
pov pandu
Babak baru di mulai, aku pikir, semua akan mudah seperti membalikan telapak tangan, Pak Wijaya bukanlah orang yang sembarangan, tidak akan mudah, bagi ku dan papi menjebloskan mereka ke dalam penjara, semua alibi yang mereka berikan membuat mereka di nyatakan tidak bersalah, meski sangat jelas saat itu pak wijaya dan monic berada di tempat kejadian.
Pak wijaya memang orang yang memiliki pengaruh di dunia bisnis, tidak heran hukum menjadi tumpul jika menghadapi dia, tapi aku, papi dan kak candra memiliki rencana untuk mencari beberapa bukti, tentang penipuan, dan penggelapan dana yang beliau lakukan saat bekerja sama dengan kita.
Pagi ini aku, kak candra, Yoga, dan para petinggi lainnya mengadakan rapat dadakan untuk membahas kerugian yang sedang kita alami dalam perusahaan, akibat yang di lakukan oleh pak wijaya CS
"Beberapa investor sudah mencabut saham yang mereka miliki di bagaskara group , dan ada beberapa investor yang mulai ingin mengikuti jejak investor lainnya, jika kita kehilangan mereka, maka akan berdampak pada pembangunan yang sedang kita lakukan" Jelas Yoga
"kita terpaksa harus melepaskan beberapa anak perusahaan untuk menutupi biaya operasional" tambah pak Cokro salah satu petinggi yang masih bertahan dan setia pada papi
"Nih! " Jeffy menunjukan beberapa data, adanya kejanggalan Dana yang di Acc oleh pak darma dalam pembangunan property yang bekerja sama dengan PT wijaya group
"Darma di balik semuanya" ujar jefry
"Kita harus mencari bukti yang lebih kuat dan akurat dalam hal ini" ujar kak candra " Darma akan mengelak, jika dia hanya menjalankan tugas saja, karena dalam laporan ini, ada tanda tangan saya, dan pandu "
"Darma saat ini sudah resign, saya dengar dia menjabat menjadi wakil direktur di anak perusahaan pak wijaya"
"Akan sulit untuk kita menyeledikinya! " sahut pak cokro
" kita harus taruh informan di sana, mungkin salah satu karyawan kita ? " ide yoga
"oke! semua akan kita atur serapih mungkin, siang ini saya akan coba untuk meyakinkan beberapa investor untuk tetap menaruh sahamnya pada perusahaan kita, setidaknya menghindari anak perusahaan kita terjual " ujarku
"baik, kalau begitu saya akan siapkan beberapa berkas, yang bisa pak pandu pelajari, sebelum bertemu dengan para investor" ujar pak cokro
"ya, boleh taruh di meja saya jika sudah oke semuanya" ujarku "jika sudah tidak ada yang ingin kita bahas, sebaiknya kita akhiri meeting hari ini, perusahaan ini menanggung ratusan karyawan yang sangat berharap pada kita, jangan sampai ada Pemberhentian atau apapun yang dapat merugikan karyawan... "
"baik pak! "
Setelah selesai meeting, aku, Yoga, Jefry dan Kak Candra masih berdiskusi bagaimana cara menjatuhkan pak wijaya, dan mengembalikan beberapa aset perusahaan yang sudah terlanjur jatuh ke tangan mereka.
Tok.. Tok.. Tok... (Suara ketukan pintu)
"Siang.... " Suara kiand "Mmmm maaf ganggu ya? "
Yoga, jefry, dan kak candra hanya tersenyum saat melihat kiand yang sudah berada di ruang meeting, dengan sebuah kantung plastik berisi minuman di tangannya
"Kalau begini, gue sih semangat.... " celetuk jefry " iya gak Ga? "
"hmm yah, semangat gue naik dua kali lipat.... " Yoga tak kalah menggodaku
Aku langsung bangun dari tempat dudukku dan berjalan ke arah Kiand
"Sini...! " aku mengambil plastik dari tangannya "Kenapa nggak kasih tahu kalau kamu mau kesini? " tanyaku
"Aku tau pasti pacar sibuk... jadi aku inisiatif dateng kesini, aku ganggu gak? "
"enggak kok...! " jawab Jefry dan Yoga bersamaan
"Ya udah yuk, sebentar lagi aku selesai kok! "
Yoga yang saat itu duduk di samping kursiku langsung pindah, agar kiand bisa duduk dekat denganku
"Wahh.... kiand tahu aja kalau kita ke hausan... " ujar Jefry, saat ku taruh plastik berisi beberapa minuman coffe di atas meja
"Maklum punya bos nggak peka ki, jadi meeting dari pagi aja cuman di kasih air putih" ledek Yoga
"apaan sih lo! " ku lempar pulpen ke arah wajah Yoga yang saat itu duduk tepat di depanku
Kak candra sendiri tampak diam, dia terlihat kaku dengan adanya Kiand, mungkin karena sikapnya dulu membuatnya canggung saat harus bertemu kembali dengan kiand
"Meetingnya udah selesaikan? gue masih ada urusan lain" ujar kak candra
"Oh.. hmm iya kak, nanti kalau ada info lagi gue telpon lo deh"
"Ya udah, hapfun ya.... " Kak Candra berjalan keluar, aku perhatikan raut wajah kiand berubah, dia menatap kak candra dengan wajah yang sedikit bersalah
"Aku ganggu ya? " tanya kiand, saat kak candra sudah menghilang di balik pintu
"enggak kok, lagian meetingnya udah selesai... " jawabku
"Pak candra nggak suka aku disini? " tanyanya lagi..
