For A Great Love

For A Great Love
eoisode 54 penyamaran



Aku menyebutkan nomer handphone jefry pada perawat iwan, agar dia bisa langsung menghubungi jefry dan Yoga, aku harap ini bisa berhasil.


Kreakkk!!!! terdengar seseorang menarik gagang pintu, aku pikir itu reina, karena tadi reina yang keluar, ternyata Bintang, aku terkejut saat melihat dia hanya datang sendiri tanpa di temani kak candra .


"Hai.. " sapanya berjalan kearahku, dia membawakan sebuah parcel buah yang ia taruh di atas meja " bagaimana kondisi kamu? " tanya Bintang tersenyum


"Jauh lebih baik! " jawabku kaku, dia duduk di kursi yang berada di samping tempat tidurku


"Tidurnya nyaman? " tanya Bintang saat melihatku berusaha untuk menggerakan kepala karna memang terasa pegal


"Sedikit nggak nyaman, tapi nggak papa kok! " jawabku aku hanya melirik kearahnya


Dia hanya diam duduk di sebelahku, hanya menatapku tanpa mengatakan apapun


"Tumben... " ujarku


"Tenang aja, aku udah bilang kak candra kok, kalau aku mau kesini, kebetulan dia lagi ada meeting jadi nggak bisa anter! " jelasnya


"oh...! " aku merasa keadaan begitu cepat sekali berubah, dulu kami bisa saling melempar tawa, aku bahagia berada di sampingnya, tapi saat ini, semua terasa kaku, setiap aku melihatnya aku hanya mengingat rasa sakit yang sudah bintang tanamkan di hatiku, aku tidak menyimpan dendam, hanya saja kenapa ia lakukan itu setelah bertahun-tahun setelah semua hatiku hanya di penuhi oleh memori tentangnya, mungkin sebuah perpisahaan itu simple tapi tidak dengan kenangannya.


"Kamu masih marah sama aku? " tanya Bintang


"Untuk apa aku marah sama kamu, toh kamu akan jadi kakak iparku nantinya" jawabku agak sinis


"Pandu! kita sudah lama dekat, dan bersahabat, yah aku tahu harusanya dari awal aku... "


"jadi kamu kesini untuk menjengukku atau kembali memberikan alasanmu? " potongku


"Maaf! aku khawatir sama kamu pandu! apa sebenarnya yang ada di kepalamu? kamu rela membiarkan semua tubuhmu terluka untuk menyelamatkan kiand, yang jelas-jelas telah menjual dirinya" aku rasa ucapan bintang sudah di luar batas


"Bi, apa yang kamu lihat itu tidak benar, Kiand hanya tidak punya pilihan lain! " jelasku


"sampai kapan kamu akan membela dia? dulu aku pikir dia wanita baik-baik, aku tenang saat kamu bilang dia adalah kekasihmu, setidaknya ada seseorang yang memulihkan lukamu, tapi nyatanya kamu hanya pura-pura, dan lebih mencengakan lagi dia bukan wanita baik-baik! " ucap Bintang lembut


"Bi, awalnya aku memang pura-pura mencintai kiand, hanya karena aku tak sanggup melihat kamu dengan kak candra, tapi kiand sudah membuka hatiku, bahwa ada cinta lain yang tulus untukku, dan tentang malam itu... " aku terdiam sejenak "sepertinya akan percuma jika aku jelaskan"


"Pandu, semua ingin yang terbaik untuk kamu! " ujar Bintang


"Aku sudah bosan dengan kata-kata itu Bi, semua bukan mau yang terbaik untukku, tapi untuk mereka sendiri! sudahlah aku sedang tidak ingin mendengar ceramah lagi, sudah cukup papi menceramahiku" ujarku


Kreakkk!!!! "Gila pandu bisa-bisanya punya ide seperti ini" terdengar suara Jefry dari arah pintu


"Siapa? " tanya Bintang, dia beranjak dari kursinya menghampiri ke arah suara


"Apa ada kunjungan jam segini? " tanya Bintang Pada Yoga da Jefry yang menyamar jadi perawat, mereka langsung terkejut saat Bintang sudah berdiri di hadapan mereka.


Kenapa mereka sampai di waktu yang tidak tepat gumamku


"Hmmm.. i.. iya kita mau kunjungan melihat kondisi pandu" ujar Jefry, aku sangat kenal suaranya meski dia memakai masker wajah


"Tunggu.. tunggu.. " Bintang melihat jefry semakin dekat "Kok aku kaya kenal ya suaranya! " ujar Bintang


"Ohhh...suara saya memang pasaran mbak! " ujar jefry membuatku tak kuat menahan tawa


"enggak enggak ini pasti... " bintang terus mengamati jefry dan Yoga bergantian, dia pasti sangat mengenal mereka, bagaimana tidak kami sering menghabiskan waktu bersama dulu.


