
Ancient Desert.
Adalah sebuah padang pasir luas yang memakan sebagian besar daratan di Benua Libertas. Tempat di mana Freedom 2 berada.
Legenda mengatakan kalau di daerah yang sekarang dikenal sebagai Ancient Desert dulunya berdiri sebuah Kerajaan yang sangatlah besar dan maju. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya Item-Item unik yang ditemukan tersebar di Ancient Desert ataupun di dalam Dungeon yang juga banyak ditemukan di tempat itu.
Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab runtuhnya Kerajaan kuno tersebut. Bahkan mereka yang memiliki umur panjang juga tidak mengetahuinya.
Yang jelas, Item-Item yang ditemukan sangatlah berharga sekaligus berbahaya.
Ada sebuah Item yang mampu memurnikan air yang telah diracuni sekalipun, hingga ada Item yang mampu menghancurkan sebuah gunung hanya dengan menekan sebuah tombol yang ada padanya.
Jika ada yang menemukan salah satu Item tersebut, maka wajib bagi mereka untuk segera melaporkannya. Jika tidak, tergantung Item macam apa yang mereka temukan, maka ganjaran yang sesuai akan mereka dapatkan.
Kini, salah satu 'Item' unik tersebut sedang melaju di tengah gurun yang tandus.
'Item' tersebut jika dilihat dari luar, maka yang pertama terlintas di pikiran adalah sebuah benteng. Sebuah benteng raksasa dengan dinding tinggi berwarna putih bersih dengan berbagai ukiran indah di permukaannya.
Benteng tersebut sangatlah besar. Lebih besar dari kota mana pun. Bahkan Ibukota dari Drakon Kingdom sekalipun kalah jika dibandingkan dengannya.
Karena ukurannya yang sangatlah besar, membuatnya hanya bisa melaju dengan kecepatan yang lambat. Walau begitu, benteng tersebut mampu melewati segala jenis halangan yang ada di hadapannya tidak peduli apa pun itu.
Baik itu gunung yang tinggi, jurang yang dalam, lautan yang luas, hingga gurun yang tandus sekalipun bukanlah halangan baginya.
Itu adalah wajar.
Karena benteng tersebut, (Ultima Arca) sejatinya adalah sebuah bahtera milik sebuah Kerajaan Kuno yang kini telah hilang ditelan waktu.
(Ultima Arca) ditemukan terkubur di dalam pasir tepat bersebelahan dengan Narsist Kingdom. Ditemukan secara tidak sengaja, membutuhkan waktu selama lebih dari 10 tahun untuk menggali keluar (Ultima Arca) dari pasir yang menutupinya dan 3 tahun lagi untuk meneliti dan membuatnya kembali berfungsi.
Dengan (Ultima Arca) yang kini telah kembali berfungsi. Bahtera yang ditujukan untuk menyelamatkan jutaan nyawa, kini dipersalahgunakan sebagai senjata perang.
Narsist Kingdom.
Mereka yang mengibarkan bendera perang kepada Kerajaan lainnya akan melakukan apa pun agar tujuan mereka bisa tercapai.
Membawa lebih dari 10 Juta pasukan, mereka mengendarai (Ultima Arca) untuk menyerang Ferox Kingdom.
...
Menatap benteng putih yang perlahan melaju di tengah gersangnya gurun pasir, adalah seorang Beastman berdarah murni dari suku Beruang.
Mengenakan Armor kuat yang di rancang khusus hanya untuknya, Beruang tersebut berdiri dengan gagahnya dengan ribuan pasukan yang ada di belakangnya.
Dia adalah Bearnard Ursa.
Kepala Suku dari suku Beruang sekaligus Otherworlder pertama yang menduduki sebuah jabatan penting di Ferox Kingdom.
Bersama dengan pasukannya, Bearnard berdiri di medan perang demi mencegah agar benteng berjalan yang ada di hadapannya tidak akan pernah menggapai Kerajaannya yang tercinta.
"Apakah kau yakin 'Itu' akan berfungsi?"
Dengan tatapan ragu, dia bertanya pada seorang gadis Manusia yang berdiri di sampingnya.
"Kan sudah aku bilang, Mahakaryaku itu tidak mungkin gagal!"
