My Pretty Boss

My Pretty Boss
I Miss You



Sementara itu di depan rumahnya Binar, mobilnya Binar terparkir cantik namun penumpangnya belum turun. Dua kali asisten rumah tangganya Binar menghampiri mobil itu dan Aksa menyuruhnya untuk kembali masuk ke dalam rumah karena, Binar ketiduran dan Aksa tidak tega untuk membangunkannya.


Alih-alih masuk kembali ke dalam rumahnya Binar, asisten rumah tangganya Binar itu malah menatap Aksa dan berucap, "Wah! sayangnya kita bertemu di saat saya menjadi Miko" ucap asisten rumah tangganya Binar itu.


"Maksudnya?" Aksa mengerutkan alis dan memandang ke arah Miko, asisten rumah tangganya Binar itu.


Miko lalu mengulurkan tangan ke jendela mobil yang telah dibuka lebar oleh Aksa, "kenalkan nama saya Miko kalau malam tapi, kalau pagi nama saya Mimi"


"Kok bisa begitu?" Aksa mengurungkan niatnya untuk membalas uluran tangannya Miko dan Miko terkekeh geli sambil menarik kembali tangannya.


"Saya kalau malam jadi penjaga rumah ini jadi harus macho kan makanya nama saya Miko nah kalau pagi saya tukang bersih-bersih rumah dan memasak jadi nama saya menjadi Mimi, hihihihi. Asyik, kan?" Miko tersenyum lebar ke Aksa dan Aksa hanya bisa nyengir kuda di depannya Miko.


"Bukankah sudah ada satpam di gerbang depan kenapa kamu harus jadi penjaga rumah dan berganti nama?" tanya Aksa keheranan.


Alih-alih menjawab pertanyaannya Aksa, Miko malah melongok ke jendela untuk melihat Binar dan secara otomatis, Aksa langsung merebahkan jok mobilnya. Aksa tidak mau wajah Miko berada terlalu dekat dengan wajahnya.


Miko terkekeh, "jangan khawatir mas tampan, saya udah punya gebetan jadi saya nggak akan macam-macam sama sampeyan. Saya cuma ingin melihat keadaannya non Binar. Apa saya bangunkan saja ya?"


"Jangan! kamu masuk saja ke rumah! Aku akan jaga bos kamu ini" ucap Aksa masih di dalam posisi rebahan di atas jok mobil itu.


"Oke!" Miko menarik kepalanya dari jendela lalu melangkah masuk ke dalam rumahnya Binar.


Sepeninggalnya Miko, Aksa menegakkan kembali posisi jok mobil itu lalu merapikan rambutnya Binar yang menutupi wajahnya Binar. Binar merasakan seseorang menyentuh rambutnya dan dia kemudian mengerjap-ngerjapkan matanya dan terbangun, "sudah sampai, ya?"


Aksa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Astaga! jam berapa ini?" tanya Binar.


"Jam dua belas malam" jawab Aksa sambil tersenyum.


"Aku tertidur selama..........."


"Tiga jam" sahut Aksa.


"Ya ampun! kok nggak kamu bangunkan? kamu telat dapat bus dong terus kamu pulangnya gimana?"


Aksa mengelus kepalanya Binar, "aku nggak tega membangunkanmu. Kamu cantik sekali kalau tidur aku suka memandanginya"


Blush


Binar kembali merona karena, ucapannya Aksa, "cantik bagaimana? kata kak Mika, aku kalau tidur ileran" Binar langsung mengusap kedua sudut bibir dan dagunya.


"Justru nampak imut bagiku, ppffttt" Aksa mengulum bibir.menahan tawa.


Binar langsung memukul bahunya Aksa, "aaah! aku beneran ileran ya?" Binar langsung menunduk malu.


Aksa terkekeh, "aku sudah melapnya tadi nggak usah malu, aku kan pacar kamu. Aku terima kamu apa adanya, mau ileran, mau........."


Binar langsung mengangkat wajah cantiknya, "berhenti menggodaku! kamu pulangnya bagaimana sekarang ini?"


"Apa ini isyarat dari kamu supaya aku menginap di rumahmu?" Aksa tersenyum lebar ke Binar dan Binar langsung mencubit hidung mancungnya Aksa dengan keras.


Aksa mengaduh beberapa kali dan Binar melepas cubitannya, "aku bilang jangan bercanda dan jangan menggodaku lagi, ngeyel sih kamu!"


Aksa langsung tertawa terbahak-bahak.


"Apa kamu pulang pakai mobilku? kamu bawa saja mobilku!" ucap Binar kemudian.


Aksa tersenyum, menggelengkan wajahnya di depan Binar sambil memencet ponselnya, "Aku pesan taksi online nih, sebentar lagi datang" kata Aksa.


"Apa tidak berbahaya naik taksi online semalam ini?" tanya Binar.


Aksa langsung mencubit pelan kedua pipinya Binar, "aaahhh! senangnya hatiku dikhawatirkan oleh pacar cantikku ini"


Binar mengerucutkan bibirnya dan Aksa melepaskan cubitannya sembari terkekeh.


"Aku serius nih. Apa tidak berbahaya naik taksi online di jam segini?"


Aksa mengelus pipinya Binar, "nggak akan terjadi apa-apa. Aku kan cowok jadi akan aman-aman saja" lalu dia melangkah turun dari mobilnya Binar diikuti oleh Binar.


Mereka menunggu mobil yang akan menjemput Aksa sambil duduk di kap mobilnya Binar.


