
Karena aku sudah memberikan sebuah Equipment berupa Armor kepada murid pertamaku, sudah sewajarnya jika aku melengkapinya dengan senjata baru. Aku benar kan?
Belum lagi Staff yang dia miliki sekarang tidak lebih dari sekedar Staff pemula yang bisa kau temukan di toko.
Dan untuk Staff macam apa yang akan aku berikan, itu sedang di atur.
Masih ingat Staff terkutuk yang aku ambil dari Paman Dominic? Benar sekali, Staff itulah yang akan aku berikan kepadanya.
Tentu saja aku tidak akan memberikan itu kepadanya begitu saja. Maksudku, Staff itu akan membuatnya tidak bisa menggunakan sihir lain selain [Black Magic] beserta turunannya.
Karena itulah aku berpikir untuk memodifikasinya terlebih dahulu.
Alasan kenapa baru sekarang aku melakukannya karena awalnya aku tidak tahu bagaimana caranya untuk 'Mensucikan' Equipment terkutuk. Karena itulah selama ini aku hanya menyimpannya di tempat penyimpanan khusus jauh di dalam basementku.
Namun, dengan bantuan dari adikku tercinta, Rosemary. Yang adalah seorang Penyihir yang ahli dalam [Holy Magic] kami pasti bisa melakukan sesuatu... Kan?
"Hei, Mary. Kau tahu bagaimana caranya untuk membuat Equipment terkutuk untuk tidak lagi terkutuk kan?"
"Tentu saja. Tapi ada kemungkinan besar kalau Equipment tersebut akan kehilangan sebagian besar atau bahkan semua kekuatannya"
Jadi begitu...
Oh iya, kalau tidak salah mahkota yang aku kenakan ini juga awalnya dalam kondisi lemah karena sudah di sucikan oleh pihak Narsist Kingdom. Barulah saat aku menyentuhnya mahkota ini kembali ke kondisinya yang
semula.
Kalau begitu tidak ada masalah, toh sejak awal aku memang ingin memodifikasi Staff itu agar bisa sesuai dengan kebutuhan muridku.
"Master, hamba sudah membawakannya"
Apa yang Sechs bawakan adalah sebuah Staff berbentuk cakar Naga yang sedang memegang sebuah bola kristal. Menggunakan [Psychokinesis] aku membawa Staff itu mendekat ke arahku.
Alasan kenapa aku tidak ingin menyentuhnya secara langsung adalah karena aku tidak ingin kehilangan semua Skill yang sudah susah payah aku dapatkan. Sedangkan alasan kenapa Sechs mampu memegang Staff itu tanpa masalah adalah karena dirinya adalah seorang Golem jadi kutukan Staff itu tidak berpengaruh padanya.
"Kak, apakah ini Equipment terkutuk yang kau maksud?"
"Benar sekali. Kalau kau bertanya, aku mendapatkan ini dari Paman Dominic"
"Dominic? Ya ampun, Nenek pasti akan kesal bila mendengarnya"
"Hahaha... Aku bisa membayangkannya"
Sebelum Mary mulai mensucikan Staff itu, mari kita lihat kembali performa originalnya sebelum nantinya berubah.
\ ★★★★★
«Darkness Enchant : EX Large» «Cursed Holder : Darkness»
Sebuah Staff terkutuk yang diambil dari mayat Sacred Beast yang menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan.
Memperkuat semua sihir dengan elemen kegelapan secara signifikan dan membuat penggunanya tidak terkalahkan di dalam kegelapan.
Syarat penggunaan : Memiliki [Darkness Magic].
Efek samping : Karena membawa amarah dari Sacred Beast yang dibunuh secara tragis, siapa pun yang menggunakan Staff ini akan dikutuk untuk kehilangan semua sihirnya kecuali sihir dengan elemen kegelapan.
"Guru, Staff ini..."
"Oh, sebaiknya jangan kau pegang dulu. Tunggu sampai kami selesai memodifikasinya sampai bisa kau gunakan tanpa ada masalah"
Membawa muridku menjauh, kami memberikan ruang bagi Mary untuk melakukan pekerjaannya.