Memiliki rambut pendek berwarna keabu-abuan dan mata berwarna ungu kemerahan. Tubuhnya terlihat mungil jika dibandingkan dengan beruang cokelat yang ada di sampingnya. Berkat itu, Bearnard terpaksa selalu melihat gadis
itu dari atas, membuatnya tidak kuasa menahan matanya untuk tidak tertarik pada dua aset besar yang gadis itu miliki.
"Tetap saja, ukuran benda 'Itu' tidak lebih dari sebuah apel. Apakah kau yakin kalau 'Itu' benar-benar sanggup untuk setidaknya memperlambat laju bahtera itu?"
"Hah, jangankan memperlambat. Mahakaryaku akan dengan mudahnya meluluhlantakkan seluruh bahtera itu!"
"Dan bagaimana kau yakin akan hal itu, apakah kau sudah mencobanya?"
"Tidak, tapi karena aku, sang Alchemist Colette. Tidak pernah membuat Item yang gagal seumur hidupku!"
"Aku akan pegang kata-katamu itu"
Seolah tidak lagi tertarik untuk berbincang, Bearnard kembali memandang ke arah musuh mereka yang perlahan kian mendekat.
...
"Kenapa malah aku yang terpilih?"
Meringkuk sambil memeluk tubuhnya dengan sepasang sayap lebar yang menggantingan tangannya, seorang Burung Hantu menghela nafas sambil meratapi nasibnya.
Namanya adalah Wooho.
Wooho adalah Pemain (Otherworlder) yang memilih ras Beastman dari suku Burung karena keinginannya untuk bisa terbang dengan kedua sayapnya sendiri.
Setelah menabung uang dari kerja sambilannya, Wooho akhirnya mampu membeli mesin VR miliknya sendiri dan menggunakannya untuk bermain Freedom 2.
Masuk sebagai bagian dari Gelombang ketiga, Wooho masihlah lemah jika dibandingkan dengan para seniornya.
Meski begitu, ketika ada sebuah Event Perang yang sedang terjadi, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut serta.
"Hah... Seharusnya aku tetap bertarung di dataran Anemo saja. Kenapa aku malah ikut serta hanya karena mendengar lawannya adalah sebuah benteng berjalan!"
Tampak sangat menyesali keputusannya, Wooho melihat sesuatu yang ada di genggaman tangannya.
Itu adalah sebuah kacang kenari.
Berbeda dari kacang kenari pada umumnya, kacang tersebut memiliki ukuran sebesar buah apel yang berwarna merah. Bukan merah sembarangan, tapi merah menyala dengan tulisan 'Kabooom' di permukaannya.
Sekali lagi, Wooho kembali melihat deskripsi dari item tersebut.
\ ★★★★★★
«Explosive : MAX» «Destruction : MAX» «Shock Wave : MAX»
Sebuah bom peledak yang paling berbahaya yang pernah diciptakan.
Menyatukan seribu (Explosive Nut) serta bahan peledak terlarang lainnya. Si Alchemist, Colette menciptakan item ini hanya untuk satu tujuan. Menghancurkan Segalanya.
Berkat efek yang dimilikinya, item ini secara otomatis dikategorikan sebagai Item Terkutuk yang jika digunakan, sudah dipastikan banyak nyawa yang akan melayang.
Cara penggunaan : Kamikaze
Kembali menghela nafas yang dalam, Wooho hanya bisa pasrah akan nasibnya.
Melihat ke sekelilingnya, Wooho hanya mampu melihat sebuah ruangan yang gelap. Sebagai seseorang dari suku Burung, terlebih dia adalah seorang Burung Hantu, membuatnya memiliki [Night Vision] yang memungkinkannya melihat di dalam kegelapan.
Meski begitu, apa yang dia lihat hanyalah dinding pasir.
Mau bagaimana lagi, ruangan tempat dia berada sekarang bahkan tidak pantas untuk disebut sebagai sebuah ruangan. Tempat dia berada sekarang adalah sebuah lubang galian sempit yang dalam dan hanya muat untuk satu orang saja.
Saking sempitnya sampai-sampai membuat Wooho hanya bisa duduk membentuk bola agar dia bisa muat sepenuhnya di lubang tersebut.
Kembali menghela nafas yang dalam, Wooho hanya bisa menunggu sampai waktunya tiba... Yang mana itu adalah sekarang.
