A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 21 : My First Boss



Hai, selamat pagi, siang dan malam!


Jujur aku tidak tahu jam berapa sekarang karena saat ini aku sedang berada di dalam Dungeon.


Yang penting, setelah Pelayanku dihajar oleh (Ogre) aku memutuskan untuk beristirahat sejenak di tempat istirahat yang disediakan oleh Dungeon sambil menunggu Pelayanku untuk pulih sekaligus menceramahi mereka.


Mereka beruntung karena hanya diceramahi. Jika saja kami tidak sedang berada di dalam Dungeon, aku sudah pasti akan memberikan mereka hukuman yang berat karena berani-beraninya gugur dengan begitu mudahnya.


Baiklah, Pelayanku telah pulih. Mana ku pun juga sudah penuh.


Saatnya melanjutkan penjelajahan!


"Oh, langsung tanding ulang"


Mengejutkan, Mobs pertama yang kami jumpai adalah seekor (Ogre).


Karena ini adalah kesempatan bagus, aku membiarkan Pelayanku untuk menghadapinya.


Grooooaaaa!!!


Menghadapi pemukul yang diayunkan oleh (Ogre), Percy dengan Armor barunya maju ke depan sambil mengangkat perisai barunya.


(Parry)


Mengikuti saranku, bukannya menahan secara langsung, mengalihkan serangan lawan yang jauh lebih besar dan lebih kuat darimu adalah pilihan terbaik.


Mendapati serangannya ditangkis, kuda-kuda (Ogre) itu menjadi kacau.


Tanpa membuang waktu, Percy mulai balik menyerang.


(Slice)


Percy menebas langsung ke arah tangan (Ogre) yang menggenggam pemukul. Serangannya tepat mengenai urat syarafnya yang membuat (Ogre) itu melepaskan genggamannya.


Tanpa senjata, (Ogre) menjadi kurang berbahaya.


(Heavy Shoot) (Heavy Slash) (Javelin)


Panah yang ditembakkan oleh Zweite tepat mengenai mata kanan (Ogre) itu. Sedangkan tombak yang di lempar oleh Vier tepat menancap di dadanya. Terakhir, Trita berhasil menebas leher (Ogre) itu hingga membuat kepala (Ogre) itu terguling di atas tanah.


Pertarungan sudah berakhir.


"Yay... Kita berhasil!" "Yay... Kita menang!"


Pelayanku sudah berkembang hingga aku tidak perlu lagi untuk membantu mereka.


Baiklah, tidak ada waktu untuk merayakan. Saatnya melanjutkan penjelajahan.


"Master! Ada kotak harta!"


"Bagus. Trita, buka"


Sayangnya isinya hanyalah koin emas dan senjata. Tidak ada yang berharga.


...


Pada akhirnya kami sampai di lantai keempat.


Mobs yang ada disini kurang lebih sama dengan yang ada di lantai sebelumnya. Hanya saja terdapat sebuah tambahan.


(Goblin Mage)


Dengan memakai jubah compang-camping berwarna hitam dan sebuah ranting kayu ditangan. Goblin itu melepaskan sebuah bola api ke arah kami.


Sudah jelas kalau itu adalah (Fire Shoot). Perisai kayu milik Percy pasti akan hancur jika menerimanya secara langsung.


Oleh karena itu, untuk menghadapi seorang ahli sihir membutuhkan ahli sihir lainnya. Dalam kasus ini, seorang Penyihir.


(Aqua Wall) (Aqua Needle)


Dinding air yang muncul dari lantai menangkis bola api yang dilepaskan oleh (Goblin Mage) dan memadamkannya. Tidak sampai disitu, 5 buah jarum air muncul dari balik tembok dan tepat mengenai (Goblin Mage) beserta (Goblin Warrior) yang berusaha untuk melindunginya.


"Heh, inilah yang kau dapatkan karena berani beradu sihir denganku padahal kau hanyalah seekor Goblin rendahan"


Sambil memusnahkan semua Mobs yang kami temui sepanjang jalan, kami akhirnya menemukan tangga menuju lantai berikutnya.


Di lantai kelima, kami harus menghadapi semua Mobs yang pernah kami temui sebelumnya.


