A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 5 : I Found It!



Oh halo... Kalian masih membaca ini? Bagus. Silahkan baca cerita tentang diriku yang luar biasa ini!


Sekarang, selagi aku sedang makan siang. Kurasa aku berhutang beberapa penjelasan kepada kalian.


Pertama, tentang sihir seperti (Soil Control) ataupun (Aqua Control).


Mereka berdua adalah sihir paling pertama yang aku pelajari dari skill mereka masing-masing. Tidak seperti sihir lainnya, mereka lebih mirip seperti sihir untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga ketimbang sihir untuk bertempur.


Tentu setiap elemen punya versi mereka masing-masing.


Tapi pada intinya mereka sama saja. Yaitu untuk mengendalikan atau mengontrol elemen mereka dengan bebas.


Contoh, dengan (Aqua Control) aku bisa menciptakan air yang aman untuk dikonsumsi namun tidak cukup untuk melukai lawan. Biar dipaksa sekalipun palingan cuman berasa macam diciprat air.


Contoh lainnya seperti ini... Pa!... hanya dengan menjentikkan jari saja aku sudah bisa memunculkan sebuah api di ujung jariku. Tentu aku menggunakan (Fire Control) untuk ini.


Dengan begini aku bisa menyalakan api unggun dengan mudah. Tidak mungkin kan aku menyalakannya menggunakan (Fire Shoot) yang ada malah meledak lagi.


Kalau soal bekal, tikar, dan yang lainnya. Ini semua aku beli di kota. Mana mungkin kan aku pergi ke tengah hutan cuman bermodalkan baju dibadan?


Harganya... Sial aku lupa.


Baiklah... Apa lagi yang harus aku jelaskan yah...?


Whoo!


"Apa? Mau tambah lagi? Cari sendiri!"


Ah iya, makan!


Seperti yang aku jelaskan sebelumnya. Tubuh avatarmu di sini setara dengan tubuh aslimu yang ada disana.


Jadi... Makan dan minum itu juga menjadi kebutuhan pokok.


Kalo gak makan ya kelaparan. Kalo gak minum ya kehausan.


Sampai berhari-hari gak makan dan minum ya mati.


Ah iya, aku sendiri gak ada niatan untuk mati. Tapi kalo Pemain mati mereka akan bangkit kembali di gereja atau kuil yang tersedia di setiap kota atau desa.


Tentu ada penalti nya.


Pertama, kau tidak bisa Log In selama tiga hari waktu dunia nyata (Ada role tentang ini tapi aku tidak peduli).


Kedua, saat kau mati, ada kemungkinan kau akan kehilangan item.


Tiga, saat kau bangkit kembali, kau akan dalam keadaan lemah seperti orang terkena anemia selama seharian penuh.


Itu saja.


Tentu kau bisa mengganti tempat Respawn mu menjadi di dalam rumah atau tempat tertentu. Tapi itu sangatlah sulit.


Lalu, soal waktu.


Entah teknologi apa yang mereka pakai. Tapi sehari disini setara dengan setengah hari disana. Jadi ada selisih 12 jam.


Baiklah, kurasa tidak ada yang perlu dijelaskan lagi.


Hmm... Mana ku ada sekitar 60%. Tunggu sampai 80% baru aku jalan lagi.


Mari lihat statusku dulu.


 


 


Name : Lavender


Race : Human, Female (18)


Occupation : -


SP: 14


Skill Active :


[Black Magic 10] [Light Magic 4] [Fire Magic 2] [Water Magic 10] [Wind Magic 5]  [Soil Magic 10] [Summoning Magic 2] [Alchemy 1] [Appraisal 4]


Skill Passive :


[Staff 8] [Mana Presence 7] [Magic Knowledge 9] [Plant Knowledge 2] [Body Strengthening 4]


[Mana Enchant 3] [Mana Recovery 2] [Gathering 3]


 


 


Cukup bagus jika kau tanya aku.


Mari lihat statusnya Glaza... Yup gak penting.


Whoo!


"Diam!"


Baik, kurasa sudah waktunya. Mari kita lanjutkan perjalanan!


Tapi kearah mana yah...?


Bentar....


*Ambil ranting kayu*


*Dirikan*


*Lihat arah jatuhnya kemana*


Oke kita kesana!


...


..


.


Aneh... Ini aneh...


Sudah sekitar dua jam aku berjalan namun tidak satupun Mobs terlihat.


