A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 110 : Battle of Nirvana (6)



Sementara Pangeran Draco sedang sibuk berhadapan dengan Raja Narsist Kingdom, Penyihir Rosemary beserta rombongan sedang mengikuti jejak Setan (Devil) yang mereka temukan.


Pencarian mereka telah menuntun mereka hingga sampai di sebuah lorong bawah tanah yang tersembunyi di balik sebuah lukisan seorang gadis muda.


Semakin mereka melaju, semakin kuat juga aura Setan (Devil) yang mereka rasakan.


Bahkan Feline yang tidak bisa merasakan Mana pada akhirnya mampu menangkap aroma yang tidak mengenakkan menggunakan penciumannya yang tajam.


Pada akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu baja tebal yang tentu saja berhiaskan ukiran emas.


Dengan Feline yang membukakan pintu, mereka semua pun bersiap untuk menghadapi apa pun yang ada di balik pintu tersebut.


Baru saja pintu itu dibuka sedikit, aroma darah yang menyengat sudah menyiksa hidung Feline yang tajam. Berusaha untuk menahannya, Feline akhirnya sukses membuka pintu secara penuh.


Apa yang menyambut mereka adalah pemandangan sebuah lorong yang dipenuhi oleh pintu-pintu baja. Mengira kalau itu tempat ini adalah semacam penjara, Clara yang penasaran mengintip ke dalam sebuah pintu. Di dalamnya Clara menemukan sesosok gadis muda yang terikat dengan rantai. Dengan rasa iba menerpa hatinya, Clara yang bergegas mencoba untuk membuka pintu baja menemukan aksinya dicegah oleh Gurunya sendiri.


"Dia masih bisa menunggu, kita bisa menyelamatkannya setelah musuh kita telah tiada"


"Baik... Maaf"


Menerima senyuman hangat dari Gurunya, hati Clara pun kembali tenang.


Hendak melanjutkan pencarian, Clara menemukan sosok Luna yang terpaku di depan sebuah pintu baja yang bentuknya beda sendiri. Karena penasaran, Clara pun mencoba untuk ikut mengintip dari celah yang ada, "Ya ampun!" betapa terkejutnya Clara ketika menemukan sosok seorang pria yang sedang sibuk bersenggama dengan puluhan gadis muda yang semuanya terikat oleh rantai.


Sementara Clara langsung menjauhkan dirinya dari pintu tersebut, Luna masih saja sibuk menonton dengan mata yang berbinar serta muka yang merona. "Hah..." melihat Luna yang menolak untuk bergerak, dengan terpaksa


Penyihir Rosemary menariknya menjauh karena saat ini masih ada urusan penting yang harus mereka lakukan.


"Nona Feline, apakah kau sudah mampu mencium target kita?"


"Jujur saja bau wanita di tempat ini terlalu kuat dan aku tidak menyukainya. Tapi, berkat itu aku bisa dengan mudah menemukan bau seorang pria yang aku duga adalah orang yang kita cari"


"Bagus, tuntun kami kepadanya"


Dengan Feline yang memimpin jalan, mereka pun menyusuri lorong yang panjang tanpa memedulikan pintu-pintu baja yang menghiasi di kiri dan kanan lorong tersebut.


Tidak butuh waktu lama sebelum akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu mewah yang sangat kontras dengan pintu-pintu baja yang mereka lewati.


Baru saja maju selangkah mendekati pintu tersebut, seketika Feline langsung melompat mundur dengan seluruh rambut di tubuhnya berdiri tegak. Sontak saja aksi Feline membuat semua orang masuk ke dalam keadaan siaga.


(Summon : Holy Guardian)


Muncul dari dalam lingkaran sihir adalah Familiar dari Penyihir Rosemary yang berupa sesosok Kesatria dengan jirah berwarna putih bersih sambil membawa sebuah pedang dan perisai di tangannya. Dia adalah seorang Roh


(Spirit) bernama Holy Guardian yang akan menuruti semua perintah yang Penyihir Rosemary berikan.


Berkat bantuan dari Holy Guardian, pintu pun akhirnya terbuka.


"Ugh!" ketika pintu terbuka, sebuah aura kematian yang sangat pekat menerpa mereka semua.


Feline dan Clara yang memiliki ketahanan yang lemah seketika menemukan diri mereka sudah dalam keadaan berlutut. Sementara Luna bergidik ketakutan, hanya Penyihir Rosemary sendiri saja yang masih mampu berdiri dengan tegak.


