
Perbatasan antara Narsist Kingdom dan Sanguine Kingdom.
Di sebuah hutan abadi yang telah terlindungi selama jutaan tahun, sebuah hutan yang selalu damai dan tentram jauh dari hiruk pikuk dunia luar, kini sudah kehilangan ketenangannya.
Pada bagian luar hutan, sudah terdapat pasukan dari Narsist Kingdom yang telah bersiap untuk merangsek masuk ke dalam hutan demi bisa menaklukkan Sanguine Kingdom.
Sedangkan di bagian dalam hutan, terlihat pasukan aliansi yang terdiri dari pasukan dari tiga Kerajaan yaitu Sanguine Kingdom, Ferox Kingdom, dan Drakon Kingdom. Mereka berdiri dan bekerja sama dalam menghadang invasi dari Narsist Kingdom yang sudah mulai menggila.
Pada awalnya penghalang alami yang terbuat dari pepohonan yang tinggi besar menjulang sudah cukup untuk menahan invasi dari luar. Terlebih setelah Ratu Cascade menggunakan kekuatannya untuk memasang tabir ilusi yang akan menyesatkan mereka yang berniat buruk kepada warga dari Sanguine
Kingdom.
Namun, merasa kalau itu semua masih belum cukup, pihak aliansi menunjuk kelompok pengrajin Otherworlder, yang di pimpin oleh Holz. Untuk membangun sebuah benteng kayu sebagai pusat pertahanan pasukan aliansi
dalam pertempuran kali ini.
Mengerahkan segenap tenaga mereka, para pengrajin sukses membangun benteng tersebut hanya dalam waktu seminggu.
Mereka benar-benar telah bekerja dari siang hingga malam. Makan tidur pun mereka lewatkan, tidak sedikit dari mereka bahkan rela untuk bolos sekolah atau bahkan tidak masuk kerja hanya demi bisa membangun benteng
ini secepat mungkin. Hingga saat benteng ini akhirnya rampung, seluruh pengrajin yang berpartisipasi segera Log Out untuk tidur dan beristirahat dan baru Log In seminggu kemudian.
Benteng itu bukanlah benteng sembarangan.
Walau benteng itu sepenuhnya terbuat dari kayu, tapi kayu yang digunakan sebagai bahan utama pembangunan adalah sejenis kayu yang berasal dari sebuah pohon yang bernama (Mineral Tree) yang hanya tumbuh di bagian
terdalam Sanguine Kingdom.
Sama seperti namanya, pohon ini memiliki batang yang sekeras baja atau bahkan melebihinya.
Oleh karena itu, walau sebagian besar benteng terbuat dari kayu, namun benteng ini sangatlah kokoh dan bahkan tahan terhadap api.
Sebagai pertahanan, selain dinding yang menjulang hingga 10 Meter, pada bagian atas dinding tersebut terpasang deretan ballista yang mampu menembakkan anak panah yang bahkan mampu membunuh Mobs bertubuh besar seperti Minotaur hanya dengan satu tembakkan.
Pada bagian bawah benteng terdapat juga ketapel yang mampu melontarkan batu besar tinggi ke udara yang jika terkena, maka akan berakibat fatal. Berkat ide dari para Otherworlder, ketapel ini tidak hanya mampu menembakkan batu besar tapi juga bola-bola baja seperti peluru Meriam serta sebuah gentong yang berisi bahan peledak yang akan langsung terpicu ketika gentong itu pecah.
Tentu saja pertahanan benteng ini bukan itu saja.
Masih banyak mekanisme pertahanan lainnya yang akan terlalu panjang jika di bahas sekarang.
Benteng ini mampu menampung total sebanyak 100.000 prajurit.
Itu adalah sebuah kapasitas yang sangat besar mengingat benteng ini hanya dibangun selama seminggu.
Pada benteng yang masih belum diberikan nama ini, para Penyihir dari Sol Ciel akhirnya tiba.
