
POV Pandu
Hari ini cukup menegangkan, semua para direksi satu demi satu mulai memasuki ruang rapat, tidak terkecuali papi dan kak Candra.
"Kamu sudah siap? " tanya Papi saat kami bertemu di lorong
"Siap pih! " jawabku
Kemarin kita sudah mempersiapkan semuanya, dan aku begitu yakin akan mendapatkan hasil yang maksimal.
"Oke.. papi mau lihat kerja keras kamu! " Papi menepuk bahuku, kemudian masuk ke ruang meeting.
Aku sendiri masih menunggu yang lainnya, Jefry tadi sudah ku hubungi dan ia sudah ada di lobby, begitu pun kiand dan nanda, sedang Yoga masih terjebak macet di jalan.
Jam sudah menunjukan pukul 08.15 sisa 15 menit lagi sebelum meeting ini di mulai, untunglah Kiand, Nanda dan Jefry sudah sampai tepat waktu.
"Gimana? sudah oke? " tanyaku
"Sudah pak, semua ada di sini" Kiand menunjukan sebuah flash disk
"Oke...! kita masuk" ajakku
"Yoga gimana? " tanya Jefry
"Dia nyusul nanti, yang penting file udah di kita. "
Kami pun segera memasuki ruang meeting, dan tak lama Yoga masuk.
Papi membuka meeting hafi ino, sebelum mempersilahkan aku dan Kak Candra untuk menjelaskan proposal yang sudah kita buat.
Aku di beri kesempatan lebih dulu, dan Kiand ku tunjuk menjadi juru bicara kami, karena dialah yang medesign semua denah dan fasilitas apa saja yang akan kami suguhkan untuk para tamu hotel nantinya.
Kiand mulai membuka laptopnya, aku bisa melihat ketegangan di wajahnya, tapi ada satu hal yang membuatku janggal, sedari tadi kak candra terlihat santai, aku selalu curiga saat dia menunjukan wajah sesantai itu , sedang Bintang, dia lebih diam dan seperti ada yang ia tutupi. Tak ingin terlalu banyak mengira-ngira aku kembali fokus pada Kiand, aku percaya dia sudah mempersiapkan semuanya
Kiand mulai menyambungkan flasdisk pada laptopnya, ku lemparkan senyum kearahnya agar dia lebih semangat.
"Sebelumnya perkenalkan nama Saya kiand radea, saya bekerja di bagian fit out officer, di bawah kepemimpinan Pak Darma, menjadi kebanggaan tersendiri saat Pak Pandu melibatkan saya dalam proyek ini, setelah kita survei dan melihat ke lokasi, Pondok Emak ini sangat memiliki potensi jika bisa kita kembangkan, lokasi yang stategis, view yang menarik serta akses yang mudah di lalui, itu adalah tiga kelebihan yang Pondok emak miliki....... " Kiand mulai mempersentasikan
"Saya akan menunjukan beberapa denah dan fasilitas yang akan pondok emak berikan untuk para tamu hotel" ia terlihat mulai membuka folder yang bisa kami lihat juga pada sebuah layar putih
Betapa terkejutnya aku, saat bukan gambar yang sudah di siapkan yang muncul, melainkan foto-foto kiand saat ia berada di club momy jasmin, dengan pakaian mininya
"Apa-apaan ini? " tanyaku geram, awalnya kiand tidak menyadari apa yang terpampang di layar, sampai akhirnya ia melihat sendiri di layar laptop miliknya, ia tampak syok,
Dengan cepat aku maju ke depan, dan langsung menutup laptop.
Kiand tampak diam membeku, ia tak percaya apa yang ia lihat
"Waw... jadi itu proposal terbaik yang kalian miliki! " sahut kak candra sambil menepuk kedua tangannya
Aku begitu marah saat itu, ingin sekali aku menghajarnya, tapi itu tidak mungkin, disini semua para direksi berkumpul, akan sangat fatal akibatnya jika aku menyerang kak candra
"Pandu! apa ini? " tanya papi, ia tampak berdiri dan menatapku penuh kekecewaan
Kami semua terkejut, karena kemarin jelas-jelas kami sudah memasukan semua data dalam flash disk ini
"Ki...! " aku mencoba mendekati kiand , dia masih berdiri membeku, namun kali ini air matanya mulai menetes, tak lama Kiand memilih untuk meninggalkan ruang meeting
"Kiand...! " panggilku, Nanda terlihat bangkit dari kursi dan menyusul kiand, di susul jefry dan Yoga
"Jadi salah satu bawahan lo, wanita bayaran? " sahut Kak Candra semakin memperkeruh suasana
Para direksi mulai ricuh membicarakan kiand, ruang meeting yang seharusnya tenang kita begitu ramai. Aku menatap kak candra penuh kebencian, tapi dia membalas dengan senyum liciknya, sedang Bintang, yah dari tadi dia hanya diam.
Aku mengikuti jejak yang lainnya untuk meninggalkan ruang Meeting, semua yang sudah kita siapkan hancur berantakan.
"Mana kiand? " tayaku pada Nanda yang sedang berada di ruang reseptionis
"kayanya dia ke rooftop deh ! " ujar nanda , mereka sengaja membiarkan kiand sendiri, ini menjadi masalah terberat untuknya.