Serius. Lantai ini berisikan Mobs yang sama dengan lantai-lantai sebelumnya.


Melihat ini, aku sangat yakin kalau lantai ini memiliki Boss yang berjaga. Aku tidak tahu apakah ini adalah Boss terakhir atau hanya Boss biasa.


Selain menghadapi Mobs yang berlimpah, kami juga harus melewati lorong-lorong yang rumit dan membingungkan.


Meski ini adalah kesempatan emas untuk mencoba sihir baruku, tapi persediaan Mana ku tidak terlihat baik.


Pada akhirnya kami berhasil sampai di depan sebuah pintu ganda setinggi 6 meter dan lebar 4 meter. Terdapat ukiran yang menggambarkan kehidupan para Goblin terukir dengan indahnya di permukaan pintu dan di dinding di sekitarnya.


Kenapa mereka selalu menghiasi ruangan Boss dengan cara yang berlebihan seperti ini?


Lupakan itu, entah karena kebaikan Dungeon ini atau apa, ruangan ini tampaknya juga berfungsi sebagai ruang istirahat.


Menerima niat baiknya dengan senang hati, aku beristirahat sambil makan siang(?) dan menunggu agar Mana ku pulih sepenuhnya.


•Skill [Darkness Magic] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Darkness Night) dari [Darkness Magic]•


•Skill [Fire Magic] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Fire Touch) dari [Fire Magic]•


•Skill [Intuition] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•


•Skill [Merciless] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•


•Skill [Death Stares] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•


Oh, sihir ini (Darkness Night) mampu membuat area di sekitarku menjadi gelap seperti malam dan meningkatkan kekuatanku.


Heh, pas sekali aku ingin melawan Boss.


Sedangkan (Fire Touch) tidak berguna sama sekali karena aku harus menyentuh lawanku secara langsung.


Lupakan itu. Aku masih harus beristirahat sambil membuat persiapan untuk melawan Boss.


...


Baiklah, semuanya sudah siap, mari kita hajar Boss itu!


Saat aku menyentuh pintu ganda yang ada di hadapanku, mereka terbuka sendiri lalu menampakkan apa yang ada di dalamnya.


Duduk di atas sebuah singgasana yang terbuat dari tengkorak dan tulang belulang, terdapat sesosok Goblin yang memakai sebuah Full Armor yang berwarna hitam kelam dan dihiasi oleh bulu-bulu berwarna hitam malam.


Melihat kedatangan kami, Goblin itu bangkit dari singgasananya dan mengambil kedua senjatanya.


Tingginya lebih dari 2 meter dengan badan tegap berotot bagaikan binaragawan.


Di tangan kanannya terdapat sebuah Sabre hitam dan ditangan kirinya terdapat sebuah Buckler yang juga berwarna hitam.


Tanpa perlu menggunakan [Appraisal] sekalipun, aku sudah bisa menebak apa namanya yang sebenarnya.


(Goblin Lord)


Spesies tertinggi dari para Goblin yang mampu memerintah rasnya sendiri.


Grrraaaaa!!!


Tanpa perlu basa-basi, pertarungan pun dimulai.


(Goblin Lord) segera maju dan mengayunkan Sabrenya ke arah kami. Dengan sigap, Percy segera menyiapkan perisainya dan berusaha untuk menghadang (Goblin Lord) itu.


(Parry)


Dengan perisainya Percy berhasil menangkis serangan (Goblin Lord) itu. Setelah itu Percy langsung berusaha untuk menebas (Goblin Lord) dengan menggunakan pedangnya.


Namun sayang, serangannya berhasil ditangkis oleh (Goblin Lord) dengan perisainya.


Sementara itu, si kembar berhasil menyelinap ke belakang (Goblin Lord) dan mulai menyerang.


(Heavy Slash) (Defense Pierce)


Tampak mengetahui keberadaan si kembar, (Goblin Lord) hanya memutar badannya sedikit dan berhasil menahan serangan dari si kembar dengan menggunakan Sabrenya.


Melihat ini, aku memutuskan untuk segera bertindak.


(Darkness Restraint)


Tali-tali kegelapan mulai muncul dari bayangan (Goblin Lord) dan segera menahan semua pergerakannya.


