
Kapal merapat ke pinggir pantai dengan pulau kecil tak berpenghuni yang mereka namakan Motu Private. Yuna berjalan sendiri turun dari kapal. Azka mengikutinya bersama Lois yang membawakan tas berisakan pakaian ganti Azka dan Yuna.
Keadaan dipulau ini benar-benar sepi. Tidak ada orang selain mereka ini. Ada beberapa bungalow untuk dijadikan tempat bersantai dipinggir pantai berpasir putih ini.
“Kalian ganti pakaian kalian saja, setelah Dinner maka Honeymoon tour ini akan berakhir. Kamar mandinya disana.” Ucap Lois pada Azka dan Yuna, lalu dia menunjuk kearah dua bilik kecil dibawah pohon kelapa yang besar.
Azka mengambilkan tasnya dan mengucapkan terimakasih pada Lois, dan Lois berkata dia akan pergi menyiapkan makan malam dulu untuk Yuna dan Azka. Dan ia akan kembali lagi setelah menu makan malam siap. Azka dan Yuna bebas melakukan apapun di pulau tak berpenghuni ini.
Azka berjalan bersama Yuna menuju bilik untuk mengganti baju. Azka menendang-nendang pasir yang ia injak sampai mengenai kaki Yuna. Dia benar-benar bodoh telah melakukan lecucon yang tidak lucu seperti tadi. Dia seharusnya sadar kalau Yuna memang takut pada Shark itu. Azka menendang lagi pasir putih itu dan lagi-lagi mengenai kaki Yuna.
Yuna berhenti dan Azka yang sejak tadi berjalan dibelakang Yuna sambil menunduk dan menendang pasir akhirnya menabrak punggung Yuna. Dan dia tersentak kaget. Yuna menarik napas dalam-dalam lalu ia buang perlahan. Yuna membalikan tubuhnya menatap Azka yang mukanya dilipat-lipat karena bête dari tadi dicueki Yuna. Dan meminta maaf tidak dimaafkan Yuna.
“Setelah tragedy tidak lucu tadi, sekarang kau ingin melukai kaki ku dengan pasir-pasir ini? Huh?” tanya Yuna dengan nada sebal.
Azka memanyukan bibirnya, sambil menggelengkan kepala. “Tidak.. “
“Aku benar-benar kesal padamu! Honeymoon tour yang tadinya baik-baik saja dan menyenangkan jadi berantakan hanya karena ide gila mu itu! kau tidak tahu kalau aku sangat mencemaskanmu dan sangat takut kehilanganmu tadi? Kau pikir itu lucu! Jantungku hampir meledak! Disana Cuma ada aku kau dan Lois. Kita bisa apa jika tadi itu benaran? Aku benar-benar takut… hiks..” Yuna meluapkan semua kekesalannya dan ketakutannya pada Azka. Dan di akhirinya dengan tangisannya.
Azka tahu. Dia bukannya memeberi kejutan pada Yuna tapi malah memberi luka pada Yuna. Dia benar-benar merasa tak berguna saat ini. Rasanya dia ingin mengutuki dirinya sendiri yang punya ide konyol seperti tadi. Azka berjalan kearah Yuna dan menarik Yuna masuk kedalam pelukannya. Dan menenangkan Yuna yang manangis.
“Maaf.. sungguh maafkan aku..aku sangat menyesalinya. Aku janji tidak akan pernah melakukan hal itu lagi. Sudahlah jangan menangis. Aku tahu kau sangat menyayangiku dan kau benar-benar takut kalau tadi itu sungguhan. Tapi sekarang aku baik-baik saja. aku masih ada disampingmu masih memelukmu. Masih mencintaimu. Jadi sudahlah lupakan yang tadi dan jangan menangis lagi. Hatiku benar-benar sakit rasanya melihatmu menangis seperti ini. Rasanya aku ingin membenturkan kepala ku yang mempunyai ide bodoh tadi ke pohon kelapa.” Ucap Azka.
Yuna mengeratkan pelukannya dengan melingkarkan tangannya dipinggang Azka. Dan dia menangis dalam diam dipelukan Azka. Dia sudah memaafkan Azka. Dan sedang berusaha melupakan adegan tadi. Azka mengecup puncak kepala Yuna. Dan mereka tidak berbicara apa-apa lagi dan hanya bahasa tubuh mereka saja yang berbicara dalam keadaan berpelukan dalam diam.
Yuna dan Azka sudah berganti pakaian santai, dan duduk berdua dibatu karang besar sambil mencelupkan kaki mereka diair laut yang jernih. Mereka lagi menunggu moment matahari terbenam. Matahari sudah membuat garis kuning dengan air laut. Yuna menyandarkan kepalanya dibahu Azka. Tangan Azka menggengam tangan Yuna dengan begitu eratnya. Tepat saat matahari tergelincir jatuh kedasar bumi. Azka memegang wajah Yuna dan memberikan ciuman romantic pada Yuna dengan warna kuning matahari terbenam sebagai Viewnya. Diam-diam Luis yang sudah kembali dengan makan malam. Memotret Yuna dan Azka yang sedang berciuman menggunakan Kamera Azka yang tadi dititipkan padanya. Luis tersenyum puas. Kerjanya sebagai Honeymoon Tourist Guide berhasil lagi.
