
Heh, tidak kusangka ada Dungeon di tempat seperti ini.
Pada saat kami melanjutkan penjelajahan, aku menemukan sebuah monumen batu yang mirip seperti sebuah candi berada jauh di dalam hutan. Menengok ke dalam, aku bisa melihat sebuah tangga dari batu yang mengarah jauh ke bawah.
Setelah mencari tahu lebih lanjut (Aku mengirim si kembar masuk ke dalam) barulah kami tahu kalau candi ini adalah sebuah Dungeon.
Asal kalian tahu saja yah, Dungeon itu sudah jadi pengetahuan umum. Jadi aku tidak akan menjelaskan apa pun kepada kalian. Sebaliknya, kalian seharusnya malu kalau sampai tidak tahu apa itu Dungeon!
Satu hal yang pasti, untuk memasuki sebuah Dungeon memerlukan persiapan yang matang.
Baik itu perlengkapan, persediaan, dan mental yang kuat.
Akan tetapi, aku sudah melakukan itu semua.
Baiklah, ayo langsung masuk ke dalam!
...
"Ehh... Bagus juga tempat ini"
Lantai dan dindingnya terbuat dari batu yang terlihat kokoh. Di bagian langit-langit terdapat semacam lampu yang tersusun secara rapi dengan jarak antar lampu sekitar 5 meter.
Dinding ruangan dihiasi oleh berbagai macam hiasan berupa lukisan, kaligrafi, dan berbagai benda mahal lainnya.
"Tch, gak bisa diambil"
Lupakan, yang paling penting, lorong ini memiliki lebar sekitar 4 meter dan tinggi 6 meter.
Terlalu sempit jika kau bertanya kepadaku. Terlebih bagi Vier yang menggunakan tombak, tempat ini sangatlah tidak cocok baginya.
Secara perlahan, kami mulai menjelajahi tempat ini.
Tidak perlu menunggu lama, kami sudah menjumpai Mobs pertama yang menghuni Dungeon ini.
Penampakan mereka mirip seperti anak kecil yang kekurangan gizi. Kulit mereka berwarna hijau dan terdapat banyak sekali kutil yang tumbuh di permukaan kulit mereka.
Singkatnya, mereka hanyalah seekor (Goblin).
Terlebih, karena mereka tidak bersenjata atau hanya bersenjatakan sebuah pedang karatan, menangani mereka sangatlah mudah.
Groaab! Groaab! Groaab!
Berisik... (Shadow Burst)!
Tunggu, ini kan di dalam Dungeon.
Jadi aku bisa menggunakan [Fire Magic] kan!
(Fire Shoot) (Fire Lance)
Ahh... Nikmatnya bisa menggunakan [Fire Magic] sesuka hati.
Oh iya, bagaimana kalau sekalian mencoba skill baru?
(Wind Pressure)
"Waaa... Kepalanya meledak!" "Huuaaa... Kena darahnya...!!!"
Tidak kusangka kalau efeknya bisa separah itu.
Untung aku tidak di depan.
Selain Goblin, Mobs lainnya yang menghuni tempat ini adalah sekawanan tikus yang berukuran lebih dari 1 meter.
(Poisonous Rat)
Tidak perlu dikatakan lagi, mereka ternyata beracun.
Selain itu, mereka juga cepat. Mereka mampu berlarian kesana-kemari sambil menghindari serangan yang diarahkan kepada mereka. Hal itu membuat Percy dan si kembar kewalahan. Hal itu semakin parah karena mereka selalu muncul secara berkelompok.
Namun itu bukanlah masalah bagiku dan Zweite.
Tingkat akurasi Zweite sangatlah tinggi. Setiap anak panah yang dia lepaskan pasti akan mengenai targetnya.
Sedangkan diriku...
(Shadow Burst)
Tinggal pakai serangan AOE gampang kan?
Kalau kalian sampai bilang "Apa itu AOE?" aku tampar kalian!
Meski begitu, barang drop nya ampas.
Selain (Magic Core) yang cukup berharga, para Goblin hanya menjatuhkan senjata yang mereka bawa. Itu pun sudah karatan dan tidak layak pakai.
Bahkan tikus itu masih mending bisa drop (Poison Tooth) yang bisa dipake buat [Alchemy].
