
hai semua Readers ku tercinta... apa kalian masih ingat novel ini??? atau ada yang sudah lupa??? kisah cinta Yuna dan azka, hayoo masih pada ingat kan???
jadi gini ni Readers ku tercinta, aku berencana mau buat season 2 untuk novel ini, gimana kalian setuju gak ni....?
kalo banyak yang setuju bakal aku usahakan sesaon duanya segera ya.... ayo tulis pendapat kamu di kolom komentar...
Lanjut/Tidak
Lanjut/Tidak
Lanjut/Tidak
Lanjut/Tidak
Lanjut/Tidak
Lanjut/Tidak
Komentar positif dari kalian yang buat aku semangat dan jadi motivasi buat aku untuk teruskan novel ini,,, jadi kalo kalian mau novel ini lanjut kalian harus like dan komentar pada postingan ini ya...
ππππππ
ππππππ
LOVE LOVE LOVE LOVE LOVE LOVE
bonus puisi
Cinta Tanpa Tanda Baca
Jauhnya jarak yang menjejak
di kutub dalam hati kita
Bias cintanya dalam batas nyata dan maya
hingga segalanya terlepas dari masa bersama
catatan lama serupa kata pertama
hibgga terlupa ruparupa tanda baca.
kini berkesudahan di akhir kisah
antara yang semestinya bisa diterabas
sampai benar-benar tandas
frasa demi frasa
serasa serangkai puisi cinta yang baik dan benar
tanpa tanda baca.
Pandangan Pertama
saat aroma kehidupan dari kesadarannya
percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa
Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa
mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan malam
menjadikan mata jernih
melihat kenikmatan di dunia
menjadikan misteri-misteri keabadian di dunia
benih- benih yang ditaburan oleh dewi cinta
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati
perasaan memeliharanya
jiwa membawanya
Pandangan pertamamu kekasih seperti roh yang bergerak di permukaan
air mengalir menuju syurga
Pandangan pertama dari sahabat
kehidupan
menggemakan kata-kata Tuhan, βJadilah, maka terjadilah ia
(Kahlil Gibran)
Matahari Hati
Sesak menjejak setumpuk sajak
Hancur berkeping
di hamparan berserak
matahari yang sangsi
membakar semak
Bunga layu dihempas seteru saat beranjak semerbak
diterbangkan angin kemarau
baru saja sebabak.
Akan lama
tak seperti lalu
Sesuatu yang baru
Jika matahari tak seterik ini
aku tunggu
saat awan putih menari
Itulah hatiku yang merindu menunggu dibalik pintu
dan sejumput senyuman dan bujuk rayu.
harapan rerintik datang
menghapus derita daun jendela
dan embun di dedaunan dihempaskannta
Meski masih pagi kala
ufuk pun masih juga jingga
Kau tahu
tetesan embun itu adalah air mata
Kutumpahkan di bumi pertiwi, tumpah darah kita.
Kaulah Jawaban Segala Doa
Detik-detik kehidupan diselimuti oleh kehampaan
Bertahun lamanya kujalani sendirian
Gulir waktu yang terasa begitu lamban
Seakan tak mau berjalan
Hingga suatu ketika
Kau hadir bagai keajaiban
Hadirmu bagai rintik hujan dipenghujung kemarau
Membasahi padang hati yang gersang
Aku yang dulu hampir terjun bebas
Jatu kedalam lubang keputusasaan
Semua lara kini kian menghilang
Keindahan yang datang sebagai pelipur lara
Kau sirami bunga-bunga di jiwa
Yang dahulu layu tak bertuan
Kau bagai indahnya rona pelangi
Yang datang di akhir badai hujan
Aku kini berbahagia
Mendapat anugerah berupa kekasih hati
Yang datang datang bagai jawaban atas hembusan segala doa yang dipanjatkan
Indah parasmu
Walau tak terpoles hiasan
Anggun bahasa tubuhmu
Mencerminkan kedamaian
Suara merdu yang mengalun dari bibirmu
Sebagai nyanyian pengantar tidurku
Murninya kebaikan hatimu
Tanpa sedikitpun tertoreh oleh kepalsuan
Rayuan yang terkadang ku berikan
Itulah ungkapan segala curahan hati
Hati yang bersyukur
Karena kini tak lagi sunyi
Tingkah manis yang selalu kau beri
Menambah kehangatan jiwa ini
Cinta yang selalu kau beri
Mengalir murni tanpa paksaan
Setiap hal yang terjadi
Tak pernah luput dari perhatianmu
Tak sedetikpun waktu
Yang kulalui tanpa hadirmu
Tak pernah sekalipun malam
Yang gelap tanpa cahaya hatimu
Seolah semua cahaya bintang
Kini berada dimatamu
Kini tak ada lagi kabut-kabut kelabu yang menutupi pandanganku
Tak ada lagi angin kencang yang mampu meruntuhkan semangatku
Padang tandus itu
Kini berwujud hamparan rerumputan yang hijau
Tenang, damai dan sejuk
Semua berkat hadirmu wahai kekasihku
Cinta Penerang Jalan
Oh kekasih pujaan hati
Yang selalu setia menemani
Janganlah engkau berpaling
Dari diri yang selalu bahagia karena hadirmu ini
Janganlah sekalipun kau tinggalkan
Langkah kaki yang selalu kau iringi
Tetaplah berada disampingku
Berjalan bersamaku
Aku yang tiada arti tanpa hadirmu
Hari silih berganti
Tahun pun telah kita lalui
Aku yang tak pernah merasa rapuh
Meski ribuan beban menghantam
Keyakinku akan dirimu
Selalu terpatri kokoh didalam hati
Senyuma indah itu selalu menjadi pengobat segala rindu
Cinta yang tulus suci ini
Jangan sampai ternoda oleh dusta
Kaulah pelita hati dan jiwaku
Penerang setiap langkah kakiku
Janganlah kau ragu
Aku tak akan pernah sedikitpun menjauh dari dirimu
Karena kaulah yang selalu ada untuk mengisi rongga hati yang dulu kosong ini
Kaulah sang pemilik cinta ini
Tiada yang lebih bahagia
Saat kau memberikan cinta yang murni ini
Cintamu yang tulus merubah jalan hidupku
Yang dulu tak tau arah
Dan kini menjadi baru
Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku
Untuk melepasmu
Untuk selamanya
Tak akan pernah lelah jiwa dan raga ini
Untuk selalu percaya akan sosokmu
Walau seribu tahun akan dilampaui
Kasihku padamu tak akan lekang oleh waktu
Arah jalan pulang yang selalu kutempuh
Selalu tertuju pada hatimu
Tak perduli berapapun
Tak perduli jarak sejauh apapun yang harus kutempuh
Cahaya jiwamu selalu menjadi penerang langkahku
Pelita hatimu selalu menjadi pengiring langkahku