
Sanguine Kingdom.
Adalah sebuah kerajaan yang berisikan ras-ras yang berumur panjang seperti Vampir, Elf, Spirit dan masih banyak lagi.
Yang menyatukan semua ras itu adalah seorang Vampir yang telah hidup sejak zaman kuno dan telah berkuasa selama ribuan tahun lamanya.
Sepanjang sejarah, hanya terdapat dua generasi saja yang memimpin seluruh Sanguine Kingdom.
Sekarang, pada malam bulan purnama, di sebuah tempat di Sanguine Kingdom, berdiri sebuah kastil yang sangat indah.
Berdiri pada sebuah pohon raksasa yang kokoh serta dihiasi oleh kristal-kristal bercahaya yang memancarkan kilauan yang indah.
Di dalam kastil yang sangat indah nan megah tersebut sekarang sedang diselenggarakan sebuah pesta yang sangat meriah.
Sebuah pesta demi menyambut lahirnya generasi baru.
Pemilik kastil tersebut adalah Viridi Ast Regenwald. Raja para Elf yang telah berkuasa selama lebih dari 100 tahun. Di sampingnya adalah sang Ratu para Elf yang memiliki paras yang sangat cantik jelita, Rosa Ast Regenwald.
Elf terkenal akan kesuburan mereka yang rendah.
Hanya ada sedikit generasi baru yang terlahir setiap satu dekade. Bahkan meski telah menikah selama ratusan tahun, Raja Viridi dan Ratu Rosa hanya dikaruniai oleh seorang Putra.
Namun sekarang, seluruh ras Elf sedang menyambut lahirnya anggota keluarga kerajaan yang baru. Tidak hanya satu, namun sepasang Putri kembar!
Putra Mahkota ras Elf, Lapelis Ast Regenwald, jatuh cinta dengan seorang Otherworlder yang bernama Canary.
Kisah cinta mereka sempat menuai protes dari banyak pihak termasuk sang Raja.
Tapi, berkat tekad dan usaha yang mereka berdua tunjukkan, hubungan mereka pun akhirnya disetujui.
Pangeran Lapelis. Memiliki rambut pirang yang berkilau serta mata sehijau daun. Diberkahi dengan keindahan khas ras Elf, dia berdiri dengan gagahnya di atas sebuah panggung yang dihiasi oleh untaian bunga warna-warni.
Di sampingnya terdapat seorang gadis Elf dengan paras yang indah dengan sepasang mata keemasan yang menawan. Dia adalah Canary, yang sekarang bernama Canary Ast Regenwald.
Di antara mereka terdapat sebuah keranjang bayi yang terbuat dari ranting yang di anyam hingga membentuk sebuah keranjang bayi yang indah.
Di dalam keranjang tersebut terbaring sepasang bayi kembar yang sangat lucu.
Kedua bayi tersebut adalah Serina Ast Regenwald dan Rias Ast Regenwald. Sepasang bayi kembar buah dari cinta antara Pangeran Lapelis dan Putri Canary.
Mereka berdua mewarisi rambut pirang dari kedua orang tua mereka. Namun ada yang berbeda dari mata mereka.
Mereka berdua sama-sama mengidap Heterochromia.
Sang kakak, Serina. Memiliki mata kanan berwarna hijau daun sedangkan mata kirinya berwarna keemasan.
Sedangkan sang adik, Rias. Memiliki mata kanan berwarna keemasan dan mata kanan berwarna hijau daun.
Mereka berdua tampak sedang terlelap diiringi oleh nyanyian pengantar tidur yang dinyanyikan oleh ibu mereka.
Tampak berbanding terbalik dengan suasana tenang di atas panggung, di bawah mereka sedang diadakan sebuah perjamuan yang diadakan demi merayakan lahirnya mereka berdua ke dunia ini.
Perjamuan tersebut dihadiri oleh tamu-tamu penting yang datang dari segala penjuru benua.
Dari Drakon Kingdom, hadir Raja ke-14 dari Drakon Kingdom, Raja Krieger Blut Drakon. Menemaninya adalah Ratu Edelsteine Almaz Drakon.