...
Kami terus berjalan menyusuri lorong-lorong yang rumit dan bercabang. Karena tidak adanya peta otomatis, aku memerintahkan Zweite untuk menggambar peta secara manual agar kami tidak tersesat.
Beberapa jam kemudian...
"Kotak harta yah... Trita, buka!"
"Eh, kenapa aku?!"
Bukankah sudah jelas, disini hanya Trita lah yang mengenakan Armor besi. Sudah pasti pertahanannya adalah yang paling tinggi.
Terlebih dia adalah seorang Golem. Bahkan jika kotak harta itu mengandung jebakan berbahaya, dia pasti bisa selamat.
Perlahan, Trita membuka kotak harta... Tidak terjadi apa-apa.
"Master, di dalamnya ada emas sama peralatan!"
Hmm... Meski ini baru lantai pertama, tapi isi kotak hartanya bagus juga.
100 koin emas, 3 pedang besi, 1 Armor besi, 5 Potion, dan sebuah aksesoris.
\ ★★★★
«Night Enchant : Large»
Sebuah kalung magis yang mampu meningkatkan kekuatan penggunanya di bawah langit malam.
Kalung ini terbuat dari bahan perak yang memiliki motif bulan sabit.
Tentu saja aku langsung memakainya.
Setelah itu kami tidak lagi menemukan kotak harta. Karena lawan kami sangatlah lemah, penjelajahan kami terbilang lancar.
Tidak butuh waktu lama sampai kami akhirnya menemukan tangga menuju lantai kedua.
Interior lantai kedua masih sama. Yang berbeda adalah Mobs yang menghuninya.
(Hobgoblin)
Mereka jauh lebih besar dan lebih menjijikkan ketimbang Goblin yang biasa.
Meski mereka hanya berpakaian minim, mereka bersenjatakan pemukul kayu dan Great sword.
Satu pukulan dari Hobgoblin sudah lebih dari cukup untuk membuat Percy terdiam di tempat. Untung saja hanya ada 2 Hobgoblin yang menghadang kami.
(Fire Lance)
Tombak api yang aku lepaskan mengenai tepat di kepala salah satu Hobgoblin dan membakar seluruh kepalanya hingga matang.
Selain (Hobgoblin), masih ada satu lagi Mobs yang menghuni lantai ini.
(Night Bat)
Mereka adalah kelelawar berwarna hitam kelabu sebesar 30-50cm. Mereka selalu muncul berkelompok dan suara yang mereka hasilkan sangatlah mengganggu.
(Wind Blow)
Tapi setidaknya mereka itu lemah.
Kurasa tujuan mereka hanyalah untuk mengganggu kami.
Heh, mereka pikir sedikit suara bising cukup untuk mengganggu konsentrasiku? Jangan harap!
"Ihh... Kelelawar berisik!" "Ihh... Kelelawar ganggu!"
Yah, setidaknya itu efektif terhadap anak kecil.
Satu hal yang perlu disyukuri adalah barang dropnya yang lebih baik ketimbang lantai pertama.
(Hobgoblin) menjatuhkan (Large Magic Core). Sedangkan (Night Bat) menjatuhkan (Magic Core) dan (Wings Membrane).
Kotak harta masih belum ditemukan tapi tangga menuju lantai ketiga sudah di depan mata.
Lawan kami kali ini adalah sekelompok Goblin. Akan tetapi, mereka bukanlah Goblin biasa. Sekarang mereka mengenakan Armor dan senjata yang lengkap.
Yang menghadang kami kali ini adalah 10 ekor Goblin yang terdiri dari 3 (Goblin Warrior) yang bersenjatakan pedang dan perisai. 4 ekor (Goblin Warrior) yang hanya bersenjatakan pedang. 2 ekor lagi yang bersenjatakan tombak. Dan seekor (Goblin Archer) yang bersenjatakan Crossbow.
(Taunt)!
Percy kembali menarik perhatian mereka semua.
Bersamaan dengan itu, Zweite langsung mengincar (Goblin Archer) yang berada jauh di belakang.
(Pierce Shoot)
Tembakannya tepat mengenai kepala (Goblin Archer) itu.
Di sisi lain, Percy sudah mulai kewalahan menghadapi para Goblin yang terus saja menyerangnya.
