
4 Tahun kemudian....
Yuna memasuki sebuah mobil berwarna hitam yang terparkir di halaman kampus nya, dengan diiringi langkah kedua orang paruh baya yang teramat ia cintai dalam hidupnya yang tak lain adalah Ny.Dania dan Tn.Rian, kedua orang tua Azka yang sudah Yuna anggap sebagai orang tuanya sendiri. Dan tak lupa pula seorang pria tampan, yang selalu setia mendampingi dan menggandeng tangannya, siapa lagi kalau bukan Azka. Yuri juga datang bersama Arkhan dan sudah pulang beberapa saat yang lalu.
Yuna masih terlihat cantik dengan bekas dandanan istimewanya hari ini, berbagai atribut dan seragam wajib seseorang yang baru melewati moment ‘graduation’nya setelah empat tahun menimba ilmu di universitas dan berhasil menyandang gelar sarjana strata 1 termasuk toga baru saja ia tanggalkan beberapa saat yang lalu, kini ia telah menggantinya dengan sebuah dress cantik di atas lutut berwarna biru muda.
Ia menduduki kursi mobil tepat di samping Azka yang mengemudikan mobilnya, Tn.Rian dan Ny.Dania duduk di kursi penumpang bagian belakang. Setelah ia masuk ke dalam mobil dan dirasa posisi duduknya sudah cukup nyaman, lantas iapun menolehkan kepalanya tepat ke sebelah kanan setelah mobil itu melaju secara perlahan, menatap aneka pemandangan yang tersaji melalui kaca mobil yang transparan tersebut.
‘Hiruk pikuk jalanan kota Jakarta di senja hari’ ya..itulah kata yang tepat untuk di sematkan pada pemandangan yang kini tengah tersaji di hadapan Yuna. Yuna pun terlarut dalam bayangannya sendiri, sembari terus menikmati pemandangan di sebelah kanannya yang bisa terbilang cukup membuat penat karena mengingat ini adalah jam pulang kantor yang otomatis membuat jalanan sedikit padat dan macet, di sertai lampu-lampu mobil yang mulai menyala dan cukup menyilaukan mata.
Otaknya pun mulai mem-flashback kejadian-kejadian beberapa jam yang lalu. Di mulai dari pagi hari tadi, di mana ketika ia sangat antusias dan begitu bersemangat menyambut hari ini, hari yang cukup bersejarah dalam hidupnya. di mana ia akan segera melepas statusnya sebagai mahasiswi tingkat akhir dalam menempuh pendidikannya, dan menggantinya dengan gelar sarjana strata 1 dari jurusan school of businnes yang ia pilih.
Ia tersenyum mengingat hal itu, lalu kembali ia terlarut dalam bayangan di mana ketika ia dan teman-temannya melalui moment yang cukup mendebarkan, detik-detik pengesahan mereka sebagai seorang sarjana, dan ketika ia di umumkan sebagai salah satu mahasiswi terbaik dari jurusan yang ia pilih dengan IP yang cukup memuaskan, kembali ia tersenyum mengingat hal tersebut, hal yang membuat Azka dan kedua orang tuanya yang kini tengah berada di sampingnya merasa cukup bangga pada Yuna. Lalu iapun kembali membayangkan moment-moment kebersamaan nya dengan para teman dan sahabat-sahabat dekatnya tadi. dimana ketika akhirnya mereka bisa melempar ‘toga’ sebuah benda sakral berwujud topi yang wajib di kenakan di kepala oleh seorang wisudawan ke udara secara bersama-sama. dengan diiringi tawa dan tangis bahagia juga ucapan-ucapan saling memberikan selamat satu sama lain dan berbagai kalimat haru yang mereka ucapkan.
Lalu ketika orang-orang terpenting dalam hidupnya tentu termasuk Azka dan kedua orang tuanya, juga Yuri dan Arkhan datang untuk memberikan suport dan ucapan selamat atas keberhasilannya menempuh pendidikan selama 4 tahun ini.