Dari Sanguine Kingdom, hadir Raja ke-2 dari Sanguine Kingdom, Raja Yaeger Pes Sanguine, Ratu Maglia Pes Sanguine dan Pangeran Verfolger Pes Sanguine.
Dari Ferox Kingdom, diwakili oleh Kepala suku dari ras rubah, Lisa Vulpes yang sekaligus teman dekat dari Putri Canary yang sama-sama adalah seorang Otherworlder.
Selain tamu-tamu penting yang berasal dari keluarga kerajaan dan kalangan bangsawan, juga hadir teman-teman dari Putri Canary demi memberikannya ucapan selamat.
Masing-masing dari mereka membawa hadiah untuk diberikan kepada kedua bayi kembar yang baru lahir.
Raja dan Ratu dari Drakon Kingdom memberikan sepasang kotak permata yang bernilai tinggi.
Raja dan Ratu dari Sanguine Kingdom memberikan sepasang gelang serasi yang terbuat dari emas murni dan berhiaskan permata Ruby yang semerah darah.
Untuk teman-teman dari Canary, pertama ada seorang gadis rubah yang memiliki rambut oranye panjang serta memiliki tiga buah ekor bukti kalau dia bukanlah gadis rubah biasa.
Namanya adalah Lisa Vulpes, seorang Otherworlder yang memilih menjadi seorang Beastman berdarah campuran dan sekarang menjabat sebagai kepala suku dari ras Rubah.
Lisa memakai sebuah pakaian tradisional khas suku Rubah yang memiliki model mirip dengan kimono.
Kimono yang Lisa pakai berwarna merah dengan motif rubah serta dihiasi dengan ornamen keemasan.
Di belakangnya terdapat seorang gadis rubah dengan rambut berwarna biru tua serta memiliki dua buah ekor.
Dia adalah Pelayan pribadi Lisa yang bernama Oura. Di tangannya terdapat sebuah bungkusan yang berisi hadiah.
Hadiah yang Lisa berikan adalah sepasang selimut yang terbuat dari bulu (Cloud Sheep).
(Cloud Sheep) adalah seekor Mobs yang berwujud domba putih dengan bulu yang tebal dan lembut. Mereka biasa ditemukan di atas pegunungan yang sangat tinggi dan berkabut sehingga mereka sulit untuk ditemukan.
"Terima kasih, maaf ya membuatmu hadir meski sebentar lagi kau harus menghadiri rapat antar kepala suku" ucap Canary sambil menyambut hadiah yang diberikan.
"Tidak masalah, lagi pula rapat itu akan terjadi dua hari lagi. Aku masih punya waktu untuk kembali"
Setelah memberikan salam kepada Canary dan Lapelis, Lisa beserta Pelayanannya segera turun dari panggung dengan anggunnya.
Setelah itu giliran seorang pemuda Manusia, satu orang gadis kecil dan satu orang gadis kucing yang naik ke atas panggung.
Mereka bertiga mengenakan pakaian yang mewah dan disesuaikan dengan penampilan mereka masing-masing sehingga mampu memaksimalkan pesona yang mereka miliki.
Yang paling depan adalah seorang pemuda dengan rambut kemerahan yang disisir rapi serta mata keemasan. Wajahnya yang tampan dan ekspresinya yang lembut namun berwibawa membuat setiap gadis bangsawan yang menghadiri jamuan tersebut tertarik padanya... Jika saja pemuda tersebut tidak sedang menggandeng seorang gadis kecil di sampingnya.
Gadis itu sangatlah kecil hingga kalau diukur tingginya tidak akan mencapai 150cm. Gadis itu memiliki rambut dan mata berwarna perak.
Wajahnya yang imut ditambah dengan ukuran tubuhnya yang kecil sekilas membuatnya terlihat seperti anak kecil.
Untungnya semua orang mengetahui kalau gadis itu berasal dari ras Dwarf yang secara rasial memang bertubuh mungil.
Apalagi saat gadis itu naik ke atas panggung dan melihat sepasang bayi yang sedang tertidur di dalam keranjang dengan ekspresi seperti layaknya seorang ibu. Membuat semua orang sadar kalau gadis kecil tersebut sebenarnya adalah seorang wanita dewasa.
