My Pretty Boss

My Pretty Boss
Penyatuan Cinta Yang Indah



Binar pun tertidur pulas setelah mandi, berganti baju, dan meminum obatnya. Yang perlu dijadikannya perhatian justru dia lupakan. Cewek cantik kekasihnya Aksa itu, lupa untuk meminum pil KB-nya.


Binar terbangun di pukul delapan pagi dan langsung mengirim pesan text ke Lela kalau dia cuti selama tiga hari. Lela akhirnya mengiyakan setelah mengetahui alasannya Binar mengambil cuti selama tiga hari.


Miko yang sudah berubah menjadi Mimi, mengetuk pintu kamarnya Binar, "bos? ini Mimi masak bubur ayam, mau nggak?"


Binar langsung menyorotkan sinar bahagianya karena, bubur ayam merupakan salah satu makanan kesukaannya dan dengan segera dia menyahut, "masuk! pintunya nggak dikunci"


Miko yang sudah berubah menjadi Mimi, membuka pintu kamarnya Binar sembari membawa masuk semangkuk bubur ayam dan sebotol air mineral dingin di atas nampan. Mimi lalu menaruh nampan itu di atas meja sofa.


"Bos butuh apalagi?" tanya Mimi kemudian.


Binar menggelengkan kepalanya dan bangkit secara perlahan lalu jalan tertatih untuk duduk di sofa dan untuk mulai menyantap bubur ayamnya.


"Kalo gitu Mimi permisi, ya" ucap Mimi.


"Emm, tunggu Mi! ambilkan obatku di atas meja di samping ranjang, tuh!" Binar menunjuk ke.meja di samping ranjangnya.


Mimi mengambilkan obat itu lalu menyerahkannya ke Binar, sambil berucap, "ada lagi yang perlu ai banting eh, heeee, bantu?"


Binar mengunyah bubur ayamnya dan menatap Mimi, "emm, kamu bisa nyetir, kan?"


"Bisa dong, bisa banget. Ai ahlinya dalam menyetir mobil, mau pelan, smooth, atau liar, ai bisa penuhi, heeeee" Mimi meringis ke Binar.


Binar terkekeh dan menggeleng-nggelengkan kepalanya, "kok kamu nggak bilang kalau kamu bisa setir mobil?"


"Lha bos kan nggak pernah nanya, piye to? kok malah protes ke ai" Mimi mengerucutkan bibir seksinya.


"Iya benar juga ya, heeeee. Oke, siapkan mobil setelah sarapanku selesai! aku akan ajak kamu ke suatu tempat yang spesial" ucap Binar sambil mengedipkan mata ke Mimi.


"Waaahhh! makasih bos! Mimi mau diajak piknik, ya? aaaiiihhh! Mimi happy nih" Mimi langsung memekik senang.


"Hahahahahaha, iya piknik, hahahahaha" Binar tergelak geli karena, dia hanya akan mengajak Mimi untuk membersihkan apartemennya Aksa.


Mika dan Arga akhirnya sampai di Bandara Schipol atau Amsterdam Schipol. Bandara Amsterdam Schipol merupakan bandara terbesar di Belanda dan terbesar ketiga di Eropa setelah Bandara Heathrow, London dan Bandara Charles de Gaulle di Paris. Di bandara Amsterdam Schipol terdapat mal, toko-toko, kafe dan restoran. Bahkan ada sepuluh restoran Asia di Bandara Amsterdam Schipol.


Mika dan Arga menunggu di ruang tunggu sambil menyesap secangkir kopi hangat dan Arga menikmati roti cokelat kesukaannya sambil sesekali menyesap cokelat panas yang dibelikan mamanya.


Transportasi di Amsterdam dioperasikan oleh GYB meliputi, Tram, Bus, dan juga Metro Train. Abimana menggunakan Tram untuk menjemput anak dan istri tercintanya. Tram di Amsterdam mempunyai delapan belas jalur yang canggih, cepat, dan bebas polusi. Menggunakan Tram harus membeli tiket terlebih dahulu dalam bentuk strippenkaart yaitu seperti kartu ceklok, yang berisi lima belas strip seharga Euro 7.30.


Untuk menuju ke Bandara Amsterdam Schipol tidak disarankan mengendarai mobil karena, biaya parkir sangat mahal dan banyak jalan ditutup untuk mobil atau hanya untuk jalan satu arah.


Abimana langsung berlari mendekati anak dan istrinya yang sudah sangat dia rindukan.



Mika menoleh dan tersenyum lebar dengan sangat cantiknya ketika dia melihat sosok suaminya yang tampan dan gagah tengah berlari ke arahnya dan Arga. Arga langsung bangkit dan berlari lalu melompat dan masuk ke dalam gendongan papa tampannya.


Mika pun tertawa lepas sambil menarik kopernya dan kopernya Arga dia menghampiri Abimana yang tengah menciumi wajahnya Arga. Abimana kemudian menurunkan Arga, menutup kedua mata lentiknya Arga dengan telapak tangan kanannya lalu dia mencium bibirnya Mika dengan penuh perasaan rindu.


Satu menit berlalu dan Mika langsung menarik bibirnya dari bibir hangat suaminya dan menepuk dada bidangnya Abimana ketika Arga memekik, "pa! kenapa mata Arga ditutup?"


Arga begitu bersemangat naik Tram dan terus menanyakan banyak hal yang belum pernah dia jumpai di Indonesia karena, Arga memang anak yang kritis, aktif, dan cerdas jadi selaku ceriwis dan banyak tanya. Abimana menjawab semua pertanyaan Arga dengan sabar sambil sesekali terkekeh di saat Arga menanyakan sesuatu dengan kepolosannya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mereka sampai di hotelnya Mister Herald. Mister Herald menyambut kedatangannya Mika dan langsung terpesona dengan kecantikan, keramahan, dan gaya anggun-nya Mika.


