
POV Kiand
Pak Yoga menghubungiku jika aku harus ke jakarta hari ini juga kalau aku masih ingin mempertahankan hubunganku, Wulan meyakinkanku untuk mengikuti, dan hatiku mengatakan, aku harus ke jakarta! saat itu juga aku pulang dan menceritakan semuanya pada Bi Nur dan juga ayah, mereka mengizinkanku untuk pergi menemui Pak Pandu. Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil penerbangan siang menuju bandara soekarno hatta, untunglah semua tiket penerbangan sudah di urus oleh Pak Yoga.
Sesampainya di bandara aku benar-benar terkejut saat melihat yang berdiri di hadapanku adalah noval dan Bu Bintang.
"kalian! " aku terperangah
"Sudah nggak ada waktu untuk terkejut! " Noval menarik tanganku, kami berlari menuju parkiran mobil dan langsung melajukan kendaraannya dengan cepat
Aku masih bingung bagaimana ceritanya mereka bisa datang berdua, Bu bintang duduk di kursi depan menoleh dan tersenyum ke arahku yang masih diam terpaku.
"Banyak hal yang terjadi saat kamu pergi ke surabaya! " ujar wanita cantik nan lembut yang membuatku selalu insecure padanya
"hal apa aja yang aku nggak tahu? " tanyaku " dan kalian? "
"Kami nggak ada hubungan apa-apa kiand, Kebetulan tadi yoga minta tolong sama aku, untuk jemput kamu di bandara, karena ada hal yang harus dia persiapkan, dan tanpa sengaja aku bertemu noval di kedai yang tak jauh dari kantor, aku mengatakan apa yang yoga katakan padaku tentang kamu dan Pandu, yahh Noval bersedia menemaniku untuk menjemputmu di bandara" jelas Bu Bintang
"Pak Candra bagaimana? " tanyaku hati-hati
Bu Bintang terlihat tersenyum namun ku lihat teselip rasa perih yang tak terungkap "aku dan Candra sudah berakhir Kiand, aku sadar kami tak sejalan, aku tak bisa menghalalkan segala cara untuk sebuah tujuan"
"hmmm maaf bu! " aku merasa tak enak jadinya, menanyakan hal itu pada Bu Bintang
"Gimana kabar bokap di sana? " tanya Noval yang sedari tadi hanya terfokus pada jalanan
"Baik, Bi Nur selalu ngerawat dan jagain ayah dengan baik! " jawabku "tante gimana kabarnya? " tanyaku
"baik! " jawabnya singkat " lo nggak mau nanyain kabar gue? " celetuknya
"kabar lo gimana? " tanyaku
"yah seperti yang lo lihat gue baik-baik aja! " jawabnya santai, namun dia sama sekali tidak ingin melihatku meski hanya dari kaca spion depan
"kamu udah tau kenapa Yoga meminta kamu untuk ke jakarta? " tanya Bu Bintang
"belum! " jawabku samabil menggelengkan kepala
"Oke! "
"Jadi, kenapa aku di minta ke jakarta? " tanyaku
"nanti juga kamu tahu! "
...****************...
setelah melakukan perjalanan udara 1,5 jam, dan perjalanan darat hampir dua jam, akhirnya aku sampai di sebuah salon mewah di kawasan elite ibu kota
"Ngapain kita kesini? " tanyaku
"Ayo turun! " ajak Bu Bintang
Dengan wajah yang bingung, aku keluar mobil, noval hanya diam dan lagi-lagi tidak menatapku
"Kita mau ngapain kesini? " tanyaku pada Bu Bintang
"Udah ayo ikut aku! " dia menarik tanganku masuk kedalam
Beberapa orang menyambut kami dengan ramah, jujur sampai saat ini aku masih bingung, kenapa Bu Bintang justru membawaku ke sebuah salon mewah ini
"tunggu ya! " pinta Bu Bintang, dia terlihat berjalan dengan anggun menuju seseorang yang berada di balik meja tinggi bertuliskan nama salon ini
"Apa ini udah jadi keputusan lo? " tanya noval yang berdiri di sampingku
aku langsung menoleh kearahnya, "maksud lo? "
"yah mempertahankan hubungan lo! "
"gue yakin, ini keputusan gue yang terbaik, gue nggak mau bohongin perasaan gue, kalau gue sayang banget sama pak pandu, begitupun dia! "
"Ki, lo lupa apa yang udah di lakukan keluarga pandu sama bokap lo?, sama arga? " ujar noval berusaha merubah keputusanku
"yah gue nggak akan pernah lupa itu, tapi gue percaya keputusan yang gue ambil saat ini, menjadi keputusan terbaik gue, gue sadar gue nggak bisa hidup tanpa pak pandu, untuk masalah arga dan ayah, gue percaya pak pandu bakal jagain kita dari keluarganya.
