For A Great Love

For A Great Love
episode 62 bingung



Hari ini aku memilih untuk pulang ke rumah noval, aku berencana untuk mencari sebuah kontrakan yang tak jauh dari rumahnya, kebetulan saat kami di taman noval memberi tahuku jika dia sudah menemukan salah satu kontrakan dengan harga terjangkau dan tempatnya bagus.


"Yakin kamu nggak saya antar? " tanya Pak Pandu


"Iya pak, lagian nggak enak kalau saya di antar pak pandu"


"kenapa? memangnya mereka nggak tahu kalau kamu pacar saya? " pak pandu terlihat tidak suka


"Bukan begitu, cuman itukan bukan rumah saya pak! "


"Hmmm, ya udah, saya nggak akan memaksa, saya akan carikan taxi, kamu tunggu disini! " Pak Pandu terlihat menghampiri seorang penjaga valley, yang kemudian penjaga itu mencarikan taxi untukku, padahal aku bisa mencarai taxi online .


Tak Lama sebuah mobil berwarna biru berhenti di lobby, tepat di depanku dan Pak Pandu


"Saya pulang dulu ya! nanti kalau sudah sampai saya kabarin"


"Oke! " pak pandu membukakan pintu mobil untukku " makasi untuk hari ini! " ucapnya sebelum ia menutupnya kembali .


Aku senang bisa mengembalikan senyum pak pandu, hari-hari yang ia lalui ternyata cukup sulit, berada dalam keluarga yang toxic.


"Kita mau kemana mbak! " tanya seorang supir taxi


"Ke jalan kemang raya no 20 ya pak! " jawabku


handphoneku bergetar menandakan pesan masuk


Makasi untuk hari ini


Aku tersenyum saat aku membaca pesan dari pak pandu


Iya sama-sama, mau pulang kemana?


tanyaku, karena tadi pak pandu bilang dia ingin melihat kondisi pak candra, yah biar bagaimanapun dia adalah kakaknya, emosi pak pandu yang meluap tadi juga hanya emosi sesaat


Kayanya saya pulang ke rumah momy, saya akan selesaikan masalah ini


Hati-hati ya, pacar jangan emosi, hadapi semuanya dengan kepala dingin


pesanku


Oke !!!


Jawabnya, mengakhiri pesan kami


Mobil berhenti tepat di rumah noval , setelah membayar aku keluar dari mobil, aku melihat seorang penjaga yang langsung membukakan pintu gerbang


"Sore mbak kiand! " sapanya


"Sore pak min...! " balasku


Aku segera masuk ke dalam rumah yang selalu tampak rapih dan bersih.


"Ehhh kiand! kapan datang" tanya bunda noval yang tiba-tiba muncul dari arah dapur


"Ehh tante... " aku segera mencium tangannya " baru banget"


"Sudah makan? " tanyanya, bunda noval adalah definisi wanita yang menolak tua, meski sudah berumur ia selalu tampak cantik dalam kobdisi apapun


"Hmm sudah tante! " jawabku ragu, aku memang belum makan, tapi tifak enak jika aku mengatakan hal itu


"bener udah makan? "


"Iya tante, tadi makan es krim" jawabku sambil menggaruk kepala yang tak gatal


"Oalah, itu mah bukan makan namanya! " Bunda noval menepuk bahuku "Ya udah, sana kamu bersih-bersih dulu, nanti kita makan bareng" titahnya


"Baik tante! kiand ke kamar dulu ya" izinku


Bu da noval hanya mengangguk, dan teraenyum


Aku segera memversihkan tubuhku, hari ini menjadi hari yang sangat melelahkan. Arga belum terlihat di rumah, itu artinya dia belum pulang, padahal ini sudah menunjukan pukul 5


Selesai mandi, aku segera menghubungi arga, tapi tidak di angkat, ada apa dengan anak ini gumamku


aku mulai khawatir, arga adalah anak yang tidak suka main di luar, ia selalu pulang tepat waktu.


Tok tok tok


suara ketukan dari luar, aku segera membukanya,


"mbak kiand, di panggil ibu di ruang makan " seorang pembantu noval menghampiriku


"ohh iya bi, nanti aku ke sana! " aku sekilas mengangguk, dan segera pergi ke ruang makan


Bunda noval terlihat sudah duduk di meja makan, dengan hidangan yang menurutku sangat spesial, tidak ada siapapun lagi di meja sebesar ini, hanya ada aku dan Bunda noval


"maaf tante udah nunggu lama" aku menarik sebuah kursi yang berada tepat di sebrang kursi bunda noval


"nggak kok, tante juga baru dateng" jawabnya "Ayo makan kiand! kamu pasti laper setelah seharian bekerja" Ia tampak menuangkan satu centong nasi di piringku


"Udah tante, nggak papa biar saya yang ambil sendiri" aku singguh merasa su gkan, karena sikap bunda noval yang begitu baik


"ya udah, ambil mana yqng kamu suka! " titahnya


hidangan ini begitu banyak, dulu aku sudah merasa mewah saat ada dua menu di meja dapurku.


"Ki! " panggil Bunda noval di sela kita menikmati hidngan yang tersaji


"Iya tante! " aku menghentikan sejenak suapan ku dan fokus pada bunda noval .


