A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 120 : End of Battle?



Setelah turun dari punggung Victoria, Penyihir Orchid menggunakan sihir (Scarlet Wings) yang menciptakan sepasang sayap api yang menjaganya untuk tetap melayang di atas udara.


"Maaf untuk datang secara tiba-tiba. Perkenalkan, Putri Pertama dari Cardinal La Ciel, sang Algojo Malam Merah, Orchid La Ciel"


Selesai memperkenalkan dirinya, Penyihir Orchid lalu mendarat di hadapan Penyihir Rosemary. Puas melihat keponakannya yang telah tumbuh dewasa, dia lalu datang menghadap kepada orang yang dia rasakan memiliki


kewenangan terbesar di sini.


"Senang bertemu denganmu, wahai Pemimpin dari Ferox Kingdom. Mohon maaf jika apa yang baru saja diriku lakukan mengganggu alur pertempuran. Hanya saja, setelah melihat wujud Makhluk yang menyerang, diriku tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut campur"


"Haha... Tidak apa-apa. Justru seharusnya aku bersyukur karena kedatanganmu telah memberikan kami ruang untuk bernafas"


"Senang mendengarnya... Kalau begitu, bisakah Anda memberitahukan kepadaku anggota keluarga Kerajaan mana yang baru saja aku panggang dan kenapa wujudnya bisa menjadi seperti itu?"


"Ah, kalau soal itu..."


Selagi Raja Leonidas memberikan penjelasan singkat kepada Penyihir Orchid, Pangeran Lapelis segera mendekati Penyihir Rosemary dan bertanya "Apakah dia benar-benar Putri Pertama dari Penyihir Cardinal?".


"Itu benar, beliau adalah bibiku sekaligus Ibunda dari Kakak Lavender. Bibi pasti datang kemari setelah melihat Kakak Lavender pulang dalam keadaan koma"


Menganggukkan kepalanya, Pangeran Lapelis yang telah puas mendengar jawaban dari Pertanyaannya tidak lagi bertanya dan segera kembali ke posisinya yang semula.


Sementara Doragon dan Yari yang menguping di pinggiran sangat menghargai informasi baru ini dan berniat akan memberitahukannya kepada kawan-kawan mereka yang lain.


Di saat yang sama, Penyihir Orchid yang telah mendapatkan penjelasan singkat mengenai apa saja yang perlu dia ketahui kini tahu apa yang harus dia lakukan.


"Berdasarkan penjelasan darimu, para Monster ini muncul begitu saja dengan jumlah yang tidak masuk akal dan menyerang semua fasilitas yang menampung Buah Iblis, apakah aku benar?"


"Seperti yang kau katakan. Mereka muncul begitu saja dan langsung memberikan masalah besar bagi kami"


"Begitu, mengingat karakteristik dari Iblis (Demon) yang kalian lawan, Iblis (Demon) yang satu ini memiliki kemampuan untuk membelah dirinya menjadi kepingan-kepingan kecil yang lalu dia sebar melalui artefak hingga


membuat artefak-artefak tersebut memiliki fungsi untuk mengubah pemakainya menjadi Monster tidak berakal yang sedang kalian lawan sekarang"


Menengok ke arah pohon raksasa yang terdapat seekor Iblis (Demon) di dalamnya, Penyihir Orchid pun mengungkapkan hipotesisnya.


"Iblis (Demon) yang kalian lawan sekarang adalah tipe parasit. Seperti namanya, kemampuan utamanya adalah untuk membelah dirinya menjadi kepingan-kepingan kecil untuk menginfeksi lawannya. Walau memang benar


seorang Iblis (Demon) hanya bisa meletakkan sebagian kecil dirinya di dunia ini. Akan tetapi itu tidak mencegah sebagian kecil dari dirinya untuk kembali memecah diri menjadi kepingan-kepingan kecil"


Mendengar hal ini, sontak Raja Leonidas paham akan apa yang Penyihir Orchid hendak ucapkan.


"Jadi kau berkata kalau ada bagian tubuh lainnya yang belum kita temukan?" Penyihir Orchid pun mengangguk "Jika bukan begitu, kau pikir darimana semua Monster itu berasal?".


Menghela nafasnya dalam, Raja Leonidas merasa tidak percaya ketika mengetahui kalau pertempuran ini jauh dari kata berakhir.


Sementara dirinya mulai berpikir langkah apa yang harus dilakukan, Penyihir Rosemary pun maju mendekati Bibinya.