Sedikit di belakang mereka adalah seorang gadis kucing dengan rambut dan mata berwarna hitam arang. Wajahnya cantik serta ekspresinya yang tenang membuat banyak orang menilainya dengan tinggi.
Mereka adalah teman Canary yang berasal dari Party Petualang yang baru-baru ini dipromosikan menjadi Party peringkat A dengan nama The Guardian.
Yang memimpin mereka adalah Doragon. Di sampingnya adalah istrinya Winzi, serta anggota Party mereka dengan Occupation sebagai Thief adalah Feline.
Dua orang anggota Party mereka yang lain menolak untuk hadir karena mereka ada urusan pribadi jadi hanya mereka bertiga yang datang menghadiri perjamuan ini.
"Selamat atas kelahirannya"
"Selamat dan semoga sehat selalu"
Doragon dan Winzi memberikan ucapan selamat kepada Canary dan Lapelis. Sementara itu Feline hanya diam sambil tersenyum.
"Terima kasih, semoga kalian juga segera diberkahi oleh keturunan"
"Haha... Masih terlalu cepat bagi kami"
Sementara Canary dan Winzi sedang bersenda gurau, Doragon hanya bisa tersenyum masam mendengar mereka berdua.
Hadiah yang mereka berikan merupakan sepasang hiasan rambut dengan motif bunga putih.
Tidak lama setelah mereka turun dari panggung, Lapelis berbisik kepada istrinya.
"Jadi itu adalah Doragon. Dia tampak seperti seorang kesatria"
"Oh sayang, kau seharusnya mengatakan itu kepadanya"
"Aku akan lewat. Juga, apakah Beastman itu adalah selirnya?"
"Bukan... Atau lebih tepatnya belum"
Untungnya Winzi tidak mendengar ini. Jika iya maka situasi akan menjadi mencekam bagi Doragon dan Feline... Terutama Feline.
Setelah itu giliran sepasang Vampir yang naik ke atas panggung.
Mereka berdua memiliki rambut hitam serta mata semerah darah. Pakaian yang mereka kenakan adalah pakaian formal yang biasa dipakai untuk pergi ke acara resmi.
Si Pria adalah teman Canary yang memiliki pekerjaan sebagai Bounty Hunter. Namanya adalah Allucard. Berdiri di sampingnya adalah pengantinnya, Merch.
Hadiah yang mereka berikan adalah sepasang mainan bayi yang jika digoyangkan akan mengeluarkan suara berisik. Tentu saja mainan tersebut memiliki ukiran yang indah sehingga pantas diberikan kepada keluarga kerajaan.
"Ini tidaklah mahal, namun tolong diterima"
"Tidak apa-apa, niat baik saja sudah cukup"
Setelah mereka turun dari panggung, giliran sepasang Dwarf yang naik ke panggung.
Yang pertama adalah seorang Dwarf laki-laki dengan tubuh kecil namun penuh dengan otot. Wajahnya dipenuhi oleh jenggot kecokelatan yang lebat serta memiliki mata berwarna biru tua. Ekspresinya tampak kasar sehingga membuat siapa pun yang melihatnya enggan untuk berbicara kepadanya.
Dia adalah teman dari Canary, Bronze.
Meski dia tidak memiliki status resmi, namun reputasinya sebagai Blacksmith terbaik di antara para Otherworlder sudah terkenal di penjuru benua.
Di sampingnya terdapat seorang gadis Dwarf dengan rambut pendek keperakan serta mata berwarna biru muda. Tubuhnya lebih kecil dari Bronze namun masih lebih besar dari Winzi.
Berbeda dari Winzi yang nampak imut, dia memiliki wajah yang cukup cantik yang membuatnya terlihat lebih dewasa.
Namanya adalah Arian.
Arian adalah seorang Locals yang menjadi murid dari Bronze. Meski begitu, dia tidak punya niatan hanya bertahan sebagai seorang murid dan berniat untuk mencapai status yang lebih tinggi... Bisa dibilang dia cinta mati kepada Bronze.
