For A Great Love

For A Great Love
episode 97 antara kasih sayang dan keadilan 1



POV Pandu


Aku masih di rumah sakit menemani papi yang sedang dalam masa pemulihan, sedang kantor di handle oleh Yoga, Kak Candra masih belum tahu keberadaannya, dan aku masih harus menutupi semua masalah ini dari papi.


"Pandu ! " suara papi terdengar lirih saat memanggil namaku


"Iya pi! " aku yang tengah duduk di sofa segera menghampiri lelaki paruh baya yang selama ini sering berdebat denganku namun aku menyayanginya


"kamu nggak ke kantor? " tanyanya


"untuk sementara ini, pandu gak ke kantor pi, urusan kantor biar di handle yoga " jawabku


"Mami mu dimana? " tanyanya saat melihat ruangan tak ada sosok wanita yang selalu mendampinginya


"mami di rumah pi! " jawabku


"Bagaimana dengan Reina? "


"Reina masih syok ketika tahu kemal pergi ninggalin rumah" jawabku hati-hati


Raut wajah papi berubah, ia tampak sedih dan terlihat menyesal


"apa papi terlalu kelewatan? " tanyanya


"sudahlah pi, saat ini papi fokus pada kesembuhan papi, semua urusan reina, kantor dan yang lainnya biar pandu yang handle " ku raih tanganya yang semakin keriput


di balik keangkuhannya, ketegasannya, aku tahu ada sisi baik di hati papi, terutama untuk anak-anaknya,meski terkadang apa yang dia lakukan memang keterlaluan.


"kakakmu sudah pulang? " tanyanya


"Pandu belum telpon kak candra pi, tapi kalau papi mau nanti pandu coba telpon dia" terpaksa aku harus berbohong, padahal aku sendiri tidak tahu keberadaan kak candra dimana


"anak itu! sampai kapan dia selalu bersikap arogan! "


"pi! tolong jangan pikirkan apapun, fokus pada kesehatan papi! "


"yah, papi masih ingin hidup lebih lama banyak hal yang harus papi perbaiki"


Setelah kejadian kemarin papi memang lebih banyak diam, dia juga tidak mengungkit apapun tentang Kiand, yah aku harap kejadian ini bisa merubah pandangan papi terhadap kiand.


...****************...


Sore ini terpaksa aku harus meninggalkan papi di rumah sakit, tapi aku tidak khawarir karena ada mami yang menjaganya, aku harus meeting dengan Yoga dan para direksi lainnya, perusahaan dalam keadaan tidak baik-baik saja, setelah kejadian pembatalan pertunangan ku dengan monic pak wijaya jelas menarik semua saham yang dia miliki di perusahaan ini, dia juga memutuskan semua kerja sama yang terjalin antara pt bagaskara dan pt wijaya.


Aku melangkah masuk keruang meeting, beberapa direksi sudah berada di sana dengan wajah yang lemas, aku sadar mereka begitu cemas akan nasib mereka kedepannya.


"Selamat sore, maaf saya terlambat! " ucapku. Aku langsung melihat beberapa laporan yang sudah berada di atas mejaku.


"Perusahaan sedang tidak baik-baik saja pak" sahut pak Rangga manager keuangan kepercayaan papi


"Yah saya mengerti! " aku melihat kecemasan dari raut wajah mereka, bagaimana tidak perusahaan ini adalah hidup mereka, jika perusahaan kami tumbang bagaimana dengan mereka dan keluarganya.


"Beberapa surat berharga dan uang perusahaan juga sudah di bawa pak candra pak, tanpa sepengetahuan kami" sahutnya


"Kalian tidak perlu khawatir, saya akan segera selesaikan masalah ini" ujar ku


meeting hari ini memang tidak seperti biasanya, kami begitu tegang dan cemas, bagaimana caranya mengatasi krisi dalam perusahaan ini. kurang lebih 2,5 jam kami meeting membahas bagaimana perusahaan bisa tetap berdiri meski beberapa proyek banyak yang tertunda akibat para investor yang menarik sahamnya dari perusahaan, belum lagi beberapa Dana sudah di ambil alih oleh kak candra.