(Pierce) (Pierce Shoot) (Pierce) (Defense Pierce)


Dengan menggunakan skill mereka masing-masing yang memiliki efek untuk menembus pertahanan lawan, Pelayanku menyerang (Goblin Lord) secara bersamaan dari segala sisi.


Karena masih dalam keadaan terikat, (Goblin Lord) hanya bisa diam dan menahan semua serangan yang datang kepadanya.


Hasilnya...


"Keras!" "Keras!"


Tidak ada. Armor yang dia kenakan mampu untuk meniadakan semua serangan dari para Pelayanku.


Grrraaaaaaa!!!


Dengan kekuatannya sendiri, (Goblin Lord) berhasil melepaskan diri dari sihirku dan segera menyerang Percy dan si kembar yang berada di dekatnya.


Serangan dari (Goblin Lord) sangatlah ganas dan membuat mereka bertiga kesulitan menghindarinya.


(Root Bind) (Darkness Bullet)


Aku berusaha kembali menahannya lalu menyerangnya secara bersamaan.


Seperti yang aku duga, sihirku hanya mampu untuk menahannya dalam waktu singkat. Namun yang tidak aku sangka adalah dia mampu menahan sihirku seolah itu bukanlah apa-apa.


"Begitu, anti-magic yah"


Armor yang mampu menahan sihir bukanlah hal baru. Akan tetapi itu sangatlah efektif terhadapku yang merupakan Penyihir murni


Meski begitu, tidak ada yang namanya kebal sepenuhnya terhadap sihir di dunia ini (Tidak ada kan?). Jadi, yang dia miliki pastilah [Magic Resistance] dengan level yang tinggi.


Oleh karena itu, aku punya cara untuk mengatasinya.


Akan tetapi, sebelum aku berbuat apa-apa. (Goblin Lord) itu bergerak terlebih dahulu.


Grrraaaaa!


Dengan kecepatan penuh, dia menerjang langsung ke arahku.


Percy dengan sigap melompat tepat ke depan (Goblin Lord) dan bersiap untuk menghadangnya.


(Stand)!


Melihat Percy yang ada di hadapannya, (Goblin Lord) meletakkan perisainya tepat di hadapannya dan seketika perisai tersebut diselimuti oleh aura kehitaman.


Berkat keberaniannya, Percy terlempar dengan keras dan menghantam dinding hingga membuat dinding itu retak.


Wow, tidak aku sangka aku akan melihat adegan klasik di anime secara langsung.


Lupakan itu, aku tidak tahu skill apa yang (Goblin Lord) gunakan ataupun punya waktu untuk memikirkannya, aku harus segera menghindar sebelum aku bernasib sama seperti Percy.


(Shadow Switch)


Tepat sebelum (Goblin Lord) itu menubrukku seperti yang dia lakukan terhadap Percy. Aku sudah tenggelam ke dalam bayanganku sendiri lalu muncul dari dalam bayangan Zweite yang posisinya jauh dari posisiku yang semula.


Grrrraaaaaaa!!!


Marah, (Goblin Lord) itu kembali berlari dengan kencang menuju ke arahku. Tentu saja aku tidak akan diam saja.


"Kalian berdua, hadang Goblin itu!"


"Baik!" "Siap!"


Si kembar dengan sigap menjalankan perintahku. Zweite yang berada di sampingku juga mulai bergerak dan melepaskan anak panahnya ke arah (Goblin Lord) tanpa henti.


Sekarang... Saatnya aku serius!


(Darkness Night)!


Lingkaran sihir yang rumit muncul dari bawah kakiku. Dengan kilauan cahaya kehitaman yang seolah menelan semua cahaya, skill ini pun aktif sepenuhnya.


Ruangan Boss yang awalnya terang sekarang menjadi gelap gulita bagaikan malam hari. Tidak ada satu pun dari Pelayanku yang terkena efek dari sihir ini. Disisi lain, (Goblin Lord) menjadi tidak bisa melihat dan mulai mengayunkan senjatanya dengan liar.


Selain memperkuat diriku, sihir ini juga memperkuat semua skill dari [Black Magic] dan turunannya.


