My Pretty Boss

My Pretty Boss
Bagiku Kamu Tetap My Pretty Boss



Satu tahun kemudian.............


Theo akhirnya pindah ke kamar reguler dan kondisinya semakin membaik karena, ia bisa berkumpul dengan istri dan kedua anaknya walaupun belum sadar dari komanya tapi dia sudah lepas dari semua alat medis. Di tubuhnya sudah tidak ada satu pun alat medis yang menempel di atasnya.


Mada sudah mengetahui kalau Aksa adalah ayah kandungnya namun, Mada tidak mau tinggal bersama dengan Aksa dan Aksa bisa memahaminya.


Di hari itu, Aksa mengajak Mada untuk piknik bersama dengannya dan Monica. Lambat laun Aksa sudah mulai bisa melepaskan Binar.


Aksa dan Monica mengajak Mada ke sebuah taman yang berada di dekat danau. Mereka bermain frisbee dan Mada sangat menikmati permainan itu. Mada terus tertawa dan melepas penuh keceriaannya di taman itu bersama dengan Aksa dan Monica.


Tiba-tiba, frisbee yang dilempar Aksa terlalu jauh dan jatuh di tengah jalan besar. Mada segera berlari menuju ke arah jatuhnya frisbee itu. Aksa segera.mengejar Mada sambil berteriak, "Mada berhenti! jangan dikejar dan jangan diambil! biar Ayah Om aja yang mengambilnya" Namun, Mada tidak mengindahkan teriakannya Aksa. Monica pun segera berlari menyusul keduanya.


Mada memberikan panggilan ke Aksa, Ayah Om.


Tepat di tengah jalan saat Mada membungkuk mengambil frisbee, Aksa menoleh ke arah kanan dan ia melihat ada sebuah mobil mengarah ke Mada dengan kecepatan sedang. Aksa segera berlari ke tengah jalan dan menggendong Mada namun, sialnya kaki Aksa tiba-tiba kram dan nggak bisa digerakkan sama sekali saat mobil itu semakin mendekat ke arah dia dan Mada. Aksa memeluk erat Mada dan memejamkan kedua matanya. Tiba-tiba......Brug.


Aksa dan Mada terjatuh namun tidak terluka dan saat Aksa.menoleh ke belakang, Aksa segera menggendong Mada lalu bangkit dan berteriak, "Monica! oh no! tidak jangan sampai terjadi apa-apa denganmu, Monica, Monica!" Aksa menurunkan Mada di atas jalan dan ia peluk pinggangnya Mada di saat ia bersimpuh untuk memeriksa kondisi Monica dengan tangan kirinya.


"Maafkan Mada, Ayah Om"


Aksa menoleh ke Mada, "nggak kamu nggak salah. Tante Monica akan baik-baik saja" Aksa segera menelepon ambulans.


Tiba-tiba ada seorang wanita berteriak, "minggir! aku seorang dokter. Saya akan memeriksa istri anda"


Aksa memberikan ruang untuk wanita itu dan Aksa terus memeluk Mada.


Wanita itu memeriksa Monica dengan saksama lalu ia menoleh ke Aksa, "aman. Anda masih bisa memiliki anak kedua nantinya. Kandungannya aman"


"Hah? kenapa kandungannya dulu yang anda periksa?" Aksa segera melancarkan protes.


"Bukankah itu yang paling penting. Nah sekarang Kita tinggal menunggu ambulans datang"


"Anda dokter apa? bertugas di rumah sakit apa? dan siapa nama anda?"


"Anda tidak percaya kalau saya dokter? Nih" Wanita itu menyodorkan tanda pengenalnya ke Aksa.


Aksa membaca tanda pengenal itu, "dokter spesialis anak, dokter Cinta R" Aksa lalu terkekeh geli membaca nama dokter itu.


"Kenapa anda terkekeh?"


