A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 115 : Demon vs Half-Demon



Dengan satu hentakan dari Staffnya, tanah terbelah dan total 7 (Nature Serpent) muncul sambil menunjukkan rahang mereka yang berisikan deretan taring-taring yang tajam.


Tanpa berlama-lama ketujuh (Nature Serpent) langsung menerjang Iblis (Demon) yang berusaha untuk menahannya dengan menumbuhkan tentakel yang mirip seperti tombak.


Boom! Sukses menusuk lima (Nature Serpent) dengan tentakelnya, sayangnya itu masih belum cukup untuk menghentikan laju dua (Nature Serpent) yang tersisa.


Dengan rahang yang terbuka, mereka menggigit dan mencabik tubuh Iblis (Demon) yang sepenuhnya terdiri dari gumpalan daging.


Tidak cukup sampai di situ, Penyihir Lavender langsung mengaktifkan (Combine-Fire Burst) yang membuat kobaran api meledak dari dalam mulut (Nature Serpent). Hal ini sontak membakar habis bagian tubuh Iblis (Demon) yang berada dalam terkaman (Nature Serpent).


KUraNg AjAr! aNAk tIDaK TahU dIrI! DAraH cAMpUrAn KoTOr!


Mengucapkan sumpah serapah yang hanya bisa dimengerti oleh Penyihir Lavender, sang Iblis (Demon) langsung memberikan serangan balasannya.


Melilitkan tentakelnya ke sekeliling tubuhnya, tentakel yang terbuat dari daging seketika menumbuhkan deretan tulang tajam yang membuatnya tampak seperti mata gergaji. "?!" mengetahui niatannya yang sebenarnya, Penyihir


Lavender sontak menggunakan (Combine-Metal Control) pada semua (Nature Serpent) yang ada.


Sedetik kemudian, Iblis (Demon) yang selesai mengambil ancang-ancang langsung melepaskan tentakel yang melilit badannya. Sontak sebuah tornado ganas tercipta yang mencabik-cabik semua yang ada di sekitarnya.


Untungnya pasukan Aliansi sudah di suruh untuk mundur sehingga tidak ada dari mereka yang terjebak dalam serangan Iblis (Demon). Sementara (Nature Serpent) yang menerima serangan itu secara langsung mendapatkan luka sayat besar di sekujur tubuh mereka.


Jika saja sebelumnya Penyihir Lavender tidak melapisi tubuh mereka dengan lapisan baja, maka tubuh kayu mereka pastinya sudah terkoyak habis tanpa tersisa.


Selesai melancarkan serangannya, sang Iblis (Demon) tampak senang ketika melihat kalau dirinya sukses menorehkan luka besar pada tubuh lawan-lawannya. Sayang, kesenangannya itu tidak bertahan lama karena sedetik kemudian Penyihir Lavender mengorbankan sedikit Mana nya untuk memperbaiki kembali tubuh para (Nature Serpent) yang terluka parah.


Berkat itu luka sayatan pada tubuh (Nature Serpent) mampu beregenerasi dengan cepat sehingga kurang dari sepuluh detik seluruh tubuh (Nature Serpent) kembali seperti semula.


kURaNg AjAr...!!!


Marah, dari setiap mulut yang tumbuh di permukaan tubuh Iblis (Demon) tersebut kini muncul semacam bola-bola yang terdiri dari energi jahat murni.


Merasakan bahaya, Penyihir Lavender langsung mengaktifkan (Combine-Multi Casting-Luminous Rays) yang mana membuat setiap (Nature Serpent) menembakkan sinar cahaya dari rahang mereka yang terbuka.


Boom! Boom! Boom! Boom! Boom!


Ledakan beruntun terdengar dari segala penjuru seraya serangan mereka berdua saling beradu.


Sementara Iblis (Demon) itu terkena guyuran sinar cahaya, Penyihir Lavender beserta pasukan Aliansi menerima hujan bola-bola kegelapan yang menelan segala yang dia sentuh.


(Magnify-Protection Field)


Mengaktifkan dinding pelindung, Penyihir Rosemary sukses melindungi semua pasukan Aliansi yang meminta perlindungan kepadanya. Sementara mereka yang masih belum bisa kembali ke tempat aman serta berada jauh darinya harus berusaha sendiri atau mereka akan musnah.


