For A Great Love

For A Great Love
episode 99 sebuah kejutan



POV Kiand


Selama aku berada di apartemen Pak Pandu, aku di jaga sangat ketat, bahkan ada dua orang bertubuh tegap berdiri di depan kamar apartemen sepanjang waktu, kata Pak Jefry mereka adalah body guard yang di sewa pak pandu untuk menjagaku dan Arga, saat di tanya kenapa Pak Pandu melakukan hal itu, pak jefry hanya mengangkat kedua bahunya.


Hari ini Hanya ada aku, Bu Bintang dan Pak Jefry di Apartemen, Arga baru saja keluar, katanya dia ingin bertemu temannya Pak Pandu sendiri masih sibuk dengan urusannya, sampai-sampai dia sama sekali tidak mengabari ku.


Jam menunjukan pukul 11.30, aku berniat memasak untuk makan siang, dari tadi kita beli makanan di luar terus, padahal di kulkas banyak kok makanan yang bisa di olah.


"Siang ini aku masak aja ya, jadi nggak usah beli makanan di luar" ujarku


"Wah ide bagus tuh! bosen makanan luar, gitu-gitu aja! " sahut Pak Jefry yang tengah asik bermain game


"Memangnya kamu mau masak apa? " tanya Bu Bintang yang sedari tadi tak berpaling dari laptopnya


"masih ada daging, dan kentang gimana kalau bikin steak aja? "


"Ya udah gue sih bebas, yang penting gue makan! " sahut Pak Jefry


"Oke, tapi ada beberapa bumbu yang nggak ada nih! kayanya aku perlu ke swalayan sebentar! "


"jangannnnn!!!!!! " teriak Pak Jefry dan Bu Bintang bersamaan, melihat hal itu aku semakin bingung ada apa dengan mereka?


"kok kalian kompak banget bilang jangan nya? " tanyaku sambil berjalan ke arah mereka yang berada di ruang TV


"hmmm itu...pandu udah titipin lo sama gue, jadi lo nggak boleh kemana-kemana sendiri" ujar Pak Jefry


"Ya ampun, aku cuman ke swalayan bawah kok! nggak jauh juga! aneh deh kalian....! " Aku tetap berjalan ke kamar untuk mengambil tas dan handphone, tapi Pak Jefry dengan cepat menghadang ku


"Please ki, kali ini aja nurut ya! "


"Iya ki, lagian kita nggak laper-laper amet kok, mending lo nggak usah masak kalau bumbunya nggak ada! iyakan je? "


"gue sih laper! " jawab Pak Jefry


"jeee.....! " ujar Bu Bintang


"ehh iya, gue nggak laper! "


"Ihhh lagian aku bosen di apartemen mulu, udah ahhh, kalau kalian mau, ikut aja! " aku tetap memaksa untuk pergi ke swalayan, dan mereka dengan cepat mengikuti di belakang


Saat hendak membuka pintu, aku sungguh terkejut, saat Noval, Bi Nur dan Ayah sudah berdiri di balik pintu apartemen


"Bi Nur! " teriakku, langsung kupeluk tubuh wanita paruh baya itu, baru beberapa hari aku memang sudah merindukan mereka


"Ayah, kalian kok bisa disini? " tanyaku


"surprise dong! " jawab Noval


"Ayo masuk, masuk! " titah ku


Aku langsung mendorong kursi roda ayah, aku benar-benar bahagia mereka disini, setidaknya aku tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan mereka.


Kami berbincang-bincang sejenak, kehangatan begitu terasa, kami saling tertawa, bertukar cerita hingga kami melupakan rasa lapar yang sebenarnya sudah ku rasakan sedari tadi.


"Karena banyak orang disini, jadi sepertinya kita harus pesan makanan saja, Kiand kamu nggak perlu masak ya! " ujar Bu Bintang


Akhirnya kami memutuskan untuk memesan makanan, saat menunggu makanan tiba, ponselku berdering, aku pikir itu pak pandu, tapi ternyata bukan, entah siapa yang menghubungiku, karena nomernya tak terdaftar di kontak ku


"Siapa? " tanya Pak Jefry


Aku hanya mengangkat bahuku, lalu menjawab panggilan masuk


"Hallo! " sapaku


"Kak, ini arga, kakak dimana? bisa tolong jemput arga? " ternyata itu telpon dari arga


"kamu dimana?" tanyaku


"nanti arga sharelok alamatnya ya! "


Suara arga terdengar santai, tapi aku merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan


"Kenapa Ki? " tanya Bu Bintang setelah aku menerima telpon dari Arga


"Nggak, tadi arga nanyain lagi dimana! " jawabku


aku tak ingin mengatakan jika arga minta jemput, karena pasti aku akan di larang menjemput arga.