(Protection) (Blessing)


Dengan tabir cahaya menyelimuti tubuh mereka, aura kematian yang menerpa tidak lagi terasa menyakitkan dan mereka pun akhirnya bisa kembali berdiri dengan tegak.


Setelah Holy Guardian memastikan kalau tidak ada musuh di dalam ruangan, Penyihir Rosemary pun masuk ke dalam sambil diiringi oleh yang lain. "Kejam sekali" menemukan sosok gadis-gadis kecil yang terkurung di balik


dinding kaca, hati nurani Clara kembali terketuk dan rasa iba kembali memenuhi dadanya.


"Mereka semua saudari! Ayah mereka sama namun Ibu mereka berbeda-beda" ucap Luna yang kini sudah mampu merasakan hubungan darah orang lain.


Melihat wajah mereka yang mirip, Penyihir Rosemary dan Feline pun setuju dengan apa yang Luna ucapkan.


"Apakah mereka semua itu tumbal?"


"Pandangan mata mereka kosong seakan tidak memiliki kepribadian. Tidak pernah merasakan kebebasan maupun kasih sayang. Bagaikan hewan ternak, mereka lahir dan dibesarkan hanya untuk dikonsumsi nantinya"


Tidak mampu menahan apa yang Gurunya ucapkan, air mata mulai menetes di wajah Clara yang mencoba meraih para gadis kecil itu dari balik dinding kaca. Seolah meniru apa yang Clara lakukan, para gadis itu meletakkan tangan mereka di dinding kaca mencoba untuk menggapai Clara.


Di tengan suasana yang haru ini, sebuah Sabre hitam diayunkan dan seketika dinding kaca yang membatasi gadis-gadis kecil itu dari dunia luar pecah berkeping-keping.


"Kyaa!" terkejut akan apa yang baru saja terjadi, betapa terkejutnya Clara ketika menemukan seosok Kesatria mengenakan jirah berwarna hitam pekat sudah berdiri di sampingnya.


"Senang melihatmu akhirnya mau menampakkan diri, apakah Kakak Lavender yang menyuruhmu?"


Berbading terbalik dengan Clara yang terkejut, Penyihir Rosemary berbincang santai dengan si Kesatria seolah mereka adalah kenalan lama.


"Benar sekali..." jawab Percy yang baru saja membersihkan serpihan-serpihan kaca sehingga aman untuk dilewati "Setelah melihat mereka, Master memberikan perintah untuk mengamankan mereka atau hal yang terburuk akan


terjadi".


Berdiri di belakang Percy adalah Zweite dan juga Glory yang mulai mengeluarkan gadis-gadis kecil itu dari sangkar kaca mereka.


Melihat tiga orang yang muncul begitu saja, Clara yang masih tidak bisa memahami situasi sekarang memilih untuk mundur ke samping Luna lalu berbisik kepadanya.


"Hei, mereka itu bawahan Nona Lavender kan? Bagaimana mereka bisa sampai ke sini?"


"Mereka sejak awal sudah bersama kita"


"Hah?" Clara baru paham ketika Luna menunjuk ke arah kakinya. Atau lebih tepatnya menunjuk ke arah bayangannya.


Setelah selesai mengeluarkan semua gadis yang ada, Zweite lalu ditugaskan untuk menjaga mereka sementara Percy dan Glory akan ikut menemani Penyihir Rosemary untuk menghadapi musuh yang ada di balik pintu.


"Apakah semua sudah siap?"


Mendapatkan konfirmasi dari semua orang, Percy dan Holy Guardian pun membuka pintu.


Aroma darah dan kematian yang sangat pekat seketika menyerang semua orang. Melihat tulang belulang yang berserakan di atas lantai, hati Clara terasa sakit sementara Luna merasa jijik dengan aura yang dia rasakan.


Dengan tubuh yang diselimuti oleh cahaya suci yang terang, Penyihir Rosemary masuk ke dalam ruangan dan menyapa sosok yang berdiri di sisi lain ruangan.


"Senor ol Ballena! Apa kau sadar akan apa yang sedang kau lakukan?"


Menggenggam erat sebuah buku dengan sampul hitam pekat di tangannya, Armor berat tidak lagi terlihat dan kini telah digantikan oleh jubah keagamaan yang sangatlah mewah yang biasanya hanya dikenakan jika ada acara-acara besar saja.


Jubah mewah yang dulunya berwarna putih bersih kini terlihat telah ternoda oleh warna merah darah.