Mister Herald tersenyum lebar dan berkata, "pantas kalau suami anda sangat mencintai anda dan benar apa yang dikatakan sama mister Abimana kalau istrinya sangatlah cantik anggun, dan cerdas"


"Suami di manapun pasti selalu membanggakan istrinya dan terkadang dilebih-lebihkan" Mika berucap sambil melempar senyum cantiknya ke Mister Herald.


"Tapi setelah melihat dengan mata kepala saya sendiri saya menilai suami anda orangnya jujur dan selalu berkata apa adanya karena, istrinya benar-benar sempurna sesuai dengan penggambarannya" Abimana dan Mika kemudian mengucapkan terima kasih dan melepas tawa sopan mereka ke udara.


Lalu Mister Herald mencubit pelan pipinya Arga, "putra anda pun benar-benar tampan"


"Thank you very much for your compliment, Sir" Arga kemudian meraih tangan kanannya Mister Herald lalu mencium punggung tangan itu.


"Cerdas pula" ucap Mister Herald yang langsung mengangkat tubuhnya Arga masuk ke dalam gendongannya lalu berucap, "opa ajak kamu berkeliling ke hotelnya opa, mau? opa akan belikan es krim juga nanti. Emm, bolehkah saya ajak Arga berkeliling sebentar?" Mister Herald menatap Abimana dan Mika.


"Boleh, kalau Arga-nya mau" sahut Mika.


"Mau" sahut Arga.


Abimana, Mika, dan Mister Herald langsung tertawa lepas mendengar ucapan polos dari Arga.


Mister Herald kemudian memutar badan sambil terus menggendong Arga, dia mulai mengajak Arga berkeliling ke hotelnya dan terus tertawa lebar setiap kali mendapatkan pertanyaan polos dari Arga.


Abimana bergegas mengajak Mika ke kamarnya dia menutup pintu kamarnya dan langsung mengungkung tubuh ramping istri cantiknya itu. Dia usapkan bibir hangatnya di keningnya Mika, sudut matanya Mika, hidungnya Mika, sudut bibirnya Mika, lalu mengusap bibirnya Mika dengan ibu jarinya, "kenapa kamu berdandan secantik ini saat naik pesawat tanpa suami kamu?"


Mika terkekeh geli, "lalu, aku harus cepolan, pakai daster, dan lusuh? lagian aku perginya dengan Arga dan nggak ada yang mendekati ibu-ibu dengan seorang anak"


"Benarkah? jujur sama aku! aku nggak percaya kalau nggak ada yang mencoba mengajakmu berkenalan selama penerbangan berlangsung" Abimana berucap sambil menangkup pipi ranumnya Mika lalu mengusapnya lembut penuh dengan cinta.


"Heeee, iya deh ngaku, ada lima orang cowok yang mencoba mengajak aku berkenalan tapi aku mengabaikannya" Mika meringis ke suaminya.


"Tuh kan! nggak dandan aja kamu udah cantik banget apalagi dandan seperti ini, hufffttt" Abimana mendesah panjang ketika membayangkan ada lima orang cowok asing yang mencoba mendekati istri cantiknya.


Mika menangkup wajah suaminya, "aku mengabaikan mereka semua, tanya deh sama Arga. Aku hanya mencintaimu, di mataku, jiwaku, dan hatiku, hanya ada kamu, sayang"


Abimana langsung mencium istrinya itu dengan ritme lambat namun cepat terbangkitkan dengan godaan-godaan manis yang ditawarkan Mika. Abimana selalu suka bereksperimen di dalam berciuman dan selalu memberikan pengalaman baru yang mendebarkan di udara, mempesonakan bagi dirinya sendiri dan istrinya. Desahan manis nan merdu yang dilepaskan Mika ke ruang cintanya dengan suaminya membuat Abimana mabuk kepayang.


Abimana kemudian membopong tubuh rampingnya Mika sambil terus berbelit lidah dengan Mika. Dia merebahkan Mika di atas ranjang lalu melepas kaosnya. Abimana adalah seorang petualang sejati di atas ranjang dan selalu membuat hati Mika berdebar kencang.


"Katakan kau mencintaiku!" pinta Abimana sambil mendaratkan beberapa tanda kepemilikan di leher cantiknya Mika.


"Aku mencintaimu, aaaahhh, sayang, milikilah aku saat ini juga" ucap Mika dengan kemanjaannya yang khas dan kemanjaan itu hanya boleh dimiliki oleh Abimana.


"Aku juga mencintaimu dan ingin memilikimu saat ini juga" dan Abimana pun mengajak istrinya bercinta dengan gaya yang awalnya konservatif namun di ronde kedua dia berinovatif hingga mampu membuat Mika membeliak, tersentak, dan memekik bahagia penuh dengan cinta dan kepuasan yang sempurna.


Abimana menyelimuti tubuh polos istrinya di saat Mika mulai memejamkan kedua matanya. Mika sungguh merasa lelah setelah melakukan penerbangan panjang dengan Arga seorang diri kemudian melayani suaminya sebanyak dua ronde, membuatnya tidak kuasa untuk tidak jatuh ke alam mimpi.


Abimana mencium keningnya Mika lalu bangkit dan kembali memakai kaos dan celana kolor lalu celana panjang kainnya. Dia kemudian keluar kamar menuju ke restoran untuk menyusul Mister Herald dan Arga yang tengah menikmati es krim di sana.