A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 23 : What a Geezer



Jika kau membayangkan tentang ruangan Boss, kau pasti akan membayangkan sebuah tempat luas seperti sebuah arena dan banyak item penyembuhan bertebaran di mana-mana.


Yup, itu tidak terjadi di sini.


Pertama, tidak mungkin ada orang yang cukup idiot untuk memberikan item penyembuhan secara cuma-cuma kepada lawan mereka.


Lalu, daripada arena, tempat ini terlihat lebih seperti sebuah aula dansa milik para bangsawan.


Semua perabotan dan ornamen berhiaskan emas dan permata. Lantainya dilapisi oleh permadani merah yang dihiasi oleh sulaman emas yang menawan.


Terdapat dua buah tangga yang menuju lantai kedua. Di sana terdapat sesosok pria tua dengan kulit pucat seperti mayat dan janggut yang lebat. Dia mengenakan jubah hitam yang dihiasi oleh ornamen berwarna emas sedang berdiri dengan angkuhnya sambil memandang rendah ke arahku.


Bahkan dari sini aku bisa merasakan aura tidak mengenakkan terpancar dari seluruh tubuhnya.


"Heh, cuman Forest Dwellers rupanya. Berbahagialah wahai gadis murahan! Engkau sekarang sedang berhadapan dengan sang Ahli Sihir agung! Dominic Von Dolly!"


Yup, dia Boss nya.


Mengingat dia bisa berbicara serta berdiri di ruangan yang terlewat mewah ini, kurasa dia adalah Boss terakhir.


Hmm... Untuk berjaga-jaga kurasa aku akan menggunakan [Appraisal]... Yup, gagal!


Itu artinya dia jauh lebih kuat dariku. Tidak diragukan lagi dialah penguasa Dungeon ini.


Baguslah, dengan begini aku bisa menaklukkan Dungeon ini.


"Tunduklah dan jadilah budakku, hanya itulah cara agar kau bisa... (Light Lance) ...kau!"


Sudah kuduga tidak akan semudah itu. Aura tidak mengenakkan yang dia miliki menetralkan sihirku.


"Dasar tidak tahu di untung! Kau membuang satu... (Dual-Casting) (Flame Javelin) ...lagi!"


Tch, masih ditahan yah.


"Bisakah kau diam!? Kalian, jangan beri ampun, Serang!!!"


""Siap!""


Aku adalah tipe orang yang tidak mendengarkan perkataan Boss sebelum bertarung. Dialog mereka selalu sama dan tombol SKIP itu terlihat sangat menggoda.


Para Pelayanku dengan segera berlari menuju tangga untuk ke lantai dua.


Melihat ini, si Boss... Dominic? Mengatakan sesuatu lagi sebelum akhirnya memunculkan sebuah tongkat hitam yang menyerupai cakar seekor naga yang menggenggam sebuah bola kristal yang memancarkan cahaya kehitaman. Klasik.


(Summon : Puppet Army!)


Atas perintahnya, sebuah lingkaran sihir muncul di udara dan darinya keluar puluhan hingga ratusan manekin yang bersenjatakan lengkap bagaikan prajurit kerajaan.


Jadi begitu, dia itu tipe Boss yang mengandalkan kroco-kroconya dan memberikan perintah dari tempat aman.


Normalnya kau harus menyingkirkan mangsa kecilnya dulu sebelum menangani ikan besar. Namun aku punya cara lain.


"Kalian, habisi para boneka rendahan itu! Tunjukkan siapa yang lebih superior di antara kalian!"


""Siap!""


Baiklah, satu masalah sudah teratasi, saatnya menangani masalah utamanya.


"Dasar bodoh! Para gadis kecil itu tidak mungkin... (Heat Wave) ...kau masih saja...!!!"


"Diamlah, aku sama sekali tidak tertarik dengan apa pun yang hendak kau katakan"


Aku menggunakan (Aero Control) dan memusatkannya pada kedua kakiku. Saat kurasa sudah cukup, aku melompat dengan sekuat tenaga sambil melepaskan (Aero Control) yang telah aku kumpulkan.


