya Binar dan Binar langsung mengunci tangan itu lalu menarik tubuhnya Hendra ke arah depan dan dia banting Hendra di atas lantai restoran itu, kemudian dia tekan dadanya Hendra dengan lutut kanannya, "Theo sudah tahu semuanya" Binar kemudian bangkit dan meninggalkan Hendra begitu saja.


Binar kemudian berjalan dengan memasang senyum. Dia tidak ingin sampai Aksa dan semuanya tahu kalau dia baru saja menumpahkan tangis dan nyeri hatinya di dalam toilet tadi.


Binar kemudian pamit ke semuanya dan mengajak Aksa untuk pulang. Di sepanjang perjalanan, Binar diam membisu dan terus menoleh ke jalan raya. Binar bahkan menempelkan keningnya di kaca jendela mobil yang mereka tumpangi.


Aksa melirik Binar lalu mendesah panjang. Aksa bisa merasakan lara hatinya Binar namun, dia tidak tega untuk bertanya. Aksa mengusap rambutnya Binar dan berucap, "maafkan aku!"


Binar menoleh dan tersenyum, "aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu"


"Tapi apa kesalahanmu?" tanya Aksa.


"Kesalahanku juga merupakan berkah bagiku" Binar menghela napas dan masih mengulas senyum.


"Dan apa itu?"


"Mencintaimu" ucap Binar sambil mengelus pipinya Aksa.


Aksa meraih tangannya Binar, dia cium tangan itu lalu dia genggam tangan kekasihnya itu di sepanjang perjalanan mereka menuju ke rumah kakeknya Aksa, dalam diam.