Berkonsentrasi, Mary mulai membacakan mantra dengan menggunakan bahasa kuno yang mana akan aku terjemahkan untuk kalian.
"Wahai cahaya suci, dengarkanlah do'a putrimu ini"
"Sucikanlah segala kebatilan yang ada di Staff ini"
"Wahai cahaya suci, kabulkanlah do'a putrimu ini"
"Murnikanlah segala kotoran yang menghinggapi Staff ini"
(Sanctification)
Sebuah cahaya keemasan mulai melapisi dan tetap bertahan seperti itu sampai pas lima menit lamanya.
Secara bersamaan semacam asap hitam terlihat menguap meninggalkan Staff itu dan tidak terlihat lagi.
\ ★★★
«Darkness Enchant : Large»
Sebuah Staff yang diambil dari mayat Sacred Beast yang menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan.
Memperkuat semua sihir dengan elemen kegelapan dan membuat penggunanya menjadi lawan yang tangguh di dalam kegelapan.
Syarat penggunaan : Memiliki [Darkness Magic].
Ahh... Walau kutukannya memang telah berhasil terangkat, bintangnya berkurang dua dan kemampuannya untuk meningkatkan elemen kegelapan pun berkurang.
"Hah, seperti yang ditakutkan. Maaf kalau kekuatannya berkurang cukup drastis"
"Tak apa-apa, ini memang sudah sesuai dugaan... Karena itu bisa bantu aku menggambar Rune pada kristal ini?"
Aku lalu menyerahkan tiga buah (Aqua Crystal) kepada Mary beserta peralatan yang dibutuhkan untuk menggambar Rune yang Nenek berikan kepadaku.
"Boleh saja, Rune apa yang harus aku gambar?"
"Hmm... Bisa gambarkan Rune untuk kesembuhan, cahaya, dan kesucian? Ah, jangan lupa Runenya hanya pada tingkat kedua"
Membiarkan Mary untuk melakukan pekerjaannya, aku pun mulai menggambar bagianku sendiri.
"Luna, walau ini masih terlalu awal, tapi tolong perhatikan kami"
"Si-siap!"
Bertempat di ruang tamu, aku dan Mary mulai menggambar Rune pada (Aqua Crystal) sembari di tonton oleh Luna.
Sechs sudah aku suruh kembali ke workshopnya sementara Milim entah mengapa masih di sini dan malah mulai menulis sesuatu di pojokan.
Tidak mau terganggu, aku pun mulai berkonsentrasi.
Karena Mary menggambar Rune yang berguna untuk kesembuhan, cahaya, dan kesucian. Maka sudah sepantasnya aku menggambar Rune yang berguna untuk penyakit, kegelapan, dan kebatilan.
Sama seperti sihir, Rune juga memiliki tiga tingkatan.
Yaitu, tingkat pertama yang efeknya kecil dan bersifat sementara. Tingkat kedua yang efeknya bisa bertahan dalam waktu lama. Dan terakhir tingkat ketiga yang efeknya permanen namun harus memerlukan material khusus
untuk bisa di aplikasikan.
(Aqua Crystal) yang kami gunakan ini berasal dari Dungeonku sendiri yang mana cukup spesial karena sanggup untuk menyimpan satu Rune tingkat kedua dengan mudah. Jika dibandingkan dengan (Mana Crystal) lainnya yang di jual di pasaran, kualitasnya jelas jauh lebih tinggi.
Sayang masih belum ada Petualang yang berhasil menggapai Hutan Bagian Selatan sehingga masih belum ada yang berhasil menemukan kristal ini.
Karena masing-masing dari kami hanya harus menggambar tiga buah Rune, kami pun bisa selesai dengan cepat.
Mengumpulkan semua kristal yang sudah jadi, aku pun langsung menyematkannya kepada .
Setelah itu aku lalu menggambar beberapa Rune pada batang Staff menggunakan bahasa Iblis (Demon).
"Luna, bisa berikan beberapa helai rambutmu serta beberapa tetes darahmu?"