Akibatnya, aku meluncur langsung ke arah Dominic yang berada di lantai dua.


Melihat tindakanku, dia segera melindungi dirinya sendiri dengan menggunakan manekin yang ada di sekitarnya sebagai dinding pelindung.


Jelas aku tidak bisa berhenti. Jika diteruskan aku pasti akan menghantam langsung ke arah para manekin tersebut.


Dengan segera aku menggunakan (Wooden Armament) dan menciptakan sebuah perisai.


Crack!


Sakit!!! Tapi aku masih selamat!


Masih ada banyak manekin yang memisahkan antara aku dengan Dominic. Karena mereka hanya akan mengganggu, aku harus menyingkirkan mereka.


(Dual-Casting) (Fire Burst)


Para manekin yang ada di hadapanku terhempas dan terbakar setelah terkena seranganku. Berkat itu tercipta sebuah jalan antara aku dan Dominic.


(Darkness Bullet)


Yup, tidak mungkin dia akan diam saja (Light Shield)!


Sebuah suara keras terdengar saat peluru kegelapan yang Dominic tembakkan menghantam perisai cahaya milikku.


Satu serangannya saja sudah cukup untuk menciptakan sebuah retakan besar pada perisaiku. Jika terkena satu serangan lagi maka perisaiku pasti akan pecah.


Yah, lagi pula aku tidak punya niatan untuk terus bersembunyi di belakangnya.


Aku menyelimuti seluruh tubuhku dengan (Aero Control) agar membuat gerakanku menjadi lebih cepat.


Dengan cekatan aku segera bergerak tepat ke samping Dominic yang hendak bersembunyi di balik manekinnya lagi.


(Dual-Casting) (Fire Pillar)


Aku menciptakan dua buah pilar api untuk mempersempit gerakan Dominic sekaligus menghabisi manekin yang ada di sekitarnya.


Dominic hendak merapal sebuah mantra sihir. Untungnya aku lebih cepat.


(Light Cutter)


Pisau cahaya melesat dari lingkaran sihir yang berada di ujung staff ku. Sekali lagi, aura miliknya menetralkan seranganku.


Tapi setidaknya seranganku berhasil menggagalkan rapalannya.


Dengan mengumpulkan sebagian besar Mana ku ke dalam satu sihir ini, aku melepaskan (Light Lance) yang jauh lebih terang dan cepat dari yang sebelumnya.


"Hehe... Sihirmu tidaklah berarti di hadapanku. Menyerahlah!"


Tch, masih tidak berhasil.


Kurasa sekarang sudah aman untuk mengatakan bahwa aura miliknya mampu untuk menetralisir segala sihir atau setidaknya sihir yang jauh lebih lemah darinya.


Aku tidak menyukai ini.


Aku terus berlarian kesana-kemari sambil menyelinap di antara manekin miliknya. Tiba-tiba saja [Intuition] ku berteriak dengan keras.


Secara spontan aku melompat jauh ke belakang.


Tepat setelah aku menjauh, tali-tali yang terbuat dari kegelapan muncul dari bawah tempat aku awalnya berada dan menggeliat tampak seperti sedang mencari sesuatu.


Heh, dia pikir berapa kali aku menggunakan (Darkness Restraint)? Mana mungkin aku akan terkena sihir yang sering aku gunakan sendiri.


"Berhentilah berlari dasar kau gadis kecil!"


"Maaf saja, hari ini aku merasa ingin berolahraga sedikit"


Tidak lupa aku menembakkan (Flame Bullet) sambil berbicara. Tentu saja itu tidak berguna.


Kalau sihir tidak berguna, maka pilihan lainnya adalah serangan fisik.


Sembari menghindari (Darkness Bullet) yang Dominic tembakkan, aku berkonsentrasi dan menggunakan [Psychokinesis] untuk menggerakkan berbagai macam senjata yang berserakan di lantai.


Meski aku bilang berbagai macam, saat ini aku hanya mampu untuk menggerakkan tiga buah benda sekaligus. Itu pun yang tidak terlalu berat.


