
Berdiri di atas balkon dari sebuah hotel mewah, aku memandang pemandangan kota yang terhampar di hadapanku.
Tidak peduli dari mana aku melihatnya, Kerajaan ini benar-benar jauh berbeda dari Kerajaan lainnya. Jika Kerajaan yang lain itu masuk ke dalam kategori fantasi sebagaimana seharusnya, Kerajaan ini benar-benar memberikan kesan futuristik yang sangat berat sehingga aku sering menganggap kalau peradaban di Kerajaan ini berada ratusan tahun di depan Kerajaan lainnya.
Seperti yang bisa kalian duga, aku sekarang sedang berada di dalam hotel Lost Peacock yang dikelola oleh Dean.
Baik itu dari segi arsitektur ataupun dekorasinya sangat mentitik beratkan kemewahan yang membuatku bertanya-tanya apakah hotel ini benar-benar milik orang-orang yang bahkan harus berbagi rumah di bawah sana.
Setelah aku check in di lantai bawah dan mengucapkan kode rahasianya, kami pun segera dihantarkan menuju kamar termewah yang tersedia di hotel ini. Bahkan kami di anggap sebagai tamu VIP yang mana memungkinkan kami untuk mengakses segala fasilitas yang tersedia di hotel ini.
Belum lagi semua itu gratis tanpa kami perlu mengeluarkan biaya sedikitpun.
Hotel ini sangatlah besar kalau boleh aku bilang.
Di lantai pertamanya saja terdapat ruang rekreasi yang ramah untuk anak-anak serta masih memungkinkan bagi orang dewasa untuk bersantai dengan tenang. Belum lagi di dalam hotel ini juga tersedia kolam renang yang pinggiran kolamnya dihiasi oleh pagar perak yang berkilauan.
Lantai kedua dan ketiga adalah kamar hotel biasa. Sedangkan di lantai keempat yang adalah lantai tertinggi yang berfungsi sebagai lantai khusus tamu VIP yang mana adalah tempat aku berada sekarang.
Tepat di samping hotel ini adalah bar dan kasino yang buka selama sehari 24 jam dan selalu penuh akan penjudi yang gemar menghambur-hamburkan uang mereka.
Hanya untuk kalian tahu, kasino tersebut juga adalah milik Dean.
"Hah, jika mereka sekaya ini kenapa kota di bawah tanah masih sangat bobrok?"
Kembali masuk ke dalam kamar, aku menemukan Luna yang sedang asyik membaca buku pemberian Milim. Tampak dia tidak bisa membaca dengan tenang hingga membuat Kasur yang dia tiduri menjadi sedikit berantakkan.
Karena hari masih siang dan tidak ada yang bisa aku lakukan, maka aku akan membiarkannya saja.
Duduk di atas sofa yang empuk, aku pun mengalihkan perhatianku pada (Vision Sharing).
Dari pandangan Glaza yang tengah bertengger di atas pohon, aku memperhatikan deretan kereta yang saling berbaris meninggalkan sebuah kompleks galian.
Kompleks galian tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu reruntuhan kuno yang berada paling dekat dengan kota ini.
Terlihat banyak sekali budak pekerja yang tampak sibuk menggali reruntuhan itu lebih dalam.
Tampak dari luar kalau reruntuhan tersebut terlihat seperti sebuah lubang yang menganga lebar di atas tanah kosong. Namun saat aku mengirim Glaza untuk turun ke bawah, aku mendapati kalau bagian dalam reruntuhan
tersebut sangatlah luas bagaikan sebuah gudang atau bahkan mungkin sebuah pabrik.
Tidak heran kenapa pihak Narsist bisa mendapatkan pasokan item aneh mereka dalam jumlah yang banyak.
Jika satu reruntuhan saja sudah seperti ini, aku tidak bisa membayangkan reruntuhan yang lainnya. Mereka bisa saja setara atau bahkan lebih buruk dari ini.
Menyudahi pengintaian untuk hari ini, aku pun memerintahkan Glaza untuk kembali.
Tok... Tok.... Tok
Membiarkan Percy untuk membukakan pintu, tampak Percy sedang membicarakan sesuatu dengan orang yang tadi mengetuk pintu.
Setelah menerima sebuah paket dari orang tersebut, Percy pun menutup pintu dan segera menyerahkan paket itu kepadaku.
"Master, ini adalah biaya hidup serta beberapa keping koin untuk bertaruh di kasino"
"Biaya hidup? Apakah mereka pikir kita tidak punya uang?"
Namun saat aku membuka paket tersebut, barulah aku paham kenapa mereka menyerahkan uang kepada kami.
Tidak pernah aku menyangka kalau mata uang di sini itu berbeda dari yang biasa aku gunakan.
Mata uang di sini bukanlah uang logam melainkan uang kertas seperti yang biasa aku gunakan di dunia sana. Uang kertas tersebut lengkap dengan nomor seri serta wajah-wajah orang terkemuka yang menghiasinya.
"Jadi seperti ini wajah si Raja dan Ratu sialan itu..."
Tidak hanya wajah Raja dan Ratu, bahkan wajah dari keempat Jendral hingga Menteri-menteri lainnya tergambar jelas di atas uang kertas ini.
Aku tahu kalau ini adalah cara mereka untuk menyombongkan wajah mereka yang cantik dan rupawan. Tapi ini juga menjadi petunjuk jelas akan wajah orang-orang penting di Kerajaan ini sehingga akan mudah nantinya untuk
mengincar mereka tanpa takut akan salah sasaran.