Di pimpin oleh Rosemary La Ciel, yang ditemani oleh Caldera sebagai wakil sekaligus pengawal dirinya. Mereka memimpin 100 orang Penyihir lainnya yang memiliki kekuatan jauh di atas para pengguna sihir lainnya.
Tidak lupa Rosemary juga mengajak muridnya, Clara. Bersamanya.
Berjalan diantara para prajurit lain yang tengah sibuk mempersiapkan pertahanan, Rosemary yang seharusnya langsung menuju ruang komando mendapati langkahnya terhenti.
Itu karena dia melihat sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dia lihat sebelumnya.
"Nona Muda, mau kemana... Hei!"
Terbawa oleh rasa penasarannya, Caldera tidak kuasa untuk menghentikan langkah kaki Rosemary. Bahkan Clara sampai dibuat heran oleh sikap Gurunya yang tidak biasa.
Tempat yang dihampiri oleh Rosemary adalah sebuah kerumunan yang sebagian besar terdiri dari para Otherworlder yang berpartisipasi dalam pertempuran ini.
Mereka mengitari sebuah benda besar berwarna hitam kelam dengan bentuk yang belum pernah dilihat para Locals sebelumnya. Hanya Otherworlder saja yang tahu benda apa itu dan apa fungsinya.
Para Otherworlder yang mengerumuni sembari membicarakan benda tersebut terkejut ketika Rosemary secara tiba-tiba menghampiri mereka.
Walau di antara Otherworlder tidak banyak yang tahu siapa dirinya, tapi aura serta penampilan yang Rosemary miliki sudah lebih dari cukup untuk memberitahukan kalau dia adalah seseorang yang tidak boleh di anggap
remeh.
Membukakan jalan bagi Rosemary, wujud lengkap dari benda asing itu akhirnya terpampang jelas di hadapan Rosemary.
Berbentuk persegi panjang dengan dua pasang roda seperti rantai di kedua sisinya. Pada bagian atasnya terdapat semacam moncong berbentuk silinder yang menyerupai belalai gajah. Seluruh tubuhnya terbuat dari baja kokoh
berwarna hitam kelam yang tidak memantulkan cahaya sedikitpun.
Di lihat dari atas, terdapat sebuah pintu palka berbentuk bulat tepat berada di puncak benda itu sebagai cara masuk ke dalam tanda kalau benda ini sebenarnya bisa dikendarai.
Melihat ini, Caldera dan Clara sama-sama bingung apa sebenarnya benda ini dan kenapa Rosemary menjadi tertarik padanya.
Berkebalikan dari Caldera dan Clara yang tidak tahu apa-apa, Rosemary tahu jelas benda apa yang kini berada di hadapannya.
"Tank?"
Suaranya kecil namun terdengar jelas.
Sementara para Penyihir lainnya bingung apa yang Rosemary maksud dengan 'Tank', para Otherworlder sontak terkejut mengetahui kalau seorang Locals bisa tahu apa itu 'Tank'.
Tak ayal gosip telah dimulai.
"Hei, dia baru saja bilang Tank kan?"
"Tidak salah lagi, dia memang mengatakan itu"
"Dia itu Locals kan? Bagaimana dia bisa tahu?"
"Mungkin saja dia itu sebenarnya bukan Locals tapi Otherworlder seperti kita?"
"Mustahil, selain para cosplayer semua Penyihir yang ada di game ini itu asli Locals"
"Dan dilihat dari manapun, dia adalah Locals"
Tidak memperdulikan para Otherworlder yang mulai asyik membicarakannya, Rosemary melihat sekeliling sebelum akhirnya berkata dengan lantang kepada semua orang.
"Katakan, siapa pemilik Tank ini?!"
Hening sebentar, seorang pria dengan rambut cokelat pendek acak-acakan serta mengenakan pakaian seperti montir berjalan keluar dari kerumunan.
Mendapatkan tatapan dari Rosemary, seorang wanita tercantik yang pernah dia lihat, pria itu menjadi gugup. Tapi dia tetap memberanikan dirinya untuk mengangkat tangannya.