Sama seperti saat aku melawan (Goblin Lord) aku menggunakan (Wind Current) untuk mempercepat laju senjata yang aku tembakkan.


Tiga buah pedang besi melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Dominic. Melihat ini, dia menghilang ke dalam bayangannya sendiri.


Tch, (Shadow Switch) yah, kalau begitu... (Light Control)!


Cahaya yang terang menyinari segala yang ada di lantai kedua. Dominic yang bersembunyi di dalam bayangan terpaksa keluar dari persembunyiannya.


Dia muncul tepat di dekat tangga. Kurasa dia berniat untuk lari ke lantai satu tempat di mana manekinnya berkumpul.


Melihat ini, aku kembali menyerangnya menggunakan kombo [Psychokinesis] dan (Wind Current).


Manekin yang ada di sekitarnya berusaha untuk melindungi tuannya. Berkat usaha mereka, para manekin itu berhasil menahan dua pedang yang aku tembakkan.


Akan tetapi satu pedang berhasil mengenai targetnya.


"Ghhaaah!"


Sebuah pedang besi tertanam tepat di dadanya. Sontak hal itu membuatnya terdorong ke belakang dan jatuh menuju lantai pertama.


Tepat seperti dugaanku, aura miliknya hanya mampu menetralkan serangan sihir.


Menyusulnya, aku langsung melompat ke bawah sambil menggunakan (Aero Control) untuk menahan laju jatuhku.


Masih di udara, aku kembali menembakkan tiga buah pedang ke arahnya. Kali ini ketiga pedangku sukses mengenai target yang tidak berdaya.


Dominic yang terkena serangan telak terjatuh dengan keras dilantai. Berkat itu, Staff yang selalu dipegangnya menjadi terlepas dan terlempar jauh... Oh!


"Zweite! Bawa Staff itu jauh dari sini!"


Setelah mendarat dengan aman, aku memberikan perintah kepada Zweite yang langsung dia laksanakan.


Zweite mengambil Staff yang tergeletak tidak jauh darinya lalu segera berlari menjauh.


"Kau... Gadis sialan!!!"


Dominic yang berhasil bangkit mencoba mengejar Zweite untuk mengambil Staffnya kembali. Tentu saja aku tidak akan membiarkannya.


(Dual-Casting) (Fire Burst)


Meski itu tidak akan melukainya, tapi seranganku berhasil untuk menahannya.


Sekali lagi, aku menembakkan pedang ke arahnya.


"Dasar kau gadis sialan!!!"


Dengan banyaknya senjata yang berserakan di atas lantai, aku punya banyak amunisi untuk di tembakkan.


Selagi aku menembaki Dominic, aku melihat sekeliling.


Sebagian besar manekin telah ditangani oleh para Pelayanku. Hanya ada beberapa manekin yang tersisa.


Selain itu, berapa lama lagi aku harus menembaki orang ini? Jika begini terus maka dia akan terlihat seperti landak.


"Tirta, Vier! Bantu aku menghabisi orang ini. Biarkan Percy menangani para boneka itu!"


"Siap!" "Baik!"


(Taunt)!


Dengan skillnya, Percy menarik perhatian semua manekin yang tersisa. Dengan Equipment barunya, aku yakin dia bisa menangani mereka dengan mudah.


Sedangkan si kembar langsung berlari ke arah Dominic dan menyerangnya tanpa ampun.


(Slice) (Rapid Strike)


Dengan begini Dominic sekarang diserang dari tiga arah. Jika terus begini maka hanya tinggal menunggu waktu sebelum dia... Yup, ronde kedua!


"Tidak akan aku maafkan! Kau tidak akan aku maafkan!"


Aura tidak mengenakkan yang terpancar dari tubuhnya menjadi semakin kuat dan meledak yang menghempaskan si kembar yang berada di dekatnya.


(Light Shield)


Meski aku cukup jauh darinya, namun aku masih tetap terdorong mundur oleh auranya.