Serangan ini juga membuat Ibukota Narsist Kingdom yang sudah hancur kini menjadi semakin porak-poranda.


Masih berdiri tegap di tempatnya, Penyihir Lavender mengaktifkan (Natural Wall) (Combine-Space Barriere) yang menumbuhkan dinding tanaman yang dilapisi oleh perisai ruang yang membuatnya mampu menangkis hampir


segala jenis serangan.


Boom! Ledakan keras terdengar yang di iringi oleh goncangan dahsyat ketika ada serangan dari Iblis (Demon) yang menghantam (Natural Wall) yang Penyihir Lavender dirikan. Akan tetapi, serangan seperti itu masih belum cukup


untuk menghancurkan pertahanan yang Penyihir Lavender dirikan.


Berkat itu dirinya bisa tetap fokus untuk memperkuat (Luminous Rays) yang dia tembakkan ke arah Iblis (Demon) itu.


(Magnify-Luminous Rays)


Sinar cahaya yang menguyur tubuh Iblis (Demon) semakin menguat yang sukses mengikis banyak sekali daging yang membentuk tubuh sang Iblis (Demon) sehingga dirinya yang awalnya dua kali lebih besar dari Istana Nirvana


kini menyusut hingga volume tubuhnya kini setara dengan Istana Nirvana yang kini telah hancur tidak bersisa.


Sriiing!!! Tiba-tiba saja ketujuh (Nature Serpent) yang sedari tadi menyirami Iblis (Demon) itu dengan sinar cahaya mendapati leher mereka terpenggal dalam waktu yang hampir bersamaan.


Pelakunya siapa lagi kalau bukan Iblis (Demon) itu yang kini memiliki tiga buah tentakel yang berbentuk seperti sebuah bilah sabit.


Sementara yang lain terkejut setelah melihat kejadian yang tiba-tiba, Iblis (Demon) itu langsung menumbuhkan puluhan tentakel yang kepalanya dilapisi oleh mata bor yang terbuat dari tulang.


Mengambil aba-aba, puluhan tentakel itu langsung meluncur bagaikan peluru yang menerjang langsung ke arah Penyihir Lavender.


Boom! Hanya dengan satu hantaman saja (Natural Wall) yang awalnya berdiri dengan kokoh kini hancur seketika.


Akan tetapi sosok Penyihir Lavender yang berlindung dibaliknya kini tidak bisa ditemukan lagi. Itu dikarenakan dirinya sudah berada di atas langit dengan sepasang sayap Naga (Dragon) membentang dari belakang


punggungnya.


Terima kasih berkat efek dari yaitu «Shapeshift : Dragonic Wings» Penyihir Lavender sukses menghindari bahaya dengan cara kabur ke angkasa.


Dengan sayap barunya, Penyihir Lavender langsung terbang tinggi ke angkasa... Sebelum akhirnya menukik tajam kembali ke tanah. (Magnify-Flaming Ground) dengan satu hentakan kuat dari Staffnya, seluruh daratan di bawah Iblis (Demon) itu seketika berubah menjadi lautan api yang membara.


Bahkan rawa-rawa hitam pekat yang awalnya mengelilinginya menguap seketika karena tidak mampu untuk menahan panas api yang membakar segalanya.


Tentu saja hal ini juga membuat Iblis (Demon) terpanggang karena berdiri di atas tanah yang terbakar.


Selesai mengaktifkan (Flaming Ground) Penyihir Lavender harus kembali terbang menjauh karena ada puluhan tentakel yang datang kepadanya.


Terbang melintasi reruntuhan Ibukota, Penyihir Lavender bermanuver lincah di atas udara untuk menghindari serangan tentakel yang datang kepadanya. Tidak jarang dirinya harus menembakkan (Space Cutter) untuk memotong tentakel atau menggunakan (Nature Serpent) untuk menahan serangan yang datang mengejarnya.


Sementara Penyihir Lavender sedang sibuk bermain kejar-kejaran dengan sang Iblis (Demon). Penyihir Rosemary tidak tinggal diam saja.


Setelah memerintahkan untuk para pasukan Aliansi yang lain untuk kembali ke garis belakang. Dirinya tetap tinggal dan mengaktifkan (Magnify-Aurora).


Seketika sebuah aurora yang indah tiada tara tercipta di atas langit Ibukota.