Bintang membuka masker wajah jefry dan Yoga... " Tuh kan kalian! " Bintang menoleh ke arahku, tapi aku memalingkan pandanganku ke segala arah, menghindari tatapan Bintang


"Apa lagi yang kalian rencanankan? " tanya Bintang


"Bi, ini bukan ide gue bi, ini ide pandu! " ujar Jefry ketakutan


"Iya bi, kita cuman nurut aja sama pandu, tau sendiri pandu, nanti kita di pecat kalau nggak ngikutin maunya" tambah yoga


Terdengar dering telpon milik Bintang, ia segera menjawab panggilan dari ponselnya


Jefry dan Yoga dengan cepat mengiba pada Bintang untuk tak mengatakan apapun pada Kak Candra


"Please bi, please " mohon Jefry dengan suara yang sangat pelan, begitupun dengan yoga


Bintang mulai menatap mereka satu persatu termasuk aku, Aku menggelengkan kepala agar Bintang tidak mengatakan apapun pada kak candra


"Iya aku masih di rumah sakit, kondisi pandu sudah jauh lebih baik" ujarnya. untunglah Bintang tidak mengatakan jika jefry dan yoga ada di kamarku


"Ya sudah aku kesana sekarang ya! "


Bintang menutup ponselnya


"Kalian janji jangan melakukan hal yang membuat Pandu terluka" pesan Bintang


"Kalau sampai itu terjadi, aku bakal bilang kalau kalian menyusup kamar pandu, ngerti! " tegasnya


"Siap Bi...! " ujar jefry dan Yoga bersamaan


"Ya udah jagain pandu, aku pergi dulu...! " Bintang berjalan meninggalkan kamar rawat, akhirnya dua bocah tengil itu bisa bernapas lega , aku hanya tertawa saat mereka menghampiriku


"Puas lo, apa apaan ini, gue di suruh pake baju perawat, mana bekas di pake lagi " gerutu jefry


"Tau... lagi sakit masih aja bikin susah kita" tambah Yoga


"Maaf.. maaf cuman cara ini yang bisa gue lakuin biar kalian bisa masuk" ujarku tak kuat menahan tawa


"Gimana kondisi lo? " tanya Yoga


"Yahh lumayan cukup baik! " jawabku masih dengan kondisi terbaring


"Lagian, so jadi pahlawan sih lo! inget lo tuh bukan tom cruise yang bisa nebas musuh cuman sekali tendangan" sahut jefry


"Yah cuman ini yang bisa gue lakuin buat nolongin Kiand" jawabku


"Cinta memang bisa ngerusak akal sehat ya! " celetuk jefry yang tengah duduk di sebuah sofa sambil menumpangkan kakinya


"berisik lo! " sahutku


"Jadi ada misi apa buat kita? " tanya yoga


"Misi? maksudnya? " tanyaku berlagak bingung


"Nggak mungkin kan lo cuman manggil kita doang! " ujar Yoga yang tengah duduk di kursi samping tempat tidur


"Iya, gue mau ketemu kiand! " pintaku "Gimana kondisinya? dia pasti khawatir banget sama gue"


"Gimana caranya lo bisa ketemu kiand, penjagaan kamar lo ketat banget! " ujar jefry


"Nah makanya itu, gue butuh bantuan kalian! "


"Agak susah du! apa lo mau pinjem baju suster biar kiand bisa masuk ke sini! " ujar yoga


"nggak usah! kalau ketahuan yang ada bakal jadi masalah buat dia, gue lagi nggak bisa banyak bantu dia! " ujarku "buat gerakin badan gue aja sakit! "


"Jadi apa rencananya? " tanya Yoga


"yang jelas penjaga itu harus pergi dari kamar gue! " jelasku


"Iya gue tahu tapi gimana caranya? " tanya jefry


Setelah berdiskusi panjang, akhirnya kita punya rencana, tentunya bukan hanya jefry dan Yoga yang menjalankan misi tapi reina juga ikut terlibat. Saat reina masuk dia tahu jika ada dua perawat gadungan yang bersamaku, yaitu jefry dan yoga, setelah kami bujuk dan kasih penjelasan akhirnya reina mau membantu kami.