“Sekali lagi selamat atas kelulusanmu Yuna, bangga padamu.” Ucapan Tn.Rian memecahkan keheningan dalam mobil itu.
“Betul Pa, calon menantuku memang sangat hebat.” Sambung Ny.Dania.
“Ini semua berkat Ibu dan Bapak, Terimakasih berkat kalian aku bisa menyandang gelar sarjana sekarang.” Balas Yuna, ia menoleh ke belakang dan tersenyum kepada dua orang paruh baya tersebut.
“Dan juga berkat pria tampan ini yang selalu setia mendampingimu kan?”
Tiba-tiba saja Azka yang sedang mengemudi, bersuara. Membuat gelak tawa kedua orang tuanya dan juga Yuna yang tersenyum manis padanya, Yuna meraih tangan Azka dan menggenggamnya.
“Iya mas, Terimakasih atas semuanya. Atas kesetiaanmu padaku dan juga kesabaranmu menghadapi aku.”
Azka tersenyum membalas tatapan Yuna sebentar lalu kembali fokus mengemudi. Ny.Dania dan Tn.Rian saling melempar senyum melihat pasangan itu, mereka bersyukur hubungan Yuna dan Azka kembali berjalan dengan baik setelah segala rintangan yang mereka lalui. Yuna dan Azka kembali bersama setelah Yuri mengihklaskan hubungan mereka, dan Yuri memutuskan untuk menerima cinta Arkhan dan mereka sudah menikah dua tahun yang lalu.
Ny.Dania dan Tn.Rian berjanji akan segera menikahkan Yuna dan Azka setelah kelulusan Yuna. Mereka sudah tidak sabar menanti hari bahagia itu, dan kedua orang tua Azka tersebut sudah tidak sabar menimang cucu.
***
Berbicara soal menikah, Yuna jadi merona sendiri. Jujur saja ia tidak menyangka hubungannya dengan Azka sudah sampai sejauh ini, dan Azka sudah pernah mengatakan akan segera melamarnya kalau kuliahnya sudah selesai.
“Yuna... Kau sudah pulang.”
Panggilan Yuri membuat Yuna tersadar dari lamunannya.
“Iya, kak. Aku sudah pulang.”
Yuna keluar dari kamarnya, dan mendapati Yuri duduk sendiri di sofa dengan wajah lesu. Yuna yang merasa kakaknya sedang tidak baik-baik saja, langsung menghampiri kakaknya dan duduk disampingnya.
“Kakak darimana saja? Kakak sendirian? Kak Arkhan mana?” Yuna langsung menyerbu Yuri dengan pertanyaan-pertanyaannya.
“Dan kenapa wajah kakak murung?”
Yuri menghela nafas, “Setelah mengantarku Arkhan pergi kembali, ada tugas mendadak katanya.” Jawab Yuri kemudian.
“Terus kenapa kakak murung begitu, kalian bertengkar?” tanya Yuna lagi.
“Tidak Yuna, aku hanya lelah. Aku masuk dulu ya, aku mau istirahat.”
Yuna hanya bisa memandangi tubuh Yuri yang berjalan menuju kamarnya, Yuna menghela nafas. Jujur saja Yuna tau penyebab kakaknya murung seperti itu. Apalagi kalau bukan masalah anak, 2 tahun menikah tapi Yuri dan Arkhan masih belum diberikan momongan. Entah apa penyebabnya, Yuri dan Arkhan sudah memeriksa keadaan mereka dan dokter menyatakan mereka berdua sehat. Berbagai macam cara sudah dilakukan tapi belum berhasil.
***
**TBC
mohon maaf, alurnya di percepat dikarenakan banyak pembaca yang mulai bosan kalo konfliknya itu² aja dan banyak yang pengen Yuna bahagia... jadi ya beginilah akhirnya**.