Arian bahkan tidak menyembunyikannya dan dengan jelas menunjukkannya kepada semua orang.
"Selamat atas kelahirannya. Mohon terimalah hadiah dariku ini"
"Terima kasih"
Apa yang Bronze berikan adalah sepasang belati kembar yang terbuat dari logam berkualitas tinggi serta di bagian gagangnya terukir ukiran yang sangat indah.
"Oh... Sungguh sebuah mahakarya. Reputasi Anda tentu bukanlah kabar angin belaka" Lapelis dengan penuh rasa takjub menerima sepasang belati tersebut.
"Hahaha... Sungguh senang mendengarnya"
Setelah berbincang sebentar, mereka pun turun dari panggung. Sekarang adalah giliran sepasang Manusia yang merupakan daftar terakhir dari teman Canary yang menghadiri perjamuan ini.
Yang naik ke atas panggung adalah seorang pria dengan mata dan rambut cokelat yang disisir rapi serta memakai pakaian formal yang rapi dan bersih.
Dia adalah Turbo. Headmaster dari sebuah Guild yang bernama Iron Sword.
Sebuah Guild yang sangat terkenal di Drakon Kingdom karena berisikan para Otherworlder yang siap membantu dalam mengatasi segala macam perseteruan antara para Locals dan Otherworlder.
Meski memiliki tubuh yang tegap, namun wajahnya yang kekanak-kanakan membuatnya sulit untuk dianggap serius. Namun untungnya wajahnya itu cukup populer di kalangan wanita yang menyukai pria yang lebih muda.
Tapi sayang, tidak ada satu pun dari mereka yang berani mendekat.
Hal itu dikarenakan tatapan tajam serta aura berbahaya yang berasal dari gadis yang saat ini dengan eratnya menggandeng lengan Turbo.
Gadis itu memiliki rambut dan mata berwarna hitam berkilau. Wajahnya yang mungil membuatnya tampak imut. Jika saja dia tidak sedang memberikan tatapan setajam silet, maka wajahnya saja pasti sudah cukup untuk membuat setiap pria terpesona melihatnya.
Dia adalah Sisteen. Anggota dari Iron Sword serta kekasih dari Turbo (Meski Turbo masih belum meresmikannya).
Hadiah yang mereka berikan adalah dua paket yang masing-masing berisi pakaian bayi yang sangat lucu. Terlebih, semua pakaian itu adalah hasil dari rajutan tangan Sisteen.
Jika saja Turbo tidak sengaja mendengar apa yang Sisteen gumamkan saat merajut semua pakaian itu, maka Turbo mungkin saja akan melihat Sisteen dengan cara yang lebih baik.
"Terima kasih, maaf ya memintamu datang meski kau sedang sibuk"
"Malah sebaliknya, kami dari Iron Sword sangat berterima kasih karena telah memberikan kesempatan bagi ketua kami untuk beristirahat"
Sisteen dengan senyuman di wajahnya menjawab pertanyaan Canary menggantikan Turbo.
Mendengar hal ini, Turbo hendak mengatakan sesuatu sebelum akhirnya dipotong oleh Canary.
"Hehe... Begitu yah, memang susah untuk mengingatkan orang yang suka bekerja untuk beristirahat meski sebentar saja"
"Iya, ketua bahkan menghabiskan seharian penuh hanya duduk di mejanya demi menandatangani dokumen yang sebenarnya kurang penting"
"Aku tahu, Lapelis bahkan sering lupa makan..."
Pembicaraan antar wanita terus berlanjut sementara pasangan mereka hanya bisa mendengarkan sambil tersenyum kecut.
Setelah mereka berdua turun dari panggung, giliran para bangsawan dan orang-orang penting lainnya yang naik dan memberikan hadiah.
Malam telah larut, namun ini hanyalah malam pertama dari perjamuan yang akan diadakan selama tiga hari tiga malam. Itu berarti perjamuan baru saja dimulai.
Berdiri dengan gagahnya, Pangeran Lapelis Ast Regenwald mulai memberikan pidato di hadapan banyak orang.