Aku langsung berlari ke arah rooftop, benar saja kiand tengah duduk bersandar di ujung pembatas, aku berjalan perlahan kearahnya, ku rendahkan tubuhku hingga kami saling berhadapan
"Saya mau sendiri pak! "
"Saya nggak akan membiarkan kamu sendiri ki! "
"Maaf pak, tapi ini terlalu sulit buat saya! " suara kiand semakin melirih,
"Saya minta maaf ki, harusnya saya cek lagi sebelum kamu persentasi" aku menatapnya dengan perasaan bersalah
"Apa ini karena hubungan kita? " tanya kiand, dari matanya yang berkabut ku lihat kesedihan yang mendalam , lagi-lagi dia menangis karena aku.
aku menghela napas panjang, ku jatuhkan kiand dalam dekapanku, aku pikir hanyan itu yang bisa ku lakukan saat ini. Kiand benar-benar menumpahkan air matanya dalam pelukanku
"Sepertinya hubungan ini akan semakin sulit pak! saat ini saja saya nggak punya muka untuk menghadap mereka, mereka akan benar-benar berpikir saya adalah wanita bayaran"
"Ki, saya minta jangan menyerah untuk itu, saya akan selesaikan semuanya, saya janji! " Kiand tampak mengangguk, dan itu sudah cukup untukku
"Ayo, kita harus selesaikan ini! " ajakku
"Tapi pak! " kiand tampak takut dan gugup
"kamu percaya sama saya? "
"Iya pak! "
"oke itu sudah cukup... "
Aku membawa kembali kiand ke ruang meeting, saat keluar lift tampak nanda menghampiri kami
"ki, lo nggak papa? " tanya nanda yang sedari tadi mengkhawatirkan kiand
"Gue nggak papa kak! " jawab kiand
"Ayo kita balik lagi ke ruang meeting" ajakku pada yang lainnya
Kami kembali memasuki ruang meeting, semua terdiam saat melihat kita masih punya nyali, beberapa yang lainnya bahkan terkejut melihat ku, kiand nanda, jefry dan Yoga
"Masih berani kalian? " celetuk kak candra
Aku semakin geram melihatnya, andai aku bisa memilih, aku tak ingin lahir sebagai adiknya
"Kita akan melanjutkan persentasi yang sempat tertunda" tegasku di depan para direksi
"Du, tapi foldernya udah ilang! " bisik yoga
"Lo udah cek? " tanya ku , Yoga hanya menggelengkan kepala
"Gue yang bakal handle" Aku segera mengambil sebuah flasdisk yang ku bawa dari dalam tas, setelah itu aku mengambil alih persentasi yang sebelumnya di lakukan oleh kiand
Ku hapus semua foto yang ada di folder laptoku, dan mengganti flasdisk untuk membuka folder lain, untunglah aku selalu menyimpan backup di flasdisk yang lain.
"Sebelum saya menjelaskan proposal yang akan saya persentasikan, saya minta maaf atas kejadian yang tidak terduga ini, mungkin saya tidak akan berbicara banyak, yang jelas apa yang kalian semua lihat tidak yang sebenarnya.... "
"Gimana nggak yang sebenanrnya, sudah jelas foto itu sebagai bukti, jika salah satu karyawan anda adalah wanita bayaran" sanggah salah seorang direksi
"Yah foto itu memang menunjukan sebuah kebenaran, tapi ini adalah jebakan, dan kejadian itu, tidak benar-benar terjadi " jelasku
"Mana bukti jika itu tidak benar-benar terjadi? " sahut direksi lainnya
"Kiand adalah karyawan terbaik saya, kebetulan dia harus rela menggantikan adiknya yang saat itu tengah di sekap oleh seorang pemilik club malam, karena telah menolong seorang perempuan yang adalah anak buah mucikari ini" jelasku " kalian bayangkan kakak mana yang rela adiknya di sekap? meski kiand tahu ini bukan pekerjaan mudah baginya, taj teta dia lakukan, " ku tatap kiand hanya mampu menundukan wajahnya " dan yah saat dia di bawa ke salah satu rumah, dengan tidak sengaja kiand memukul clientnya,karena takut dan tidak siap, saya yang ada disana, saya yang membantu dia keluar dari rumah itu, rumah yang saya fikir ada sangkut pautnya dengan perusahaan ini" penjelasanku cukup membuat para peserta rapat tercengang,
"Kamu jangan asal bicara pandu! " ujar Kak Candra
"Saya tidak asal bicara, saya menemukan bukti" tegasku "saat saya bilang saya adalah karyawan PT bagaskara, dengan mudahnya penjaga itu mempercayai saya, itu artinya perusahaan ini gak asing bagi mereka"
Aku melihat Papi tampak kebingungan, sedang kak candra mulai canggung
"Saya akan selidiki itu selanjutnya, yang jelas foto-foto itu sengaja di masukan ke dalam folder saya, untuk menjatuhkan saya dan rekan-rekan saya , jadi saya mohon dengan sangat, ijinkan saya untuk kembali menjelaskan proposal yang sudah kami buat selama beberapa hari ini "
Untunglah mereka masih mau memberiku kesempatan, dan benar saja dugaanku, mereka begitu kagum dengan proposal yang kami buat.