Oleh karena itu, aku akan menggempur (Goblin Lord) itu dengan kekuatan penuh!


(Shadow Bind) (Darkness Restraint)


Seperti biasa, aku menahan pergerakan lawanku terlebih dahulu agar aku mudah membidiknya. Tidak seperti yang sebelumnya, tali dari bayangan dan kegelapan yang aku ciptakan menjadi lebih tebal dan kuat berkat diperkuat oleh (Darkness Night).


Selanjutnya adalah acara yang sebenarnya.


(Shadow Stake) (Darkness Stake)


Masih dalam keadaan tidak bisa bergerak, pasak dari bayangan dan kegelapan muncul dari segala penjuru dan menusuk (Goblin Lord) yang tidak berdaya.


Tapi tampaknya seranganku masih belum cukup kuat untuk menembus pertahanannya.


Grrrraaaaaaa......!!!


Dengan seluruh kekuatannya, (Goblin Lord) itu berhasil membebaskan diri dan kembali menerjang lurus langsung ke arahku.


Meski tidak bisa melihat, (Goblin Lord) itu tampaknya berhasil mengetahui keberadaanku dari arah sihir yang aku lepaskan.


Dengan susah payah, si kembar berusaha untuk menahan (Goblin Lord) itu. Namun karena perbedaan kekuatan yang terlalu besar, mereka berdua terhempas jauh hanya dengan satu serangan dari (Goblin Lord).


Akan tetapi, usaha mereka berhasil memberikan jeda singkat yang membuatku mampu untuk berbuat sesuatu.


Clang!


Sebuah botol kaca yang berisikan cairan berwarna hitam bagaikan aspal melesat dengan kecepatan tinggi tepat ke wajah (Goblin Lord) dan pecah yang mengakibatkan cairan yang ada di dalamnya membasahi seluruh wajah dari (Goblin Lord).


Grrrraaaaaa....aaaaaa..aaaaaa!!!


Tak ayal (Goblin Lord) berteriak kesakitan sambil berusaha untuk membersihkan cairan di wajahnya.


Oh, kalian bertanya cairan apa itu?


Itu gampang, itu adalah buatanku yang jauh lebih kuat dari yang aku buat sebelumnya.


Aku menggunakan (Aero Control) beserta [Psychokinesis] untuk melemparnya tepat ke wajah (Goblin Lord).


Meski dia tahan terhadap sihir, bukan berarti dia tahan terhadap racun!


Tanpa banyak basa-basi, aku segera membombardirnya dengan semua sihir terkuat yang aku miliki!


(Shadow Burst) (Darkness Bullet) (Light Cutter) (Heat Wave) (Aqua Burst) (Hydro Bullet) (Wind Burst) (Aero Bullet) (Gravel Burst) (Stone Bullet) (Wooden Stake) (Ice Bullet)


Tentu mustahil bahkan bagi diriku untuk menembakkan semua sihir di atas secara bersamaan.


Oleh karena itu, aku menembakkan mereka secara bergiliran.


Setelah terkena serangan sihir secara bertubi-tubi. Membuat (Goblin Lord) berakhir dalam kondisi yang mengenaskan.


Armornya rusak parah. Sabre miliknya terlempar entah ke mana dan hanya ada sebuah perisai yang terpasang di tangan kirinya. Wajahnya yang hijau kini terlihat kebiruan dengan busa putih tidak berhenti mengalir dari mulutnya tanda kalau racunnya sudah bekerja.


Oh, jangan lupa darah berwarna hijau yang membasahi semua luka ditubuhnya.


Ini aneh, padahal Goblin-goblin yang kami temui sebelumnya memiliki darah berwarna merah seperti Manusia. Kenapa yang ini berwarna hijau?


Sudahlah, yang lebih penting fakta kalau [Magic Resistance] milik (Goblin Lord) itu masih tidak mampu untuk menahan gempuran sihir yang ditujukan kepadanya.


Untuk sentuhan terakhir, aku menciptakan sebuah pedang menggunakan (Stone Armament) dan mengangkatnya menggunakan [Psychokinesis].


Sama seperti yang sebelumnya, dengan menggunakan (Aero Control) yang ditambah dengan (Wind Current) aku melepaskan pedang yang aku buat dengan kecepatan tinggi tepat ke arah leher (Goblin Lord) yang saat ini sedang bersujud tidak berdaya di atas lantai.


