At First Sight

At First Sight
Episode 126



Yuna melihat brosur yang kemarin dibagikan oleh Seorang receptionist tentang Honeymoon Private Tour di pulau Bora-Bora, maka Yuna memaksa Azka untuk menelpon dan mendaftar tour setengah hari ini. Fasilitas yang ditawarkan oleh jasa Honeymoon private tour ini memang sangat menggiurkan, hanya dengan biaya paket yang seimbang dengan yang akan diberikan tentunya. Dari Fasilitas kendaraan antar jemput, seorang Tourist guide, dan bermacam olahraga air yang dapat dinikmati berdua – oleh sepasang pengantin baru yang sedang Honeymoon, seperti Lagoon tour, Skorneling di Coral garde, Stingray Feeding, Shark Feeding, Motor Boat line. Dan tentu juga motu Picnic and Dinner.


Yuna dan Azka sudah memakai pelampung bewarna kuning, dan Guide mereka yang bernama Lois memakai pelampung berwarna putih. Dua motor boat sudah disediakan. Satu untuk Yuna dan Azka dan satunya lagi untuk si Guide yang akan memberi intruksi dan mendampingi Tour Yuna dan Azka.


Motor boat Azka sudah menyala. Yuna duduk berbonceng dengan Azka. Yuna memeluk pinggang Azka erat-erat.


“Mas.. kau yakin bisa? Aku takut sekali..” ucap Yuna. Dia memang takut, apalagi ini dilaut lepas. Hanya ada dia dan satu Tourist guide tersebut.


Azka tersenyum. “Aku pernah bermain dengan ini waktu diHawai. Jadi kau lihat saja bagaimana jagonya aku.” Ucap Azka. “Peluk aku yang kencang ya?” teriak Azka.


“Ya!!!” teriak Yuna juga dan benar-benar memeluk Azka dengan erat.


“Follow me sir..” ucap Si Lois yang sudah menjalankan botor boatnya. Untungnya air laut dipulau ini ombaknya tidak terlalu besar, malah cukup terbilang tenang dan aman. Makanya disini juga kurang cocok buar main papan seluncur. Karena tidak ada ombak tinggi seperti dihawai atau Jamaica.


Mereka dibawa kesuatu tempat yang banyak sekali stingray-nya. Mereka menceburkan diri kedalam air laut dan berenang bersama stingray. Yuna nampak takut tapi Azka yang terus sedang tangannya dan menjaga Yuna. Azka mengeluarkan camera waterproof yang ia bawa didalam tas kecilnya. Dia memfoto Yuna yang sedang berenang. Lalu memintakan Lois memfotokan mereka yang sedang berenang bersama stingray.


Perjalanan berlanjut ke tour selanjutnya setelah berenang dengan coral sekarang yaitu waktunya Shark Feeding. Dengan menggunakan kapal kecil Mereka diajak pergi menjauhi lagoon hingga sampai ketengah laut karena Hiu-Hiu selalu berada ditengah laut. Ditengah laut nampak sepi, belum ada Hiu yang menampakan diri kepermukaan. Lois mengambil beberapa ikan segar dalam cabin. Lalu dia merais meremas ikan tersebut hingga mengeluarkan darah. Dan ia langsung buang kelaut. Tak lama setelah membuang lebih dari sepuluh kecil kecil penuh darah kelaut. Dari kejauhan muncul sirip besar dari si Shark tersebut. Yuna berseru terkejut begitu melihat Shark itu berenang kearah kapal mereka.


“Ayoo menyelam dan rasakan sensasi berenang bersama meraka.” Seru Guide itu, seakan perkataannya tidak ada yang salah.


Yuna dan Azka saling berpandangan. Apa? Menyelam di tengah laut bersama hiu-hiu besar itu? Sinting.. mereka masih ingin hidup. Tour macam apa ini? Apakah setelah menyeburkan diri kedasar laut lalu guide ini akan pergi begitu saja dan meninggalkan sepasang pengantin baru yang sedang Honeymoon ini dimakan empat ekor SHARK!.