Dengan rambut putih di kepalanya, wajahnya yang kini keriput menunjukkan ekspresi seperti orang yang telah kehilangan akal sehatnya.


"Setan (Devil)?... Bukan! Itu adalah kekuatan Iblis (Demon)!!!"


Mengaktifkan (Aurora) Penyihir Rosemary berniat untuk menekan aura jahat yang saat ini Paus Senor keluarkan. Mendengar apa yang Penyihir Rosemary teriakkan, sontak semua orang masuk ke dalam mode waspada penuh sambil menggenggam erat senjata masing-masing.


"Ki... Ki... Ki... Lapar! Aku lapar!!!"


"Dia sudah di bawah pengaruh Iblis (Demon)! Jangan beri ampun, musnahkan dia dari dunia ini!"


Yang pertama kali bertindak adalah duo Beastman Feline dan Glory.


Mengandalkan kecepatan dari suku Kucing dengan cepat mereka sudah berada di hadapan Paus Senor. Feline menyerang dengan sepasang belati sedangkan Glory menggunakan pedang kembar. Baru saja mereka hendak mengayunkan senjata mereka, tiba-tiba saja muncul tentakel hitam kemerahan yang tumbuh dari lantai sehingga Feline dan Glory terpaksa melompat mundur jika tidak mau terkena tentakel tersebut.


(Shadow Stake) (Light Cutter)


Pasak bayangan dari Luna berhasil di tangkis oleh tentakel tersebut sedangkan pisau cahaya dari Clara sukses melewati tentakel itu namun harus terhenti oleh dinding pelindung transparan yang mengelilingi paus Senor.


"Ki... Ki... Ki... Daging perawan! Berikan aku daging perawan!!!"


Tentakel yang awalnya fokus bertahan kini tumbuh membengkak dengan mulut-mulut menganga muncul di sepanjang permukaannya.


Meluncur dengan cepat tentakel itu melewati Feline dan Glory, tidak menghiraukan Luna, dan meluncur langsung ke arah Clara dan Penyihir Rosemary.


"Li... (Light Shield)!" masih sempat untuk menciptakan pelindung cahaya, Clara tidak sempat bernafas lega karena pelindung cahaya yang dia ciptakan seketika retak parah hanya dengan satu hantaman dari tentakel itu.


(Scissor Blade)


Terima kasih berkat Glory yang sukses memotong tentakel itu sehingga Clara lolos dari bahaya. Sementara itu, tentakel yang meluncur ke arah Penyihir Rosemary seketika lenyap ketika menyentuh (Sanctuary) yang Penyihir Rosemary aktifkan hingga membuat Holy Guardian yang menjaganya jadi tidak sempat untuk unjuk kemampuan.


Sebuah lingkaran sihir yang rumit nan suci muncul di bawah kaki Penyihir Rosemary dan melebar hingga melapisi semua orang.


(Luminous Rays)


Membalas serangan tentakel yang barusan, Penyihir Rosemary menembakkan sinar cahaya yang melaju lurus menuju Paus Senor yang masih berlindung di balik tentakel yang menjijikan.


Walau pelan, namun terdengar kata (Demon Aura) yang keluar dari mulut Paus Senor.


Seketika aura merah menyala menyelimuti seluruh tubuh Paus Senor dan juga tentakel yang dia kendalikan. Secara bersamaan (Aurora) yang Penyihir Rosemary aktifkan sebelumnya seketika hancur tidak mampu bersaing dengan (Demon Aura) yang Paus Senor keluarkan.


Vrrrrooooom...! cahaya suci dan tentakel menjijikan saling beradu dengan sengit. Rasa terkejut Clara rasakan ketika melihat serangan dari Gurunya berhasil di tahan oleh tentakel yang kini berselimutkan oleh aura merah menyala.


(Light Lance)


Berniat untuk membantu, betapa sakitnya hati Clara ketika melihat kalau serangannya kini sudah tidak lagi berguna. Jangankan melukai, terkena aura merah itu saja sudah cukup untuk melenyapkan tombak cahaya yang dia tembakkan.


(Shield Rush)


Memanfaatkan Paus Senor yang sibuk menahan serangan dari Penyihir Rosemary, Percy sukses menyelinap dan menghantamkan perisainya dengan keras. Booom! Suara keras bergema ketika perisai Percy menghantam dinding pelindung yang mengelilingi Paus Senor.


Menyadari kalau retak saja tidak, Percy terpaksa melompat mundur karena dari bawah kakinya telah muncul tentakel lainnya.