"Itu adalah aku"
Melihat penampilan pria itu, Caldera dan Clara mengira kalau dia adalah seorang Woodworker. Tapi dari sudut pandang Rosemary, dia tahu benar apa pekerjaan yang pria itu miliki.
"Perkenalkan, perwakilan dari Sol Ciel, Penyihir Cahaya Suci, Rosemary La Ciel"
Baru sadar kalau dia juga harus memperkenalkan dirinya, pria itu jadi terlambat menjawab Rosemary.
"Perkenalkan juga, Ketua dari Tim Mechanic, Panzer. Senang berkenalan dengan Nona Penyihir"
"Bagus, kalau begitu mari kita langsung ke topik utama... Apakah Tank ini bisa bergerak?"
"Oh, tentu saja. Tank yang kami buat ini sudah teruji dan berfungsi dengan benar baik itu dari segi mobilitas maupun kekuatan offensivenya"
Memberikan sinyal dengan tangannya, beberapa orang yang juga mengenakan pakaian montir yang sama dengan Panzer lalu mulai menaiki Tank tersebut.
Drrrrttttrrrtttt....
Mendengar suara Tank yang menyala membuat semua orang terkejut sekaligus terkesima. Bahkan Rosemary yang selalu tampak tenang tidak mampu untuk menahan rasa gembiranya dan tanpa sadar menunjukkan sebuah senyuman polos bagaikan anak kecil di wajahnya.
"Itu benar-benar bergerak!"
"Ternyata memang bukan replika yah"
"Ahh... Jadi pengen ikut naik"
Melihat Tank yang mulai melaju dan bermanuver di area dalam benteng membuat sorakan menjadi lebih ramai. Bahkan prajurit Locals yang sedari tadi menonton dari kejauhan tidak mampu menahan rasa takjub mereka ketika
melihat benda yang belum pernah mereka lihat sebelumnya mampu melaju bagaikan kereta kuda.
"Seperti yang Nona Rosemary lihat, Tank buatan kami sangatlah cepat dan lincah. Tidak hanya itu, Tank kami sudah teruji mampu melaju di atas medan sulit seperti tanah berlumpur, bebatuan yang keras, hingga pasir yang panas.
Walau Tank buatan kami masih belum memiliki fungsi amfibi, maksudnya mampu bergerak di perarian. Tapi kami berencana untuk terus mengembangkannya.
Untuk kekuatan tempurnya, karena mustahil menunjukkannya di sini, maka Nona Rosemary harus menunggu sampai Tank buatan kami beraksi di medan perang"
Mendengar penjelasan dari Panzer, Rosemary tidak mampu lagi menahan emosinya.
Matanya berbinar dengan senyum lebar menempel di wajahnya. Jelas terlihat kalau Rosemary benar-benar tertarik dengan Tank yang Panzer dan Timnya buat.
Melihat sikap Rosemary yang seperti ini, Caldera merasakan sebuah firasat buruk.
"Tuan Panzer, engkau berkata kalau Timmu lah yang membuat Tank ini, apakah itu benar?"
"Tentu saja. Meski saya akui kalau ini bukan ide original dari kami, tapi kami berhasil meniru dan membuat ulang Tank yang adalah senjata kami di dunia sana"
Sontak, senyuman di wajah Rosemary menjadi kian melebar.
Hingga membuat wajah cantiknya tidak lagi tampak dan yang ada hanyalah wajah Penyihir (Witch) yang licik seperti yang ada di dalam dongeng.
Panzer seketika terkejut ketika melihat ekspresi Rosemary yang tidak pernah dia sangka bisa dibuat oleh seorang wanita secantik dirinya.
Di saat Panzer hendak mengambil langkah mundur, sontak pundaknya dicengkram dengan kuat oleh Rosemary yang lalu berkata.
"Aku punya permintaan padamu..."
Atas permintaan tidak terduga dari Rosemary, tidak hanya para Penyihir, tapi bahkan para Otherworlder jadi heran bagaimana seorang Penyihir yang identik dengan sihir malah ingin dibuatkan sebuah Tank.
...
