
•Skill [Alchemy] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•
•Skill [Mana Control] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•
•Skill [Magic Researcher] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•
•Skill [Linguistic] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•
Hoaaamm.... Apa yang harus aku lakukan hari ini yah?
Eksperimen, sudah gak tahu mesti ngapain lagi.
Latihan sihir, lagi males.
Jalan-jalan, aku sudah selesai menjelajahi semua bagian di Utara, Timur, dan Barat. Cuman sisa Selatan.
Tapi aku sudah meminta Glaza buat ngecek dan akhirnya dia mati. Itu pun belum lewat lima menit. Pas bangkit lagi, dia ngambek dan gak mau pergi ke sana lagi.
Kesimpulannya, aku masih belum siap untuk pergi.
Hmm... Oh, aku belum mengatakan kepada kalian apa yang sudah terjadi seminggu ini.
Singkatnya, aku sudah menjalani hidupku dengan baik. Aku bahkan sudah mengontrak dua ekor burung hantu lagi dengan menggunakan [Summoning Magic] dan menempatkan mereka dibawah naungan Glaza.
Aku tidak memberikan mereka nama karena itu menyusahkan.
Kegiatan [Alchemy] ku pun juga sudah meningkat dengan pesat. Subjek eksperimen memang sangat berguna demi mengejar pengetahuan.
Hasilnya, aku punya banyak stok Potion yang memiliki efek yang berbeda-beda.
"Master, hamba sudah kembali"
Ohh... Ini dia mahakaryaku yang paling berharga.
Lif, pelayan setiaku yang paling berguna.
Dia rajin membersihkan rumah. Masakan buatannya sangatlah enak. Berkatnya juga aku juga bisa mengetahui kapan siang kapan malam.
Singkatnya, dia adalah pelayan terbaik yang bisa aku dapatkan.
Aku jadi penasaran. Siapa jenius yang menciptakan mahakarya ini. Tentu saja, itu adalah aku!
"Master, hamba punya laporan"
"Oh, katakan"
Begitu, jadi begitu, pantas aku tidak menemukan Petualang yang masuk ke hutan ini lagi. Ternyata sudah ditutup toh.
Si Headmaster itu, bisa-bisa saja dia.
Lalu, tentang permintaannya...
"Katakan kepada mereka, aku menolak!"
Enak saja ingin mencuri dari wilayahku. Jika mereka berani masuk, neraka lah yang akan mereka dapatkan.
Sudahlah, bukan urusan penting. Ini juga tidak mendesak, jadi aku memerintahkan Lif untuk menyampaikan jawabanku saat kunjungan berikutnya ke kota.
...
Di hadapanku sekarang ada sebuah kuali perunggu.
Jika kita bicara soal Penyihir, pasti ada kuali kan?
Tentu saja saat ini kuali ini hanyalah kuali biasa. Bukan sebuah kuali ajaib yang bisa digunakan untuk menciptakan berbagai macam item menggunakan [Alchemy] seperti di dalam game atau cerita.
Tapi itu tidak akan lama!
Aku sudah belajar bagaimana caranya untuk membuat sebuah Alchemy Formation.
Terlebih, yang aku pelajari adalah teknik yang lebih tinggi ketimbang yang aku miliki sekarang.
Terlebih... Dengan kecerdasan dan kejeniusanku yang luar biasa, aku berhasil membuat sebuah Alchemy Formation yang jauh lebih canggih.
Yah, aku hampir meledakkan diriku berkali-kali. Tapi tidak sebanyak bola lampu, jadi ini patut untuk dibanggakan.
Sekarang, aku akan mengukir Alchemy Formation yang aku ciptakan di bagian dalam kuali. Lebih tepatnya aku mengukir setiap sisinya hingga tidak ada ruang kosong yang tersisa.
Alchemy Formation yang aku ciptakan sangatlah kompleks.
Jika ini adalah aku yang lama, aku pasti akan menganggap kalau ukiran ini hanyalah coretan anak kecil belaka.
Sekarang, tahap kedua.
Aku kembali mengukir bagian luar dari kuali tersebut. Kali ini yang aku ukir adalah sebuah Magic Formation. Tentu saja ini juga ciptaanku sendiri.
Setelah aku selesai, kuali yang ada dihadapanku tampak dipenuhi dengan ukiran-ukiran aneh namun indah.