"ohh boleh tante! nggak akan keberatan? " tanyanya begitu hati-hati


"hmmm, nggak kok tante, tante bisa tanya apa aja" jawabku tersenyum lebar, Bunda noval tampak mengangguk saja


"Apa hubungan kamu dengan laki-laki, yang menolong kamu waktu itu? "


jrengggggg aku tidak menyangka akan di tanya seperti ini oleh bunda noval


"hmmm yahh gitu deh tante!!! " jawabku malu-malu


"ohh, jadi kalian berpacaran? "


"iya tante...! "


"huuuufffftttttt" bunda noval terlihat menarik napasnya


"Ki...! " bunda noval sempat berpikir sejenak seolah bingung bagaimana menyampaikan apa yang ingin ia beri tahu


"Iya tante...! "


"Maaf banget, tante harus bicara hal ini sama kamu! "


Kenapa firasatku jadi tidak enak, ya? saat bunda noval menfatakn hal itu


"kamu tahu kalau noval menyukaimu? " aku terdiam saat mendengar pertanyaan bunda noval, selama ini noval memang selalu bersikap baik padaku, tapi aku selalu menanggapi itu hal biasa karena kami berteman.


"maaf tante, tapi selama ini hubungan kita biasa saja, seperti pertemanan lainnya" jawabku


"Tante bisa lihat dari cara noval menatapmu, dia begitu menyukaimu kiand! " Aku sama sekali tak tahu harus merespon bagaimana


"Hmmm nggak mungkin ah tante, itu cuman perasaan tante aja" aku tertawa tak enak


"Beneran, noval itu nggak mudah loh deket sama seorang wanita, dan percaya ngga, saat kamu tinggal di apartemen bos kamu, dia tuh gelisah banget, beberapa kali tante mergokin dia melamun di teras"


"hmmm masa sih tante! " aku semakin tidak nyaman dengan obrolan ini, aku pun merasakan perhatian lebih yang noval tunjukan padaku, tapi sebisa mungkin aku menganggapnya itu hal biasa


"Tante tahu, tante nggak bisa maksain perasaan kamu, apa lagi sekarang kamu sedang dalam suatu hubungan, tapi seandainya kamu mau memikirkan lagi, tante sangat senang jika kamu bisa berhubungan lebih dari seorang sahabat dengan noval"


BOOM!!!!! detim itu juga seolah ada sebuah granat yang menyusup ke dalam telingaku dan meledak di itakku .


"Ehhhmmmm maaf tante...! " aku benar-benar bingung harus mengatakan apa


"Udah nggak usah di pikirin, itu hanya keinginan seorang ibu untuk anak laki-laki satu-satunya, tetapi tante akan selalu menghargai keputusan kamu, noval juga tidak akan suka, jika tante memaksa kamu untul menci tainya" Bunda noval menepuk punggung tanganku ya g ku taruh di atas meja.


Tak lama saat kami berbincang, terdengar suara deru mesin motor dari luar rumah


"yang di omongin dateng, pajang umur dia! " ujar bunda noval "ohh ya, jangan katakan apapun sama dia ya!!! yang tadi kita bahas ya" inta bu da noval


"iya tante! " jawabku sambil mengangguk


"sudah habiskan makananmu! "


Selang beberapa menit, aku melihat Noval datang bersama Arga, tapi ada yang berbeda dengan raut wajah arga, dia berjalan persis di belakang noval, seperti ada yang di tutupi


"Ehhh kebetulan, kalian udah dateng, ayo makan sekalian! " ajak bunda noval


"Loh! lo yang? " tanya noval saat melihatku "kok nggak bilang? gue kan bisa jemput lo! "


"gue nggak mau ganggu kerjaan lo, lagian taxi banyak, gue bisa naik taxi kesini" jawabku tersenyum


"Arga...! kamu kenapa? " arga masih bersembunyi di belakang tubuh noval, ia menundukan kepalanya


"Hmmm nggak papa! arga mau mandi dulu, permisi! " ada yang tidak beres dengan gelagat arga, dia lari begitu saja, dengan kepala yang masih tertunduk


"Val! ada apa sama arga? " tanyaku pada noval yang masih berdiri tak jauh dari meja makan


"Nanti juga dia bakal ngomong sama lo! " jawabnya


"Noval!... " panggil bundanya


"Bukan masalah besar, masih bisa di atasin kok! " jawabnya santai, sambil menyomot sepotong ayam goreng dari meja makan, dia tampak menarik kursi yang ada di sampingku


"Maaf tante, saya temuin arga dulu! " saat aku hendak berpamitan, noval menarik tanganku


"udah biarin dia sendiri dulu! " ujarnya " lo temenin gue makan"


Bunda noval hanya tersenyum melihat kami berdua,


dia tampak berdiri dari kursinya


"bunda sudah selesai, kiand! tolong kamu temani noval ya " titah bunda noval sebelum ia meni ggalkan meja makan


"Iya tante! " jawabku


Setelah mengetahui jika noval menyukaiku, aku menjadi lebih canggung saat berhadapan dengannya, rasanya tak selepas saat aku masih berpikir dia hanya baik karrna dia temanku .


"Kenapa kok lo diem aja? " tanya noval saat melihatku hanya diam kaku


"nggak papa, gue bingung mau ngapain, makan udah, minum udah, lo makannya lama banget... "


"Bunda ngomong sesuatu ya? " tanyanya


"nggak bunda nggak ngomong apa-apa" jawabku terpaksa berbohong


"bagus deh! " dia kembali melanjutkan makannya, dan aku masih duduk tak tahu harus melakukan apa, sambil menunggu