My Pretty Boss

My Pretty Boss
Hampir Tergoda



Abimana menemani Camelia makan siang lalu mereka menuju ke kolam renang selepas menghabiskan makan siang mereka. Camelia berencana menggoda Abimana dengan mengenakan baju renang bikini berwarna merah menyala yang pastinya akan menggoda sepasang mata milik lelaki normal yang memandangnya.


Namun di saat Camelia keluar dari baju ganti menuju ke kolam renang, dia harus menelan pil pahit kekecewaan. Abimana masih memakai setelan kemejanya dan duduk di tepi kolam sedang melakukan panggilan Video Call dengan istrinya. Camelia menghentakkan kaki dengan kesal lalu menceburkan diri ke kolam renang tanpa pemanasan terlebih dahulu kerena, terbakar rasa cemburu yang tidak sepantasnya hadir di dalam hatinya.


Tindakan cerobohnya Camelia nyemplung ke kolam renang tanpa pemanasan, menyebabkan Camelia mengalami kram otot. Dia mengalami sakit yang luar biasa dan menyebabkan dia tidak bisa bergerak dan secara perlahan tenggelam. Dengan sekuat tenaga dia berusaha muncul kembali ke permukaan dengan melambaikan tangan dan berteriak nyaring, "tolong!!!" lalu tenggelam lagi.


Abimana langsung memutuskan sambungan VCnya, melepas kemeja, celana panjang dan sepatunya dengan kecepatan kilat lalu nyemplung ke kolam renang untuk menolong Camelia. Abimana meletakkan Camelia secara perlahan di tepi kolam lalu melakukan napas buatan karena, Camelia telah pingsan dan sepertinya menelan begitu banyak air yang mengandung kaporit.


Selang beberapa detik setelah Abimana melakukan napas buatan sebanyak dua kali akhirnya Camelia membuka mata dan terbatuk, memuntahkan beberapa air yang mengandung kaporit dari dalam mulutnya.


Camelia kemudian bangun, duduk dan Abimana terus menepuk-nepuk punggungnya Camelia supaya Camelia terus memuntahkan air kolam yang mengandung kaporit itu karena, jika tidak dimuntahkan akan berbahaya bagi kesehatan.


"Sudah baikan?" tanya Abimana sambil terus menepuk punggungnya Camelia.


Camelia menoleh, mengangguk dan langsung menggelungkan lengannya di leher Abimana. Kedua bola matanya Abimana membola dengan sempurna dan berkata, "maaf, jangan asal main peluk seperti ini!" Abimana kemudian menarik kedua lengannya Camelia namun Camelia semakin mempererat pelukannya, "biarkan aku memelukmu seperti ini beberapa menit saja! terima kasih sudah menolongku dan biarkan aku bersandar ke kamu seperti ini sebentar saja! aku masih gemetar dan belum bisa berdiri"


Abimana menghela napas panjang dan menggantungkan kedua tangannya di kedua sisi tubuhnya. Abimana tidak mau membalas pelukannya Camelia. Abimana menyadari kelemahannya sebagai seorang laki-laki normal, jika dia membalas memeluk Camelia dia takut akan terjadi hal-hal yang membuatnya kehilangan akal sehatnya.


Beberapa menit kemudian Camelia menarik kedua lengannya dari lehernya Abimana. Camelia menatap dada bidangnya Abimana, ada enam kotak cantik terpampang di dada bidangnya sampai ke perutnya Abimana. Six pack, susunan otot perut secara pararel yang membentuk tonjolan itu terlihat indah di kedua manik hitamnya Camelia dan secara tidak sadar Camelia menyentuh lalu membelainya.


Abimana menatap Camelia sepersekian detik lalu dengan cepat mengangkat tangannya Camelia yang tengah membelai dada hingga ke perutnya, "kendalikan dirimu nona! aku sudah menikah" Abimana kemudian berdiri dan meninggalkan Camelia begitu saja. Abimana memungut kemeja, celana panjang dan sepatunya lalu melangkah lebar menuju ke kamarnya hanya dengan bertelanjang dada dan bercelana kolor membuat banyak mata yang memandangnya membulat sempurna mengagumi keindahan ototnya Abimana.


Camelia menutup muka dengan kedua tangannya dan mengumpat kesal beberapa kali, "shit! kenapa hatiku melompat riang setiap kali berada di dekatnya Abimana. Kenapa harus ada rasa ini untuk Abimana yang sudah beristri, shit!"


Abimana masuk ke dalam kamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Dia melepas celana kolornya dan mengguyur kepalanya dengan shower yang berair dingin. Secara normal dia bereaksi di saat merasakan pelukan, usapan, dan belaian dari seorang wanita muda, cantik, seksi berbikini. Dia perlu untuk mendinginkan luapan panas dari gairah yang tiba-tiba muncul akibat dari godaannya Camelia, dengan guyuran air dingin.


Abimana keluar dari dalam kamar mandi dan melakukan panggilan VC lagi dengan istri cantiknya, "sayang, maaf tadi secara spontan aku matikan VC kita karena ada orang yang tenggelam di kolam renang tadi dan aku harus menolongnya"


"Iya, aku dengar teriakan minta tolong tadi. Apa berhasil kau selamatkan orang tadi? tidak apa-apa kan orang yang tenggelam tadi?" tanya Mika di seberang sana.


Abimana menganggukkan kepalanya di depan layar ponsel, "iya dia berhasil aku selamatkan"


"Syukurlah" sahut Mika dengan senyum cantiknya.


"Sayang, aku merindukanmu dan Arga. Apa kalian bisa menyusul kemari?" tanya Abimana.


"Aku masih harus fokus di ujian semester anak-anak nih apalagi kamu nggak ada, jadi kerjaanku dobel. Sepertinya nggak bisa kalau aku harus menyusulmu. Maaf ya sayangku" ucap Mika.