"oke kalau itu jadi keputusan terbaik lo! " noval terlihat taj suka dengan kata-kataku, dia memilih berjalan keluar meninggalkan aku dan Bu Bintang
"val! " panggilku tapi saat aku hendak mengejar noval Bu Bintang menghampiriku
"Kiand! kenalin ini namanya minceu," ujar Bu Bintang
"ohh iya, kiand! " ku ulurkan tanganku dan seorang lelaki bertubuh anggun dan gemulai membalas uluran tanganku
"mince, panggil aja ceuceu! " balasnya dengan gaya khas seorang banci
"Kiand, dia adalah penata rambut langganan ku, dan hari ini, kamu akan di make over sama dia oke! " jelas Bu Bintang ramah
"make over? untuk apa bu? " tanyaku lagi
"Udah kamu ikut aja, percaya deh sama aku! "
"Udah you tenang aja, percaya sama ai, you bakalan tampil cucok meong dan membahana" sahut minceu
"bu... aku mau di apain? " minceu menariku dan memintaku duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan cermin besar, sehingga aku bisa dengan jelas melihat diriku yang berantakan
"its finish....! " ujar minceu
"hah... ini serius aku? " mataku terbelalak di depan cermin, aku tak menyangka jika aku bisa seanggun dan secantik ini
"aduuuhhhh sayyy , memangnya menurut you, yang di cermin siapa? nyi blorong? " ujar minceu saat aku terkagum kagum melihat wajahku di cermin " yuk capcus ini belum selesai ya! "
Minceu membawaku ke sebuah butik yang menyatu dengan salon, aku celingak-celinguk mencari noval ataupun Bu Bintang tapi aku tidak menemukan mereka, jika mereka pergi lalu siapa yang akan membayar semua ini? gumamku
"minceu tunggu! " ku tahan tangan minceu
"Bu Bintang mana? " tanyaku
"ouhnnn Bintang, tuh deseu disana, udah kamu tenang aja! yang penting malam ini kamu harus tampil sempurna, membahana oke! " ujar minceu dengan gaya khasnya, yang selalu membuatku ingin tertawa
Aku mengikuti minceu ke sebuah butik, berbagai macam gaun pesta terpajang indah pada sebuah mannequeen
"Hmm yang mana ya, yang cucok buat you...! " Minceu terus mengelilingi satu demi satu gaun pesta yang pasti harganya fantastis
"hey romlah! " panggil minceu pada seorang wanita yang sedang berjaga
"rosmalah minceu, bukan romlah! " ujar wanita itu
"iya apalah itu, lo cariin gaun yang termehong, yang tercucok pokoknya yang membahana untuk dia! " titah Minceu
"aduh minceu yang biasa aja, jangan yang mahal-mahal! " tolakku
"you diem aja! yang jelas you harus tampil cantik malam ini! " seolah tak memperdulikan tolakanku, minceu tetap mencari gaun yang menurutnya harganya sangat mahal, padahal buatku semua gaun disini sangat mewah dan mahal
"minceu tuh! " wanita yang bernama rosmalah menunjukan sebuah gaun cantik dengan taburan manik-manik perpaduan antara gold dan putih, gaun itu begitu cantik dan anggun
"wow perfect...! oke thank you romlah! "
"Rosmalah minceu... " wanita itu segera mengoreksi namanya
"iy iy iya rosmalah...! "
Minceu memintaku memakai gaun itu, awalnya aku ragu, tapi minceu terus memaksa, tahukan bagaimana kalau pria setengah wanita marah! aku aja sampai nggak berani liat matanya, saat dia memarahiku.
"nah ini kan cucok! gitu aja susah! " ujarnya setelah akhirnya aku mau memakai gaun, yang saat kutanya bernilai puluhan juta
"minceu, kayanya ini berlebihan deh! "
"buat you mungkin berlebihan, tapi buat bintang ini biasa kok! "
Setelah memastikan tatanan make up, hair style , dan gaun oke, minceue membawaku pada Bu bintang yang berada di sebuah mini bar milik salon ini juga
"say gimana? cantikkan? " Bu Bintang menatapku dengan tatapan terkesima, dia bahkan sampai membuka mulutnya saking terkejut melihat perubahanku, yang awalnya seperti babu sekarang bak seorang ratu
"Mince you the best, aku nggak pernah kecewa sama kamu! "
Aku sempat menatap noval saat itu, tapi ekspresi dia begitu datar, dia masih marah saat aku memutuskan untuk kembali ke jakarta bertemu dengan Pak Pandu
"Youre so beautiful Kiand, i really can't belive"
"Bu Bintang, tapi ini berlebihan! "
"nggak ada yang berlebihan, pandu pasti suka dengan tampilan kamu yang seperti ini"
"Tapi...! "
"Nggak ada tapi-tapi....! ayo. kita cus... ! " Saat itu jam menunjukan pukul 18.45
Bu Bintang dan Noval membawaku ke sebuah hotel, yang ternyata disana sudah ada kak nanda,pak jefry, Pak Yoga dan arga
"Kiand! " kaka nanda langsung berlari memelukku, saat dia melihatku di ambang pintu kamar hotel kami saling melepaskan rasa rindu. "lo cantik banget" pujian kak nanda membuat bibirku menyungging,
"kak nanda...! " ujarku salah tingkah
"waw... ini kiand! " pak jefry menghampiriku, matanya terbelalak tak percaya dengan penampilanku "pandu emang gak salah pilih"
"huh gombal! " sahutku dengan pipi yang memerah
"mantap mantap... gue aja ampe pangling" pujinya
"Kakak...! " kali ini giliran arga yang berlari memelukku, suasana yang tadinya santai kini berubah menjadi haru, tak bisa ku ucapkan bagaimana aku begitu merindukan arga, dia terlihat lebih bersih, dan tubuhnya sedikit agak berisi.
"arga....! kamu gendutan ya! " kucubit pipinya yang lebih tembem dari sebelumnya
"ihhh kakak, aku nggak gendutan kok! " protes arga sambil memegang pipinya "cuman agak sedikit berisi" lanjutnya dengan nada yang lebih pelan
Kami semua menikmati kebersamaan kami kembali, tapi aku tidak melihat pak pandu disini, dan itu membuatku merasa ada yang kurang, ruangan yang ramai, masih terasa kosong kala mataku tak dapat menemukan sosok yang ku nanti selama ini.
"Pak yoga! " bisik ku saat suasana ramai dengan gelak tawa mendengar kita saling menceritakan hal-hal lucu
"iya ki! "
"pak pandu mana? " tanyaku agak takut
"ohh.. ada! tunggu aja ya! " jawabnya dengan senyuman yang membuatku percaya jika pak pandu benar akan datang