"Hei, apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan kepada Mastermu ini?!"


Who!


Bahkan Glaza sekalipun merasa tidak nyaman dengan tempat ini.


Pasti ada sesuatu...


Hmm... Suasana kelam tanpa satupun sinar matahari menyentuh tanah, udara yang lembab dan membuat kulit merinding, jarak antar pepohonan tidaklah terlalu rapat namun pohon-pohon disini anehnya jauh lebih besar ketimbang di daerah lain, Material pun mudah ditemukan dimana-mana.


Ini!?


Sudah pasti ini tempatnya, tidak salah lagi!


Suara ini, suara aliran air!


"Haha..."


Sebuah area terbuka. Banyak sekali Material disini. Terdapat sungai dengan air yang sangat jernih mengalir dengan tenang. Udara terasa jauh lebih berat. Dan tidak terdengar ada suara hewan maupun serangga.


"Haha... Hahahahahaha... Hahahahaha!"


"INI DIA! INI DIA TEMPAT YANG AKU CARI-CARI!!!"


Luar biasa!


Tidak disangka aku akan menemukannya di hari pertama!


Ini bukanlah kebetulan, ini adalah takdir. Sudah pasti aku ditakdirkan untuk menempati tempat ini.


"Sudah aku putuskan.... Dengan ini aku umumkan! Aku, Lavender. Menyatakan kalau tempat ini menjadi milikku seorang!"


Whooo...! Whooo....!


"Apa ini? Apakah engkau mengakuiku wahai Hutan Ibis!"


 


 


•Persyaratan telah terpenuhi, sekarang kau adalah seorang (Forest Dwellers)•


 


 


"Ahahaha.... Hahahahahaha.... Hahahahahahaha.... Hahahahahaha.... Ahahahahaha..."


"Kau lihat saja wahai Hutan Ibis. Kelak, kau akan berada di dalam genggamanku sepenuhnya"


...


..


.


Baiklah, sekarang aku sudah tenang.


Aku sudah mendirikan tenda dari yang aku beli seharga 1 koin emas. Oh, tentu saja aku telah meratakan tanahnya terlebih dahulu menggunakan (Soil Control).


Aku mendirikan tenda tidak jauh dari sungai agar mudah mengambil air bersih.


Percaya atau tidak, Occupationku sekarang adalah Forest Dwellers. Tidak seperti Adventurer, Occupation ini memiliki efek yang jelas.


Pertama, aku mendapat skill [Footwork] secara gratis. Sekarang aku bisa berjalan di hutan dengan mudah.


Kedua, tempat Respawn ku sekarang berpindah kesini. Lebih tepatnya tepat di tengah-tengah sungai.


Untung saja sungainya cuman sampai selutut. Jika lebih bisa tenggelam nantinya. Aku juga tidak tahu mengapa tempat Respawn ku berada di tengah sungai.


Ketiga, sekarang aku merasakan sebuah koneksi dengan hutan ini. Dengan begini aku menjadi tahu dimana aku harus mengarah. Yang artinya, tidak ada kata tersesat bagiku di hutan ini.


Poin ketiga inilah yang membuatku paham kenapa tidak ada satupun Pemain yang pernah mencapai tempat ini.


Hal itu disebabkan karena hutan ini hidup, dalam artian sebenarnya.


Setiap kali seseorang mendekati bagian pusat (Tempat dimana aku berada sekarang) mereka secara tidak sadar akan berjalan menjauh. Hal ini juga berlaku kepada Mobs.


Alasan kenapa aku bisa mencapai tempat ini hanyalah satu.


Aku sudah tersesat!


Hahaha... Jawabannya simpel kan? Jika kau ingin menggapai tempat yang bisa membuatmu tersesat, kau hanya harus tersesat agar bisa kesana.


Kau pikir berapa banyak buku cerita yang aku baca. Trik simpel seperti tidak akan berlaku kepadaku.


Yah, karena sekarang aku adalah Forest Dwellers, aku bisa kembali ke tempat ini dengan mudah tanpa harus perlu tersesat lagi.


Baiklah, karena sebentar lagi malam (Glaza sudah mengeceknya) maka sebaiknya aku mengurungkan niatku untuk kembali menjelajah.


Selain aku sudah lelah, ada satu hal yang harus aku lakukan.


[Alchemy]


Kau bukanlah seorang Penyihir kalau kau tidak bisa membuat sebuah ramuan. Atau dalam kasus ini, Potion!


