
Menyambung dari laporan yang sebelumnya.
Penyebab keanehan di Hutan Ibis yang terjadi bertepatan dengan datangnya gelombang ketiga dari para Otherworlder telah diketahui.
Pelaku utama dari keanehan itu adalah seorang Forest Dwellers yang mengaku sebagai Penyihir dari Hutan Ibis, Lavender.
Dia memiliki penampilan seperti gadis berumur kurang dari 20 tahun. Dengan rambut berwarna ungu gelap. Memiliki paras yang cantik khas kaumnya. Sepasang mata berwarna violet dan kulit yang pucat.
Karena karakteristik dari Forest Dwellers, aku tidak bisa menebak dengan pasti berapa umurnya yang sebenarnya.
Tapi, dari perilakunya bisa disimpulkan kalau dia bukanlah seorang anak kecil.
Dari segi kekuatan, dia sangatlah berbahaya!
Aku tidak tahu seberapa kuat dia sebenarnya, tapi [Magic Sense] dan [Danger Sense] ku mengatakan kalau dia setara atau bahkan lebih kuat dari Forest Dwellers yang aku lawan 15 tahun lalu.
Mungkin kau sudah mengetahuinya, dari 12 orang Petualang yang berisikan 2 Petualang peringkat S dan 10 Petualang peringkat A hingga B. Hanya ada tiga orang yang selamat termasuk diriku. Tanpa pengorbanan kedua Petualang peringkat S itu, mungkin tidak ada masa depan bagi diriku ini.
Menilai dari pengalaman itu, aku menyimpulkan kalau melawannya dengan kekuatan yang sekarang bukanlah hal yang bijak. Kemungkinan terburuknya seluruh kota ini akan hancur.
Berikut adalah daftar kejadian dari pertama kali Hutan Ibis menunjukkan keanehannya hingga saat aku menulis surat ini sekarang :
Hari dimana para Otherworlder berdatangan, Pohon-pohon di Hutan Ibis mulai bergoyang dengan sendirinya tanpa adanya angin yang bertiup dan Mobs yang tinggal di dalam hutan mulai berperilaku aneh.
Tim penyelidik yang terdiri dari empat Party Petualang peringkat B dan C pun dikirim untuk melihat apa yang terjadi. Setelah itu diketahui kalau komposisi Mobs yang ada disana berubah secara drastis.
Lima hari setelah kejadian itu, Forest Dwellers yang aku sebutkan tadi masuk kedalam Union tepat ditengah malam. Tujuannya adalah untuk menjual material hasil buruan dan Potion yang dia buat.
Dari hasil perbincangan kami, disepakati kalau dia, Lavender tidak akan mengganggu kota ini asalkan kami tidak mengganggunya terlebih dahulu. Disaat aku berpikir semua berjalan dengan lancar, sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Sepasang Petualang yang terkenal suka membuat masalah, si Dan bersaudara (Yang dimana kaulah
yang mengirim mereka kesini) kembali membuat masalah. Mereka mengejar dan berusaha untuk memakan seekor (Forest Owl) yang ternyata adalah Familiar milik Lavender. Berkat itu mereka kehilangan nyawa mereka.
Akan tetapi, berkat pengorbanan mereka, diketahui kalau Lavender memiliki [Wood Magic] dan [Death Stares].
Setelah meninggalkan Union, terdapat laporan kalau Lavender mengunjungi beberapa toko untuk berbelanja. Diantaranya: Pakaian, Buku, Peralatan memasak, Peralatan berkebun, serta beberapa bahan masakan. Bisa diambil kesimpulan kalau dia baru saja pindah dan berniat untuk tinggal di dalam Hutan Ibis untuk waktu yang lama.
Akan tetapi, karena suasana hatinya sedang buruk setelah bertemu dengan Dan bersaudara. Membuatnya tidak bisa menahan rasa haus darahnya yang berakibat penjagaataupun pemilik toko yang bertemu dengannya sekarang sedang dirawat oleh pihak gereja. Tidak ada yang terluka secara fisik, namun mental mereka sangatlah rapuh.
Pada saat pagi menjelang, aku mendapatkan laporan kalau Hutan Ibis kembali menunjukkankeanehan yang sama seperti sebelumnya sebanyak dua kali.
Yang pertama terjadi saat sebelum tengah malam. Sedangkan yang kedua terjadi tepat sebelum fajar. Bisa disimpulkan kalau keanehan ini berhubungan dengan Lavender yang keluar saat tengah malam dan kembali saat sebelum fajar.
Motif kenapa Lavender memilih untuk berdiam di dalam Hutan Ibis masih diselidiki. Namun, daripembicaraan kami sebelumnya, aku bisa menduga kalau dia berusaha untukmembawa Hutan Ibis kebawah pengaruhnya.
Dari semua fakta diatas, bisa disimpulkan bahwa :
Pusat dari semua kejadian ini adalah si Penyihir dari Hutan Ibis, Lavender.
Aku berharap untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai hal ini. Oleh karena itu, aku sarankan untuk tidak secara gegabah berusaha untuk menyingkirkan si Penyihir Lavender.
Aku sudah membicarakan hal ini dengan pak Walikota, Lambert von Gata.
Setelah ini aku juga akan memberitahu informasi ini kepada para Otherworlder melalui Headmaster dari Guild Iron Sword, Turbo. Yang juga hadir saat si Penyihir Lavender datang kedalam Union.