"Beneran ada ya dokter yang bernama cinta, kayak lagu aja"


Wanita itu mendengus kesal, "anda benar-benar tidak tahu sopan santun, udah ditolong tapi meragukan saya lalu sekarang anda mengejek nama saya"


"Maaf, bagaimana kondisi pacar saya selain kandungannya yang anda katakan sudah aman tadi"


"Oh! dia pacar anda saya pikir istri anda" wanita itu melirik ke Mada yang masih berada di dalam pelukannya Aksa.


"Bagaimana kondisinya dan jangan bercanda!" Aksa mempertegas ucapannya dan sebelum wanita itu menjawab pertanyaannya Aksa, ambulans tiba.


Aksa dan Mada ikut masuk ke dalam mobil ambulans. Aksa terus menggenggam tangan Mada dengan tangan kanannya dan tangan kirinya ia pakai untuk menggenggam tangannya Monica. Aksa berkata, "aku janji aku akan menikahimu jika kau sadar nanti. Aku janji akan mencintaimu dengan sepenuh hati. Jadi berjuanglah ya, jangan tinggalkan aku sendirian di dunia ini"


Sesampainya di rumah sakit, Aksa tidak diperbolehkan masuk ke ruang IGD. Maka Aksa mengantarkan Mada ke kamar Theo terlebih dahulu. Setelah Mada aman, Aksa segera kembali ke ruang IGD. Aksa terus mondar-mandir di depan pintu IGD dan berharap Monica baik-baik saja.


Selang setengah jam, dokter menemui Aksa, "pacar anda baik-baik saja cuma masih belum sadarkan diri. Silakan anda langsung ke kamar rawat inap saja. Anda urus administrasinya dan kita akan mengantarkan pacar anda ke kamar rawat inap" Aksa menghela napas lega lalu ia bergegas menyelesaikan semua biaya administrasi dan segera melesat ke ruang rawat inap ya Monica. Aksa meminta kamar VVIP dan berdekatan dengan kamar rawat inapnya Theo sehingga ia bisa mengurus Monica dan bertemu dengan Mada secara gampang.


Aksa terus menggenggam tangan Monica, "maafkan aku yang terlalu bodoh menyia-nyiakan cinta kamu selama ini. Terima kasih sudah menyelamatkan aku dan Mada. Cepatlah sadar dan pulih lalu aku akan menikahimu"


Binar masuk begitu saja ke dalam kamarnya Monica karena, ketukannnya di pintu itu tidak mendapatkan sahutan. Binar tersenyum bahagia mendengar ucapannya Aksa. Binar berucap, "syukurlah Monica baik-baik saja"


Aksa bangkit dan menoleh. Binar segera berlari kecil dan memeluk Aksa dari belakang.



Aksa berputar badan dan menatap Binar, "salah. Aku bukanlah adikmu karena, bagiku kamu selamanya adalah my pretty boss. Kamu tuh masih suka mengatur dan memberikan perintah ke aku jadi bagiku kau itu tetaplah my pretty boss"


Binar terkekeh geli, lalu ia menatap Aksa penuh selidik, "apa kau tadi menemui suamiku?"


"Iya. Pas aku mengantar Mada tadi sepi nggak ada orang maka aku nekat membisikkan beberapa kata ke Theo agar ia segera sadar" ucap Aksa dengan senyum jahilnya.


"Kau bisikkan apa sampai suamiku akhirnya tersadar dari komanya"


"Aku bisikkan kalau aku pernah mencium kamu"


Binar menepuk bahunya Aksa. "Seriously?"


"Why not, aku jengkel dia nggak bangun-bangun setahun ini. Aku ingin dia sadar dan menjaga istri cantiknya karena, aku sudah menyerah atas kamu. Aku sudah berpaling ke Monica"


"Dasar gila! kalian berdua sama-sama gila dan semoga Mada tumbuh normal nggak gila seperti kedua ayahnya"


Monica lalu tersadar dan ia langsung mencari Mada. Aksa mendekat, memegang tangannya Monica dan berkata, "Mada baik-baik saja. Terima kasih sudah sadar" Aksa mencium tangannya Monica.