Efek dari (Aurora) itu langsung terlihat jelas dengan volume Iblis (Demon) yang kian menyusut serta laju tentakel yang mengejar Penyihir Lavender mengalami penurunan yang drastis sehingga Penyihir Lavender kini mampu


untuk terbang dengan lebih leluasa.


Merasakan kalau kekuatannya telah tertekan, Iblis (Demon) itu langsung mengalihkan perhatiannya kepada Penyihir Rosemary yang telah mengaktifkan sihir itu. Tentakel yang sedari tadi mengejar Penyihir Lavender seketika memutar haluan dan kini diarahkan kepada Penyihir Rosemary.


"Wahai cahaya yang bersinar terang, dengarkanlah permintaanku"


Dengan mata yang terpejam, Penyihir Rosemary kembali berusaha untuk menggunakan (Holy Light : Divine Retribution). Mendengar mantra yang diucapkan, sang Iblis (Demon) yang tahu benar apa yang Penyihir Rosemary


coba lakukan segera melontarkan berbagai macam serangan untuk menghentikannya.


(Negative Barriere)


Yang maju untuk melindungi Penyihir Rosemary adalah sang Succubus Milim yang sebelumnya telah ditugaskan untuk membantu Penyihir Rosemary. Dengan Staff di tangan, Milim menciptakan sebuah perisai dari energi negative yang sukses menangkis segala jenis serangan yang ditujukan kepada Penyihir Rosemary.


Tidak mau bertahan saja, Milim juga membalas si Iblis (Demon) dengan mengaktifkan (Flesh Eater) dari [Demonic Magic].


Dari dalam lingkaran sihir berwarna kegelapan, muncul ratusan cacing dengan deretan taring yang tajam meluncur dan merayap melalui tentakel yang terulur. Taring-taring mereka seketika menggigit tajam ke dalam daging dan mulai menggerogotinya dengan kecepatan yang tidak bisa di sangka dari tubuh kecil mereka.


Aaiahsdbsaibfiqhw... DaSAr bUDaK ReNdaHan! BEraNInYa kAu! BErAnInyA KaU!


"Hahaha♥ Maaf♥ Ini adalah perintah Tuanku♥"


Meski meminta maaf, tapi seringai lebar di wajahnya menunjukkan dengan jelas kalau apa yang dia ucapkan tidaklah berdasarkan perasaan tulus.


Karena tentakelnya telah terinfeksi oleh cacing pemakan daging, sang Iblis (Demon) tidak punya pilihan lain selain membatalkan serangannya dan menarik kembali semua tentakel yang terinfeksi. Melihat daging yang mulai membusuk dan dipenuhi oleh lubang-lubang menjijikan, tanpa ragu Iblis (Demon) itu memotong tentakelnya yang terinfeksi dan menumbuhkan yang baru.


(Magnify-Nature Serpent)


Seekor ular raksasa dari kayu seketika muncul dari arah belakangnya. Berbeda dari yang sebelumnya, (Nature Serpent) yang satu ini sepuluh kali lebih besar dan terlihat jauh lebih garang. Namun, kejutan tidak sampai di


situ saja.


(Flame Radiances) (Combine-Electro Storm)


Dari dalam rahang (Nature Serpent) yang terbuka lebar, sebuah sinar api yang membara ditembakkan yang dilapisi oleh aliran listrik yang ganas.


Booooom!!! Terkena serangan itu secara langsung, tubuh Iblis (Demon) itu seketika berguncang dan lebih dari seperempat tubuhnya sirna begitu saja ketika bersentuhan dengan sinar api itu.


ansodnaoinsdiosnadoh...!!!!


Mengeluarkan teriakan yang tidak bisa dimengerti banyak orang, penderitaannya masih belum berakhir.


"Dengan cahaya ini, aku bersumpah kalau kebatilan akan sirna di atas tanah ini"


(Holy Light : Divine Retribution)


Menyelesaikan mantranya, sebuah cahaya terang tercipta dari ujung Staff Penyihir Rosemary.


Tidak mau terkena cahaya itu, Milim sudah lama kabur menjauh dan menunggu untuk gilirannya yang berikutnya untuk tiba.


Sinar cahaya itu seketika menyelimuti seluruh tubuh Iblis (Demon) itu.


sdijsidhj9hnsc9ha98dw...!!!!