Lalu... Akhirnya berhenti.


Hal pertama yang aku sadari adalah para manekinnya yang berhenti bekerja dan berjatuhan di atas lantai.


Lalu, Dominic muncul dengan penampilan barunya... Atau tidak.


Selain auranya yang semakin jelas berkobar di sekujur tubuhnya, tidak ada perubahan lainnya.


Dengan ekspresi marahnya, dia memunculkan 5 buah bola kegelapan yang mengelilingi dirinya. Lalu dunia menjadi gelap... (Darkness Night) yah.


Untungnya aku masih bisa melihat dengan menggunakan [Night Vision] jadi tidak ada masalah... Heh? Entah mengapa kepalaku jadi terasa lucu...


Serangan mental!


Sepasang tombak cahaya yang aku tembakkan berhasil mengenai Dominic dengan telak!


Begitu yah, jadi aura itu punya dua fungsi. Pertahanan telak dan... Apa efek dari fungsi kedua? Penguatan?


"Dasar gadis sialan! Akan aku bunuh kau!"


Ratusan tombak kegelapan muncul dari lantai dan berusaha menusukku dengan ganasnya.


Yup, fungsi kedua adalah penguatan.


(Hydro Cocoon)


Untungnya aku tepat waktu dan berhasil berlindung... Sakit!


Entah aku yang sedikit terlambat atau memang pertahananku yang lemah. Total ada 6 buah tombak kegelapan yang berhasil menembus pertahananku dan mengenaiku.


Aku terkena di kaki kanan bawah, paha sebelah kiri, lengan kiri, dan sisanya menggores bagian sisi dada dan perutku. Meski begitu ini tidaklah seberapa.


Si kembar jauh lebih buruk.


Mereka terkena serangan telak dan berakhir menjadi sate tusuk.


Melihat diriku yang terluka, Dominic sama sekali tidak melewatkan kesempatan ini.


Dia menembakkan (Shadow Burst) tepat ke arahku. Untungnya aku masih sempat menahannya dengan menggunakan (Light Shield).


Akan tetapi, serangannya dengan mudah menghancurkan perisai cahaya yang aku ciptakan. Ditambah efek ledakannya yang sukses melewati (Hydro Cocoon) yang masih aktif yang membuatku terhempas ke belakang dan hampir membentur dinding.


"Bwahahahaha... Rasakan itu dasar gadis kecil!"


Perlu aku akui, ini sangatlah sakit. Bahkan (Light Heal) masih belum cukup untuk menyembuhkan luka yang aku derita.


Saat Dominic masih terbenam dalam kesenangannya, sebuah anak panah meluncur dengan indahnya dan mendarat tepat di lehernya.


Ini pasti ulah Zweite!


Tanpa membuang waktu aku langsung menjadi ofensif!


(Dual-Casting) (Light Cutter)


Dominic berusaha menahan seranganku dengan menggunakan kedua tangannya untuk melindungi kepalanya.


Hasilnya, dia menjadi buntung!


"Dasar gadis sialan! Siapa kau sebenarnya?!!"


Hmm... Haruskah aku ikuti permainannya? Yah tidak ada salahnya.


Tadi Dominic memperkenalkan diri dengan menggunakan nama lengkapnya kan? Dan itu terdengar seperti nama bangsawan. Haruskah aku melakukan hal yang sama?


Yup, mari lakukan itu!


"Heh, baru kau bertanya! Ingatlah nama gadis yang akan mengirimmu ke neraka! Aku adalah Penyihir dari Hutan Ibis, Lavender La Ciel!"


Dengan nada bicara bagaikan Penyihir agung yang sering aku latih, aku memperkenalkan diriku untuk pertama kalinya.


Mendengar ini, Dominic menjadi terdiam, sebelum akhirnya...


"Ciel... Kau bilang kau adalah seorang Ciel!"


Hah, apakah nama itu sudah dipakai?


"Dasar gadis terkutuk! Ternyata selama ini kau adalah cucu ****** kotor itu...!!!"


Woii...!!! Nenek siapa yang kau bilang ******?!