"Bibi Orchid, Nenek serta Ratu Titania sekarang sedang menyusun formasi untuk menyegel Iblis (Demon) ini. Jika yang Bibi katakan adalah benar, bukankah itu berarti akan percuma saja untuk menyegel Iblis (Demon) yang ada di sana ketika masih ada bagian tubuhnya yang lain di luar sana?"


"Kalau itu tenang saja, apa yang Putriku kurung adalah tubuh utamanya. Ketika tubuh utama telah di segel, maka sisa-sisa tubuhnya yang tersebar di luar sana tidak akan bisa berbuat banyak selain menunggu untuk dibasmi"


Penyihir Rosemary pun lega ketika mengetahui kalau usaha Neneknya tidak akan menjadi sia-sia.


"Kkaykayakayakayaakayaya...!!!"


Mengganggu pembicaraan mereka adalah sosok Pangeran Ketiga yang ternyata masih selamat dari bara api yang membara.


Terlihat api merah masih berusaha untuk menggerogoti tubuhnya yang sebagian besar telah berubah menjadi arang. Akan tetapi, keadaannya itu tidak berlangsung lama. Membuang tubuhnya yang terbakar begitu saja, anggota


tubuh yang baru dan segar tumbuh menggantikan tubuh yang telah hilang.


Menyaksikan proses regenerasi yang luar biasa ini, tatapan mata Penyihir Orchid pun menjadi serius.


"Tampaknya anak itu telah digunakan sebagai inang Iblis (Demon) selama bertahun-tahun. Sungguh, bagaimana bisa seorang Pangeran sepertinya bisa berakhir seperti itu?"


""Apa?!"" teriak Jenderal Boreas dan Oriens secara bersamaan.


Mereka berdua tidak pernah menyangka kalau alasan kenapa Pangeran ketika tidak lagi terlihat di depan umum adalah karena dia telah digunakan sebagai inang seorang Iblis (Demon) hingga wujudnya menjadi buruk rupa seperti


itu.


Jenderal Boreas yang baru mengetahui seberapa busuk sebenarnya Kerajaan yang dia layani masih tidak mampu memproses kenyataan yang ada di hadapan matanya.


Sebaliknya, rasa murka dan jijik yang ada di dalam hati Oriens kini menjadi semakin membara setelah tahu bahwa bukan hanya prajurit atau warga biasa saja yang tersiksa, tapi bahkan seorang Pangeran pun juga tidak luput dari


cengkraman sang Ratu yang tega mengorbankan keturunannya sendiri hanya demi tetap tampil cantik jelita.


Penyihir Rosemary yang mengetahui kebenarannya tidak sempat berkata apa-apa ketika Penyihir Orchid telah maju dengan sebuah api yang menyala di telapak tangannya.


Melihat kalau Penyihir Orchid hendak melakukan sesuatu terhadap Pangeran Ketiga, Oriens pun segera maju untuk menghentikannya.


"Maaf bila lancang, tapi itu adalah Pangeran kami yang ada di sana"


Penyihir Orchid yang awalnya mengira kalau Oriens menghentikannya karena sebuah alasan bodoh, seketika merubah pikirannya setelah melihat tatapan membara di mata Oriens.


"Apakah engkau ingin mengakhiri ini dengan tanganmu sendiri?"


Jawaban Oriens hanyalah satu "Itu sudah menjadi kewajibanku".


Takjub akan tekad yang telah Oriens tunjukkan, Penyihir Orchid pun mengabulkan keinginan Oriens.


"Tunjukkan pedangmu kepadaku" dalam posisi berlutut, Oriens mempersembahkan Greatsword miliknya. Melihat kalau Greatsword milik Oriens telah di desain khusus untuk bisa menahan panas yang ekstrim, sebuah senyuman pun tercipta di wajah Penyihir Orchid.


Menggigit jarinya sendiri, Penyihir Orchid lalu mengoleskan darahnya di sepanjang permukaan Greatsword milik Oriens.


Setelah selesai, sebuah mantra pun dibacakan.


"Wahai pedang yang ditempa di dalam api yang membara"


"Dengarkanlah permintaanku dan jawablah keinginan tuanmu"


Bagaikan memiliki pemikiran sendiri, darah yang dioleskan di permukaan Greatsword seketika bergerak sendiri di sepanjang permukaan Greatsword hingga membentuk sebuah formasi Rune yang rumit nan indah.


Melihat dari samping, Penyihir Rosemary kagum ketika tahu kalau ternyata Rune juga bisa di gambar menggunakan cara ini.