"Eh? Ah, maksudku, baik"
Untuk rambut Luna hanya tinggal menyisir sebentar dan aku pun sudah mendapatkan helaian rambutnya. Yang mana langsung aku ikatkan pada batang Staff. Sedangkan untuk darah, Luna melukai sedikit ujung jarinya
dan langsung mengoleskan jarinya yang terluka ke permukaan bola kristal yang berada di kepala Staff.
"Baiklah, semua persiapan sudah selesai, mari kita menuju ke Altar!"
...
"Kakak, dengan segala hormat, kenapa kau menanggalkan bajumu?"
"Ba-baik!"
Meletakkan Staff itu ke tengah altar, aku lalu menyalakan seluruh obor yang mengelilingi altar menggunakan (Fire Control), dengan ini barulah persiapan untuk melakukan ritual benar-bear selesai.
Menutup mata, aku pun mulai berkonsentrasi.
Menghentakkan Staffku ke lantai dengan kuat, aku pun mulai menari.
Sebuah tarian yang aku buat sendiri demi kepentingan ritual. Sebuah tarian yang telah aku sempurnakan semenjak aku datang ke dunia ini.
Menghentakkan Staffku sekali lagi, aku mulai menari mengitari altar.
Merasakan Mana di sekitar mulai menyerap masuk ke dalam pori-pori tubuhku, aku pun mulai membaca mantra.
"Wahai Staff sang Naga, dengarkanlah titahku"
"Engkau yang terkutuk kini murni kembali"
"Wahai Staff sang Naga, Staff yang maha kuasa"
"Kuasamu yang dulu kini sudah tiada lagi"
"Oleh karena itu, biarkan aku kembalikan kejayaanmu seperti dulu lagi"
Mana yang tersebar di udara kini mulai mengitari Altar dengan aku yang menjadi pusatnya. Obor-obor yang awalnya menyala kemerahan kini mulai bersinar keunguan.
Berbeda dari yang sebelumnya, kini aku merasa aku mampu menyerap lebih banyak Mana di udara lebih dari yang sebelumnya.
Tidak punya alasan untuk tidak melakukannya, aku pun mulai menarik lebih banyak Mana lagi.
Mana yang berputar mengelilingiku kini mulai membentuk sebuah pusaran angin yang bahkan bisa disaksikan dengan mata telanjang.
Karena aku sedang berkonsentrasi, aku jadi tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Mary dan Luna. Tapi tampaknya Mary merasa tidak aman untuk menonton dari dekat jadi dia mengajak Luna untuk mundur jauh ke
belakang.
Tanpa memperhatikan mereka, aku kembali melanjutkan rapalanku.
"Terimalah kekuatanku dan engkau akan kembali berkuasa"
"Sebagai gantinya lindungilah muridku dari mara bahaya"
Menyalurkan Mana yang sedari tadi aku serap ke arah Staff, kini Staff tersebut menjadi pusat dari pusaran Mana yang luar biasa.
Bola kristal yang berada di kepala Staff kini mulai menyala keunguan dengan kaki Naga yang menggenggamnya mulai menumbuhkan sisik-sisik ungu gelap yang mengkilap dan tampak mengintimidasi.
"Wahai Staff sang Naga, berterima kasihlah dan persembahkan dirimu kepada muridku, Luna"
"Lindungi dia, bimbing dia, berikan dia kekuatan, dan patuhi segala perintahnya"
(Nature Creation)
Sebuah ledakan Mana tercipta yang mana berhasil aku arahkan ke atas langit di saat-saat terakhir. Setelah ledakan itu sirna, yang tersisa hanya sebuah Staff yang berbentuk seperti cakar Naga yang berwarna ungu mengkilap sedang memegang sebuah bola kristal yang memancarkan cahaya keunguan sebelum akhirnya mereda dan kembali menjadi bola kristal bening biasa.
•Skill [Mana Manipulation] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•
•Skill [Magic Expert] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•
•Skill [Greater Mana Enchant] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•
•Skill [Greater Mana Recovery] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•
•Skill [Dance] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•
•Mendapatkan (Sacred Dance) dari (Dance)•
•Skill [Clear Mind] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•
Huh, itu tidak disangka cukup melelahkan juga.
Mengenakan kembali pakaianku, aku membawa Staff baru ini kepada muridku yang juga sedang berjalan ke arahku.