Di dalam benteng yang masih tidak bernama, tepatnya di dalam sebuah ruangan yang dirancang khusus untuk menjadi sebuah ruang komando. Telah berkumpul para perwakilan dari setiap pasukan yang ada di dalam benteng
ini.
Perwakilan dari Sol Ciel, Sang Penyihir Cahaya Suci, Rosemary La Ciel.
Perwakilan dari Drakon Kingdom, Pangeran Draco Blut Drakon.
Perwakilan dari Ferox Kingdom, Kepala Suku Beruang, Bearnard Ursa.
Perwakilan dari Ras Elf, Pangeran Lapelis Ast Regenwald.
Perwakilan dari Ras Spirit, Ratu para Peri, Titania.
Terakhir adalah perwakilan dari Sanguine Kingdom sekaligus orang yang mendapatkan amanah untuk menjadi komandan utama dari pasukan aliansi ini, Pangeran Verfolger pes Sanguine.
Sang Pangeran Vampire menatap satu-persatu pemimpin dari setiap pasukan yang duduk di meja bundar.
Alasan kenapa mereka semua dikumpulkan di sini pada hari ini adalah demi membicarakan strategi apa yang akan mereka gunakan dalam pertempuran melawan Narsist Kingdom yang bisa pecah kapan saja.
Dan kenapa yang berkumpul di sini hari ini bukanlah para Komandan atau Jendral melainkan para anggota Keluarga Kerajaan yang memimpin masukan mereka secara langsung. Adalah untuk membuktikan betapa seriusnya setiap
Kerajaan dalam menanggapi perang kali ini.
Sikap dari Narsist Kingdom sudah tidak bisa dimaafkan sehingga setiap Kerajaan lainnya setuju untuk menggunakan perang kali ini sebagai kesempatan untuk menghapus Narsist Kingdom dari atas peta.
Menggelar sebuah peta yang baru saja di gambar, Pangeran Verfolger pun memulai rapat ini.
"Seperti yang Anda semua telah ketahui, jumlah total pasukan kita adalah 50.000 prajurit yang 80% diantaranya terdiri dari Locals sementara sisanya adalah Otherworlder.
Sementara itu, dari intel yang di dapat, pasukan musuh berjumlah sekitar 100.000 prajurit yang mana itu dua kali lebih banyak dari pasukan kita"
Karena jumlah Pemain yang terbatas dan tidak semua Pemain yang ada berpartisipasi dalam perang, mengakibatkan perbandingan antara Otherworlder dan Locals di medan pertempuran menjadi sangat timpang.
Kalau hal ini terjadi di game lain, maka game itu pasti tidak akan mampu berjalan karena yang namanya pertempuran di dalam game haruslah di dominasi oleh para Pemainnya.
Namun, sekali lagi, Freedom 2 bukanlah game sembarang. Bahkan Freedom 2 sejatinya bukanlah sebuah game melainkan dunia yang nyata.
Hal inilah yang membuat pertempuran ini menjadi lebih menyakitkan.
Karena baik itu musuh maupun sekutu semuanya adalah orang nyata dan bukan sekedar kumpulan data komputer belaka.
Bagi mereka yang tidak tahu kenyataannya, maka rasa bersalah mereka sangatlah kecil atau bahkan tidak ada. Akan tetapi, bagi mereka yang tahu, mereka bertekad untuk menghentikan perang ini dengan jumlah korban
seminimal mungkin.
Atau, setidaknya, pihak lawan lah yang sebaiknya menderita kerusakan lebih parah.
"Walau kita kalah jumlah, tapi bukan berarti kita akan kalah. Malahan jumlah pasukan musuh masih dalam jangkauan prediksi kita.
Oleh karena itulah diriku menyarankan untuk strategi awal kita adalah dengan mengambil strategi bertahan di balik perlindungan benteng sembari mengurangi jumlah musuh sebanyak mungkin.