Pedang yang aku tembakkan sukses menembus leher (Goblin Lord) itu dan membuat kepalanya terbebas dari tubuhnya.


Setelah itu keadaan menjadi hening tanda kalau pertarungan telah berakhir.


•Skill [Aero Magic] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Aero Slice) dan (Aero Press) dari [Aero Magic]•


•Skill [Ice Magic] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Ice Shield) dan (Icicle Lance) dari [Ice Magic]•


•Skill [Staff] telah mencapai level maksimum. Mendapatkan 2SP•


•Persyaratan telah terpenuhi, skill [One-Handed Staff] dan [Two-Handed Staff] berhasil terbuka•


•Skill [Psychokinesis] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•


•Persyaratan telah terpenuhi, mendapatkan (Dual-Casting) dari [Magic Knowledge]•


Heh, baru tahu aku kalau ada sihir yang membutuhkan persyaratan khusus untuk didapatkan.


Yang penting, Staff yang aku pakai adalah tipe Two-Handed Staff. Sudah jelas mana yang akan aku pilih.


Cuman 2SP tidak ada masalah.


Untuk sihir baru, cuman (Aero Press) yang pantas untuk dibahas.


Singkatnya, efek dari sihir ini adalah untuk menahan lawanku menggunakan tekanan udara. Jika perlu, aku bisa menghabisi mereka.


Baiklah, mari kita lihat statusku...


Name : Lavender


Race : Human, Female (18)


Occupation : Forest Dwellers


SP: 39


Skill Active :


[Black Magic 20] [Darkness Magic 12] [Light Magic 16] [Fire Magic 17] [Water Magic 20]


[Stream Magic 8] [Wind Magic 20] [Aero Magic 5] [Soil Magic 20] [Stone Magic 16]


[Wood Magic 26] [Ice Magic 5] [Summoning Magic 18] [Slave Magic 4] [Alchemy 18]


[Appraisal 19] [Psychokinesis 5]


Skill Passive :


[Staff 20] [Two-Handed Staff 1] [Mana Presence 20] [Mana Control 14]



[Magic Knowledge 20] [Magic Researcher 14] [Plant Knowledge 16]



[Body Strengthening 13] [Mana Enchant 18] [Mana Recovery 18] [Gathering 6]


[Footwork 11] [Farming 3] [Night Vision 11] [Intuition 10] [Dance 8] [Merciless 12]


[Death Stares 12] [Linguistic 17] [Poison Resistance 4] [Sleep Resistance 7]


[Charm Resistance 3]


Perlahan namun pasti, skill ku sudah semakin meningkat. Mereka bertambah banyak hingga aku mulai malas untuk melihatnya.


Baiklah, saatnya melihat keadaan Pelayanku.


Si kembar... Tubuh bagian atas mereka rusak parah. Armor mereka pun tampak sudah tidak layak pakai lagi. Namun mereka masih bisa bergerak meski terbatas.


Zweite.... Aman sentosa.


Percy... Nih anak masih hidup gak sih?


"Ma-master..."


Masih hidup. Tapi harus segera diperbaiki.


(Plant Control)


Untuk sekarang dia sudah bisa bergerak. Tapi tidak dengan bertarung. Bahkan Armor dan perisainya


pun sudah tidak bisa dikenakan kembali.


Bukan masalah besar. Aku punya banyak Armor dan senjata yang aku dapatkan dari para Goblin.


Sekarang, saatnya melihat apa yang aku dapatkan dari mengalahkan Boss.


Tepat setelah aku mengalahkan (Goblin Lord) itu, di depan singgasananya muncul sebuah kotak harta berwarna merah tua yang dihiasi oleh ukiran emas.


Tanpa banyak basa-basi aku memerintahkan Zweite untuk membukanya.


\ ★★★★★


«Damage Reduction : Large» «Impact Absorption : Large»


Sebuah Buckler yang diperuntukkan bagi kesatria yang setia kepada tuannya.


Mampu mengurangi kerusakan yang diterima dan efektif dalam menyerap benturan yang diterima.


**