My Pretty Boss

My Pretty Boss
Maafkan Aku!



Abimana menatap lekat ke Camelia yamg masih berderai air mata dan dia mengalihkan pandangannya ke mister Herald dengan sorot mata penuh ketidakpercayaan.


Mister Herald memegang pundaknya Abimana lalu mengajak Abimana masuk ke ruangannya bersama dengan Camelia.


"Itu yang sebenarnya terjadi. Istri saya jatuh cinta pada papa anda" ucap Mister Herald di akhir cerita masa lalunya terkait perselingkuhan papanya Abimana dengan mamanya Camelia.


"Saya di sini merasa perlu untuk meminta maaf kepada anda, mewakili papa saya" ucap Abimana yang kemudian berdiri dan membungkukkan badan ke mister Herald lalu duduk kembali setelah mister Herald.menarik tangannya untuk duduk kembali.


"Saya sudah lama memaafkan istri dan papa anda. Jodoh saya tidak lama dengan istri saya dan saya menyadari perselingkuhan itu terjadi karena, saya terlalu sibuk bekerja dan sedikit mengabaikan istri dan anak saya. Saya sangat jarang bisa menghabiskan waktu berduaan dengan istri saya setelah kami punya anak dan bisnis saya semakin besar. Saya sibuk bekerja dan istri saya sibuk mengurus anak jadi rasa cinta diantara kami mulai terkikis tanpa kami sadari" ucap mister Herald.


"Tapi itu juga tidak bisa dijadikan alasan adanya perselingkuhan. Pasti papa saya yang memiliki andil besar di sini. Papa saya pasti yang menggoda istri anda dan........"


"Semuanya punya andil yang besar. Saya terlalu sibuk dan jarang ada di sisi istri saya, papa anda memiliki kesempatan ketika perhatiannya mendapat balasan dari istri saya karena, istri saya merasa kesepian dan bosan mengurus anak setiap hari" mister Herald mendesah panjang.


"Pa! jangan salahkan diri papa! papa orang baik dan selalu menyayangi aku dan mama. Papa bekerja keras demi memenuhi kebutuhanku dan mama. Aku Mohon Pa! jangan salahkan diri papa!" ucap Camelia sambil menghambur masuk ke dalam pelukan papanya.


"Makanya papa mohon sama kamu, berhenti berusaha untuk mendapatkan mister Abimana. Mister Abimana sangat mencintai keluarganya dan dia sudah sangat bahagia bersama dengan keluarganya. Jangan kau rusak, ya sayang!?" ucap mister Herald sambil mengelus punggung putri cantiknya itu dengan penuh kasih sayang.


Abimana menatap mister Herald dan dia merasa sangat mengagumi karakter dari mister Herald yang pemaaf, bijak, sabar, dan baik hati. Dia bahkan sangat menyayangkan sikap dan tindakan mamanya Camelia karena, mamanya Camelia tidak bisa mensyukuri berlian yang sudah dia genggam tapi dia lepas hanya demi sebatang besi yang nampak berkilau namun bisa cepat berkarat.


Camelia masih belum melepaskan pelukannya dan masih sesenggukkan di dalam pelukan papanya.


"Maaf mister Abimana, istri saya sudah menghancurkan hidup anda, adik laki-laki anda, dan mama anda. Istri saya telah membuat papa anda meninggalkan keluarganya" Mister Herald menoleh ke Abimana dengan sorot mata penuh penyesalan.


"Anda tidak bersalah jadi anda tidak perlu meminta maaf kepada saya. Semua terjadi karena sikap tidak tahu malu dari papa saya, keegoisan papa saya, dan kebodohan papa saya" Abimana menggeram kesal ketika dia teringat kembali semua sikap papanya yang dengan seenaknya bilang ke ibunya kala itu, "jika kau tidak mau aku madu maka aku ceraikan kamu dan pergilah dari rumah ini dengan anak-anakmu"


Untuk itulah, Abimana tidak pernah bisa memaafkan papanya. Abimana masih ingat betul perlakuan kasar dan ucapan yang menyakitkan dari papanya untuk ibunya. Abimana juga ingat betul wajah wanita yang tidak tahu malu yang menggelungkan tangan di lengan papanya di saat ibunya, dia dan adik laki-lakinya keluar dari rumah papanya kala itu. Wanita itu benar-benar nampak mirip dengan iblis di matanya Abimana.


"Maaf, saya ingin tahu kabar papa anda dan mantan istri saya?" tanya mister Herald.


"Istri anda, wanita yang tidak tahu malu itu, emm, maafkan saya!"


"Tidak apa-apa, teruskan!" sahut mister Herald.


"Mantan istri anda sudah meninggal dunia, bisnis papa saya hancur saat papa saya ditinggalkan oleh wanita tidak tahu malu itu. Papa saya terhanyut di dalam kesedihan dan bisnisnya hancur"


"Saya turut prihatin mendengarnya karena, bagaimanapun juga, papa anda dan saya dulunya bersahabat"


"Dia tidak pantas dikasihani. Dia brengsek dan tidak bermoral" sahut Abimana kesal, "itulah kenapa saya tidak mau menjadi seperti papa saya. Selamanya saya tidak akan pernah berselingkuh dan meninggalkan keluarga saya. Saya tidak ingin kalau Mika dan Arga mengalami masa kelam seperti yang pernah dialami ibu saya, saya dan adik laki-laki saya ketika papa meninggalkan kami. Saya sangat mencintai istri dan anak saya sekarang dan untuk selama-lamanya"


"Dengarkan itu Camelia!" ucap mister Herald sambil menepuk punggungnya Camelia.