Sebuah teriakan yang memilukan telinga seketika kembali terdengar ketika daging-daging di tubuhnya menguap ketika bersentuhan dengan cahaya terang nan suci.


Menerima semburan api dari belakang dan cahaya suci dari depan.


Di serang dari kedua sisi, sang Iblis (Demon) pun tidak mampu untuk berkutik ketika volume tubuhnya terus saja menyusut setiap detiknya.


Ketika serangan itu berhenti, terlihat kalau tubuh Iblis (Demon) itu kini tidak lebih besar dari sebuah gedung 20 lantai.


Melihat kalau Iblis (Demon) itu dalam keadaan lemah, Penyihir Lavender tidak membuang waktu dan segera melancarkan serangan pamungkasnya.


"TUmBUh! TuMBuH! tuMbUhLah wAHai ANak-aNAkKu! TuMBuH bESaR DEmI IBunDAmU yANG tERciNTa!"


Total 12 (Nature Serpent) tumbuh dari dalam tanah. Walau tubuh mereka tidak sebesar yang sebelumnya, tapi mereka tetap cukup besar untuk melahap sebuah kapal pesiar.


Di tambah dengan (Nature Serpent) raksasa yang telah dipanggil sebelumnya, total ada 13 (Nature Serpent) yang bergerak secara bersamaan untuk menerkam sang Iblis (Demon) dengan rahang mereka sebelum akhirnya menggunakan tubuh mereka untuk melilit tubuh Iblis (Demon) tersebut.


Tidak mau untuk diam saja, Iblis (Demon) yang mendapatkan sedikit kekuatannya segera menghujamkan tentakel-tentakelnya dan sukses menusuk tubuh seluruh (Nature Serpent) yang ada.


Sayang, tindakannya itu berpengaruh kecil karena deretan taring (Nature Serpent) yang tajam masih saja menggali dalam ke dalam dagingnya.


"MaKAn! maKAn! MAkAnlAh yaNG bAnYAk! iSi PeRuTMu HInGga KEnyAnG! HAbiSkAN! haBiSKan! HaBIskAn mAsAKan BuaTan IbUNdamU yANg TeRCiNTa!"


Seketika Iblis (Demon) itu merasakan kalau Mana yang ada di dalam tubuhnya terkuras secara drastis. Seiring dengan volume tubuhnya yang kian menyusut, barulah Iblis (Demon) itu sadar kalau ketigabelas (Nature Serpent) yang menerkam dirinya dengan ganasnya sedang menghisap Mana yang ada di dalam tubuhnya melalui akar tanaman yang merambat dari tubuh kayu mereka.


KUrAnG AjAr! kUrANg aJAr! kURaNg aJaR!


Menolak untuk dimakan habis, Iblis (Demon) itu memberontak dengan sekuat tenaga.


Duri, pisau, kapak, serta senjata lainnya dari tulang tumbuh dari seluruh permukaan tubuhnya. Dari mulut yang terbuka, bola-bola hitam pekat kembali ditembakkan. Dari mata yang terbuka, cahaya yang membakar dilepaskan.


Segala macam cara dia lakukan demi bisa melepaskan diri dari terkaman para (Nature Serpent) yang tanpa ampun menghisap Mana yang ada di tubuhnya.


Yang lebih buruk adalah ketika Iblis (Demon) itu menyadari kalau dengan semakin banyak Mana miliknya yang dihisap, semakin besar pula tubuh (Nature Serpent) yang menerkamnya.


Merasakan bahaya yang kian mendekat, Iblis (Demon) itu semakin putus asa untuk bisa terbebas dari marabahaya.


Sayang, Penyihir Lavender tidak punya niatan untuk melepaskannya.


"TiDUr! tiDuR! TIduRLaH daN peJaMKaN MaTamU! BeRMimPilAh yAnG inDaH kaREnA HArI EsOk tIdAk LaGI DAtaNG pAdaMu!"


Dengan ukuran tubuh (Nature Serpent) yang semakin membesar serta tubuh Iblis (Demon) itu yang kian menyusut. Membuat (Nature Serpent) akhirnya berhasil menyelimuti seluruh tubuh Iblis (Demon) itu dengan seutuhnya.


Berhenti bergerak serta berhenti membesar, tubuh kayu dari (Nature Serpent) menjadi kian mengeras hingga akhirnya mereka terdiam sepenuhnya.