"Forest Dwellers, Luna. Demi meresmikan hubungan kita sebagai Guru dan Murid, mohon terima Staff ini sebagai bukti dari hubungan kita"
Meski tampak gugup, Luna tetap mengulurkan tangannya untuk menerima Staff yang aku berikan kepadanya.
"Sa-saya dengan senang hati menerimanya"
Dan dengan ini sah jugalah hubungan kami sebagai Guru dan Murid.
Ngomong-ngomong aku baru menyadari tentang kalau ritual peresmian ini dari Mary saat kami sedang menggambar Rune.
Luna mulai memperhatikan Staff barunya sebelum akhirnya matanya terbelalak seakan tidak percaya.
"Guru, apakah ini benar untukku?!"
"Oh, tentu saja. Staff ini sudah secara resmi menjadi milikmu jadi tidak bisa dikembalikan lagi"
Begini nih jadinya kalau anak kelewatan sederhana di kasih barang mewah. Pasti jatuhnya mereka jadi tidak enakkan.
Benar juga, sebelum kalian jadi penasaran, ini dia hasil dari Staff yang baru saja aku perkuat!
\ ★★★★★
«Darkness Enchant : Large» «Illusion Enchant : Large» «Self-Healing : Medium» «Purification : Small»
«Inflict Ailment : Small» «Inflict Lust : Small»
Sebuah Staff yang diambil dari mayat Sacred Beast yang menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan.
Memperkuat semua sihir dengan elemen kegelapan secara signifikan dan membuat penggunanya tidak terkalahkan di dalam kegelapan.
Berkat campur tangan Penyihir dari Hutan Ibis, Lavender. Staff ini mendapatkan berbagai macam kekuatan baru.
Di antaranya, memperkuat sihir ilusi, memberikan kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri, mampu memurnikan segala najis, serta mampu memberikan penyakit serta menaikkan nafsu lawan walau hanya sedikit.
Syarat penggunaan : Hanya mampu digunakan oleh Murid dari Penyihir Lavender, Luna.
Ternyata memang benar, sumber dari [Illusion Magic] milik Luna memang terhubung dengan darahnya yang artinya itu sudah diwarisi turun-temurun dari keluarganya.
Hah... Jujur, aku jadi iri akan kemampuan Staff ini untuk mampu menyembuhkan luka secara otomatis. Namun mengingat kalau Luna tidak punya sihir penyembuhan, maka fungsi ini sangatlah berarti baginya.
"Kakak, apakah kau sudah selesai? Kita harus segera pulang karena dua jam lagi rapat besar akan segera dilangsungkan"
"Ah, benar, rapat... Aku harus hadir yah?"
"Tentu saja, kalau aku saja WAJIB hadir apalagi kau yang tertua"
Kalau tidak salah itu rapat dimulainya setelah senja kan? Memangnya ini sudah jam berapa sih? Kalau tidak ada Lif jadinya susah menentukan waktu.
Sudahlah, lebih baik aku menurut saja dan segera kembali menuju Sol Ciel.
...
Kembali ke 'Kamar' tempat aku tinggal mulai hari ini, Mary pamit terlebih dahulu karena masih ada urusan yang harus dia selesaikan.
Dengan ini hanya tersisa aku dan Luna saja.
"Aku yakin para Pelayanku sudah selesai menata ruangan, bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu? Aku dengar Zweite akhir-akhir ini telah menerima pelajaran memasak dari seorang Petualang. Aku harap masakannya bisa setara dengan Lif"
"Tentu..."
Heh, tampaknya Luna masih terpaku pada Equipment barunya. Karena dia terlihat seperti anak kecil yang baru di kasih mainan, maka aku akan membiarkannya saja.
Turun ke lantai bawah, benar saja semua sudah tertata rapi.
Bahkan dari arah dapur kami berdua sudah bisa mencium aroma sedap yang menggugah selera makan kami.
"Heh, tampaknya mereka sudah sangat tahu apa yang aku inginkan"
Tanpa banyak bicara lagi aku dan Luna segera menuju ke ruang makan sembari menanti makan malam yang terbilang dini ini karena tepat setelah senja akan ada sebuah rapat yang harus aku hadiri.