Abimana langsung membuang napas lalu menggigit bibir bawahnya karena, kecewa.


"Jangan pasang muka kayak gitu dong! emm, Jumat deh aku akan ajukan cuti lalu berangkat ke sana dengan Arga, bagaimana?"


Abimana langsung merekahkan senyum tampannya, "benarkah? janji?"


"Iya aku usahakan tapi nggak janji. Kamu tahu sendiri kan atasan kita kayak gimana orangnya, heeee. Aku akan usahakan sayang, nanti aku kabari kalau aku dan Arga jadi menyusulmu. Arga juga sangat merindukanmu baru kali ini dia pisah sama papanya tiap hari anakmu itu nanya, kapan papa pulang, heeeee" ucap Mika.


"Sekolah dong" sahut Mika.


"OOO iya. Setiap aku VC pasti nggak ketemu sama Arga. Nanti kalau udah di rumah suruh Arga VC aku ya, aku sangat merindukan putra tampanku itu" ucap Abimana sambil tersenyum lebar, "aku juga sangat merindukanmu. Tidur sendirian tanpa memelukmu rasanya aneh banget sayang" Abimana merengut di depan layar ponselnya.


"Hahahaha, besok kalau aku jadi menyusulmu, aku akan memelukmu sepanjang hari"


"Bener ya, janji!?"


"Iya janji" Mika terkekeh melihat sikap manja suami tercintanya itu.


Tiba-tiba.....Tok.... Tok....Tok.....


Pintu kamarnya Abimana diketuk oleh seseorang Abimana langsung berucap, "sayang aku buka pintu dulu entar malam aku VC kamu lagi ya"


Mika menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lalu Klik......Mika memutuskan sambungan VC-nya.


Abimana bangkit untuk membuka pintu itu dan langsung menahan pintu itu terbuka lebar ketika melihat Camelia nekat menerobos masuk ke dalam kamarnya. Abimana mengerutkan dahinya dan menghela napas panjang, "nona, kalau kamu pengen ngobrol denganku, kita bicara di luar jangan di dalam kamar" ucap Abimana sambil terus menahan daun pintu kamarnya itu terbuka lebar.


Camelia tersenyum penuh arti, dia berjalan mendekati Abimana dan menarik tangannya Abimana sehingga secara otomatis daun pintu tersebut menutup sempurna.


Abimana membeliak kaget dan berucap, "nona, apa yang kamu inginkan?"


Camelia memeluk pinggangnya Abimana dan Abimana berusaha keras melepaskan diri dari pelukannya Camelia namun Camelia tidak kalah kuat menahan Abimana untuk terus berada di dalam pelukannya, "aku menginginkanmu"


Abimana menggeram kesal, "Camelia Herald jaga sikapmu! aku sudah menikah dan aku sangat mencintai keluargaku. Aku nggak ingin berselingkuh dan kata selingkuh tidak pernah terbersit di benakku selama ini. Lepaskan aku!"


"Aku tawarkan kesenangan padamu. Kita hanya akan bersenang-senang, aku nggak akan jadi simpananmu jika aku tidak ingin terikat denganmu. Kita akan hentikan jika kita ingin berhenti, bagaimana?" ucap Camelia dengan senyum menggoda.


"Aaa...aaa....apa kau sudah gila Camelia?"


"Iya aku gila karena kamu. Kamu begitu menarik perhatianku dan aku begitu menginginkanmu. Aku janji kita akan bersenang-senang tanpa cinta, bagaimana? kalau tidak terikat dan tanpa cinta maka aku kira itu bukanlah selingkuh, itu hanya selingan, sensasi baru, pengalaman baru untuk hidupmu biar lebih berwarna dan tidak membosankan" Camelia tersenyum dengan sangat cantiknya di depan Abimana.


Seorang pria gagah, tampan dan normal digoda seorang wanita yang masih muda, sangat cantik dan seksi, membuat akal sehatnya seketika menjadi buram dan untuk beberapa detik lamanya Abimana mematung.


Camelia tersenyum dan secara nekat dia menarik tengkuknya Abimana. Dia mencium Abimana dengan ciuman liar, panas, dan menuntut. Tanpa Abimana sadari, dia terhanyut dalam ciumannya Camelia. Abimana mendesah dan mulai membelitkan lidahnya. Sensasi baru yang dia rasakan bersama Camelia membuatnya menggila.


Camelia tersenyum bahagia di saat Abimana mulai meraba tubuh seksinya. Mereka secara tidak sadar merebahkan diri di atas ranjang. Tangan Abimana bergerak secara refleks membuka satu persatu kancing blusnya Camelia dan mulai menangkup salah satu titik sensitifnya Camelia, ketika seluruh indranya Abimana secara aktif memanas menikmati cumbuannya Camelia dan.............


Abimana tiba-tiba bangkit, memutar badan sambil merapikan kaosnya dan berlari keluar kamar meninggalkan Camelia begitu saja.


Camelia bangun, duduk di tepi ranjang sambil mengancingkan kembali kancing blusnya dan mengumpat kesal, "shit! aku gagal lagi. Tapi aku yakin di kesempatan kedua nanti Abimana nggak akan bisa lagi menolak diriku" Camelia menyeringai penuh arti lalu melangkah keluar dari kamarnya Abimana.


Abimana menghentikan larinya ketika sampai di teras belakang hotel tersebut. Dia berkali-kali mengusap kasar wajahnya. Hampir saja dia menjadi serupa dengan papanya. Papanya yang begitu dia benci karena, perselingkuhan. "Shit! aku nggak akan seperti papa. Aku nggak akan selingkuh, nggak akan" ucap Abimana berulangkali kepada dirinya sendiri.