
Pov Pandu
Hari ini aku memutuskan untuk pulang ke rumah, meski aku tahu suasananya akan tidak senyaman sebelum ada perselisihan antara aku dan kak candra.
Aku sempat ragu saat mobil sudah berhenti di gerbang, namun Pak nimin melihatku, dan langsung membukakan gerbang.
"Malam den pandu! " sapa pria yang sudah 10 tahun bekerja di rumah sebagai security
"Papi momy ada pak? " tanyaku
"Ada den, baru saja pulang bareng den candra"
"Ohh oke baik, " mobil melaju masuk kedalam rumah mewah, dan indah dengan gaya eropa yang khas
Setelah memarkirkan mobil, aku segera masuk ke dalam, rumah mewah ini tampak sepi dan dingin, tak ada kehangatan yang pernah ku rasakan dulu.
"ehh mas pandu pulang" sapa salah satu pembantu di rumah,
"Iya bi, momy dan yang lainnya di mana ya? " tanyaku
"Reina ada di kamar mas pandu, udah dua hari reina gak turun, bibi jadi khawatir, semenjak mas pandu nggak di rumah, dek reina lebih muram" jelas Bi ijah
Reina memang sangat dekat denganku wajar jika dia kesepian saat aku tidak di rumah
"Ya sudah nanti saya temui reina"
"Mas pandu sudah makan? mau bibi siapkan? "
"Sudah bi, nggak usah nanti kalau saya mau makan saya panggil bibi aja, makasi ya"
"baik mas...! "
"ohh ya, momy dan papi dimana? " tanyaku saat aku tidak melihat keberadaan mereka
"Tuan ada di ruang kerjanya mas, kalau momy, dia ada di kamar mas candra"
"Ohh oke, ya sudah saya ke atas dulu! "
Aku segera menuju kamar kak candra, biar bagaimanapun aku menyesal telah membuatnya babak belur
Ku naiki anak tangga, aku melihat pintu kamar kak candra sedikit terbuka
"Tapi pandu sudah kelewatan mi! " ku hentikan langkahku saat mendengar percakapan kak candra
"Candra! biar bagaimanapun pandu itu adikmu, kamu, sebagai kaka harusnya kamu bisa menjaga pandu, bukan malah ingin memenjarakannya! " suara momy terdengar penuh penekanan, ternyata kak candra ingin melaporkanku atas kasus penganiayaan
"Mi, momy tahu selama ini candra banyak berkorban untuk pandu, tapi apa yang candra dapat? dengan mudahnya pandu memiliki apa yang dia inginkan, sedang candra? gara-gara pandu, candra harus mengurungkan cita-cita candra sebagai atlet basket, momy ingat itu? "
"Yah, momy tidak akan pernah lupa sayang, tapi selama ini momy dan papi sudah bersikap tidak adil pada pandu! bukankah itu sudah cukup untuk membalas semua pengorbanan mu? " ucap momy, aku semakin bingung apa yang sedang mereka bicarakan, pengorbanan apa yang di lakukan kak candra untukku? gumam ku
"Belum! buat candra memupus impian candra itu pengorbanan yang tidak pernah terbalas, candra ingat sekali bagaimana momy dan papi berlutut saat meminta candra mendonorkan ginjal candra untuk pandu, tanpa memikirkan perasaan candra, "
sontak aku terkejut, donor ginjal? aku? kak candra? kenapa selama ini aku tidak tahu? "
"Apa benar yang di bilang kak candra? " tanyaku, momy dan kak candra terlihat kaget saat aku sudah berdiri di ambang pintu
"Pandu, kamu pulang nak! " Momy yang semula duduk di tempat tidur kini berdiri dan berjalan kearahku, seperti biasa, dia akan mengelus kedua pipiku, tapi kali ini segera ku sanggah
"katakan mi! apa benar kak candra sudah mendonorkan ginjalanya untuk pandu? "
"Sayang, kita bicarakan ini di bawah ya! "
"Jawab pertanyaan pandu mi? apa semua yang di bilang kak candra benar? " suaraku sedikit meninggi
"Yah....! gue udah donorin ginjal gue buat lo, saat usia gue 9 tahun, dan lo tahu gara-gara itu, lo pupus harapan dan impian gue! itu kenapa gue selalu rebut apa yang lo punya , karena lo udah rebut impian gue! " jelas kak candra, dari kecil kak candra memang sangat menyukai basket, dia begitu bermimpi ingin seperti kobe Bryant atlet favoritnya
"Kenapa momy tutupin semua ini dari pandu? " tanyaku "kenapa nggak ada yang bilang sama pandu? kenapa mi? " jujur aku kecewa, kenapa hal ini harus di sembunyikan dari ku
"Tapi kenapa? " tanyaku
"Karena momy nggak mau lo ngerasa bersalah dengan apa yang gue alamin! " ujar kak candra kesal