“Oh. No thanks.” Ucap Yuna tidak tertarik sama sekalil.


Lois mulai meracau dengan bahasa Inggrisnya yang lumayan sebegai orang Prancis asli. Yang intinya dia berkata kalau berenang bersama Hiu-hiu itu aman. Karena mereka tidak akan memakan manusia. Azka terlihat tertarik dengan tour Shark feeding ini. Hiu itu masih berenang di sekitar kapal mereka kira-kira ada empat ekor paus berukuran besar dan sedang. Azka berbicara dengan Lois menggunakan bahasa France yang Yuna tidak bisa mengerti apa artinya.


“Aku akan coba.. tapi kau coba duluan.” Ucap Azka pada Lois.


Yuna membelalakan matanya. “Jangan! Itu bahaya! Aku pernah menonton film SHARK dan mereka memakan manusia dengan sangat mengerikan.” Yuna berusaha mencoba menahan Azka agar tidak melompat ke dalam laut.


Lois melemparkan ikan-ikan lagi dan ia berdiri di ujung kapal dan Blurrr… dia menyeburkan dirinya berenang bersama paus-paus itu. saat Lois menyeburkan diri tadi Yuna sempat berteriak melengking karena saking kagetnya. Sekarang Lois berenang bersama paus-pasu itu. walau terlihat menguji adrenalin juga tapi Lois di bawah sana terlihat asik, santai dan aman-aman saja.


“Ayoo.. itu mengasikkan.. Kau mau mencobanya?” tanya Azka pada Yuna.


Yuna menggit bibir bawahnya sambil menggelengkan kepala dengan sangat pasrah.


“Tidak.. tidak.. mungkin dia sudah bersabat dengan Lois tidak dengan kita.” Ucap Yuna. Masih yakin pada pendiriannya kalau Shark pemakan manusia.


Azka menaikkan bahunya, dan pergi ke ujung kapal dan berdiri disana. Dia tetap ingin mencobanya. Azka benar-benar tertantang. Lois berteriak-teriak menyuruh Azka cepat melompat dan dia berkata berkali-kalai Hiu itu sangat aman mereka baik hati. Yuna menatap Lois dengan sebal. Awas! Saja kau kalau Suamiku sampai dimakan Hiu!aku akan membunuhmu! Tapi Lois hanya tertawa dan berbicara pakai bahasa France lagi-lagi dan Azka menyahutinya pakai Bahasa France juga. Dan Yuna merasa seperti orang ***** di antara dua lelaki sinting yang mau bermain dengan empat ekor Hiu ditengah Laut lepas.


Tiba-tiba Azka berteriak minta tolong. Yuna melihat Azka terlihat sulit berenang dan menjauh dari Hiu tersebut. Wajah Yuna langsung pucat dia panik dan takut. Apakah tadi Hiu tersebut sempat menggigit Azka? Tapi bagaiamana bisa? Ia tidak melihat kejadian langsungnya. Yuna berteriak pada Lois untuk menolong Azka. Lois terlihat panik berenang mendekati Azka.


Saat Lois mendekat Azka sudah tidak sadarkan diri tubuhnya mengambang karena memakai pelampung. Yuna saat melihat Azka tak sadarkan diri ditengah laut yang tenang bersama empat ekor Hiu liar itu mulai menitihkan air matanya. Dasar bodoh! Sudah akau bilang itu bahaya!


Lois menyeret tubuh Azka sampai ke bibir kapal. Yuna sudah menangis dengan panik melihat keadaan Azka yang tak sadarkan diri. Lois meminta tolong agar Yuna menjatuhkan tali yang ada dikapal. Dengan sikap gugup dan cemas Yuna menarik tali tersebut hingga jatuh keair. Lois berpegangan pada tali dan menggeret Azka menggunakan tali tersebut juga. Poisi Azka seperti digamblok Lois. Lois meletakan tubuh Azka dilantai Kapal.