Monica tersenyum dan berkata, "as long as you love me, I'll be back to have it" Aksa tersenyum lebar lalu mencium keningnya Monica.


Binar tersenyum dan berkata, "terima kasih sudah menyelamatkan Mada"


"Sama-sama Kak"


"Boleh aku pinjam Aksa sebentar. Suamiku ingin bertemu dengan Aksa"


"Kak Theo sudah sadar?" Monica tersenyum senang.


"Iya dan itu berkat Aksa"


"Baiklah, bawa saja Aksa. Saya sudah baikan kok"


Selang lima menit kemudian Aksa berdiri di samping bed-nya Theo. Binar meninggalkan Aksa dan Theo. Aksa dengan wajah meringis berkata, "Hai serigala tua"


"Terima kasih Pulgoso sudah membawaku kembali ke dunia nyata tapi, tunggu aku sampai benar-benar pulih aku akan bikin perhitungan sama kamu karena, telah mencium istriku"


"Hahahahaha, siap 86. Cepatlah pulih dan aku siap menerima protes kamu.


Tiga Bulan kemudian, Theo benar-benar pulih dan bisa menghadiri pernikahannya Monica dan Aksa. Theo berbisik ke Aksa, "aku nggak akan bikin perhitungan soal ciuman kamu ke Binar karena, Binar tidak membalas ciuman kamu"


"What! Seriously? kamu bahas lagi soal itu di pernikahanku? dasar serigala tua!" Aksa terkekeh geli.


Dan Theo segera melepas tawa bahagianya di udara.


-------------------------- The End ------------------------


Akhirnya lega bisa menamatkan kisah ini. Novel ini dibuat atas permintaan dari salah satu pembaca setia karya-karya saya. Dan beliau tidak bersedia disebutkan namanya. Saya sapa saja beliau dengan, "hai Pak Bro! makasih untuk ide ceritanya"🙏 Kisah ini berdasarkan kisah pribadi beliau dan beliau chat saya minta dibikinkan novel dari kisahnya yang senasib dengan Aksa😁 dengan gaya bahasa dan imajinasi saya. Saya langsung merasa tersanjung dan merasa terharu dipercaya untuk membuat novel berdasarkan kisah pribadi beliau🤧


Maaf jika banyak kontroversi dan banyak pembaca yang kurang puas dengan kisah ini🙏 Namun, saya tetap merasa diperhatikan dan disayang dengan semua komentar yang hadir di karya saya yang ini. Saya menghargai setiap Kritik dan saran yang hadir di karya saya yang ini. Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua, GBU all readers🙏


Terima kasih banyak saya haturkan juga ke semua sahabat-sahabat author yang selalu setia mendukung dan menyemangati saya🙏


Khusus untuk Pak Bro yang berkaitan dengan kisah di novel ini, makasih untuk ide ceritanya, makasih sudah berkata kalau ceritanya sudah sesuai dengan minat dan ekspektasi anda, terima kasih sudah setia membaca semua karya-karya saya dan terima kasih selalu memberikan tip dan tf ke Dana saya🙏 semoga endingnya berkenan dan tf yang banyak lagi ya Pak Bro🤣 bercanda 🤭 tapi kalau diseriusin juga nggak apa-apa sebagai bayaran atas degup jantung saya setiap mau update cerita ini🙏🤣


Special thank saya haturkan juga untuk Gustaf Abdiel yang sedari awal saya bikin novel di sini, dia selalu setia membaca, menyemangati, dan mendukung saya semua karya-karya saya di sini, GBU say😍😘


Dan saya berpikir setelah ini akan bikin kisah khusus tentang kehidupannya Aksa tapi kapan saya masih belum tahu 😁 saya mau nyelesaiin Novel saya Trace Of Love dulu🙏