Baiklah, mari kita lihat apa yang kita miliki disini.


 


 


★★★


Content : Glass Flasks


x3. Mortar and Pestle x1. Chemical Stove x1. Funnel x2. Parchment Paper


x30. Glass Stirrer x1. Sieve x1. Alchemy Formation x1.


Satu set perlengkapan Alchemy untuk pemula.


 


Selama kalian pernah menginjakkan kaki kalian di ruang lab sekolah kalian pasti tahu benda apa saja yang tertulis disana kan? Nah, aku hanya akan menjelaskan satu benda yang aku sendiri baru pertama kali melihatnya secara langsung.


Alchemy Formation.


Ini adalah sebuah papan


persegi dengan ukuran 60x60cm. Diatasnya terdapat sebuah formasi sihir kompleks. Sedangkan untuk cara penggunaannya...


Hehe, kita lihat saja nanti.


Sebagai permulaan, aku akan membuat .


Bahan-bahannya adalah (Green Herb) dan (Water).


Ya, hanya itu.


Kalau di game lain, sekali klik semua selesai. Sedangkan di game ini, semuanya harus manual.


Hmm... Aku tidak tahu resep aslinya, tapi mari kita coba saja.


Masukkan dua (Green Herb) kedalam mortar. Giling hingga menjadi bubuk halus. Perlahan masukkan kedalam botol kaca. Tambahan (Clear Water) yang aku ambil dari sungai secukupnya. Letakkan di atas kompor.


Oh iya, ini kompor bahan bakarnya apaan? Oh sihir.


Panaskan di atas kompor selama... Lima menit. Selesai!


 


 


★★


«Health Recovery : Tiny»


 


 


Ohh... Gagal!


Percobaan kedua. Gagal!


Percobaan ketiga. Gagal!


Percobaan keempat. Berhasil!


Sekarang aku paham. Resepnya adalah (Green Herb) x3 + (Clear Water) x1.


Sedangkan cara pembuatannya. Giling sampai benar-benar halus, panaskan sambil diaduk secara perlahan selama 10 menit. Hasilnya!


 


 


★★★


«Health Recovery : Small»


 


 


Hahaha... Tidak ada hasil tanpa kerja keras!


Sekarang, saatnya mencoba Alchemy Formation.


Letakkan tiga (Green Herb) dan satu (Clear Water) yang secara ajaib melayang di atas Alchemy Formation. Arahkan kedua tangan ke atas Alchemy Formation tapi jangan menyentuhnya.


Sekarang (Synthesis)!


Formasi sihir yang


terukir di atas Alchemy Formation segera memancarkan cahaya keputihan.


Disaat aku mengagumi apa yang ada dihadapanku, semuanya sudah selesai.


 


 


★★★


«Health Recovery : Small»


 


 


Yup, sama persis.


Seperti yang kalian lihat. Kegunaan dari Alchemy Formation adalah untuk menyingkat semua proses yang ada. Hanya saja ini memakan Mana dan kualitasnya tergantung pada Item yang pernah kau buat.


Singkatnya, jika ingin mencari kualitas gunakan cara manual. Jika ingin mencari kuantitas gunakan Alchemy Formation.


Oh satu hal lagi.


Jika kau menggunakan cara manual, pastikan untuk menyediakan botol kosong untuk menyimpan Potion yang telah kau buat. Sedangkan dengan Alchemy Formation botol secara ajaib tercipta jadi kau tidak perlu menyediakan botol kosong. Tapi botol tersebut juga akan menghilang sesaat setelah kau mengkonsumsi Potion yang ada didalamnya.


Baiklah, sekarang...


Whoo... Whooo...


"Hm? Apa! Sudah malam!"


Saat aku melihat sekeliling, tidak ada yang berubah. Namun saat aku memerintahkan Glaza untuk terbang melihat langit dan menggunakan (Vision Sharing) agar aku bisa melihat apa yang dia lihat, aku melihat langit malam yang


berbintang.


Heh, waktu memang terasa cepat saat kita sedang bersenang-senang.


Tapi kenapa tempat ini tidak berubah? Sudah kuduga tempat ini memang tidak beres!


Baiklah, kurasa aku akan tidur saja sekarang dan Log Out.


"Glaza, kau pergi berjaga!"


Whoo!


"Diam! Turuti kata Mastermu!"


Setelah selesai membereskan aku segera merangkak masuk ke dalam tenda.


Selamat malam!