"maafin momy pandu, saat usia kandungan momy 7 bulan dokter mendiagnosa ada sebuah kista yang berkembang di area ginjalmu, saat itu momy dan papi banyak berkonsultasi dengan dokter spesialis, di dalam maupun luar negeri, menurut dokter, semakin usia kandungan momy berkembang, kista itu semakin membesar dan merusak ginjalmu, saat kamu lahir, momy dan papi langsung membawa kamu ke singapure untuk pengobatan, dua tahun kita disana, demi kesembuhan kamu, dan saat itu dokter mengatakan jika kedua ginjalmu sudah rusak, meski kista sudah di angkat saat usiamu 2 tahun, saat itu momy dan papi mencari donor ginjal untuk kamu, tapi susah sekali, seandainya ginjal momy cocok momy rela mendonorkan ginjal momy untukmu" air mata momy mengalir begitu deras,
"Sampai suatu hari, kami mencoba memeriksakan siapa ginjal yang cocok untuk kamu, dan kakak mulah satu-satunya yang bisa mendonorkan ginjalnya untuk kamu"
Rasanya aku tidak bisa berkata-kata saat momy menjelaskan semuanya, penjelasan ini lebih menyakitkan, saat kak candra mengatakan dia akan bertunangan dengan bintang , kakiku benar-benar lemas, aku hanya sanggup berdiri mematung tanpa bisa berkata apa-apa
"Pandu, maafin momy karena momy sudah bersikap tidak adil padamu, tapi itu momy lakukan untuk membalas pengorbanan kakakmu, momy selalu menomorsatukan kak candra di banding kamu, maafin momy nak! " momy memelukku, tapi aku tak bisa membalas pelukan momy, saat itu juga hatiku terguncang
"Sekarang lo tahu, kenapa gue begitu jahat sama lo? setiap hari gue bermimpi, suatu saat gue bisa menjadi bintang lapangan, setiap hari gue latihan, kerja keras, sampai akhirnya lo ambil semua impian gue! "
"Apa bintang pergi dari gue karena alasan ini jug? " tanyaku, awalnya aku takut saat menanyakan hal ini, tapi aku harus tahu semuanya, dan aku harus terima
"Yah....!!!!! " ku tarik napas panjang saat kak candra mengatakan kebenaran yang membuat hatiku seperti terombang ambing
"Apa bintang benar-benar mencintai lo? " tanyaku lagi
tanpa sadar air mataku jatuh, aku takut jika semua ini hanya pengorbanan bintang untukku, bukan karena dia mencintai kak candra
"Gue nggak akan jawab, lebih baik lo tanyain itu sama Bintang ! "
"Kak candra! jawaaabbbbbbbbb! " aku teriak sekencang-kencangnya, hingga suaraku menggema ke semua sudut ruangan
"Apa bintang cinta sama lo? " teriakku
"Kalau nggak kenapa? dia nggak cinta sama gue! puas lo! "
"Pandu tenang dulu pandu! " momy berusaha menenngkanku, tapi saat itu aku benar-benar kalut, selama ini aku berpikir bintang yang menyakitiku, bintanglah yang berkhianat , tapi nyatanya semua ini jarena aku
"kenapa lo lakuin itu ke bintang? "
"Ada apa ini? kenapa kalian teriak-teriak? " papi menghampiri kamar kak candra, di ikuti reina
"Momy, ada apa ini? " tanya papi
"Jawab kak, jawaaabbbbbb! " tetiakku
"Karena bintang adalah sebagian dari hidup lo, dan lo udah ambil sebagian dari hidup gue, jadi kita impas! "
Aku berjalan mendekat ke arah kak candra, sungguh rasa tak percaya inj terjadi padaku , ku tarik kerah baju kak candra "Jangan pernah lo sakitin Bintang, ! "
"Lo masih perduli sama dia? bukan perasaan lo udah berubah? " tanyanya dengan senyum liciknya
"Semua gara-gara lo! "
"Pandu lepas, pandu! " momy menahan tanganku
"Kalau gue tahu, gue mending mati dari pada gue terima donor itu dari lo! " teriakku
"Donor? mi, apa pandu sudah tahu semuanya? " tanya papi, ku lepaskan cengkraman ku dari leher kak candra dan berbalik ke arah papi
"kenapa papi tutupin semuanya dari pandu? "
"Pandu kamu tenang dulu, papi bisa jelaskan! "
"Bagaimana pandu bisa tenang, saat kalian menyembunyikan hal besar dalam hidup pandu? "
"Pandu papi minta maaf, tapi itu bukan sesuatu yang harus di permasalahkan! "
" Bukan sesuatu yang harus di permasalahkan menurut papi? papi tahu gara-gara itu kak candrar menyimpan dendam sama pandu, itu terjadi berpuluh puluh tahun dan pandu hanya mengira jika kak candra tidak suka dengan pandu! "
"Bintang, sampai bintang pun harus berkorban untuk ini, dan disaat pandu mencintai wanita lain, pandu baru tahu kebenarannya semua. jika binta g melakukan ini karena aku.