Saat aku mencoba mengatur strategi Bintang dan Noval tiba-tiba memasuki ruang meeting


"Maaf kami mengganggu! " ujar Bintang dengan nafas yang tersengal-senggal


"Bi,...! " ucapku terkejut


"Maaf, jika kehadiran saya begitu mengejutkan, tapi ini adalah info penting yang harus saya sampaikan kepada para dewan direksi" ujar Bintang "beberapa surat penting yang di pegang pak candra, sudah saya dapatkan, dan rekening pak candra juga sudah di bekukan, tapi masih ada dana yang masuk ke rekening yang lainnya, ini belum bisa saya selidiki, " jelasnya


Jujur aku syok dengan apa yang bintang ucapkan, refleks aku menarik tangan bintang ke luar ruangan


"Pandu, semua yang di lakukan candra masih tanggung jawab aku! aku nggak mungkin diam aja! "


"tapi apa yang kamu lakukan bisa membahayakan diri kamu dan perusahaan kamu Bi! "


"kamu tenang aja, aku sudah pikirkan itu! yang jelas semua rekening candra sudah di blokir, dan itu atas wewenang Pak Bagaskara! "


"papi? papi tahu masalah ini? "


"yah! tadi pak bagaskara telpon aku, dia cerita semua kalau dia sudah mengetahui bagaimana kondisi perusahaan, tapi dia pura-pura seolah tidak mengerti, karena dia nggak mau kamu khawatir ! dia juga percaya, bahwa kami bisa menyelesaikan semuanya"


Aku terdiam, tubuhku mematung lidahku kelu, aku tak percaya dengan sikap papi yang mampu berubah drastis seperti ini


"Kita harus temui candra secepatnya, dia dalam pengaruh orang lain, aku kenal candra, dia tidak sejahat ini! "


"yah, aku juga percaya itu! kak candra nggak mungkin melakukan semuanya, kalau bukan di pengaruhi orang lain! "


"lalu apa rencana kamu? " tanya Bintang


"Aku akan mencari keberadaan kak candra! " ujarku


"Du, pandu! " Yoga berlari ke arahku dan Bintang, di ikuti noval di belakangnya


"Liat ini! " Yoga melihatkan sebuah pesan singkat dari Kak candra, disitu ada sebuah foto rumah yang jelas aku sangat mengenal tempat itu, dengan sebuah catatan "Kembaliin hak gue, kalau lo gak mau orang kesayangan kiand gue habisin"


"shittt!!!" darahku seketika bergejolak, amarahku benar-benar tak tertahan


"kenapa harus keluarga kiand? " tanya noval dia menatapku kesal " ini semua gara-gara lo, harusnya lo nggak usah bawa kiand masuk dalam kehidupan lo! " ujar noval geram " kalau sampai terjadi apa-apa sama keluarga kiand, lo yang harus bertanggung jawab! "


"Val, pandu juga nggak mau ini terjadi! " sahut Yoga


"Nggak mau ini terjadi? tapi buktinya terjadikan? karena apa? !!!!! karena candra tahu, kiand dan keluarganya adalah kelemahan pandu!!!!"


"val, udah udah, lo tenang dulu! kita akan cari jalan keluar untuk masalah ini! " Bintang berusaha menenangkan


Aku sendiri hanya diam, otakku rasanya tak dapat berpikir


"lakuin sesuatu! lo jangan diem aja bangsat!!!!!! " Noval menarik kerah kemejaku,


"Lo nggak usah pake kasar dong!!! " Yoga berusaha menarik tangan noval dari kerah kemejaku


"stop val! kita semua lagi berpikir! kalau lo emosi itu cuman nambah masalah! "


"gue bakal jamin keluarga kiand baik-baik aja! " ucapku ..


"yah! dan buktikan jangan cuman ngomong aja! dari awal lo udah bikin hidup kiand menderita! !!!!"


Kata-kata noval benar! memang dari awal aku cuman membuat kiand menderita, harusnya aku tak membawa kiand masuk ke hidupku


Aku meminta yoga menghubungi nomer yang mengirim gambar itu, tapi sayang nomernya sudah tidak aktif, aku berniat terbang ke surabaya, dan membawa ayah kiand, dan bi nur ke jakarta, setidaknya itu akan lebih mudah mengawasi mereka


"Yoga, please lo jaga kiand di apartemen, kalau perlu lo sewa body guard, gue harus terbang ke surabaya," ujarku pada yoga


"Du! lo nggak boleh sendiri! itu bahaya! " ujar Yoga


"udah lo tenang aja, kak candra nggak mungkin nyakitin gue! "


"gue ikut! " sahut noval


"nah itu ide bagus, setidaknya kamu gak sendiri ! "


Sebenernya aku nggak setuju kalau noval harus ikut denganku, tapi aku juga nggak bisa menolak niat baiknya gitu aja,


"Ya udah, malam ini gue sama noval terbang ke surabaya, gue harap jangan sampai kiand tahu hal ini! "