My Pretty Boss

My Pretty Boss
Kenzo VS Damian



Damian Adelard secara tidak sengaja berjumpa dengan Kenzo Julian di sebuah pesta pembukaan hotel baru milik klien mereka berdua.


Damian menarik lengannya Kenzo ke teras untuk berbicara empat mata dengan saingannya itu.


"Kenapa kamu bisa datang ke pesta ini?" tanya Damian dengan sangat kesal.


Kenzo menarik lengannya dari tangan Damian dengan keras, "aku kenal dengan Singgih, aku diundang maka aku datang. Masalah untukmu?"


"Aku bahkan belum bisa menerima kenyataan kalau Dona lebih memilih untuk menikahimu tapi kemudian kamu menceraikannya. Kamu biarkan Dona hidup menderita hingga meninggal karena, sakit jantung. Aku membencimu karena itu, dasar brengsek!" Damian menatap tajam ke Kenzo.


"Cih! jangan sok suci kamu! kamu tahu dengan benar kenapa aku menceraikan Dona. Dona masih mencintaimu dan Dona berada di kamar hotel itu denganmu, dasar menjijikkan" Kenzo menghunus tatapan yang lebih tajam ke Damian.


"Kamu masih saja percaya dengan persepsi payah kamu itu. Kami tidak ngapa-ngapain waktu itu dan kamu lihat kan, pintu kamar hotelnya terbuka lebar. Kalau aku dan Dona ngapa-ngapain pastilah kau mendapati pintu kamar itu tertutup rapat. Otak kamu memang payah sedari dulu, cih!" Damian mendengus kesal.


"Aku percaya dengan apa yang aku lihat. Kalian berpelukan. Walaupun pintu kamarnya terbuka lebar tapi kalian ber........."


Bugggggg


Damian langsung mendaratkan bogem mentah di wajah tampannya Kenzo, "aku memeluk dia untuk mengucapkan selamat karena dia sudah berhasil meraih tender besar dan aku ke kamarnya untuk menyerahkan piringan emas yang berhasil dia dapatkan tapi dia lupa membawanya dan dia tinggalkan di meja resto dari hotel tempat kami menginap waktu itu. Jangan pernah berpikiran negatif ke Dona! Dona itu wanita suci dan setia pada kamu hanya padamu!"


Kenzo mengusap sudut bibirnya yang terasa berdarah lalu dia balas pukulannya Damian hingga Damian terjengkang satu langkah ke belakang.


"Aku menceraikan Dona tapi aku selalu memberikan kesempatan pada Dona selama lima tahun untuk kembali kepadaku namun dia tidak pernah kembali padaku. Aku terus menunggunya namun Dona tidak pernah datang kepadaku" Kenzo menatap tajam ke Damian yang tengah mengusap sudut bibirnya.


Damian berdiri tegak dan menatap Kenzo dalam diam.


"Aku menceraikannya karena dia tidak pernah mau memberikan penjelasan ataupun alasan apapun kenapa dia kedapatan berpelukan denganmu. Saat aku meminta cerai dia pun langsung mengiyakan bukankah itu suatu kejelasan kalau kamu dan Dona memang ada apa-apa" ucap Kenzo dengan sorot mata yang mulai meredup karena sedih di saat dia mengingat kembali akan sosok Dona. Mantan istrinya yang telah berada di Sorga, mantan istrinya yang masih begitu dalam dia cintai.


"Itu karena dia sakit hati kamu tuduh berselingkuh. Dona tidak pernah berselingkuh denganku atau dengan siapapun" ucap Damian.


"Itulah kenapa aku sangat membencimu. Dona mau berbagi cerita denganmu tapi tidak mau mengatakan apapun kepadaku. Oleh karena itu selamanya aku akan membencimu" ucap Kenzo.


"Aku juga akan terus membencimu karena, kamu tidak memercayai Dona dan karena kamu bodoh, Cih!" ucap Damian lalu berputar badan dan pergi meninggalkan Kenzo.


Kenzo Julian berwatak keras, kaku, keras kepala, dan ambisius. Watak itulah yang membuat dia kehilangan Dona, istrinya dan Aksa, putranya.


Dona, Kenzo, dan Damian bersahabat sejak mereka duduk di bangku kelas 3 SMA. Karena, kecerdasan mereka, mereka berhasil masuk bersama-sama ke Universitas yang bergengsi. Kebersamaan mereka yang cukup lama dan intens, membuat Damian akhirnya menaruh rasa ke Dona, begitu pula dengan Kenzo namun, Dona memilih Kenzo.


Damian bersedia mundur dengan gagahnya demi kebahagiaannya Dona dan Kenzo.


Damian pun akhirnya menikah terlebih dahulu setelah menyelesaikan pendidikan S1-nya, Damian menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Dia bisa hidup bahagia dengan wanita itu dan memiliki dua putri yang cantik yakni Mika dan Binar. Damian sangat mencintai ketiga bidadari cantik di dalam hidupnya itu dan dia berhasil melepaskan rasa yang pernah dia miliki untuk Dona.


Kenzo dan Dona menikah enam tahun kemudian setelah Damian menikah. Karena, Dona menunggu Kenzo menyelesaikan pendidikan S3-nya di luar negeri. Dona mengalami keguguran sebanyak dua kali setelah menikah hingga akhirnya di saat usia pernikahannya masuk tahun keenam, dia berhasil hamil dan berhasil melahirkan dengan selamat seorang putra tampan yang mereka beri nama Aksa Putra Julian.