"Dengan darah ini, bersinarlah melebihi sang mentari"


"Dengan sumpah ini, bimbinglah tuanmu menuju hari esok"


Ketika seluruh permukaan Greatsword telah ditutupi oleh Rune, sontak sebuah cahaya terang menyelimuti Greatsword itu hingga membuat mereka yang sedari tadi menonton terpaksa untuk menutup mata mereka.


Secara bersamaan, sosok Pangeran ketiga yang sedang melaju seketika menghentikan langkahnya takut kepada cahaya yang seakan menerangi segalanya.


Meski kewarasannya telah lama menghilang, namun instingnya yang terdalam memberitahukan kalau cahaya itu adalah sebuah cahaya yang mampu mengakhiri hidupnya.


"Atas namaku, Orchid La Ciel"


"Dengan ini aku nyatakan"


"Namamu adalah Day Star!"


"Dan dengan nama barumu, kau akan menghantarkan kemenangan!"


(Heaven's Blessing)


Ketika cahaya telah memudar, apa yang tersisa adalah sebuah Greatsword berwarna keemasan yang dihiasi oleh ukiran Rune yang sangatlah indah.


Menyentuh Greatsword barunya, Day Star. Oriens merasakan sebuah kekuatan mengalir dari Greatsword di tangannya dan seketika dia tahu apa yang senjata barunya bisa lakukan.


Mendapatkan sebuah senjata sekelas Harta Pusaka Kerajaan, Oriens sampai tidak tahu harus berkata apa.


Melihat Oriens yang masih tertegun, Penyihir Orchid pun memberikan sebuah dorongan terakhir.


"Wahai kesatria, dengan pedang barumu, Day Star. Pergilah, dan bebaskan Pangeranmu dari penderitaannya"


Mendengar ucapan Penyihir Orchid, Oriens pun tersadar dari lamunannya.


Dengan ratusan pasang mata yang menyaksikan setiap gerak-geriknya, Oriens tanpa ragu berjalan dengan bangga di medan pertempuran.


Atas kehendaknya, Day Star seketika menyala dengan cahaya kuning yang menyilaukan.


"Kyayayakahahaaa....!!!"


Menghadapi cahaya itu, nyali Pangeran Ketiga seketika menjadi ciut dan dengan kaki-kaki anehnya dia segera berbalik berniat untuk kabur secepat mungkin.


Melihat ini, rasa murka Oriens pun kian membara.


"Jangan lari!"


Menendang tanah dengan kuat, sebuah ledakan kecil tercipta di telapak kakinya yang membuatnya meluncur dengan cepat.


Hanya butuh dua langkah saja bagi Oriens untuk segera menyusul Pangeran Ketiga. "HA!" dengan satu ayunannya Oriens berhasil memenggal semua kaki Pangeran ketiga hingga membuatnya terguling di atas tanah dengan keras.


Walau Pangeran Ketiga kini sedang meringis kesakitan, namun wujudnya yang mengerikan tidak mampu untuk menarik simpati seorang seperti Oriens. Malahan itu membuat cahaya dari Day Star menjadi semakin cerah.


Berdiri tepat di hadapan sosok Pangeran Ketiga, Oriens mengangkat Day Star tinggi di udara.


Hal ini membuat cahaya yang terpancar semakin menjadi hingga cahaya yang dipancarkan dapat disamakan dengan sebuah cahaya bintang.


Menatap wujud Pangeran Ketiga untuk yang terakhir kalinya, Oriens pun mengayunkan Greatswordnya.


(Daybreak)


Cahaya yang terang seketika menghantam tanah. Bagaikan terkena meteor, sebuah ledakan besar tercipta namun tidak ada suara ledakan yang terdengar.


Apa yang dulunya adalah sebuah tanah yang rata kini telah berubah menjadi kawah yang menganga. Sosok Pangeran Ketiga tidak lagi terlihat di sana. Apa yang berdiri di sana hanyalah sosok Oriens yang memegang sebuah Greatsword yang menyala cerah di tangannya.


Menancapkan Greatswordnya ke atas tanah, Oriens lalu mengambil pose penghormatan yang biasanya ditunjukkan ketika upacara pemakaman. Menuruti Oriens, adalah para prajurit dari Narsist Kingdom termasuk Jenderal Boreas.


Dengan diiringi oleh do'a yang hening, mereka berharap arwah Pangeran Ketiga bisa tenang di alam sana.


...


Setelah itu pertempuran menjadi jauh lebih mudah.


Dengan Oriens yang memimpin, pasukan Aliansi akhirnya mampu menyerang balik dan memukul mundur para Monster yang langsung bergidik ketakutan ketika melihat cahaya yang dikeluarkan oleh Day Star.


