For A Great Love

For A Great Love
episode 64 haruskah aku pergi?



sungguh mataku di buat terbelalak olehnya, aku dan Noval saling berpandangan


"ehhh itu kiand, kiand ini temannya! " panggil bunda noval


dengan ragu aku melangkah menuju ruang tamu. wanita itu tampak tersenyum ramah


"nah sekarang kiandnya udah dateng tante tinggal ya, " ujar bunda noval sebelum berlalu pergi


Noval menghampiri dan duduk di sampingku "ada perlu apa ya? " tanya noval


"Maaf sebelumbya, mungkin kedatangan saya, sangat mengejutkan untuk kalian" ucap wanita itu


"Dari mana bu bintang tahu saya tinggal disini? " tanyaku, yah wanita itu adalah bu bintang


"Saya menyuruh orang mengikutimu ki! " jawabnya


"jadi ada perlu apa anda kesini? " tanya noval


"saya perlu bicara empat mata dengan kiand! "


"nggak bisa! " tegas noval


"val..! " aku menyentuh tangan noval dan memberikan kode jika aku akan berbicara berdua saja


"kamu yakin ki? " tanya noval, dan ku jawab dengan anggukan


novalpun setuju untuk meninggalkan kami berdua


"jadi ada perlu apa bu bintang ke sini? " tanyaku .


tangan bu bintang menyentuh tanganku, ia menatapku penuh harap


"Ki, maafin sikap saya sebelumnya, saya hanya terbawa suasana saat itu" ucapnya


"iya bu, nggak papa, saya sudah maafin! "


.


"ki, ada hal penting yang harus saya kasih tahu ke kamu, "


"hal penting? tentang? " tanyaku


"tentang pandu dan candra! " jawabnya "apa kita bisa bicarakan itu di luar, atau di cafe mungkin, kayanya lebih enak deh"


"ohh ! disamping ada taman, kita bisa bicara di sana" ujarku


Kamipun memilih untuk berbicara di taman yang berada di samping rumah orang tua noval, kami duduk di sebuah bangku taman,


.


" jadi apa yang ingin bu bintang bicarakan? " tanyaku to the point


"ki..! " dia menyentuh tanganku, "karna masalah kemarin, candra berencana melaporkan pandu, karena kasus penganiayaan yang di lakukan padanya, " aku sedikit terkejut mendengar cerita bu bintang


.


" apa? setega itu pak candra sama adik sendiri? " bu bintang menjawab dengan anggukan


"Dia akan melakukan segala cara untuk mengusir pandu dari perusahaan! "


"Saya nggak habis pikir bu, apa salah pak pandu sama dia? "


"entahlah ki, saya baru menyadari setelah saya dekat dengan candra, ternyata pilihan saya salah " aku melihat mata bu bintang mulai berkaca-kaca


"ki, selama ini saya sudah terlalu banyak menyakiti Pandu, dan saya nggak maun liat pandu menderita"


"Bu bintang tenang aja, saya tulus mencintai pak pandu ! " Dia tampak tersenyum "saya nggak akan biarin pak xlcandra bertindak tidak adil pada pal pandu"


"ki, saya tahu, ini bukan cara yang tepat, karena jika pandu tahu, dia pasti sangat terpukul, dan marah sama saya" bu bintang benar-benar menatap saya, dari matanya begitu terpancar sebuah harapan besar


"maksud bu bintang? " tanyaku


"tinggalin pandu! " ucapan singkat namun mampu menampar hatiku


"maaf bu, jika permintaan bu bintang itu saya nggak bisa! " tolak ku


"ki, selama kamu ada di samping pandu, candra akan semakin mencari cara untuk menyulitkan pandu! "


"tapi kenapa? "


"Karena kamu, pandu kembali bangkit, dan tepatnya karena om dan tante tidak iginginkan hubungan kalian"


"Maaf bu, tapi jika kita hanya mbicarakan hal itu, lebih baik bu bintang pulang aja, saya tidaknakan merubah keputusan saya, kami slaing mencintai, dan saya tidak akan melukai oerasaan oak oandu, dengan cara meninggalkannya"


Aku henndak bangkit dari kursi, menuritku ini bukan oembicaraan pentingbuntuk ku bahas, tapi bu bintang menahan tanganku


"ki, cuman dengan cara kamu tidak bersama pandu, pandu akan lebih tenang, candra tidak akan mengusik hidupnya, begitupun om bagaskara, hubungan mereka akan lebih baik! saya mohon tolong kamu pikirkan hal itu, demi kebaikan pandu, dan satu hal, jika kamu tetap bersama pandu, kemungkinan candra akan benar-benar memenjarakan pandu! "


Aku terdiam menatap bu bintang, otakku mulai mencerna perkataannya, apa mungkin aku harus meniggalkan pak pandu? semua persaan berkecamuk fi hatiku, marah, kesal kecewa.


