At First Sight

At First Sight
Pengumuman...!!!



hai semua Readers ku tercinta... apa kalian masih ingat novel ini??? atau ada yang sudah lupa??? kisah cinta Yuna dan azka, hayoo masih pada ingat kan???


jadi gini ni Readers ku tercinta, aku berencana mau buat season 2 untuk novel ini, gimana kalian setuju gak ni....?


kalo banyak yang setuju bakal aku usahakan sesaon duanya segera ya.... ayo tulis pendapat kamu di kolom komentar...


Lanjut/Tidak


Lanjut/Tidak


Lanjut/Tidak


Lanjut/Tidak


Lanjut/Tidak


Lanjut/Tidak


Komentar positif dari kalian yang buat aku semangat dan jadi motivasi buat aku untuk teruskan novel ini,,, jadi kalo kalian mau novel ini lanjut kalian harus like dan komentar pada postingan ini ya...


😍😍😍😍😍😍


😍😍😍😍😍😍


LOVE LOVE LOVE LOVE LOVE LOVE


bonus puisi


Cinta Tanpa Tanda Baca


Jauhnya jarak yang menjejak


di kutub dalam hati kita


Bias cintanya dalam batas nyata dan maya


hingga segalanya terlepas dari masa bersama


catatan lama serupa kata pertama


hibgga terlupa ruparupa tanda baca.


kini berkesudahan di akhir kisah


antara yang semestinya bisa diterabas


sampai benar-benar tandas


frasa demi frasa


serasa serangkai puisi cinta yang baik dan benar


tanpa tanda baca.


Pandangan Pertama


saat aroma kehidupan dari kesadarannya


percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa


Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.


saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa


mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan malam


menjadikan mata jernih


melihat kenikmatan di dunia


menjadikan misteri-misteri keabadian di dunia


benih- benih yang ditaburan oleh dewi cinta


Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati


perasaan memeliharanya


jiwa membawanya


Pandangan pertamamu kekasih seperti roh yang bergerak di permukaan


air mengalir menuju syurga


Pandangan pertama dari sahabat


kehidupan


menggemakan kata-kata Tuhan, β€œJadilah, maka terjadilah ia


(Kahlil Gibran)


Matahari Hati


Sesak menjejak setumpuk sajak


Hancur berkeping


di hamparan berserak


matahari yang sangsi


membakar semak


Bunga layu dihempas seteru saat beranjak semerbak


diterbangkan angin kemarau


baru saja sebabak.


Akan lama


tak seperti lalu


Sesuatu yang baru


Jika matahari tak seterik ini


aku tunggu


saat awan putih menari


Itulah hatiku yang merindu menunggu dibalik pintu


dan sejumput senyuman dan bujuk rayu.


harapan rerintik datang


menghapus derita daun jendela


dan embun di dedaunan dihempaskannta


Meski masih pagi kala


ufuk pun masih juga jingga


Kau tahu


tetesan embun itu adalah air mata


Kutumpahkan di bumi pertiwi, tumpah darah kita.



Kaulah Jawaban Segala Doa



Detik-detik kehidupan diselimuti oleh kehampaan


Bertahun lamanya kujalani sendirian


Gulir waktu yang terasa begitu lamban


Seakan tak mau berjalan


Hingga suatu ketika


Kau hadir bagai keajaiban


Hadirmu bagai rintik hujan dipenghujung kemarau


Membasahi padang hati yang gersang


Aku yang dulu hampir terjun bebas


Jatu kedalam lubang keputusasaan


Semua lara kini kian menghilang


Keindahan yang datang sebagai pelipur lara


Kau sirami bunga-bunga di jiwa


Yang dahulu layu tak bertuan


Kau bagai indahnya rona pelangi


Yang datang di akhir badai hujan


Aku kini berbahagia


Mendapat anugerah berupa kekasih hati


Yang datang datang bagai jawaban atas hembusan segala doa yang dipanjatkan


Indah parasmu


Walau tak terpoles hiasan


Anggun bahasa tubuhmu


Mencerminkan kedamaian


Suara merdu yang mengalun dari bibirmu


Sebagai nyanyian pengantar tidurku


Murninya kebaikan hatimu


Tanpa sedikitpun tertoreh oleh kepalsuan


Rayuan yang terkadang ku berikan


Itulah ungkapan segala curahan hati


Hati yang bersyukur


Karena kini tak lagi sunyi


Tingkah manis yang selalu kau beri


Menambah kehangatan jiwa ini


Cinta yang selalu kau beri


Mengalir murni tanpa paksaan


Setiap hal yang terjadi


Tak pernah luput dari perhatianmu


Tak sedetikpun waktu


Yang kulalui tanpa hadirmu


Tak pernah sekalipun malam


Yang gelap tanpa cahaya hatimu


Seolah semua cahaya bintang


Kini berada dimatamu


Kini tak ada lagi kabut-kabut kelabu yang menutupi pandanganku


Tak ada lagi angin kencang yang mampu meruntuhkan semangatku


Padang tandus itu


Kini berwujud hamparan rerumputan yang hijau


Tenang, damai dan sejuk


Semua berkat hadirmu wahai kekasihku



Cinta Penerang Jalan



Oh kekasih pujaan hati


Yang selalu setia menemani


Janganlah engkau berpaling


Dari diri yang selalu bahagia karena hadirmu ini


Janganlah sekalipun kau tinggalkan


Langkah kaki yang selalu kau iringi


Tetaplah berada disampingku


Berjalan bersamaku


Aku yang tiada arti tanpa hadirmu


Hari silih berganti


Tahun pun telah kita lalui


Aku yang tak pernah merasa rapuh


Meski ribuan beban menghantam


Keyakinku akan dirimu


Selalu terpatri kokoh didalam hati


Senyuma indah itu selalu menjadi pengobat segala rindu


Cinta yang tulus suci ini


Jangan sampai ternoda oleh dusta


Kaulah pelita hati dan jiwaku


Penerang setiap langkah kakiku


Janganlah kau ragu


Aku tak akan pernah sedikitpun menjauh dari dirimu


Karena kaulah yang selalu ada untuk mengisi rongga hati yang dulu kosong ini


Kaulah sang pemilik cinta ini


Tiada yang lebih bahagia


Saat kau memberikan cinta yang murni ini


Cintamu yang tulus merubah jalan hidupku


Yang dulu tak tau arah


Dan kini menjadi baru


Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku


Untuk melepasmu


Untuk selamanya


Tak akan pernah lelah jiwa dan raga ini


Untuk selalu percaya akan sosokmu


Walau seribu tahun akan dilampaui


Kasihku padamu tak akan lekang oleh waktu


Arah jalan pulang yang selalu kutempuh


Selalu tertuju pada hatimu


Tak perduli berapapun


Tak perduli jarak sejauh apapun yang harus kutempuh


Cahaya jiwamu selalu menjadi penerang langkahku


Pelita hatimu selalu menjadi pengiring langkahku