Melihat situasi telah terkendali, mereka pun akhirnya mampu membicarakan langkah selanjutnya dengan tenang.


"Karena kondisinya kini sedang dalam keadaan melemah, maka Iblis (Demon) itu pasti akan memilih untuk bersembunyi untuk mengumpulkan kekuatannya. Tempat Iblis (Demon) biasanya bersembunyi bisa berwujud reruntuhan kuno, kastil terbengkalai, atau fasilitas besar lainnya yang memiliki pertahanan yang kokoh dan secara bersamaan juga tersembunyi dan jauh dari peradaban. Apakah ada di antara kalian yang tahu tempat seperti itu?"


Yang pertama kali maju adalah Jenderal Boreas.


"Jika itu adalah reruntuhan kuno, maka Kerajaan ini dulunya memiliki banyak sekali yang seperti itu. Hanya saja, berkat serangan dari Drakon Kingdom, kini hanya ada tiga reruntuhan saja yang tersisa dan salah satunya adalah reruntuhan terbesar di Kerajaan ini yang dulunya sempat saya lindungi"


"Itu memang adalah sebuah kandidat yang paling sempurna. Tolong beritahukan di mana posisi reruntuhan itu berada. Dan untuk jaga-jaga, beritahukan juga dimana reruntuhan yang lainnya berada"


"Baiklah..." membuka peta, Jenderal Boreas lalu menunjukkan posisi dimana reruntuhan yang dia maksud.


Melihat ke dalam peta, dapat dilihat kalau reruntuhan itu berada sangat dengan Ibukota. Dan menilai dari arah dimana para Monster itu berasal, maka besar kemungkinan kalau reruntuhan yang Jenderal sebutkan memang adalah tempat persembunyian kepingan Iblis (Demon) itu.


"Ini memang adalah tempat yang sempurna bagi Iblis (Demon) itu untuk bersembunyi. Baiklah, setelah ini diriku akan pergi ke sana untuk memastikan. Jika memang benar kalau Iblis (Demon) itu bersembunyi di sana, maka reruntuhan itu akan rata dengan tanah. Kau tidak keberatan bukan?"


"Tidak masalah, mengingat semua hal yang telah terjadi, alangkah baiknya jika semua reruntuhan lenyap dari Kerajaan ini"


Setelah mendapatkan persetujuan dari Jenderal Boreas, Penyihir Orchid pun hendak segera berangkat. Baru juga dia maju selangkah, langkahnya sudah dihentikan oleh keponakannya, Penyihir Rosemary.


"Bibi, tunggu sebentar. Diriku tahu kalau Bibi itu kuat, tapi alangkah baiknya jika Bibi tidak pergi sendirian"


Mendukungnya adalah Raja Leonidas "Apa yang Penyihir Rosemary katakan itu benar, tidak peduli seberapa kuatnya dirimu, semua pasti ada batasnya. Bawalah beberapa orang bersamamu sebagai pengawal. Bahkan jika mereka tidak memiliki kuasa untuk melawan Iblis (Demon) seperti dirimu, setidaknya mereka akan berguna untuk menahan para bawahannya untuk tidak mengganggumu".


Dan seolah menunggu saat ini, Doragon maju untuk mencalokan dirinya.


"Penyihir Orchid, jika Anda berkenan. Tolong ajak saya dan anggota Party saya bersama Anda. Walau kekuatan kami terbatas, namun kami bersumpah untuk melindungi Anda sekuat tenaga kami"


Melihat sosok Doragon, Penyihir Orchid mampu mengetahui kalau Doragon adalah seorang Kesatria yang selalu setia pada janjinya. Penyihir Orchid juga mampu melihat kalau Doragon memiliki hati yang murni serta tekad yang


kuat untuk melindungi semua yang berharga bagi dirinya.


Kalau soal kekuatan, fakta kalau dia bisa berdiri di panggung yang sama dengan seorang Raja, Pangeran, serta Jenderal Kerajaan sudah memberitahukan segalanya.


"Wahai pemuda, sebutkan namamu"


"Siap, Saya adalah Pemimpin Party The Guardian dari Drakon Kingdom, Doragon"


"The Guardian... Ah! Kau itu suaminya Feline ternyata"


Betapa terkejutnya Doragon ketika mendengar nama Feline disebutkan secara tiba-tiba. Apalagi jika itu berasal dari sosok seorang Penyihir yang mampu membalikkan keadaan hanya dengan keberadaannya saja.


"Jika memang begitu ceritanya, maka tidak akan ada masalah. Cepat panggil anak itu kemari karena kita akan segera berangkat"


Meski dirinya ingin bertanya darimana Penyihir Orchid mengenal Feline, namun memang lebih baik jika dia mendengarnya dari orangnya sendiri.