Drrrrtttt.......
Dunia seolah berguncang.
Butiran pasir mulai berjatuhan di atasnya. Lambat-laun langit-langit yang terbuat dari kayu agar dirinya tidak ditimpa oleh pasir di atasnya mulai retak seolah tidak mampu menahan beban yang ada di atasnya.
Memejamkan matanya, Wooho pun mengaktifkan yang berada di diserahkan kepadanya.
...
Semua orang hanya bisa terpana.
Apa yang awalnya adalah pemandangan sebuah benteng putih yang agung, kini digantikan oleh kepulan asap tebal yang membumbung tinggi ke udara.
Kepulan asap tersebut membentuk sebuah jamur raksasa yang menembus langit hingga mampu terlihat dari kejauhan.
"BERLINDUNG!!!!"
Teriak Bearnard sembari menarik Colette yang ada di sampingnya dan segera mendorongnya ke tanah.
Colette yang ditarik paksa oleh Bearnard hanya bisa diam pasrah karena dia sendiri tahu apa yang akan datang sebentar lagi.
Melihat ini, sontak seluruh prajurit yang ada mengikuti arahan dari pimpinan mereka.
Whhoooooosss....!!!!
Sedetik kemudian gelombang kejut yang sangat kuat datang dan menghantam mereka.
"Uuhhh!!!"
Colette yang meski telah dilindungi oleh badan besar Bearnard, tetap tidak mampu menahan gelombang kejut yang datang. Di sisi lain, Bearnard mengaktifkan semua Skill bertahan yang dia miliki agar dia bisa menahan gelombang kejut yang menghantamnya secara langsung.
Para prajurit yang lain berusaha sebisa mungkin untuk tengkurap hingga tubuh mereka setara dengan tanah. Bagi mereka yang mengenakan perisai, semua menutupi diri sendiri dan rekan mereka dengan perisai sembari mengaktifkan Skill mereka masing-masing.
Walau begitu, hawa panas yang di bawa gelombang kejut tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa diremehkan.
"Aaaagghhhh...!!!"
Bearnard berteriak keras ketika Armor kokoh yang dia kenakan mulai menyala merah bagai sedang di tempa oleh api yang membara. Rambut-rambut yang ada di tubuhnya juga ikut terbakar meski dia telah melindungi dirinya dengan berbagai macam Skill bertahan.
Apa yang dia alami juga di alami oleh yang lain.
Tidak sedikit dari para Prajurit yang mendapati Perisai yang mereka angkat mulai menyala merah dan membakar tangan mereka. Mereka yang tidak memiliki Perisai harus menahan penderitaan yang sama yang sedang Bearnard alami sekarang.
Sedetik... dua detik... Apa yang hanya berlangsung sekejap mata terasa seperti selamanya.
Pada akhirnya, semua telah berlalu.
"Gah!"
Bangkit dari pasir yang menimbunnya, hal pertama yang Bearnard lakukan adalah mengecek keadaan Colette yang dia lindungi.
"Apakah kau tidak apa-apa?"
"Uhuk... Uhuk..." walau tubuhnya kotor oleh pasir dan debu, keadaan Colette tampak baik-baik saja tanpa ada luka di tubuhnya.
Setelah yakin kalau Colette baik-baik saja, Bearnard selanjutnya mengecek keadaan pasukannya.
Melihat kebelakang, satu-persatu dari mereka mulai bangkit dari timbunan pasir. Dengan tubuh yang ditutupi oleh debu dan pasir, banyak dari mereka mengerang kesakitan karena luka bakar yang mereka terima.
Walau banyak korban luka, tapi tampaknya tidak ada korban jiwa di antara mereka.
"Bearnard..."
Apa yang diberikan oleh Colette adalah sebuah botol kaca yang berisikan semacam cairan berwarna pelangi. Tanpa ragu sekalipun Bearnard menenggak habis isi botol tersebut.
Seketika kulitnya yang terbakar sembuh seketika tanpa ada luka yang berbekas. Bahkan rambutnya yang juga ikut terbakar kini kembali tumbuh seperti semula.
"Terima kasih"
Menoleh, Bearnard mendapati Colette yang telah berdiri kini memiliki ekspresi terkejut yang memenuhi wajahnya. Kedua matanya hanya memandang ketakutan pada pemandangan yang terhampar di hadapannya.