Melihat ini aku merasa puas.
Baiklah, ke altar!
"Master, maafkan pertanyaan hambamu ini. Tapi, kenapa Master harus membuka baju?"
"Bukan urusanmu. Diam dan lihat saja!"
Kuali sudah di atas altar.
Obor sudah menyala.
Persiapan telah siap.
Sekarang, saatnya menari.
...
..
.
Mana kembali mengalir dalam tubuhku bagaikan sebuah sungai yang tenang. Meski mataku tertutup, aku masih tahu ke mana aku harus melangkah. Meski telingaku terbuka, aku tidak bisa mendengar apa pun. Meski aku tidak mengenakan apa pun, aku merasa seperti sedang dibalut oleh helaian sutra.
Secara samar, aku bisa merasakan kalau api pada obor menyala dengan api kebiruan yang membara.
Api tersebut menari-nari di udara sebelum akhirnya menyelimuti kuali yang berada di tengah altar.
"Wadah kreasi, wadah pengetahuan"
"Fondasi dasar, fondasi akhir"
"Atas namaku, pergilah ke tempat yang lebih tinggi"
Setelah cahaya yang sangat terang keluar dari altar. Semuanya sudah selesai.
Yang ada di atas altar sekarang bukan lagi sebuah kuali perunggu biasa.
Sekarang, yang berdiri di atas altar adalah sebuah kuali perak dengan ukiran-ukiran rumit nan indah terukir di seluruh permukaan kuali tersebut.
\ ★★★★★
«Alchemy : Large» «Enchant Item : Large»
Sebuah kuali yang diperuntukkan khusus sebagai alat bantu dalam [Alchemy]. Setiap material yang dimasukkan ke dalamnya pasti akan berubah menjadi item yang sangat berharga.
Seperti yang aku duga. Kejeniusanku tidak ada batasnya.
Saat aku menyentuh kuali ini, meski tidak ada api yang menyala, permukaan kuali ini terasa hangat.
Di saat aku mengalirkan Mana ku padanya, sebuah pusaran awan berbintang muncul dari dalam kuali tersebut.
"Haha... sekali lagi, sebuah mahakarya"
...
Setelah meletakkan di perapian didalam tempat kerjaku, aku langsung mencoba membuat menggunakan kuali baru ini.
Hasilnya...
Sama saja, tidak ada perubahan.
Hmm... Selain cara pembuatannya yang jauh lebih praktis dan menyenangkan, tidak ada perubahan yang berarti pada item yang dihasilkan.
Baiklah, lupakan saja.
"Apa, penyusup?"
Rupanya salah satu Golem yang berpatroli menemukan keberadaan penyusup di hutan Timur.
Aku segera mengirimkan salah satu pelayanku untuk mengeceknya. Tidak lama kemudian, aku langsung menggunakan (Vision Sharing).
"Ohh... Bandit! Terlebih ada 16!"
Haha... Berani-beraninya mereka memasuki wilayahku.
Akan aku tunjukkan kepada mereka apa akibatnya jika berani memasuki wilayah orang lain tanpa izin.
...
...
...
"Hah... Hah... Hah... Apakah kita sudah lolos?"
"Otherworlder sialan!"
"Boss... Kita istirahat disini saja"
Seorang pria kekar yang dipanggil sebagai Bos melihat ke arah bawahannya yang sudah sangat kelelahan.
Mereka awalnya sedang merampok pedagang yang lewat seperti biasa. Sampai akhirnya sekelompok Otherworlder muncul dan mengganggu rencana mereka.
Jika ini hanyalah Petualang biasa, mereka pasti akan memilih untuk melawan sampai akhir. Hanya saja lawan mereka kali ini adalah Otherworlder yang tidak bisa mati.
Bahkan jika mereka dibunuh sekalipun, tunggu beberapa hari mereka pasti akan bangkit kembali.
Hasilnya, dari 20 anggota sekarang hanya tersisa 16.
"Baiklah, kita akan beristirahat disini selama beberapa hari"
Mendengar perintah Bos mereka, mereka pun segera tersungkur di atas tanah tanpa peduli akan mengotori tubuh mereka.
Wajar saja, mereka sudah berlari tanpa henti hingga mereka akhirnya sampai di Hutan Ibis.