Atas perintah dari Penyihir Orchid, Doragon pun segera mengumpulkan anggota Partynya terkecuali Yari yang kini sudah jauh di garis depan.


...


Tidak berselang lama kemudian, Doragon telah kembali sembari membara dua anggota Partynya. Yaitu Feline dan Weise.


Walau Winzi memiliki kemampuan untuk bertarung, namun itu bukanlah keahlian utamanya sehingga dia tidak di ikut sertakan sementara Yari sudah sibuk bertarung di garis depan sehingga sulit untuk memanggilnya.


Sebagai ganti dari dua anggota Partynya, Doragon mengajak Turbo, Sisteen, dan Allucard untuk bergabung bersamanya.


Ketika mereka semua datang menghadap Penyihir Orchid, semua orang dalam posisi berdiri terkecuali Feline yang langsung mengambil pose bersujud ketika dia melihat sosok Penyihir Orchid.


Jelas saja perilakunya ini mengundang tanda tanya dari semua orang. Terutama Doragon yang akhir-akhir ini mulai curiga dengan gerak-gerik Feline yang sering sekali menyimpan rahasia darinya. Tidak hanya di dalam game


Freedom 2, tapi bahkan di dunia nyata sekalipun sikap Feline menjadi semakin tidak biasa.


Melihatnya bersujud kepada Penyihir Orchid bagaikan seorang Pelayan setia membuat rasa curiganya seolah terjawabkan.


"Berdirilah" barulah setelah mendapatkan izin Feline berani untuk kembali berdiri.


Walau dia bisa merasakan dengan jelas tatapan tajam dari Doragon di sampingnya, Feline berusaha keras untuk tidak menghiraukannya dan bersikap seolah tidak ada yang salah.


Memandangi Party yang akan menjadi pengawalnya, pandangan Penyihir Orchid jatuh kepada sosok Allucard karena selain Feline, dia adalah satu-satunya orang yang berasal dari ras selain Manusia di Party ini.


Tentu Allucard juga menyadari kalau pandangan Penyihir Orchid kini tertuju kepadanya. Namun dia tidak bisa berkata apa-apa karena sedari tadi [Intuition] miliknya berteriak keras memberitahukan kalau orang yang ada di hadapannya sekarang adalah seseorang yang tidak boleh disulut amarahnya bagaimanapun alasannya.


Sementara itu Turbo terpaku setelah melihat penampilan Penyihir Orchid yang dia anggap sangatlah mirip dengan Penyihir Lavender hanya saja terlihat jauh lebih dewasa. Jika saja sebelumnya dia tidak diberitahu kalau Penyihir


Orchid adalah Ibunda dari Penyihir Lavender, maka dia pasti akan beranggapan kalau Penyihir Orchid adalah saudari lainnya dari Penyihir Lavender dan Penyihir Rosemary.


Melihat semua orang sudah siap, Penyihir Orchid pun memulai penjelasannya.


"Setelah ini kita akan langsung menuju sebuah reruntuhan yang dicurigai sebagai tempat kepingan Iblis (Demon) bersemayam. Tentu saja ini adalah sebuah perjalanan yang berbahaya! Ingatlah, tujuan utamaku adalah untuk


melenyapkan Iblis (Demon) tersebut. Jika nyawa kalian berada dalam bahaya, ingatlah kalau aku tidak akan mengorbankan operasi ini untuk menyelamatkan nyawa kalian! Jika kalian merasa ragu, maka silahkan pergi dari sini!"


Tentu saja tidak ada dari mereka yang berniat untuk mundur.


Seolah untuk menunjukkan tekad mereka, Turbo pun maju dan berkata "Nyonya Penyihir tidak perlu khawatir, kami adalah Otherworlder. Bahkan jika kami mati di sini, hanya tinggal menunggu tiga hari maka kami akan kembali lagi ke dunia ini".


"Justru itu yang harus di khawatirkan..." terkejut ketika Penyihir Orchid membantah perkataannya, Turbo dan yang lain semakin dibuat terkejut oleh apa yang Penyihir Orchid katakan selanjutnya.


"Apa yang kita hadapi sekarang adalah seorang Iblis (Demon) yang telah membelah dimensi untuk masuk ke dunia ini. Jika dia bisa melakukan itu, apa yang membuatmu berpikir kalau dia tidak akan melakukan hal yang sama


kepada dunia kalian?"


Fakta yang Penyihir Orchid jelaskan selanjutnya membuat mereka kehilangan kata-kata.