Setelah bala bantuan yang total berjumlah 500.000 pasukan datang, barulah kita akan balik menyerang"
Atas saran dari Pangeran Verforger, Bearnard selaku satu-satunya Otherworlder di ruangan ini sekaligus berperan sebagai perwakilan mereka pun langsung membantahnya.
"Itu memanglah ide yang bagus. Atau bahkan itu adalah ide yang paling umum digunakan. Akan tetapi, tidaklah baik jika terlalu terpaku pada pertahanan saja. Terlebih butuh setidaknya sebulan sebelum bala bantuan bisa dikumpulkan"
"Dan langkah apakah yang sebaiknya kita ambil?"
"Aku ingin memberikan saran. Selagi kita bertahan, secara bersamaan kita juga akan mengirim pasukan yang seluruhnya terdiri dari Otherworlder untuk maju secara offensive. Ini adalah cara yang lebih optimal karena
bertahan di dalam benteng selama berhari-hari bukanlah keahlian kami"
Apa yang Bearnard katakan adalah hal yang wajar.
Tidak seperti Locals, Otherworlder pada suatu waktu harus Log Out dan meninggalkan dunia ini atau hal buruk akan terjadi pada tubuh asli mereka.
Jika mereka terlalu fokus pada strategi defensive, maka ada kesempatan besar kalau benteng mereka akan diserang selagi sebagian besar Otherworlder sedang dalam keadaan Log Out. Jika begitu jadinya, maka pertahanan benteng akan kekurangan personel yang akan memperbesar kemungkinan mereka untuk kalah dalam pertempuran ini.
Karena itulah akan lebih baik jika mereka maju menyerang secara langsung karena bahkan jika mereka mati sekalipun, hanya butuh tiga hari waktu game maka mereka akan bangkit kembali seperti sedia kala.
Saran dari Bearnard ini langsung disetujui oleh bukan hanya Pangeran Draco tapi juga Ratu Titania.
Ratu Titania.
Ratu para Peri (Fairy) dengan paras cantik serta mata yang tajam. Memiliki rambut merah panjang serta mengenakan sebuah gaun perang dengan warna yang sama.
Berbeda dari para Peri (Fairy) lainnya yang hanya seukuran telapak tangan anak kecil, Ratu Titania memiliki tubuh tinggi jenjang bagaikan seorang model.
"Seperti yang Kepala Suku Bearnard katakan, alangkah baiknya jika kita memanfaatkan 'keabadian' dari para Otherworlder untuk membentuk sebuah pasukan khusus yang akan fokus menyerang menembus garis pertahanan musuh. Terlebih diriku juga mau melihat performa dari 'mainan' yang baru saja mereka ciptakan"
"Diriku juga setuju. Benteng ini baru saja di bangun, bahkan benteng ini masih belum mendapatkan namanya sendiri. Terlebih pada akhirnya ini hanyalah sebuah benteng kayu. Bisa digunakan untuk bertahan selama seminggu saja sudah merupakan prestasi besar, belum lagi sebulan. Jika kita terlalu bergantung pada benteng ini yang belum pernah teruji kemampuan bertahannya, takutnya hanya musibah yang akan menimpa kita"
Mendengar pendapat dari Ratu Titania dan Pangeran Draco, Pangeran Lapelis juga ikut angkat bicara.
"Diriku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Titania dan Pangeran Draco. Terlalu bergantung akan sesuatu yang belum teruji memang sangatlah berbahaya. Terlebih, jika, dan hanya jika, pertahanan benteng ini
tertembus. Maka Kerajaan para Elf lah yang selanjutnya harus bertanggung jawab untuk menahan gempuran pasukan Narsist Kingdom agar mereka tidak masuk ke Kerajaan ini lebih dalam lagi"
Dengan semua orang mendukung usulan dari Kepala Suku Bearnard, maka secara otomatis strategi darinya lah yang akan digunakan pada pertempuran ini.
Setelah itu mereka lanjut membahas lebih detil mengenai strategi bertahan dan strategi penyerangan yang akan mereka ambil.
Pada akhirnya strategi pun telah tersusun dan rapat ini akan segera di tutup.