Sekian laporan dariku.
Headmaster dari kota Gata, Alfred.
"Hah... Aku berharap pihak pusat tidak bertindak ceroboh akan masalah ini"
Union dari seluruh penjuru benua saat ini sedang sibuk dengan berbagai macam masalah yang muncul secara terus-menerus.
Kebanyakan dari mereka telah ditangani oleh para Otherworlder dan tidak sedikit dari masalah tersebut juga diakibatkan oleh mereka sendiri.
Seperti masalah di Narsist Kingdom baru-baru ini.
Hanya karena salah seorang Otherworlder memiliki wajah yang mirip dengan Raja mereka, Otherworlder malang tersebut sampai dikejar-kejar oleh para pasukan Kerajaan.
Parahnya! Pasukan Kerajaan tersebut tidak peduli dengan yang namanya batas Internasional!
Pasa saat Otherworlder malang tersebut berhasil melintasi perbatasan antara Narsist Kingdom dan Sanguine Kingdom, Pasukan Kerajaan dari Narsist Kingdom tetap menyerang dan bahkan berjibaku dengan pasukan penjaga perbatasan dari Sanguine Kingdom.
Akibatnya, kedua kerajaan terlibat kedalam perang hebat.
Pihak Narsist Kingdom memaksa agar pihak Sanguine Kingdom untuk menyerahkan Otherworlder tersebut. Sedangkan pihak Sanguine Kingdom yang merasa harga diri mereka diinjak-injak karena kebodohan pihak lain, menjawab dengan seruan perang.
Sedangkan Otherworlder yang menjadi pusat permasalahan sudah diamankan oleh Otherworlder lainnya dan saat ini sedang dalam persembunyian.
"Hah... Pihak pusat pasti sedang pusing dengan masalah ini"
Tok Tok Tok
"Masuk"
"Headmaster, apakah anda memanggil?"
"Ohh... Nak Turbo. Silahkan masuk"
Turbo, Headmaster dari Iron Sword. Heh, para Otherworlder memang suka memakai nama-nama yang aneh.
Nak Turbo adalah salah satu dari sedikit Otherworlder yang datang dari gelombang pertama. Dia awalnya bagaikan seekor anak domba yang tidak tahu apa-apa. Tapi sekarang dia menjelma menjadi sesosok pemimpin yang baik dan bertekad untuk membimbing Otherworlder lainnya agar tidak menjadi seperti seekor anak domba seperti dirinya.
"Jadi, apakah ini berhubungan dengan Penyihir itu?"
"Benar, pertama, bagaimana tidurmu?"
"Haha... Hanya mengalami sedikit mimpi buruk, bukan masalah besar"
Meski dia bilang seperti itu, aku bisa melihat kantong mata diwajahnya. Kulitnya pun juga sedikit pucat dan dia juga tampak kelelahan.
Aku yakin dia mengalami susah tidur atau bahkan tidak tidur sama sekali.
"Ini sudah tiga hari semenjak kejadian itu. Aku juga baru akan mengirimkan laporan terbaru kepada pihak Union pusat. Hah, apa yang kau tahu tentang Forest Dwellers?"
"Jujur, malam itu adalah pertama kalinya aku mendengarnya"
"Yah, wajar saja. Sekarang, dengarkan baik-baik..."
Nak Turbo mendengarkanku dengan serius, meski kondisi tubuhnya sedang tidak fit. Dia tetap menanggapi panggilanku. Sikap seriusnya yang seperti inilah yang membuatku menghargainya.
"Sekarang, apakah kau sudah paham?"
"Itu... Apakah anda yakin kalau dia tidak akan membahayakan kota ini?"
"Itu masih belum pasti. Yang jelas kekuatan kota ini masih belum cukup untuk menghadapi seorang Forest Dwellers"
Mendengar hal ini, terdapat rasa penyesalan dan rasa tidak berdaya muncul diwajahnya.
Aku tahu, Nak Turbo adalah tipe orang yang peduli kepada orang lain. Bahkan disaat ada Otherworlder lain yang membuat masalah kepada para Locals, dialah yang paling pertama maju untuk menyelesaikan masalah.
Berkat kepribadiannya yang seperti ini, banyak Otherworlder lainnya yang mengaguminya dan berusaha untuk membantunya. Sejak saat itu terbentuklah sebuah Guild yang bernama Iron Sword. Sebuah Guild yang berdedikasi untuk menangani permasalahan antara Otherworlder dan Locals.
"Sekarang, yang aku ingin kau lakukan adalah berikan informasi ini kepada Otherworlder yang lain. Terutama yang memiliki jabatan tinggi di masyarakat"
"Baik, akan saya usahakan"
Para Otherworlder memiliki sebuah metode untuk saling menyampaikan informasi yang melewati batas antar benua.
Namun ini hanya bisa digunakan saat mereka sedang tertidur.
Setelah berbincang santai sedikit, Nak Turbo pun pamit undur diri.
Melihatnya pergi, aku kembali pada masalah lainnya yang aku miliki. Dunia sedikit-demi telah berubah.
Sebagai seorang Headmaster, aku harus menjalankan kewajibanku dan melindungi apa yang bisa aku lindungi.
Bahkan ketika Penyihir itu, Lavender. Menjadi ancaman bagi kota ini.
Aku, sang tombak api, Alfred. Akan mengerahkan semua yang aku punya untuk menghentikannya. Termasuk nyawaku sendiri.