"hush..... sembarangan lo kalau ngomong, biar begitu dia itu kakak dari bos kita! " sahut yoga sambil menoyor kepala jefry
"udah... udah....! kopinya mau di minum nggak, kalau nggak, buat gue semua nih! " ujar ku
"heheh ya mau lah....! "
"Udah, nggak usah di pikirin sikap kak candra, bener kata jefry, dia lagi menyesuaikan diri....! "
"Hmmm oke! " jawabnya dengan senyum kecil
Setelah berdiskusi sedikit dengan jefry dan Yoga, aku kembali ke ruanganku, sedang dua anak tengil itu hendak makan siang, Jefry sudah ada janji dengan Nanda, dan Yoga, dia sedang ku beri tugas untuk menemani Reina, kondisi Reina belum begitu membaik, selain kehamilannya yang membuat dia lemah, fisiknya juga terganggu, karena ternyata kemal benar-benar menghilang. Aku tidak menyalahkan kemal seutuhnya, kata-kata papi dan mami saat itu memang menyakitkan, dan kemal memilih untuk pergi meninggalkan Semuanya bahkan Reina dan anak yang masih dalam kandungan, Untunglah Yoga selalu hadir untuk Reina, dia lebih memahami Reina, bahkan dari ku yang notabennya adalah kakanya sendiri, aku berharap Yoga bisa menjaga Reina dan mencintai Reina, meski untuk saat ini, Yoga belum berkata apapun tentang perasaanya pada Reina
...****************...
Waktu makan siang, yang seharusnya ku habiskan bersama kiand, kini harus ku gunakan untuk melobi investor agar tetap menaruh saham mereka pada perusahaan kita, perusahaan benar-benar sedang kacau, Pak Wijaya sudah mengobrak ngabrik semuanya.
"pak pandu pasti bisa menyelesaikan semua masalah ini, aku percaya! " kata-kata penyemangat yang selalu kiand lontarkan ketika aku merasa gugup atau tidak yakin, tangannya yang lembut seolah mengalirkan energi positif saat menggenggam tanganku
"Yah... semoga aku tidak mengecewakan semuanya" jawabku
Ku kecup kening kiand, sebelum aku meninggalkan meja yang tak jauh dari meja yang ku pesan untukku dan beberapa investor yang akan ku temui siang ini
dari jauh kiand menunjukan jarinya yang sengaja ia bentuk seperti hati "i love you" ucapnya tanpa suara
tak lama beberapa pria dengan pakaian rapi, menghampiri meja ku
"Pak Pandu? " tanyanya untuk memastikan ,
"ohh iya, saya pandu... " jawabku langsung berdiri dan mengulurkan tangan
"Saya michel , dan ini dua rekan saya antoni dan Indra" jawabnya membalas uluran tanganku
"ohh iya, silahkan duduk pak! "
aku benar-benar gugup, biasanya Yoga atau kak candra yang menghadapi para investor ini, aku jarang bahkan bisa di katakan tidak pernah bertemu dengan mereka.
"Sepertinya kita belum pernah bertemu sebelumnya!" ujar salah satu pria yang bernama indra
"iya, biasanya pak Indra bertemu dengan kakak saya dan rekan kerja saya " jawabku
"pak candra dan pak yoga! " jawabnya
"iya, karena kebetulan mereka berhalangan hadirr, jadi saya yang menggantikan" jawabku
"memang dari awal, seharusnya pak pandu yang menemui kami, agar tidak terjadi adanya mised komunikasi seperti saat ini, apa lagi rumor yang beredar di luar tentang pak candra cukup membuat atasan kami khawatir, tentang harga saham perusahaan yang bisa saja anjlok" jelas pak michel salah satu orang kepercayaan PT manulang tunggal yang di pimpin oleh pak Tan Hong
"Iya pak, itu memang salah satu kesalahan saya, karena semua itu di luar dugaan kami termasuk saya sendiri" jawabku
"Jadi begini pak pandu, tawaran pak pandu pada kami memang cukup menarik, awalnya pak Tan sendiri akan tetap menaruh sahamnya di Bagaskara group, karena segoyah apapun perusahaan kalian, bisnis kalian tidak akan tumbang, tapi..... " pak michel terdiam tidak melanjukan perkataannya
"tapi? " tanyaku
"Ada perusahan di bidang yang sama, yang menawarkan profit serta kemajuan finansial yang lebih tinggi di banding perusahaan bagaskara group " jawabnya
Aku cukup tercengang dengan jawaban pak michel ini, karena selama ini perjanjian bisnis yang sudah berjalan sangat menjanjikan untuk mereka
"Tapi pak pandu tidak usah berkecil hati, saat ini perusahaan kita masih memantau perusahaan tersebut, dan setahu saya perusahaan ini juga di pimpin oleh mantan karyawan bagaskara group juga" jelas pak Michel
mantan karyawan bagaskara group? pikirku , siapa dia? apa mungkin darman?
"pak pandu!!!! " seru pak michel memecahkan lamunanku
"ohh iya pak...! " jawabku,
"ya sudah, berkas ini biar kami terima, semoga Pak Tan tidak jadi mencabut sahamnya di perusahaan Bagaskara group ini" ujar pak michel
"baik pak, saya sangat berharap jika kita masih bisa bekerja sama"
"Iya, saya yakin pak pandu bisa mengatasi semua ujian, dan isu yang merebak di dunia bisnis kita"
" terima kasih banyak pak atas waktunya" ku jabat tangan pak michel dan yang lainnya
Aku sangat berharap, beberapa investor yang tersisa tetap bertahan di perusahaan ini, meski aku tahu pak wijaya tak akan dengan mudah membiarkan hal itu.