"Kurasa sekian dulu untuk rapat strategi hari ini. Apakah masih ada yang ingin ditambahkan?"
Penyihir Rosemary yang sedari tadi diam sambil mendengarkan mengangkat tangannya. Setelah mendapatkan perhatian dari semua orang, barulah dia bicara.
"Mata-mata yang kami kirim ke dalam Narsist Kingdom telah berhasil mendapatkan beberapa informasi penting. Silahkan dilihat"
Penyihir Caldera yang berperang sebagai wakil sekaligus asisten dari Rosemary lalu berkeliling membagikan lembaran kertas kepada semua orang.
Melihat isi dari kertas tersebut, Pangeran Verfolger sontak dibuat takjub karenanya.
Dirinya yang memang mengakui kalau pertempuran secara langsung bukanlah keahliannya, tapi kalau soal pertempuran di balik layar seperti mengirim mata-mata adalah keahlian utamanya.
Akan tetapi, setelah melihat laporan dari Sol Ciel, dia pun sadar kalau dia masihlah muda.
"Seperti yang sedang Anda lihat, itu adalah lukisan dari wajah Raja, Ratu, para Pangeran dan Putri Kerajaan Narsist Kingdom serta para bangsawan penting lainnya"
Mendapatkan wajah dari para petinggi musuh, semua orang yang berada di sini seketika tahu seberapa berharganya informasi ini.
Bahkan mereka semua sama-sama berpikir untuk mengirimkan agen rahasia untuk masuk dan langsung membunuh setiap orang yang ada di gambar.
"Selanjutnya, adalah jalur patroli perbatasan dan denah lengkap untuk menyusup ke dalam Narsist Kingdom melalui rute kota bawah tanah"
Melihat informasi selengkap ini, Pangeran Verfolger sekali lagi dibuat terpana akan kemampuan spionase yang dipegang oleh Sol Ciel. Memang tidaklah salah bagi mereka untuk selama ini waspada kepada para Penyihir (Witch) itu.
"APA MAKSUDNYA INI!"
Di tengan diskusi serius, Ratu Titania tiba-tiba saja membanting tangannya ke meja dengan sangat keras hingga membuat permukaan meja yang dia sentuh seketika hangus terbakar.
Bahkan kedua matanya serta rambut panjangnya mulai memancarkan api yang membara.
Amarahnya yang (Secara harfiah) membara, membuat suhu ruangan menjadi panas seolah mereka saat ini sedang berada di dalam oven yang menyala.
Sontak semua perhatian kini tertuju padanya.
"Ratu Titania, apakah ada masalah?"
Tampak kehilangan ketenangannya, Ratu Titania pun berbicara seolah tengah berteriak.
"Tentu saja! Apa yang dimaksud dengan 'Semua gadis belia diwajibkan untuk melukai wajah mereka atau sang Ratu akan mengeksekusi mereka'?!"
Mendengar perkataan Ratu Titania, yang lainnya pun sontak melihat kembali tumpukkan kertas di tangan mereka. Setelah membaca isi dari kebiasaan dan budaya dari Narsist Kingdom, seketika mereka pun paham kenapa Ratu
Titania bisa semurka ini.
"Ini, sungguh terlalu..."
"Mereka memang sudah keterlaluan"
"Cermin ajaib? Wanita tercantik? Apa ini?! Putri Salju?!!"
"Aku tahu mereka sangat mendambakan kecantikan di atas segala. Tapi, jika Ratu mereka sampai berbuat biadab seperti ini hanya demi menjadikannya orang tercantik..."
Atas informasi ini, pemikiran mereka sejalan dan satu.
"Ratu Impar ol Narsist haruslah mati"
Setelah dengan susah payah menenangkan amarah Ratu Titania, mereka pun kembali membaca laporan itu hingga ke baris akhir.
Seketika semua pandangan kini tertuju pada Pangeran Draco.
Tahu apa maksud dari tatapan itu, Pangeran Draco pun hanya bisa angkat tangan.
"Baiklah, aku akan mulai menceritakan perihal pengkhianatan adikku"