"Terima kasih telah datang pada malam hari ini dan telah memberikan hadiah berharga demi merayakan lahirnya kedua Putri kami"
Saat mengatakan hal itu, wajahnya lebih tampak seperti seorang ayah ketimbang seorang Pangeran. Melihat itu, kedua orangtuanya tampak sangat bangga akan putra mereka yang telah tumbuh dewasa. Sementara istrinya melihatnya dengan penuh kasih.
Sedangkan para tamu yang hadir hanya bisa tersenyum melihat Pangeran Lapelis menunjukkan sisi lembutnya.
"Oleh karena itu, mari kita rayakan malam ini dengan musik yang meriah serta makanan dan minuman yang nikmat... Hidup panjang Sanguine!"
""!Hidup panjang Sanguine!""
Musik yang merdu mulai berkumandang yang menandakan perjamuan telah dimulai.
Para tamu saling berbincang satu sama lain demi mempertahankan atau membangun hubungan baru.
Raja Viridi sibuk berbincang dengan para Raja lainnya. Sedangkan Ratu Rosa sibuk menjamu para Ratu serta para wanita bangsawan lainnya.
Berbanding terbalik dengan kedua orangtuanya, Pangeran Lapelis malah sibuk bermesraan dengan Canary.
Sementara itu, Pangeran Velforger tampak mendekati Allucard dengan wine merah darah di tangannya.
"Hei Al, kau tampak bagus dengan pakaian itu" kata Pangeran Velforger dengan senyum besar di wajahnya. Meski disapa dengan penuh persahabatan, Allucard tampak tidak senang akan hal ini.
"Hah... Kau juga Vel, berbakti sekali kau menemani orang tuamu ke perjamuan ini"
Meski mereka berdua tampak tersenyum, tapi nada bicara mereka dengan jelas mengatakan sebaliknya.
Karena wajah Allucard tidak di kenal banyak orang, membuat orang-orang yang ada di sekitar mereka tampak bingung dengan siapa sebenarnya orang yang berbicara dengan Pangeran Velforger dengan begitu santainya sampai-sampai saling mengobrol dengan nama panggilan.
Meski penasaran, tidak ada satu pun dari mereka yang berani bertanya karena Pangeran Velforger
terkenal karena sikapnya yang kurang ramah.
"Jadi, bagaimana harimu?"
Seolah suasana sebelumnya adalah ilusi belaka, Pangeran Velforger merubah nada suaranya menjadi lebih serius.
"Biasa saja, hanya saja agak susah untuk berbicara dengan orang baru"
"Begitu yah, kau hanya harus lebih berusaha. Atau kalau perlu aku akan meminta anak buahku untuk mengajari satu atau dua hal kepadamu?"
"Aku hargai bantuannya, aku harap mereka bisa membantu"
Bagi orang-orang yang menyaksikan pembicaraan mereka, mereka tampak seperti dua orang teman baik yang saling membantu. Tapi sebenarnya ada hal lain dibalik pembicaraan mereka.
Di sisi lain, rombongan Doragon dan Turbo sedang saling berbincang satu sama lain dengan akrabnya.
Hal itu wajar mengingat mereka berdua sama-sama berasal dari gelombang pertama, mereka juga pertama kali Log In di kota yang sama.
Mereka telah mengalami betapa kacaunya hubungan antara Otherworlder dan Locals dan betapa beratnya 'Event' yang diberikan kepada mereka.
Dengan banyak usaha dan pengorbanan, mereka pun akhirnya bisa menyelesaikan semua masalah yang
ada dengan cara mereka masing-masing.
Doragon dengan kekuatannya memimpin Partynya untuk menghadang semua ancaman yang datang baik itu dari Mobs maupun 'Event' yang ada. Berkat itu, Partynya. The Guardian, dinobatkan sebagai Party Otherworlder terkuat oleh Drakon Kingdom.
Sedangkan Turbo bersama dengan Guildnya berhasil menjadi penengah antara Otherworlder dan Locals yang membuat prestasinya terkenal baik oleh pihak Otherworlder maupun Locals.