Pada tempat Istana Nirvana dulunya berada kini telah digantikan oleh sebuah bola kayu rakasa dengan ukiran Naga (Dragon) yang saling melilit satu sama lain terukir di permukaan bola kayu itu.


Tidak lama kemudian akar yang tebal dan kuat tumbuh dari bagian bawah bola kayu tersebut. Yang dilanjutkan dengan dahan serta dedaunan berwarna ungu gelap tumbuh pada bagian atasnya.


(Demon Creation-Cradle of Serpentine Dragon)


Menyelesaikan mantranya, sebuah pohon raksasa pun tercipta yang menjulang tinggi di tengah-tengah Ibukota Narsist Kingdom.


Masih dalam wujud Iblisnya, Penyihir Lavender yang telah mendarat di atas tanah memperhatikan pohon raksasa di hadapannya dengan pandangan kosong di matanya.


Berdiri terpaku di sana, mata merahnya memandangi dahan-dahan pohon raksasa itu yang kini telah ditumbuhi oleh buah-buahan berbentuk mirip seperti sebuah apel yang berwarna ungu cemerlang.


"Kakak!" terbang dengan sayap putihnya, betapa terkejutnya Penyihir Rosemary ketika menyadari kalau kesadaran Penyihir Lavender sudah tidak ada di tubuhnya. "Jangan mendekatinya♥" menarik Penyihir Rosemary dari belakang, Milim memegang erat Staffnya bersiap untuk mengarahkan sihirnya kepada Tuannya sendiri.


Penyihir Rosemary yang paham akan situasi Kakaknya yang sekarang langsung menuruti perintah dari Milim. Menggenggam erat Staffnya dengan kedua tangannya, dirinya juga bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk.


Mendengar dirinya dipanggil, Penyihir Lavender segera menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.


Seketika Penyihir Rosemary serta Milim dibuat tercengang ketika mata merah Penyihir Lavender terasa kosong serta tidak manusiawi.


Selama beberapa menit mereka bertiga hanya berdiri terpaku di sana.


Tidak ada yang berani untuk bergerak takut untuk memulai pertempuran yang tidak diinginkan.


Seketika Penyihir Rosemary serta Milim kembali dibuat tercengang ketika melihat Penyihir Lavender menutup matanya seraya seluruh pakaian yang dia kenakan menghilang menjadi kepulan asap yang tertiup angin.


"Kakak!" berlari menghampiri kakaknya, betapa terkejutnya Penyihir Rosemary ketika menyadari kalau kakaknya telah pingsan berdiri. Sedangkan alasan kenapa tubuh Penyihir Lavender tidak terjatuh ke tanah, itu adalah karena kakinya kini telah terjerat oleh tanaman merambat yang tumbuh dari dalam tanah yang menjaganya untuk tetap berdiri tegak.


"Tuanku telah menghabiskan banyak Mana miliknya♥ Sebaiknya cepat bawa Tuanku ke tempat aman dan biarkan Beliau beristirahat♥"


"Kau benar... Tolong umumkan kepada semua orang kalau pertempuran telah berakhir"


"Baik♥"


Dengan sayap kecilnya Milim segera terbang melayang menuju tempat dimana Pasukan Aliansi berjaga.


Melepaskan jubah yang dia kenakan, Penyihir Rosemary menggunakannya untuk menutupi tubuh kakaknya yang terpampang jelas untuk dilihat.


Selain sebuah Tiara di kepalanya, terdapat juga sebuah gelang yang menghiasi pergelangan tangannya. Serta beberapa cincin yang terpasang di jari-jari tangannya.


Selain itu, seluruh Equipment yang Penyihir Lavender kenakan telah menghilang tidak bersisa.


Memperhatikan tubuh kakaknya dari dekat, Penyihir Rosemary menyadari kalau tato berbentuk seperti tanaman merambat kini menutupi hampir sebagian besar permukaan tubuh Penyihir Lavender. Tidak hanya itu, tiga pasang tanduk yang ada di kepala Penyihir Lavender kini telah menciut namun tidaklah menghilang.


Takut kalau ini adalah efek samping dari penggunaan sihir yang berlebihan, Penyihir Rosemary segera bangkit untuk membawa kakaknya ke tempat yang aman.