Penasaran, Bearnard pun mengikuti arah pandangannya.
Dengan asap debu yang mulai reda tertiup oleh angin, tampak sebuah pemandangan yang pasti akan membuat siapa pun tercengang ketika melihatnya.
Apa yang dulunya adalah sebuah bahtera yang indah, apa yang dulunya adalah peninggalan sebuah Kerajaan kuno, sekarang telah tiada.
Apa yang ada sekarang hanyalah sebuah reruntuhan yang tak berbentuk.
Tidak hanya itu, dari tempat ledakan bermula, kini terdapat sebuah kawah yang lebar dan dalam.
"Mari kita ke sana, siapa tahu masih ada yang selamat"
"...ya"
Memimpin pasukannya yang masih bisa berjalan, Bearnard segera beranjak menuju reruntuhan (Ultima Arca).
Sesampainya di sana, jejak kehancuran semakin jelas di mata mereka.
Semua bangunan yang ada kini telah rata dengan tanah. Apa yang seharusnya adalah sebuah struktur yang tangguh kini tinggal bebatuan di atas pasir.
"Akh, aku tidak bisa mencium apa pun berkat semua asap ini"
"Apakah semua orang terkubur? Dari tadi kita belum menemukan tubuh atau semacamnya"
"Berapa luas sebenarnya tempat ini?"
Sudah sejam lebih mereka menyusuri tempat itu, mereka bahkan telah menggapai area yang masih memiliki bangunan yang berdiri. Namun sayang, mereka masih belum menemukan ujungnya. Sampai akhirnya mereka yang berasal dari suku Burung yang terbang mengangkasa akhirnya kembali untuk memberikan laporan.
"Kepala Suku! Ada pemukiman di depan!"
"Pemukiman? Apakah itu tempat tinggal para prajurit?"
"Bukan, itu..."
Menyadari kalau dia susah untuk bicara, Bearnard hanya menyuruhnya untuk menuntunnya menuju tempat yang dia maksud.
"Ini?!"
Apa yang dimaksud sebagai pemukiman, adalah sebuah pemukiman yang sebenarnya.
Rumah-rumah berjejer rapi di kiri dan kanan. Eksterior mereka terlihat selayaknya rumah mewah di pemukiman orang-orang kaya.
Berkat jarak mereka yang cukup jauh dari sumber ledakan, hanya sedikit kerusakan yang terlihat. Membuat jelas bagi mereka yang melihat tempat apa ini mengetahui apa fungsi dari tempat ini.
"Bahtera Terakhir... Benda besar ini benar-benar dimaksudkan untuk menjadi tempat tinggal baru..."
Itu benar.
(Ultima Arca) sejatinya adalah sebuah kota berjalan yang dimaksudkan untuk menampung para warga terakhir dari sebuah Kerajaan yang kini telah sirna. Semua infrastruktur yang ada di bangun untuk mempermudah kehidupan para penduduk yang berdiam di sana.
Itu termasuk rumah, toko, pusat perbelanjaan, hingga kantor walikota semua di bangun dan siap untuk digunakan.
"Bayangan! Ada bayangan!!!"
Mendengar teriakan itu, sontak semua orang datang menghampiri sumber suara tersebut.
Apa yang menanti mereka di sana adalah seorang prajurit Otherworlder yang menunjuk ketakutan ke arah sebuah dinding putih.
Apa yang ada di dinding tersebut adalah sebuah bayangan hitam berbentuk seperti bayangan Manusia.
Para Locals yang melihat ini jelas heran akan tingkah si Otherworlder yang panik hanya karena melihat sebuah noda di dinding. Akan tetapi, bagi Otherworlder lainnya, terlebih bagi mereka yang memiliki pengetahuan
tentang sejarah, tahu dengan jelas akan identitas sebenarnya dari bayangan yang terdapat pada permukaan dinding tersebut.
Tidak berselang lama, ditemukan bayangan lainnya di mana-mana.
Baik itu di dinding rumah, lantai, hingga di permukaan tangga. Bayangan yang jumlahnya melebihi ribuan mulai ditemukan di seluruh penjuru kota yang masih utuh.
Model mereka pun beragam.