(Blessing of Light)


Menghentikan serangannya, Penyihir Rosemary kini menyelimuti tubuh Feline, Glory, dan juga Percy dengan tabir cahaya yang kini memberikan mereka sedikit pertahanan terhadap (Demon Aura) dan juga membuat setiap serangan yang mereka keluarkan memiliki unsur cahaya.


"Tahan dia untuk sementara waktu!" selesai mengatakan itu, Penyihir Rosemary mulai menutup matanya dan sebuah lingkaran sihir yang rumit mulai tercipta tepat di belakangnya.


Dengan Holy Guardian yang menjaga Penyihir Rosemary. Membuat Feline, Percy, dan Glory bisa terus fokus untuk menyerang sementara Luna dan Clara membantu dari belakang.


(Moving Illusion)


Menggunakan sihirnya Luna menciptakan bayangan dari Feline, Percy dan juga Glory sehingga mereka tampak lebih banyak dari yang seharusnya yang mana ini sukses membingungkan tentakel yang sekarang tidak tahu harus menyerang yang mana.


Di saat yang sama Luna langsung menggunakan (Transparency) sehingga dirinya sekarang tidak tampak oleh mata telanjang.


Tentakel itu terus saja merenggang dan berayun bagaikan sebuah cambuk yang ganas. Sayang, setiap serangan yang dia layangkan hanya mengenai bayangan semata.


(Quick Slice) (Sharp Edge) (Whirlwind Dance)


Menggunakan Skill masing-masing mereka bertiga sukses memangkas banyak sekali tentakel yang sedari tadi terus saja menyerang mereka. Setelah sukses menyerang, mereka langsung mundur berbaur dengan bayangan yang Luna ciptakan menunggu waktu untuk memberikan serangan lainnya.


Hal ini terus mereka ulangi sampai Paus Senor merasa kesal sendiri.


"Ki... Ki... Ki... Aku mau daging perawan! Kalian pelacur minggir saja!!!"


Sontak mata merah menyala mulai tumbuh di sepanjang permukaan tentakel. Dengan mata yang berdenyut-denyut itu, kini tentakel itu mampu menemukan targetnya.


"Hup!" mengandalkan kelincahannya Feline sukses menghindari tentakel yang datang kepadanya. Mengandalkan pertahanannya Percy dengan semua Skill pertahanan yang diaktifkan menahan gempuran tentakel yang datang


kepadanya. (Continuous Slice) dengan kedua pedang di tangan, Glory terus saja mencabik-cabik semua tentakel yang meluncur ke arahnya.


Sementara mereka bertiga sedang disibukkan oleh gempuran tentakel, tentakel yang lain tumbuh dan meluncur langsung ke arah Clara.


"Kenapa aku lagi!?" kembali mengaktifkan (Light Shield) Clara berusaha untuk melindungi dirinya sendiri.


Walau (Sanctuary) dari Penyihir Rosemary masih aktif, tapi tentakel yang sudah dilapisi oleh (Demon Aura) sukses menembusnya walau itu membuatnya tidak sekuat yang seharusnya.


Akan tetapi, berkat ini (Light Shield) yang Clara aktifkan sukses menahan tentakel itu dengan lebih baik dari yang sebelumnya. Cukup lama sampai akhirnya tentakel itu dibabat habis oleh Holy Guardian.


(Phantom Pain)


"Kiiaaaaaa...!!!" tiada angin tiada hujan, Paus Senor yang sedari tadi berdiri di dalam dinding pelindungnya tiba-tiba saja berteriak keras seolah ada yang baru saja menusuk-nusuk tubuhnya dengan duri-duri yang tajam.


Hal ini membuat tentakel yang dia kendalikan menjadi tidak terkendali yang mana ini langsung dimanfaatkan oleh Feline, Percy, dan Glory untuk memotong-motong mereka.


Sementara itu, sosok Luna yang kembali tampak setelah menggunakan sihirnya kini kembali menggunakan (Transparency) untuk lenyap dari pandangan mata.


"Kiaaaa... Tidak akan aku maafkan! Tidak akan aku maafkan!!"


Kali ini tulang-tulang putih yang kokoh yang tumbuh di ujung tentakel hingga membuatnya tampak seperti sebuah tombak yang tajam dan berbahaya.


Sontak (Beastman Instinct) milik Feline dan Glory berteriak keras memainta mereka untuk segera menjauh.