Si kembar juga tidak lebih baik.
Terutama Vier, karena tempat yang sempit membuatnya hanya mampu melancarkan serangan menusuk yang
tidak terlalu dia kuasai karena dia selalu saja mengayunkan tombaknya sesuka hati.
Melihat ini, aku jadi paham satu hal.
Mereka masih belum terbiasa dalam menghadapi lawan yang bersenjata lengkap. Wajar saja, lagian musuh kami selama ini hanyalah Mobs yang tidak berotak.
Saat dihadapkan dengan lawan yang bersenjata dan terbiasa bertarung dalam kelompok. Beginilah jadinya.
(Stone Wall) (Darkness Restraint)
Aku memisahkan para Goblin itu agar mudah untuk menghadapi mereka. Ditambah aku menahan 6 dari mereka dengan menggunakan sihirku.
Melihat ini, para Pelayanku pun tidak tinggal diam.
(Double Shoot) (Big Swing)
Zweite melepaskan dua buah anak panah yang tepat mengenai bagian kaki (Goblin Warrior) yang tidak terlindungi. Saat mereka sedang kesakitan, Percy menebas kepala mereka dengan sekali serang.
(Pierce) (Pierce)
Tidak mau kalah, serangan dari si kembar berhasil menembus Armor yang dikenakan oleh (Goblin Warrior).
(Wind Pressure)
Setelah ini pertarungan menjadi jauh lebih mudah dan akhirnya kami berhasil mengalahkan mereka semua.
Selain (Magic Core), mereka juga menjatuhkan senjata dan Armor yang mereka kenakan.
Melanjutkan penjelajahan, aku memutuskan untuk secara sengaja mencari sekelompok (Goblin Warrior) untuk melatih kerjasama kami dan menambah pengalaman bertarung kami.
Hasilnya,
•Skill [Fire Magic] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•
•Mendapatkan (Fire Wall) dan (Heat Wave) dari [Fire Magic]•
•Skill [Wind Magic] telah mencapai level maksimum. Mendapatkan 2SP•
•Mendapatkan (Wind Current) dan (Wind Burst) dari [Wind Magic]•
•Persyaratan telah terpenuhi, skill [Aero Magic] berhasil terbuka•
•Persyaratan telah terpenuhi, skill [Ice Magic] berhasil terbuka•
Perlu 12SP... Ambil!
Seperti namanya, (Heat Wave) menciptakan badai panas. Sedangkan (Wind Current) membuatmu mampu mengendalikan arus udara sesuka hati.
Sisanya kalian sudah tahu kan?
Nah, untuk skill baru.
[Aero Magic] adalah versi lebih kuat daripada [Wind Magic].
Sedangkan sihir yang didapatkan adalah (Aero Control) dan (Aero Bullet).
Ini tidak perlu dijelaskan kan?
Yang paling penting, [Ice Magic] adalah gabungan dari [Stream Magic] dan [Aero Magic].
Sedangkan untuk sihir yang didapatkan sama seperti yang lainnya.
Baiklah, sudah cukup mengecek skill baru. Saatnya melanjutkan penjelajahan.
Kami sudah terbiasa menghadapi sekelompok Goblin. Meski membutuhkan waktu, tapi itu tidak lebih lama ketimbang saat kali pertama kami menghadapi mereka.
Saat aku mengira semuanya akan berjalan lancar... Heh, mana mungkin aku akan senaif itu!
Ini terlalu lancar.
Kalo begini biasanya pasti ada kejutan di persimpangan berikutnya.
Groooaaa!!!
Lihat, baru aku omongin.
Tubuh gede macam Hobgoblin, kulit coklat mirip tanah, dan muka jelek.
Yup, dia (Ogre)
(Taunt)! (Stand)!
Percy menerima ayunan penuh dari (Ogre) secara langsung.
Wooden Club yang besarnya setara dengan batang pohon menghantam perisai yang dipegang oleh Percy, hasilnya...
"Ghaa!"
Dia terlempar jauh kebelakang.
Itu pasti sakit... Oh tunggu, dia kan gak bisa merasakan sakit.
"Dasar orang jahat!" "Dasar orang jahat!"
Hah... Si kembar memang tidak sabaran.