Lois segera menyiapkan meja makan malam untuk Azka dan Yuna dengan konsep dinner dipinggir pantai tak berpenghuni. Dengan dua lilin diatas meja dan empat tiang obor yang apinya menyala mengelilingi meja makan. Diatas meja tersebut sudah tersedia salad dan Lobster yang terlihat sangat lezat. Tak lupa sebotol Anggur khas Tahiti. Ini akan menjadi dinner terindah dan teromantis untuk Azka dan Yuna.
~**~
Yuna dan Azka sudah kembali ke Hotel sejak satu jam yang lalu. Azka masih merebahkan tubuhnya yang terasa pegal diatas kasur. Sedangkan Yuna sedang berganti pakaian didalam kamar mandi. Dia sudah berada dikamar mandi lebih dari dua puluh Menit. Azka akhirnya bangun dan mengetuk pintu kamar mandi. Memastikan kalau Yuna masih baik-baik saja didalam sana.
“Yuna? Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa lama sekali?” tanya Azka didepan pintu.
“Hemm.. ini.. ah.. aku sedang mencoba baju tidur couple yang diberikan Siska dan Husna.. tapi rasanya aneh sekali.” Jawab Yuna dari balik pintu.
“Aneh kenapa?” tanya Azka lagi.
“Keluarlah kalau begitu, coba aku lihat.”
“Aku malu..”
“Malu kenapa? Aku suami mu? Cepat keluar. Jika tidak cocok, kau boleh tidak memakai baju itu.”
Terdengar suara kunci kamar mandi yang dibuka. Tapi Yuna belum juga menyentuh putaran pintunya dan membuka pintunya. Dia nampak masih ragu untuk memperlihatkan pakaiannya. Azka sudah menunggu dengan tidak sabar didepan pintu. Dan akhirnya gagang pintu terputar. Dan Yuna keluar dengan malu-malu dari dalam kamar mandi.
Begitu melihat penampilan Yuna, Azka langsung menelan ludahnya sendiri. Daster yang dipakai Yuna bermotif bunga-bunga sakura berwarna pink dengan bahan satin yang tipis tapi lembut dan licin. Motif yang sama dengan piyama Azka juga yang masih tergeletak diatas kasur. Tapi yang salah pada daster ini adalah ukurannya yang terlalu mini, tingginya sejengkal dari lutut Azka. Mempertontonkan kaki Yuna yang panjang dan mulus. Lalu bagian atasnya yang renda-renda itu membuat potongan yang sangat rendah sehingga memperlihatkan sedikit belahan dada Yuna. Karena pandangan Azka yang tak pernah lepas dari dada Yuna maka Yuna buru-buru menutup bagian dadanya yang terbuka dengan tangan.
“Tuh kan pasti tidak cocok.. aku pakai yang lain saja..” ucap Yuna dengan muka merah karena malu.
Tapi Azka menahannya dan maenarik tangan Yuna. “Ini sangat cocok. Sangat cantik dan sangat sexy.” Ucap Azka sambil memandangi tubuh Yuna dengan sangat kagum.
Yuna menarik-narik ujung dasternya yang terlalu tinggi dan atas dasternya yang terlalu rendah. Baju ini memiliki potongan serba salah. Azka memegangi kedua tangan Yuna. Dan berbisik. “Aku ingin kau memakai ini.”
Yuna menatap Azka dengan sikap malu. Azka sudah tidak sabar lagi. Maka secara tiba-tiba Azka menggendong tubuh Yuna. Dan mendempetkannya kedinding. Yuna mengalungi lengannya dengan erat dileher Azka. Azka mulai mencium bibir Yuna dengan lembut. Yuna membalas ciuman Azka. Dan bahkan ketika ciuman Azka semakin memanas Yuna memainkan jari tangannya dikepala Azka mengacak-acak rambut Azka. Azka menggendong Yuna dan berciuman sambil berjalan kearah kasur. Azka menidurkan tubuh Yuna diatas kasur super empuk itu.
“Permainan yang tertunda akan dilanjutkan sekarang… kau siap?” tanya Azka sambil menyeringai nakal.
Yuna hanya dapat tertawa dengan malu.
Azka melepas pakaiannya. Dan membuangnya begitu saja dilantai. Ah.. lagi-lagi Yuna harus melihat dada bidang Azka dan perut kotak-kotak itu. dia benar-benar menyukainya.
Azka naik keatas tubuh Yuna dan melakukan cumbuan-cumbuan halus. Pada tubuh Yuna. Tidak terlewatkan sejengkalpun ciumannya pada tubuh Yuna. Azka menarik turun daster minim yang dipakai Yuna. Dan mereka tersenyum. Mereka sama-sama saling memiliki dan memberi kepercayaan sekarang. Azka menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya dan Yuna yang polos. Dan mereka memulai permainan mereka. Dengan penuh gairah dan dengan penuh cinta. Dan sejauh ini tidak ada gangguan apapun. Mereka masih sangat menikmati permainan mereka berdua. Suasana menjadi semakin memanas ketika kasur hotel berderit-derit bersamaan dengan desahan dari Yuna dan Azka.
END
halo pembaca setiaku,,, udah cukup Sampai disini ya cerita cinta Yuna dan Azka...
jangan lupa mampir di novel terbaru aku,, Judulnya "a broken marriage" ceritanya sedih banget dijamin bakal nyesek...
oiya,, novel aku yang judulnya "Cinderella after midnight" juga udah tamat ya... yg belum baca ayooo dibaca... thank you...