Camelia kemudian menarik diri dari pelukan papanya dan menghadap ke Abimana, "maafkan aku! walaupun perasaan cintaku ke kamu sangatlah besar dan pasti akan sangat sulit bagiku untuk move on dan melupakan kamu tapi, aku akan berusaha. Maafkan aku yang telah nekat mencintaimu dan berusaha mendapatkanmu dengan tanpa malu!"


Abimana hanya berucap, "hmm" karena, sesungguhnya dia sangat membenci wanita seperti Camelia yang jelas-jelas tahu dirinya sudah berkeluarga, jelas-jelas sadar kalau dirinya terus menolaknya tapi, masih saja dengan tanpa malu nekat mengejar dan menggodanya.


"Maafkan Camelia, mister Abimana!?" ucap mister Herald.


"Hmm" Abimana kembali berucap singkat dan kemudian berkata, "kewajiban saya di sini telah selesai. Saya dan keluarga kecil saya akan balik ke Indonesia besok siang. Saya pamit mister dan saya ucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang mister berikan kepada saya" Abimana bangkit diikuti oleh Mister Herald lalu mereka bersalaman dan berpelukkan.


"Pa, dia tidak memaafkanku" ucap Camelia sedih.


"Dia memaafkanmu dengan caranya sendiri. Kamu harus memakluminya kalau dia bersikap seperti itu karena, kamu juga yang telah melakukan banyak kesalahan" ucap mister Herald.


Camelia hanya bisa menghela napas panjang menanggapi ucapan papa tercintanya itu.


Abimana kemudian mengajak Arga dan istrinya kembali ke kamar untuk mulai berkemas karena, besok mereka akan balik ke Indonesia.


Arga memekik senang, "yeeeaayyy kita akan pulang"


Abimana dan Mika menatap heran ke putra tampan mereka lalu Mika bertanya, "kamu nggak senang di sini? katanya suka di sini"


"Arga kangen sekolah dan kangen sama teman-temannya Arga. Arga juga kangen sama kakek dan tante Binar" sahut Arga.


"Ada ya ternyata yang kangen sama Binar, heeee" Abimana terkekeh sambil memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.


Mika ikutan terkekeh geli sambil menepuk pundaknya Abimana dia berkata, "kenapa dengan adikku kok nggak pantes dikangenin?"


"Iya adik kamu itu biang keruwetan. Sikap dan polah tingkahnya mirip sama Arga jadi yeeeaahhh begitulah, heeeee"


Mika kembali menepuk pundaknya Abimana dan tertawa renyah, "iya kamu benar. Siapa pun yang ada di dekatnya Binar harus siap-siap menerima imbas dari sikap impulsifnya, hahahaha, tapi justru itu yang ngangenin"


"Yeeeaahh, ngangenin tapi juga............."


"Menggemaskan!" sahut Arga dengan kepolosannya.


Mika dan Abimana kemudian tertawa lepas secara bersamaan mendengar ucapannya Arga.


Abimana kemudian memangku Arga setelah selesai berkemas lalu bertanya, "mumpung masih ada waktu di sini? kamu pengen beli apa? atau pengen jalan-jalan lagi?"


Arga menggelengkan kepalanya, "Arga udah beli semua yang Arga pengen, kemarin. Arga nggak mau jalan-jalan lagi karena........"


"Karena apa?" tanya Mika sambil melompat duduk di sebelah suaminya lalu mendaratkan ciuman di pucuk kepalanya Arga.


"Karena Arga pengen berenang di sini. Arga lihat kolam renangnya bagus dan Arga pengen mencobanya" ucap Arga dengan penuh semangat.


"Hahahaha, tapi sayang, kolam renangnya cukup dalam, yang untuk anak-anak seumuran kamu nggak ada dan kamu kan baru aja bisa berenangnya, papa takut kalau kamu........"


Arga kemudian beringsut turun dari pangkuannya Abimana lalu, membuka tas punggungnya, "Arga bawa pelampung lengan nih"


Abimana menatap pasrah ke istrinya, "hadeeehhh, anak kamu tuh kalau punya kemauan, hmm, bikin gemas kayak kamu" ucap Abimana lalu mencubit mesra pucuk hidungnya Mika.


"Yeeeeeyyy enak aja! dia tuh ngeyel mirip kamu" Mika kemudian terkekeh sambil bangkit lalu membantu Arga memakai perlengkapan berenangnya dan beberapa menit kemudian, keluarga kecil itu telah berada di dalam kolam renang yang luas, indah, dan menghadap ke alam bebas yang berada di hotel berbintang lima itu.


Arga, Mika dan Abimana bercanda ria di dalam kolam renang dengan penuh cinta. Camelia melihat kebahagiaan Abimana bersama dengan Arga dan Mika. Ada rasa cemburu yang begitu besar dia rasakan. Dia ingin berada di posisinya Mika namun, rasa itu cepat-cepat dia bunuh dengan cara bergegas berbalik badan dan meninggalkan kolam renang itu.