Mereka menyerang secara membabi-buta. Memang serangan mereka berhasil mengenai (Ogre) itu. Hanya saja efeknya kecil.
Sudah menjadi pengetahuan umum kalau (Ogre) memiliki skill yang bernama [Regeneration] yang membuat luka yang mereka terima mampu pulih dengan seketika.
Dengan sedikit usaha, (Ogre) itu berhasil meraih tombak yang Vier gunakan dan melemparnya jauh kebelakangnya. Tentu saja Vier juga ikut terlempar.
"Vier!!!"
Melihat saudarinya terluka, Trita menjadi tambah tidak sabaran. Bahkan Zweite sudah berkali-kali memanggilnya tapi dia tidak dengar.
Ya ampun... Kurasa aku harus turun tangan.
(Darkness Restraint) (Fire Lance)
Kelemahan terbesar (Ogre) adalah api dan asam. Tombak api yang aku tembakkan berhasil membakar wajahnya dengan merata.
Grrrroooooaaaaaaa....!!!
Tch, masih hidup yah.
(Fire Shoot) (Heat Wave)
Bagus, sekarang dia sudah tamat.
Baiklah, mari kita lihat bagaimana kondisi pelayanku yang bodoh.
...
"Jadi... Ada yang ingin kalian katakan?"
Kami saat ini berada di tempat istirahat yang berada di lantai ketiga.
Oh, aku belum bilang yah.
Di setiap lantai Dungeon pasti terdapat minimal sebuah tempat istirahat yang disediakan bagi para penantangnya untuk beristirahat.
Di lantai sebelumnya juga ada, tapi karena saat itu aku tidak butuh, jadi aku abaikan.
"Maafkan atas ketidakbecusan hambamu ini"
"Maaf" "Maaf"
Ketiga pelayanku yang bodoh saat ini sedang duduk bersujud di hadapanku. Zweite tidak termasuk karena dia tidak membuat kesalahan apa pun.
Dari mereka bertiga, hanya Trita lah yang kondisinya yang paling baik.
Vier menderita kerusakan ringan setelah dilempar oleh (Ogre). Sedangkan Percy lah yang kondisinya paling parah.
Terdapat retakan di sebagian besar tubuhnya. Sedangkan lengan kirinya yang biasa dia gunakan untuk menggenggam perisai patah. Bukan patah biasa melainkan patah bagaikan tangan mainan.
Sebagai Golem, tubuhnya bisa dengan mudah diperbaiki asal ada bahannya.
Karena Percy terbuat dari kayu, dia hanya perlu menyerap bahan kayu untuk memperbaiki dirinya sendiri.
Karena saat ini kami sedang berada di dalam Dungeon, tidak ada bahan kayu yang bisa diserap.
Tapi, (Goblin Archer) yang kami kalahkan menjatuhkan Crossbow yang terbuat dari kayu. Dan karena tidak ada satu pun dari Pelayanku yang menggunakannya, aku membiarkan Percy menyerapnya untuk memperbaiki diri.
"Sebenarnya aku sangat ingin menghukum kalian di sini sekarang juga. Akan tetapi, ini saat ini bukanlah waktu dan tempat yang tepat. Oleh karena itu, hukuman kalian akan ditunda sampai kita kembali... Paham!"
""Siap!""
Bagus, akan tetapi, aku masih belum selesai.
"Percy, sudah jelas kalau pakaian yang kau pakai tidaklah cukup untuk melindungimu. Oleh karena itu, mulai saat ini kau harus mengenakan Armor yang sebenarnya"
"...Siap"
Untungnya kami mendapatkan banyak sekali Armor.
Aku memilih yang mana yang cocok lalu menyerahkannya kepada Percy.
Sekarang Percy telah mengenakan sebuah Heavy Armor yang sepenuhnya terbuat dari besi. Dia bahkan mengenakan sebuah helm yang melindungi kepalanya.
Karena perisainya telah penyok dan tidak mungkin untuk dipakai. Dia menggantinya dengan Round Shield berbahan dasar kayu yang juga dijatuhkan oleh (Goblin Warrior). Untungnya dia tidak menyerap perisai ini.
Baiklah, karena waktu sudah berlalu cukup lama, sebaiknya aku beristirahat dulu saja di sini.