Beberapa menit kemudian supir pribadi papanya datang dan sialnya, pak Jono supir pribadi papanya itu membawa mobil mewah papanya. Aksa langsung menutup wajahnya, takut kalau Binar mencurigai bahwa itu bukanlah taksi online.


Aksa melompat turun dari atas kap mobilnya Binar dan membantu Binar untuk turun sambil menatap Binar. Aksa bersiap mendapatkan beribu pertanyaan dari Binar di saat kedua kakinya Binar telah menginjak tanah namun, sunyi yang ada. Binar tidak bertanya sepatah katapun dan Aksa langsung mencium keningnya Binar, pamit pulang lalu melangkah masuk ke dakam mobil mewah itu dengan napas lega.


Aksa.langsung menoleh ke pak Jono dan meluncurkan protes, "pak, kenapa menjemput saya, pakai mobil ini? ini kan mobil mewahnya papa. Ini limited edition hanya beberapa orang di negeri ini yang mampu membeli mobil ini. Untung saja pacar saya nggak paham soal mobil kalau nggak, bisa kelabakan saya diinterogasi sama pacar saya"


"Ya, maaf den bagus! yang gampang keluar mobil ini tadi. Habis dipakai sama tuan Kenzo dan nyonya Dara pergi ke undangan pesta jadi ya saya pakai sekalian aja mobil ini untuk menjemput den Aksa. Nyonya juga mengijinkan tadi. Lalu kenapa kalau pacar den Aksa tahu soal mobil ini? pacar den Aksa nggak ngerti ya kalau den Aksa itu putranya tuan Kenzo Julian?"


Aksa menggelengkan kepalanya, "saya ingin berpacaran dengan pacar saya sebagai Aksa yang sederhana dan tanpa campur tangannya papa. Ini juga saya terpaksa pak, meminta tolong pak Jono untuk menjemput saya karena bus sudah nggak ada begitu juga dengan taksi online. Maaf sudah merepotkan pak Jono dan terima kasih banyak sudah mau menjemput saya"


"Nggak apa-apa den. Ini juga sudah menjadi tugas saya. Nyonya juga yang menyuruh saya untuk segera menjemput den Aksa"


"Papa dan mama dara belum tidur ya? kalau Embun?" tanya Aksa.


"Tuan Kenzo dan non Embun sudah tidur. Nyonya terjaga dan duduk di teras depan rumah tadi"


"Apa ada masalah dengan papa dan mama Dara?" tanya Aksa.


"Nggak ada tuan, tadi tuan dan nyonya baik-baik saja sepulang dari pesta"


"Syukurlah" ucap Aksa lega.


Aksa memang menjalin hubungan yang sangat baik dengan mama tiri dan adik tirinya. Mereka sering keluar makan siang bareng di saat Aksa memiliki kelonggaran waktu keluar untuk makan siang bersama dengan Dara dan Embun. Oleh karena itu, Aksa tidak akan tinggal diam jika papanya membuat mama Dara dan Embun bersedih.


Waaahhh! non Binar pulang dengan cowok semuda dan setampan itu? oh, oh, siapa dia? Asisten rumah tangganya Binar yang bernama Mimi di pagi hari dan Miko di malam hari itu pun bergumam di dalam hatinya sembari duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu non Binarnya masuk.


Binar melangkah masuk dan terlonjak kaget melihat wajahnya Miko yang tersenyum lebar ke arahnya.


"Ngapain kamu tersenyum lebar kayak gitu? mirip kayak film kartun kalau kamu kayak gitu, pffttt. Ngaca deh! wajah kamu lucu" Binar memegang perutnya menahan tawa melihat muka lucunya Miko.


"Tertawalah terus non! dasar nggak tahu berterima kasih. Saya menunggu non dari tadi dan demi non saya rela menahan kantuk saya, eh ini malah diketawain, huh!" Miko bersedekap dan mengerucutkan bibirnya.


Binar semakin keras menggemakan tawa merdunya.


"Non! stop tertawa! kasih tahu ke Miko, cowok tampan tadi siapa? dia gentle banget nungguin non sampai non terbangun, bahkan saya tidak diijinkan untuk membangunkan non, aaahh! so sweet! siapa dia, non? pacar non ya?" kata Miko sambil menusuk-nusuk bahunya Binar.


"Kasih tahu nggak ya?" Binar berucap sembari tertawa dan berlari kecil meninggalkan Miko begitu saja.


"Dasar bos aneh!" ucap Miko.


"Aku mendengarnya ko!" teriak Binar.


"Iya non memang sengaja saya ucapkan keras-keras biar non bisa dengar" ucap Miko kesal dan Binar kembali menggemakan tawanya.


Setelah mandi, Binar melihat ponselnya ada pesan dari Aksa, "met tidur cantik. Ciuman untukmu"


Binar langsung membalas pesan text itu, "ciuman untukmu, selamat malam"


"Pagi nona cantik. Ini sudah jam setengah dua pagi" Aksa membalas pesan textnya Binar.


"I Miss you" ketik Binar di layar ponselnya.


"I Miss you too. Jangan membayangkan aku berada di ranjang kamu lagi ya!? karena hal itu akan terwujud tidak lama lagi" Ting.......Pesan text dari Aksa masuk ke ponselnya Binar.


Binar merona, jantung berdegup kencang, hatinya berdesir manis, membaca pesan text itu. Binar kemudian mendekap ponselnya dan berguling ke kanan dan ke kiri di atas ranjangnya dengan senyum lebar karena, merasa begitu bahagia mendapatkan pesan text dari Aksa yang sederhana namun mampu mengaduk-aduk perasaannya.