Oh sial, (Fire Pillar)


Sebelum Dominic melakukan hal yang aneh-aneh. Pilar api membakar tubuhnya. Aku merasa dia seperti sedang meneriakkan sesuatu tapi aku terlalu sibuk untuk peduli.


(Light Shoot) (Dual-Casting) (Light Lance) (Light Cutter)


"Ghhaaaaaaa.... Filiaaaaa...!!!"


Aku tidak tahu siapa itu, tapi akhirnya dia berubah menjadi abu tanpa ada yang tersisa.


•Skill [Light Magic] telah mencapai level maksimum. Mendapatkan 2SP•


•Mendapatkan (Light Burst) dan (Area Heal) dari [Light Magic]•


•Skill [Appraisal] telah mencapai level maksimum. Mendapatkan 2SP•


•Skill [Two-Handed Staff] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•


•Persyaratan telah terpenuhi, Skill [Luminous Magic] berhasil terbuka•


•Persyaratan telah terpenuhi, Skill [Identify] berhasil terbuka•


•Persyaratan telah terpenuhi, Skill [Mental Resistance] berhasil terbuka•


•Persyaratan telah terpenuhi, Skill [Space Magic] berhasil terbuka•


Masing-masing 6SP untuk [Luminous Magic] dan [Space Magic], 2SP untuk [Identify] dan 1SP untuk [Mental Resistance]


Ambil!


Seperti biasa, sihir baru dari [Luminous Magic] adalah (Cure Heal) yang berfungsi untuk menetralisir racun dan efek buruk lainnya. Dan (Luminous Bullet)... Apa, kalian sudah tahu yang ini kan?


Dan yang paling penting!


[Space Magic]


Sebuah skill yang memungkinkan penggunanya untuk menggunakan sihir yang berhubungan dengan ruang.


Syarat mendapatkan : Memiliki [Light Magic] dan [Black Magic] dengan level maksimum.


Syaratnya beda lagi kan!


Ah sudahlah...


Sihir yang aku dapatkan adalah (Space Control) dan (Space Bullet)


Lupakan yang kedua, (Space Control) membuatku bisa mengontrol ruang yang ada di sekitarku. Meski levelnya masih lemah, tapi ini seharusnya sudah cukup untuk mengalihkan serangan yang ditujukan ke arahku.


Hah... Jika saja aku mendapatkan semua skill ini sejak awal, pertarunganku dengan Dominic pasti jauh lebih mudah. Mengingat Dominic yang jelas-jelas adalah seorang Undead pasti lemah terhadap api dan cahaya.


Aku juga bisa menggunakan (Space Control) untuk menangkis serangannya.


Meski begitu, ini benar-benar sakit. Bahkan (Light Heal) hanya membuatku sedikit mendingan.


Dengan terpaksa aku meminum untuk mempercepat pemulihanku dan untuk mengisi ulang Mana ku yang sekarang hanya tersisa kurang dari 40%.


Baiklah, setelah Dominic dikalahkan, ruangan kembali terang, sekarang aku bisa melihat dengan jelas kekacauan yang ada di sekitarku.


Seluruh lantai dipenuhi oleh manekin yang berserakan di mana-mana. Di antara mereka terdapat si kembar yang mencoba bangkit dengan susah payah.


Tubuh mereka dipenuhi dengan lubang. Untungnya mereka adalah Golem jadi luka mereka tidaklah


berdarah dan itu tidak mengancam nyawa mereka... Oh!


Tampaknya Vier terkena tepat di bagian dada dan (Magic Core) yang disematkan di dadanya hancur.


"Vier, bagaimana kondisimu?"


"Ma-master... Tenang saja... Inti hamba... Masih aman..."


Baguslah kalau begitu.


Meski begitu, aku masih harus memperbaikinya.


(Soil Control)... Sudah, sekarang sematkan kembali (Magic Core) baru di dadanya... Selesai!


Untungnya Trita tidak memecahkan (Magic Core)nya jadi memperbaikinya jauh lebih mudah ketimbang saudarinya.