Benar saja, baru saja mereka selesai berlindung ke belakang Penyihir Rosemary, tentakel-tentakel itu mulai meluncur dengan ganasnya bagaikan gempuran tombak yang tajam.


(Wooden Armament) (Taunt) (Fortress)


Masuk ke dalam mode Forest Knight, Percy sukses memancing sebuah tombak tentakel itu untuk datang kepadanya. Dengan perisai yang kini bentuknya jauh lebih besar dari dirinya, Percy seorang diri menahan seluruh tombak tentakel yang datang menyerang.


Thud! Thud! Thud!


Puluhan tombak tentakel menusuk perisai besar yang telah diperkuat dengan Skill. Meski sukses menahan sebagian besar tombak tentakel itu, masih saja ada beberapa yang berhasil menembus pertahanan Percy.


Dengan perisai telah tertembus, tombak tentakel itu meluncur langsung ke arah tubuh Percy. Jika bukan karena Armor barunya serta pertahanan dari Forest Knight, tubuh Percy sekarang pasti sudah dipenuhi oleh lubang.


"Wahai cahaya yang bersinar terang, dengarkanlah permintaanku"


Mendengar Penyihir Rosemary sudah mulai membaca mantra, yang lain pun segera bertindak.


Yang pertama kali bergerak adalah Glory yang dengan cekatan telah berhasil sampai di dekat Paus Senor. Mengaktifkan (Fatal Cross) Glory menyilangkan kedua pedangnya lalu mengayunkannya hingga menghasilkan


sebuah tebasan berbentuk huruf 'X'.


Clank! Tentu saja tebasannya terhalang oleh dinding pelindung milik Paus Senor. Hanya saja kali ini Glory sukses menciptakan sebuah retakan pada dinding pelindung tersebut.


Menyambung serangan Glory adalah Feline yang menggenggam belatinya dengan genggaman terbalik. Dengan cahaya terang yang menyelimuti belati tersebut, Feline mengaktifkan (Defence Penetration) dan menyerang tepat


di titik yang sama di mana Glory baru saja menyerang.


"Anugerahkanlah putrimu ini dengan cahaya sejati yang melenyapkan segala kebatilan"


Melihat tentakel yang menggeliat ke arahnya, sontak Feline melompat mundur untuk menghindar.


(Blessing)


Karena menyerang secara langsung mustahil baginya, Clara menggunakan sihirnya untuk memperkuat ketahanan Percy lebih jauh lagi.


Mengabaikan perisai kayu yang kini penuh dengan lubang, Percy mengeluarkan Buckler aslinya lalu segera melaju ke arah Paus Senor. Sepanjang jalan dia di bantu oleh Glory dan Feline yang dengan cekatan menebas semua tentakel yang berusaha menghalangi laju Percy.


"Dengan cahaya diriku berdo'a, dengan cahaya diriku mengabdi"


Mengangkat buckler di depan wajahnya, Percy mengaktifkan (Shiled Rush) dan menerjang langsung ke arah Paus Senor.


(Phantom Pain)


"Kkkiiaiaiaia... Sialan! Sialan!" kembali merasakan rasa sakit yang tidak tertahankan, membuat tentakel menjadi tidak terkendali hingga mereka tidak mampu menahan Percy yang kini sudah berada tepat di hadapan mata.


BANG! Suara keras bergema ketika Percy menghantamkan bucklernya dengan segenap tenaga.


Bersamaan dengan itu retakan yang sudah besar kini menjadi semakin membesar hingga akhirnya dinding pelindung itu hancur berkeping-keping.


Kehilangan pelindung terkuatnya, dengan panik Paus Senor berusaha untuk mengaktifkan kembali dinding pelindungnya.


Sayang, semua itu sudah terlambat.


"Hanya dengan cahaya kehidupan bisa terlahir, hanya dengan cahaya kehidupan bisa makmur"


"Hanya dengan cahaya kematian bisa terhindar, hanya dengan cahaya kebatilan bisa sirna"


Membuka matanya, cahaya terang memenuhi soket mata Penyihir Rosemary. Lingkaran sihir rumit telah tercipta di bawah kakinya serta di melayang di belakang punggungnya.


Lingkaran sihir itu menciptakan sebuah cahaya terang menderang yang kemudian terkumpul di ujung Staffnya.


"Dengan cahaya ini, aku bersumpah kalau kebatilan akan sirna di atas tanah ini"


(Holy Light : Divine Retribution)


Mengucapkan mantra terakhirnya, seluruh ruangan pun tertutup oleh cahaya yang menyilaukan.