Ada bayangan sedang berdiri, ada yang tampak sedang berlari, ada yang tampak sedang duduk santai sampai yang bergandengan tangan dengan bayangan lainnya.
"Mustahil...!"
Colette yang juga menemukan sebuah bayangan hanya bisa terdiam karena syok yang dia terima. Itu dikarenakan bayangan yang dia temukan tidak seperti bayangan kebanyakan.
Bayangan yang dia temukan sangatlah kecil dan pendek yang jauh jika dibandingkan dengan bayangan lainnya yang besar dan tinggi. Bayangan tersebut sangatlah mungil seolah itu adalah bayangan milik seorang anak kecil...
Ya, seorang anak kecil.
Mengetahui apa yang Colette rasakan, Bearnard pun perlahan mengusap kepala Colette tangan beruangnya untuk menenangkannya.
Banyak Otherworlder lainnya yang juga melakukan hal yang serupa pada kawan mereka yang tidak mampu menahan kenyataan yang ada di hadapan mereka.
Meski mereka telah menang, namun hanya kesedihan bercampur amarah yang mereka rasakan.
...
Berita tentang keberhasilan pasukan yang di pimpin oleh Kepala Suku Beruang, Bearnard. Dalam menghancurkan benteng berjalan milik Narsist Kingdom tersebar ke segala penjuru dan menjadi pembicaraan semua orang.
Bagaimana tidak?
Korban jiwa dari pihak mereka adalah nol. Sedangkan tiada dari musuh mereka yang selamat. Bukankah itu adalah sebuah prestasi yang besar?
Saking besarnya prestasi dari Bearnard dan pasukannya, tidak butuh waktu lama bagi kisahnya untuk dinyanyikan oleh para Bard.
♪Dengan pengorbanannya, sang burung hantu menghancurleburkan benteng yang ada di atasnya♪
♪Namun janganlah risau karena dia adalah Otherworlder abadi♪
♪Sungguh menakjubkan memang sang Alchemist Colette dan mahakaryanya♪
♪Dan janganlah lupakan akan Bearnard dan para pasukannya yang mengabdi♪
♪Namun aneh memang karena tiada sorak-sorai yang bergema♪
♪Itu dikarenakan bayangan yang ada di dinding♪
♪Bayangan misterius, bayangan tak bernama♪
♪Air mata bergelimangan tak bisa berhenti, tak bisa dibendung♪
Semua orang bertepuk tangan setelah puas mendengar puisi dari Bard yang baru saja menyelesaikan penampilannya. Tidak sedikit dari mereka sampai melemparkan koin perunggu hingga perak kepadanya.
Dengan topi yang dia kenakan, Bard tersebut menyambut koin yang datang kepadanya dengan senyum di wajahnya.
...
"Mampu menaklukkan sebuah benteng hanya dengan sebuah Item? Gadis bernama Colette itu menarik juga"
Ucap Nenek yang baru saja selesai menyantap makan malam di sebuah restoran kecil di sebuah kota yang kami singgahi.
Kami hanya berdua saja karena Pelayanku masih sibuk mengurus anak-anak yang kami selamatkan. Sementara Victoria aku suruh untuk mengawal Leon yang kini tengah tertidur di penginapan yang kami sewa.
Hiburan yang tersedia di restoran ini hanyalah pertunjukkan jalanan seperti Bard yang baru saja tampil.
Walau aku juga tertarik dengan Item yang diciptakan oleh orang bernama Colette, terlebih setelah aku tahu bahan utama apa yang dia gunakan serta setelah melihat performa dari Bom yang dia sebar di forum. Mustahil bagiku untuk tidak tertarik.
Hanya saja...
"Nenek, apakah Nenek tahu tentang bayangan apa yang dimaksud?"
"Hmm... Aku sendiri juga tidak tahu... Apa, apakah aku tahu sesuatu?"
Aku lalu menceritakan kepada Nenek sebuah kisah. Sebuah kisah tentang sebuah Negara yang diserang oleh Bom Atom di masa lalu dan apa yang terjadi pada warganya.
"Jadi, kau mau bilang...?!"
Aku hanya mengangguk.
Setelah Nenek akhirnya mengetahui identitas sebenarnya dari bayangan yang dimaksud, Nenek tidak berhenti mengutuk Narsist Kingdom sepanjang malam.