Entah karena alasan apa, tapi Otherworlder yang mengejar mereka segera berhenti tepat di pintu masuk hutan.
"Kau pikir kenapa mereka berhenti mengejar?"
"Mana ku tahu, yang jelas mereka tampak ketakutan"
"Hei, aku dengar ada Penyihir yang muncul di kota. Apa mungkin dia tinggal di sini?"
"Jangan bercanda! Palingan itu cuman Otherworlder lainnya"
Wajar saja jika mereka berpikir seperti itu.
Setelah para Otherworlder datang, banyak dari mereka berpakaian dan bersikap aneh. Salah satu yang sering dijumpai adalah Otherworlder yang meniru seorang Penyihir.
Berkat itu, di saat seseorang melihat Penyihir, mereka akan melihat dua kali untuk memastikan apakah itu Penyihir asli atau hanya seorang Otherworlder.
Sial bagi mereka, kali ini mereka hanya setengah benar dan setengah salah.
Whoo! Whoo!
Tepat setelah mendengar suara itu, seluruh bandit yang awalnya tersungkur di atas tanah bangun secara serentak.
Si Bos yang sedang duduk santai sambil bersandar di batang pohon segera bangun sambil menggenggam erat sebuah Greatsword yang menjadi kebanggaannya.
Mereka semua melihat sekeliling. Mencari sumber suara yang mengganggu istirahat mereka.
"Di atas!"
Seketika, semua orang menoleh ke arah yang sama.
Di sana, di atas sebuah batang pohon, terdapat seekor (Forest Owl) yang sedang bertengger dengan santainya.
Mata (Forest Owl) tersebut memandang rendah para bandit tersebut dari atas pohon.
Melihat ini, beberapa orang bandit menghela nafas lega sambil berkata "Kukira ada apa" namun, si Bos dengan matanya yang tajam menyadari kalau (Forest Owl) tersebut memiliki sebuah lambang di dadanya.
Lambang sebuah pupil dengan tiga buah tanduk.
"Tch, Familiar. Semuanya! Siap tempur!"
Bersamaan dengan peringatan si Bos, sebuah asap hitam pekat muncul secara tiba-tiba dan menghalangi pandangan mereka.
"Ambil formasi melingkar!"
Bagaikan seorang komandan berpengalaman, si Bos memerintahkan para anak buahnya untuk saling membelakangi dan melihat sekeliling.
Mereka seperti itu untuk beberapa menit.
Pada saat asap mulai menipis, mereka akhirnya bisa melihat dengan jelas.
"Sial, kita terkepung!"
Apa yang ada di pandangan mereka adalah kumpulan Golem yang terbuat dari batu. Jumlah mereka ada lebih dari 20. Mereka semua mengelilingi para bandit dan tidak membiarkan ada celah sedikitpun bagi mereka untuk kabur.
Penampilan para Golem itu pun beragam.
Ada yang memiliki sepasang tangan yang normal, ada yang salah satu tangan mereka memiliki bentuk seperti sebuah pedang, dan ada juga yang kedua lengannya berbentuk seperti godam. Yang menjadi kesamaan adalah mereka semua memiliki besar lebih dari dua meter dengan besar lengan dua kali dari pria dewasa.
"Terobos! Kita pergi dari sini!"
Atas perintah Bos mereka, semua bandit segera memfokuskan serangan mereka pada satu titik. Yaitu ke arah tempat mereka datang.
Tentu saja, para Golem tidak akan tinggal diam.
Dengan lengan mereka yang seperti sebuah pedang, mereka menghadang para bandit yang berniat untuk kabur.
Pedang besi beradu dengan pedang batu. Jelas tidak ada pihak yang mau mengalah.
Karena perbedaan ukuran badan dan kekuatan, Golem tampak unggul ketimbang para bandit. Namun, itu tidak berlangsung lama.
(Heavy Slash) (Quick Slice) (Defence Cutter) (Sharp Edge)
Setiap bandit mengeluarkan skill mereka.
Golem yang awalnya unggul harus rela terpotong-potong oleh pedang besi para bandit.
"Yosh, kita bisa!"
"Terus maju...!"
Para bandit menjadi senang akan hal ini, hanya menunggu waktu sebelum mereka bisa mengamankan jalan keluar mereka. Namun, sekali lagi, itu tidak berlangsung lama.