"Ki...! " noval menghadangku saat aku hendak masuk rumah, dia menyadari jika aku menangis


"Apa yang cewek itu bilang, sampe lo sesedih ini? " tanya noval ..


aku hanya menggelengkan kepala, rasanya tak sanggup aku mengatakan hal ini pada noval


"ki...! " noval memegang ke dua bahuku "ayo bilang! "


"ada apa ya? " suara bunda noval dari arah ruang tamu, aku segera menghapus aur mataku, tak ibgin bunda noval tahu jika aku habis menangis


"Nggak ko tante, permisi kiand je kamar dulu! " aku segera meningvalkan noval dab sang bunda, pikiranku benar-benar kacau


Ku jatuhkan tubuhku di atas kasur, dan ku luapkan kesedihanku hingga air mata mbasahi bantal.


Kenapa di saat aku benar-benar mencibtai seseorang, aku justru harus melepakannya ?


rasanya tuhan tidak adil padaku.


...****************...


Pagi ini aku tidak semangat bekerja, apa yang harus ku katakan saat aku bertemu dengan pak pandu,


"Lo yakin nggak papa? " tanya noval saat aku pamit untuk bekerja


"Gue nggak papa! " jawabku


"lebih baik kamu antar kian val! kasian dia kalau harus naik angkot, toh kalian searah! " titah sang bubda


"hmm iya bunda, noval pakai mobil ya, biar sekalian noval antar arga juga"


"nggak usah val ngerepotin gue bisa naik ojek online kok! " tolaku


"aduh kiand! ngapain sih repot-repot naik ojek online, kaliankan juga searah, mengurangi kemacetan tahu, kalau kalian jalan bareng" rayu bunda noval


"hehhe iya tante! "


"ya udah, nanti kalian kesiangan, jalan sana...! " bunda noval mencium kedua pipi ku, senadainya saja keluarga pak pandu bisa menerimaku seperti keluarga noval! gumamku dalam hati .


Sepanjang jalan aku hanya diam, kata-kata bu bintang masih terngiang fi telingaku, "tinggalkan oandu! tinggalkan pandu! rsanya untuk membayangkan saja aku tak mau.


Kami mengantarkan arga terlebih dulu, setelah itu langsung menuju kantorku, bukan jalanan jakarta kalau nggak macet di jam kantor seperti ini.


untuk menghilangkan rasa bosan saat di jalan noval menyetel radio dari audio mobilnya, sampai satu lagu di radio berputar dan membuat dadaku seperti di kocok.


"Mungkinkah aku meminta Kisah kita selamanya?


Tak terlintas dalam benakku Bila hariku tanpamu


Segala cara telah kucoba Pertahankan cinta kita


Slalu dititipkan dalam doaku Tapi ku tak mampu melawan restu"


"****..." kenapa harus lagu ini gumam ku


"Namun ternyata pada akhirnya Tak mungkin bisa ku paksa Restunya tak berpihak Pada kita.... "


"lah? ki, lo nangis? " tanya noval yang kaget melihatku tiba-tiba menangis


entah kenapa air mataku tiba-tiba jatuh saat mendengar lagu itu, aku kembali teringat ucapan bu bintang, ternyata melawan restu itu sulit adanya


"ki...! " Air mataku semakin mengalir deras begitu saja. aku bahkan sampai sesegukan seperti bocah. rasanya benar-benar sakit


"Ki, lo nggak papa? " Noval menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan menatapku cemas


"Ng-nggak apa-apa val" jawabku sambil terus terisak dan menggeleng


"Apa yang cewek itu omongin ke lo? " tanya noval


"hah...? " aku berlagak bego saat noval menanyakan hal itu


"jujur ki! " dia menatapku dengan tatapan setan, hingga aku benar-benar tidak mampu berkutik


"Dia minta gue jauhin pandu! " jawabku gugup


"aghhh!!! " noval tampak kesal hingga dia memukul stir "terus lo masih mau jalanin hubungan yang kaya gini? hubungan yang cuman bikin lo sakit? "


" entahlah val, gue cuman nggak mau gara-gara gue hidup pak pandu jadi sulit"


"lo pikirin aja hidup orang, terus gimana dengan hidup lo? lo bilang lo takut bikin hidup dia sulit? disini dia yang bikin hidup lo sulit ki, bula mata lo, buka hati lo... gue tahu lo cinta sama dia! tapu pikirkan kebahagiaan lo juga! " ujar noval begitu gemas


"Val gue bahagia kalau gue bisa sama dia! "


"bahagia? coba tunjukkin mana kebahagiaan yang lo dapet saat lo berhubungan sama cowok itu,mana? selama ini gue cuman liat lo nangis, nangis aja, cinta boleh ki, bego jangan! " geram noval


"val, terserah lo mau bilang gue bego atau apalah, tapi gue harap jangan terlalu banyak berkomentar tentang hubungan gue sama pandu, itu urusan gue! "


"ohh oke! kalau emang itu udah jadi urusan lo, gue nggak akan ikut campur, yang jelas apapun yang terjadi dengan lo setelah ini, jangan pernah mengeluh" noval kembali memakai safebelt dan melajukan kendaraanya hinga tepat di lobby