Meski cara mereka berbeda, tapi tujuan mereka sama. Yaitu untuk membuat lingkungan yang sesuai bagi Otherworlder untuk bersenang-senang dan membawa perasaan aman bagi Locals.
Karena mereka berdua masih bertahan di Kerajaan yang sama, mereka pun terkadang bertemu dan
membuat persahabatan mereka menjadi lebih erat.
Sementara Doragon dan Turbo sedang berbincang tentang masa lalu serta membahas masalah yang mereka hadapi sekarang. Winzi, Feline, dan Sisteen sedang melakukan perbincangan antar perempuan.
Tidak jauh dari mereka, ada Bronze yang sedang menikmati hidangan yang disediakan dengan lahapnya. Sementara muridnya, Arian terus mengingatkannya untuk makan dengan cara yang lebih sopan.
Malam menjadi semakin larut.
Saat para tamu sedang terhanyut dalam alunan musik yang merdu serta makanan yang lezat, terdengar sebuah pengumuman.
"Ratu dari para Spirit, Yang Mulia Ratu Cascade. Mengiringi Beliau, Ketua dari Sol Ciel, Cardinal La Ciel beserta cucunya, Rosemary La Ciel. Telah hadir!"
Pintu menuju area perjamuan terbuka lebar. Darinya masuklah tiga orang wanita yang masing-masing memiliki paras yang mampu menyihir siapa pun yang melihatnya.
Yang paling menawan dari mereka bertiga adalah seorang wanita dengan rambut panjang berwarna biru tua yang berkilau bagaikan Kilauan ombak malam setiap kali dia melangkah. Parasnya yang melebihi batas kecantikan Manusia membuat siapa pun tidak bisa mengalihkan pandangannya. Matanya yang sebiru lautan tampak mengamati setiap orang bagaikan seorang ibu sedang memandang anaknya sendiri.
Dia adalah Ratu para Spirit, Cascade.
Tidak ada yang tahu sejak kapan dia pertama kali memerintah para Spirit. Tapi yang pasti dia adalah orang yang paling senior di antara semua tamu yang hadir pada malam hari ini.
Kepribadiannya yang penuh misteri membuat semua orang sulit untuk menebak apa yang ada di pikirannya.
Berjalan di belakangnya terdapat dua orang yang memakai pakaian penyihir lengkap dengan topi kerucut serta jubah yang berwarna putih murni.
Tepat di punggung mereka terdapat sebuah simbol matahari yang bersinar dengan terang.
Satu orang tampak seperti seorang wanita berumur sekitar dua puluh tahunan dengan rambut dan mata berwarna ungu cerah serta rupa yang tampak dewasa.
Sementara yang satunya tampak seperti gadis berumur kurang dari lima belas tahun dengan rambut dan mata berwarna merah tua. Meski dia berjalan dengan penuh wibawa, namun kau masih tidak bisa melepaskan kata 'Imut' dari dirinya.
Mereka berdua berasal dari Sol Ciel.
Sol Ciel adalah sebuah organisasi atau bahkan bisa dibilang sebuah Guild khusus untuk Penyihir yang telah berdiri selama ribuan tahun.
Meski mereka adalah Penyihir, mereka berbeda dari Penyihir liar yang kerjanya hanya membuat masalah dan membawa malapetaka.
Sol Ciel bertugas untuk menjaga keseimbangan antar ras di seluruh benua. Jika terjadi sebuah perang antar ras atau kejadian besar lainnya, maka mereka pasti akan turun tangan.
Oh, perlu diingat bahwa ketua dari Sol Ciel saat ini, Cardinal La Ciel adalah gadis kecil yang berambut merah tua. Sedangkan wanita berambut ungu cerah adalah cucunya, Rosemary La Ciel.
Dari semua tamu yang terdiam karena terpana akan paras mereka bertiga, hanya Turbo saja yang menampilkan ekspresi yang berbeda.
Hal itu disebabkan karena Rosemary.
Tidak peduli bagaimana Turbo melihatnya, wajah Rosemary tampak sangat familiar. Meski dia tampak lebih tua, tapi tidak salah lagi.
Wajah Rosemary dan Lavender sangatlah mirip bagaikan saudara kembar!