“Dia kenapa?? Dia masih hidupkan?? Lois apa yang kau lakukan terhadap suamiku!!” Yuna terus meracau mengomeli Lois dengan bahasa Inggris.


Lois yang sedang panik menatap Yuna dengan mata tajamnya yang berwarna hijau. “Kejadian tadi sangat cepat! Aku tidak melihatnya! dan Suami mu masih hidup! Mungkin ikan-ikan tadi kaget karena kau terlalu berisik saat Azka dibawah sana!” Lois balik memarahi Yuna.


Yuna semakin kalut. Jadi benarkah itu karena ulahnya sendiri? Tangis Yuna semakin pecah. Dia mengguncang-guncang tubuh Azka yang sudah basah.


“Mas Azka!!! Bangun!! Bangunlah!!!”


Lois menggelengkan kepalanya. “Beri napas buatan saja. kau mengerti cara memberi napas buatan kan?”


Yuna menatap Lois dengan cara tidak yakin. Tapi jika menyuruh Lois yang melakukannya dia malah tidak rela. Pria bule kebanyakan Gay. Dia takut Lois itu salah satunya. Bagaimana kalau Lois memberi napas buatan pada Azka. Nanti dia bisa menyukai Azka! Tidak-tidak itu tidak boleh terjadi.


Masih dengan perasaan takut dan cemas Yuna menundukan kepalanya. Dia lagi-lagi meneteskan air matanya, air matanya sampai jatuh kepipi Azka. Yuna membuka mulut Azka dan menekannya. Dia pernah belajar cara memberikan napas buatan pada pelajaran kesehatan saat SMA jadi seperti ini caranya iya benar ia ingat, posisi sedikit dimiringkan. Tarik napas dalam-dalam dan buang ke mulut Azka. Yuna melakukannya dengan baik dan ketika memberikan napas buatan yang ketiga. Azka memeluknya mengulingkan dirinya bersama dilantai kapal.


Yuna menatap Azka yang tersenyum lebar padanya. Dan suara tawa Lois yang menggelegar. Sial! Jadi dua lelaki ini sedang mengerjai Yuna? Yuna menatap Azka dengan sebal. Dia marah. Dia tadi benar-benar takut kalau Azka kenapa-kenapa. Tapi ini hanya sebuah lecucon yang tidak lucu sama sekali.


“Apa-apaan ini? Jadi kau hanya berpura-pura? Kalian bersengkokol? Ini tidak lucu!! Ini sama sekali bukan lelucon!! Aku hampir saja mati karena takut dan sangat panik!!” teriak Yuna sambil mulai menangis lagi.


Yuna duduk disudut kapal tidak mau bicara apapun pada Azka dan Lois, Yuna bersikap kalau dia berbicara pada dua lelaki itu makan dia akan ditipu dan dipermainkan lagi. Nakoda itu membawa kapal menuju tour terakhir. Kepantai bagian barat untuk melaksanakan Private Dinner di Motu private.


Azka sudah menjelaskan kalau tadi saat ia dan Lois berbicara bahasa France mereka sedang menjalankan rencana dadakan untuk mengerjai Yuna yang takut akan Shark. Dan Azka pikir ia akan berhasil membuat kejutan untuk Yuna. Tapi sayangnya kejutan itu terlewat berhasil. berhasil hampir membuat jantung Yuna copot.


“Ayoolah.. Maafkan aku.. aku benar-benar menyesal.. sayang?? Aku tahu aku salah dan aku menyesalinya.” Bujuk Azka sambil memohon-mohon di samping Yuna.


Yuna tetap diam. Dia benar-benar kesal. Jadi kejadian tadi benar-benar terjadi karena Shark mungkin Yuna sudah tidak tahu harus melakukan apa. Jika tadi Azka tak sadarkan diri Yuna pasti akan menyeburkan dirinya juga agar Shark itu melukainya juga. tapi Semua itu tipuan. Dan Yuna benar-benar percaya tadi. Buktinya sampai sekarang jantungnya masih berdebar kencang karena saking paniknya.


***


tbc