"Iya ki, Bi Nur memang ngantuk ! "


Bi Nur dan Ayah beristirahat di kamar, Bu Bintang masih asik dengan Laptopnya, sedang Pak jefry dengan gamenya.


Aku berjalan ke arah pintu tanpa sepengetahuan mereka, dan saat ku buka pintu, dua body guard itu langsung menghadang


"Maaf Bu kiand, mau kemana ya? " tanya salah satu body guard bertubuh kekar


"Saya mau ambil makanan di resepsionis" jawabku


"Ohh, kalau gitu biar saya aja bu yang ambil! " ujarnya


"Nggak usah, saya cuman mau ambil makanan kok di resepsionis , udah kalian jaga disini aja, ada ayah saya dan Bi Nur, kalian harus jaga mereka" ujarku


"Maaf bu, tapi pak pandu minta saya untuk menjaga bu kiand! "


"saya cuman ke resepsionis, udah deh jangan rese! "bentak ku


" Salah satu dari kami harus ikut sama ibu! " ujar Body guard itu


Aku benar-benar merasa risih, apa sih sebenarnya maksud pak pandu, jagain aku sampai seketat ini


" Ya udah ikutin aja ! " Aku membiarkan laki-laki bertubuh tegap itu mengikuti ku, sambil memikirkan bagaimana caranya aku bisa keluar dari apartemen ini


Sesampainya di resepsionis, aku bingung karena memang makananku belum sampai, aku menoleh ke belakang, pria itu masih berdiri tegap persis di belakangku


"Permisi mbak! " sapa ku pada seorang resepsionis yang bertugas


"iya bu kiand, ada yang bisa saya bantu! "


"Apa makanan yang saya pesan sudah sampai? "


"Ohh belum ada bu, mungkin sebentar lagi! " jawabnya


"ahhh baiklah, saya tunggu disini aja, dari pada saya harus bulak balik ke atas" ujarku sambil duduk di kursi tunggu sedang pria itu berdiri di sampingku


Aku masih berpikir, mencari ide gimana caranya aku keluar dari sini, sebelumnya aku sudah memesan ojek online, agar saat aku bisa keluar aku langsung pergi menggunakan ojek online itu


Aku berdiri dan hendak keluar apartemen, pria itu dengan cepat menghampiriku


"Saya mau ke toilet, apa kamu mau ikut juga? " tanyaku kesal


"ohhh... maaf bu! "


"kamu tunggu disini aja, apa kamu mau tunggu di toilet? tapi setelah itu saya akan hubungi pak pandu, bilang kalau kamu ngintip saya di toilet, mau? " ujarku


"eng... enggak bu, ba.. baik saya tunggu disini" untunglah pria itu tidak mengikuti ku sampai ke toilet, aku baru ingat, di samping toilet, kan ada jalan keluar, menuju janitor aku bisa lewat situ, pikirku


Setelah dapat notif jika ojek yang ku pesan sudah sampai, aku segera kabur dengan alasan pergi ke toilet.


Motor yang aku tumpangi segera melaju menuju alamat yang sudah ku pesan, aku terkejut, ternyata jalan yang ku lalui menuju rumah, dimana para preman momy jasmin membawaku.


Benar saja dugaan ku, motor yang ku tumpangi berhenti tepat di rumah itu, kakiku lemas, tubuhku bergetar, bagaimana bisa arga berada disini?


setelah membayar, aku berjalan perlahan menuju gerbang tinggi, ku beranikan diri untuk menekan bel karena aku tak mau sampai arga kenapa-kenapa


sebelum aku masuk kedalam Pak Jefry menghubungiku, dia mang sudah menghubungiku berkali-kali tapi tak ku jawab, kali ini aku langsung mematikan panggilan itu, dan mengirimkan pesan, jika aku berada di tempat ini, aku meminta pak jefry menghubungi polisi dan jangan menghubungiku, karena aku akan mematikan ponselnya.


"Cari siapa? " tanya seorang pria bertubuh tinggi, tapi di berotot seperti yang dulu membawaku


"Adik saya ada di dalam! " jawabku


"Siapa adik anda? " tanyanya lagi


"Anto! " panggil temannya yang sebelumnya berada di dalam pos scurity "Bawa dia kedalam" titahnya


Aku semakin gemetar, entahlah aku seperti memiliki nyawa sepuluh karena sudah masuk ke dalam kandang harimau yang menyeramkan


"Ayo! " ajaknya


Dengan gugup aku berjalan memasuki rumah besar yang memiliki banyak penjaga, sesampainya di dalam aku terkejut, saat aku melihat orang yang ku kenal tengah duduk di sebuah sofa


"Dian? ".......