Saat aku selesai memperbaiki si kembar, Percy dan Zweite datang ke hadapanku dengan utuh tanpa luka sedikit pun.


Ditangan Zweite juga terdapat sebuah Staff hitam yang berbentuk seperti cakar naga yang sedang menggenggam sebuah bola kristal.


Ah, masih ada benda ini yah.


\ ★★★★★


«Darkness Enchant : EX Large» «Cursed Holder : Darkness»


Sebuah Staff terkutuk yang diambil dari mayat Sacred Beast yang menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan.


Memperkuat semua sihir dengan elemen kegelapan secara signifikan dan membuat penggunanya tidak terkalahkan di dalam kegelapan.


Syarat penggunaan : Memiliki [Darkness Magic].


Efek samping : Karena membawa amarah dari Sacred Beast yang dibunuh secara tragis, siapa pun yang menggunakan Staff ini akan dikutuk untuk kehilangan semua sihirnya kecuali sihir dengan elemen kegelapan.


Tidak berguna!!!


Mana mungkin aku ingin mengorbankan semua sihir yang telah aku dapatkan dengan susah payah hanya untuk ini!


"Simpan benda ini baik-baik! Sesampainya kita di rumah, segera segel benda ini di dalam basemen"


"Siap!"


Baiklah, Pelayanku telah berkumpul.


Meski master dari Dungeon ini telah dikalahkan, masih ada satu hal lagi yang harus aku lakukan.


"Master, dimana topi mu?"


Topi... Ah!


"Cepat cari sekarang juga!"


"Siap!"


Ya ampun, kapan jatuhnya? Lain kali aku harus mencari cara agar topiku tidak jatuh lagi.


"Master, ini"


Oh akhirnya. Sekarang, apa yang ingin aku katakan tadi...?


Benar, yaitu mencari .


Heh, meski aku bilang mencari. Tapi aku sudah tahu dimana benda itu berada.


Sejak tadi aku bisa merasakan sesuatu sedang memanggilku. Arahnya berasal dari lantai kedua. Setelah melewati area tempat aku awalnya bertarung melawan Dominic, terdapat sebuah pintu ganda yang berlapis emas.


Setelah dibuka, terdapat ruangan yang tampak seperti ruang tamu... Tidak penting.


Tepat di bagian sisi ruangan terdapat pintu lagi. Setelah melewatinya kau akan sampai di sebuah lorong panjang yang dipenuhi oleh perabotan mewah serta karya seni yang mahal... Lewati!


Di sepanjang lorong terdapat banyak pintu yang berjejer. Melewati itu semua, aku akhirnya sampai di ujung lorong.


Setelah dibuka, terdapat ruang tidur yang kelewat mewah. Semuanya didominasi oleh warna merah dan emas. Ranjang ganda yang ada di tengah ruangan sangatlah besar hingga bisa memuat sampai 10 orang secara bersamaan dan masih akan ada ruang kosong.


Tepat di sebelahnya terdapat sebuah meja belajar.


Di atasnya terdapat sebuah buku tebal dengan sampul yang terbuat dari kulit. Saat dibuka, aku mengetahui kalau buku ini sebenarnya adalah sebuah buku harian.


Jelas siapa pemilik buku ini.


Aku lalu menyimpannya untuk dibaca nanti... Apa? Memangnya kalian tidak penasaran?


Sisihkan itu dulu, sekarang adalah acara utamanya.


Sesuatu yang memanggilku tepat berada di ruangan ini, tepatnya di bagian bawah ruangan ini.


Tidak butuh waktu lama sebelum aku akhirnya menemukan pintu rahasia yang tersembunyi di bawah permadani.


Setelah dibuka, terdapat tangga menuju ke bawah.


"Percy, kau maju lebih dulu"


Dengan Buckler ditangan, Percy secara perlahan turun ke bawah. Mengikutinya ada aku dan Pelayanku yang lain.


Kurang dari 5 menit kami menuruni tangga sampai akhirnya sampai di tujuan.


"Haha... Menarik!"