"Ugh, aku, melemah"
"...ngantuk"
Bandit yang awalnya penuh semangat, satu-persatu mulai melemah. Mereka yang awalnya unggul sekarang kembali dipukul mundur oleh para Golem.
Sekarang, merekalah yang harus rela disayat-sayat dan diremukkan oleh para Golem.
Melihat rekan mereka yang berlumuran darah, bandit lainnya menjadi ciut. Mereka takut akan bernasib sama seperti rekan mereka.
Mereka tidak tahu, kalau nasib rekan mereka yang gugur jauh lebih baik ketimbang mereka yang selamat.
"Uuuaaaaaa!"
Tanpa mereka sadari, ada rekan mereka yang ditangkap oleh semacam tanaman merambat dan ditarik ke atas pohon.
Tidak hanya itu, ada rekan mereka yang diseret jauh ke dalam hutan oleh tanaman merambat yang sama.
Melihat anak buahnya yang gugur satu persatu, si Bos mulai merasa pasrah. Dia sadar kalau asap yang menyelimuti mereka sebelumnya bukanlah asap biasa. Menghirupnya membuat tubuh mereka melemah dan merasa mengantuk.
Sambil mengumpulkan segenap kekuatannya yang tersisa, si Bos mempertaruhkan segalanya dalam satu serangan terakhirnya.
(Bull Rush)!
Dia secara paksa menerobos para Golem. Dengan sebuah Greatsword ditangan, si Bos melancarkan sebuah serangan yang sangat kuat.
Menghadapi ini, para Golem tidak bisa berbuat apa pun.
Mereka harus rela tubuh mereka terpotong menjadi dua.
Si Bos akhirnya berhasil meloloskan diri. Tanpa sedikitpun menoleh kebelakang, dia meninggalkan anak buahnya untuk mengulur waktu agar dia bisa kabur.
"Mau lari kemana kau"
Dengan kata-kata itu, semua harapannya sirna.
Dia dikhianati oleh bayangannya sendiri.
Bayangan yang ada di kakinya seketika menjadi hidup dan berubah menjadi sebuah tali yang menjerat dirinya dengan sangat kuat.
Tidak peduli bagaimana dia memberontak, dia tetap tidak mampu untuk meloloskan diri.
Terlebih, dengan tubuhnya yang mulai melemah, si Bos sadar, kalau harapannya untuk meloloskan diri telah sirna.
Sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, hal terakhir yang dia lihat adalah sesosok perempuan yang memakai jubah hitam dan topi kerucut berjalan santai kearahnya sambil memegang sebuah staff kayu ditangannya.
"Penyi...hir"
...
•Skill [Black Magic] telah mencapai level maksimum. Mendapatkan 2SP•
•Mendapatkan (Shadow Burst) dan (Shadow Storage) dari [Black Magic]•
•Skill [Wood Magic] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•
•Mendapatkan (Leaf Blade) dari [Wood Magic]•
•Skill [Summoning Magic] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•
•Persyaratan telah terpenuhi, skill [Darkness Magic] berhasil terbuka•
Heh, mereka lebih lemah dari perkiraanku.
Ya, emang sih aku nyerang pas mereka lagi kelelahan. Terlebih lagi, kombo (Shadow Mist) dan yang belum lama ini aku ciptakan memang yang terbaik.
\ ★★★
«Sleep : Medium»
Sebuah botol yang berisikan gas tidur yang membuat siapapun yang menghirupnya menjadi mengantuk dan tidak berdaya.
Yang lebih penting, [Darkness Magic] harganya cuman 6SP... Ambil!
Hmm... (Darkness Control) dan (Darkness Bullet) yah... Sama aja.
(Shadow Burst)... Sama juga. Ah, (Shadow Storage)!
Ohh.... Ini keren!
Bisa nyimpen apapun di bayangan sendiri emang yang paling keren!
Sekarang, bandit yang mati ada 7 jadinya cuman dapet 9 subjek eksperimen.
Yah, daripada gak ada.
Untungnya gak ada (Stone Golem) yang mati. Meski banyak yang rusak, selama intinya masih aman mereka masih bisa dibalikin seperti semula.
"Kalian, bawa para bandit itu ke penjara!"
Baiklah, mari kita mulai eksperimennya♪