Namun, insiden terjadi di saat Aksa masih berumur empat tahun. Kenzo menyusul Dona yang tengah melakukan bisnis di luar kota. Sambil menggendong Aksa, dia menuju ke kamar istinya dengan penuh semangat tetapi dia mendapati Damian memeluk Dona di sebuah kamar hotel dan Kenzo langsung dibutakan oleh rasa cemburu dan amarah yang meledak-ledak hingga dia terlibat baku hantam dengan Damian sampai secara tidak sengaja, tinjunya mengenai Dona dan Dona jatuh pingsan sampai harus dilarikan ke rumah sakit.


Damian marah besar dan mengajukan protes ke Kenzo. Damian juga menjelaskan ke Kenzo kejadian yang sebenarnya tidak seperti yang Kenzo bayangkan. Namun watak kaku dan sikap keras kepalanya Kenzo tidak mampu mencerna penjelasannya Damian dengan baik dia justru pergi meninggalkan Dona di rumah sakti itu dan setelah tersadar dari pingsannya, Dona diantarkan oleh Damian pulang ke Kudus ke rumah orang tuanya Dona, dan satu bulan kemudian Kenzo Julian melayangkan gugatan cerai ke Dona.


"Dasar bodoh! dasar bebal! dasar idiot! shit! kenapa aku harus berjumpa lagi dengan Kenzo brengsek itu" Damian masuk ke dalam mobilnya dan memukul-mukul kemudi mobilnya dengan sangat kesal.


Kenzo kemudian meraih segelas anggur dan menenggaknya sampai habis lalu menemui Dara istrinya dan mengajak istrinya itu untuk pulang. Kenzo selalu merasa sesak napas jika mengingat Dona, mantan istrinya yang telah tiada. Dara menoleh ke Kenzo yang mengemudikan mobil dalam diam, "kamu sakit, sayang? tadi yang menarik lengan kamu siapa? teman lama kamu?" tanya Dara.


"Hmm" sahut Kenzo.


Dara menghela napas panjang dan tidak berani melanjutkan ucapannya saat sang suami hanya menjawab singkat pertanyannya.


Apa mas Kenzo teringat lagi sama almarhum mbak Dona ya? Batin Dara.


Dara adalah sekretaris pribadinya Kenzo. Seorang wanita yang sabar, lembut, berhati bersih dan penyayang itu akhirnya diperistri oleh Kenzo dan Kenzo langsung melarangnya untuk bekerja. Kenzo trauma memiliki istri yang bekerja, dia ingin Dara menjadi ibu rumah tangga saja dan tidak berkeliaran bekerja ke sana kemari seperti Dona dulu.


Sesampainya di rumah, Kenzo turun dari mobil dan melangkah lebar menuju ke kamarnya dan Dara hanya bisa mendesah panjang melihat tingkah suaminya.


Mbak Dona, mbak pasti melihat dari Sorga sana. Mas Kenzo masih sangat mencintaimu namun karena gengsi dan keras kepalanya, mas Kenzo masih dibutakan oleh kecemburuannya mas Kenzo terhadap mbak di masa lalu. Aku yakin mbak nggak berselingkuh, aku kenal baik dengan mbak. Semoga mas Kenzo suatu saat juga bisa mengetahui kebenaran itu, mau menerima kebenaran itu dan bisa memaafkan mbak. Batin Dara sembari melangkah menuju ke kamarnya Embun putri cantiknya.


"Nona muda sudah tidur dari tadi nyonya" kata Dyah asisten rumah tangganya.


Dara mencium kening putrinya dan tersenyum ke Dyah, "terima kasih sudah menjaga Embun dengan baik"


"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya, nyonya" ucap Dyah sambil tersenyum ke nyonya besarnya yang sangat cantik dan baik hati itu.


Dara kemudian naik ke lantai atas untuk menyusul suaminya. Dara mendapati, Kenzo telah berganti pakaian dan merebahkan diri di atas ranjang.


Kenzo kemudian bangkit dan menyergap Dara, "aku membutuhkanmu malam ini, sayang"


Dara menyerah pasrah ketika Kenzo meluapkan semua rasa yang ada di hatinya Kenzo kepada dirinya. Kenzo menyatukan raga dengan istri muda nan cantiknya itu sebanyak dua kali lalu terlelap tidur sambil berpelukan dengan istrinya. Istri yang belum bisa dia cintai seratus persen seperti dulu dia mencintai Dona.


Dara terbangun di tengah malam lalu menatap suaminya. Dia tiba-tiba memiliki rasa cemburu ke Dona, namun kemudian dia tertawa lirih dengan sendirinya, "masak aku cemburu dengan orang yang sudah meninggal. Aku rasa aku tidak pantas mencemburui almarhum mbak Dona biar mbak Dona tenang di Sorga sana"


Damian sampai di rumah megahnya. Sejak istrinya meninggal karena sakit kanker rahim, Damian tidak berniat untuk menikah lagi. Dia tidak ingin salah memilih istri dan membuat hidup kedua putrinya sengsara. Damian mengabdikan hidupnya untuk kebahagiaan kedua putri cantiknya. Damian bersyukur mampu membesarkan kedua putri cantiknya dengan baik sampai mereka lulus kuliah dan bisa bekerja dengan baik.


Tetapi ada sedikit ganjalan di hatinya Damian. Binar belum bersedia untuk menikah padahal usia putrinya itu sudah menginjak kepala tiga.


"Semoga perjodohan Binar dengan Theo berjalan lancar dan tahun depan mereka menikah. Maka aku akan bisa hidup dengan tenang dan mati pun tidak akan menyesal" gumam Damian sambil merebahkan diri di atas ranjang mewahnya.