Tanpa diragukan lagi ini akan masuk ke dalam laporan yang akan aku berikan malam ini.
"Ngomong-ngomong, berapa banyak uang yang mereka berikan?"
"Menurut perkataan orang yang menghantarkan paket ini, total ada 1 miliar"
...kau bercanda?!
Jika mereka punya uang sebanyak itu, maka seharusnya mudah bagi Dean untuk memperbaiki kota yang ada di bawah sana hingga ke tahap dimana kota itu tidak akan di anggap sebagai tempat kumuh.
"Untuk keping kasinonya?"
"Total ada 100 juta"
Kurasa aku akan mampir kesebelah sebelum aku membuat laporan.
Tapi, sebelum itu...
"Luna, ayo kita pergi berbelanja?"
"Baiklah, apakah kita akan membeli material?"
"Haha, jangan bercanda. Tentu saja kita akan membeli gaun baru"
"Kenapa? Apakah gaun kita sekarang tidak cukup?"
"Tentu saja, tidak peduli seberapa cantik gaun yang kita kenakan, jika kita kedapatan hanya mengenakan satu gaun yang sama setiap harinya, orang-orang akan memandang rendah kepada kita atau bahkan akan mulai
mencurigai kita"
Setelah menunggu agar Luna selesai bersiap, sambil ditemani oleh Percy dan Glory kami pun pergi berbelanja.
...
"Selamat datang, selamat datang, wahai Nona-Nona cantik, selamat datang di toko sederhana kami"
Mendapatkan sambutan dari Pegawai toko, aku bertanya-tanya dari bagian mananya toko ini bisa disebut sebagai sebuah toko sederhana.
Maksudku, dari pintu masuknya saja aku sudah disuguhi dengan baju warna-warni dengan riasan yang meriah. Sungguh, aku sempat berpikir kalau toko ini menjual keperluan festival dan bukan toko baju biasa.
Bahkan Luna saja sampai tidak hentinya melihat kesana-kemari seperti anak kampung yang baru masuk mall.
"Permisi, apakah kalian memiliki koleksi terbaru?"
"Oh, tentu, tentu, silahkan ikuti saya, kami memiliki koleksi dengan berbagai pilihan gaya yang menarik yang tentunya sesuai denga trend terbaru yang paling populer saat ini"
Mengikuti Pegawai toko, kami di bawa menuju sebuah ruangan khusus sembari di suruh untuk menunggu. Ruangan ini tampak seperti sebuah ruang tamu di rumah orang kaya dengan sebuah bilik tersedia untuk berganti pakaian.
Tampaknya terdapat perlakuan khusus bagi pelanggan toko ini.
Mereka yang memilih langsung dari pakaian yang di pajang adalah mereka yang memiliki uang yang pas-pasan. Sedangkan mereka yang di bawa ke ruangan ini adalah pelanggan yang sebenarnya dan akan mendapatkan perlakuan khusus selayaknya pelanggan VIP.
Tidak lama kemudian si Pegawai kembali bersama dengan rekan-rekannya.
Apa yang mereka bawa adalah deretan pilihan pakaian yang jumlahnya lebih dari cukup untuk mengisi penuh sebuah lemari pakaian.
"Silahkan dipilih, silahkan dipilih, kami memiliki berbagai macam gaun dari gaun untuk pergi ke pesta, gaun untuk jalan-jalan, gaun untuk bersantai di rumah, hingga gaun malam yang dijamin akan membuat mata dan hati pasangan Anda senang"
Aku mengerti tentang tiga pilihan pertama, tapi gaun malam? Aku tahu kalau mereka pasti menjual pakaian semacam itu di sini, tapi kenapa pilihan itu juga termasuk dalam set rekomendasi?
Juga, saat aku bilang pakaian yang mereka bawa cukup untuk mengisi penuh sebuah lemari, aku ralat itu.
Apa yang mereka bawa cukup untuk membuka sebuah toko kecil.
Di bagi berdasarkan kategori yang tadi dia katakan, pertama aku akan memilih gaun untuk pergi ke pesta. Siapa tahu kan kalau kelak aku harus menyusup ke dalam sebuah pesta dansa.
Sementara itu, Luna segera menghampiri pilihan gaun malam yang tampaknya sangatlah menarik perhatiannya karena aku melihat kedua matanya yang berbinar.
Membiarkan muridku memilih pakaiannya sendiri, aku pun mulai fokus untuk memilih pakaianku sendiri.
Ini gaun untuk pesta resmi kan? Bukan gaun untuk festival atau pesta kostum kan?
"Katakan, jika aku ingin pergi ke pesta dansa, menurutmu mana yang terbaik yang harus aku pilih?"
Seolah menunggu saat-saat ini, seorang Pegawai perempuan segera mendekatiku sembari membawa beberapa gaun di tangannya.
"Nona, jika ingin pergi ke pesta dansa yang mewah, kami merekomendasikan gaun ini"
Apa yang dia tunjukkan pertama kali adalah gaun panjang berwarna merah mencolok dengan pola rajutan yang cantik serta memiliki bagian punggung yang terbuka.
Pada pandangan pertama gaun tersebut tampak terlalu sederhana jika dibandingkan dengan gaun-gaun lainnya, tapi tampaknya itu dikarenakan gaun tersebut haruslah dilengkapi dengan beberapa aksesoris lainnya yang
Selanjutnya adalah gaun hitam elegan dengan belahan dada yang cukup terbuka serta salah satu bagian roknya memiliki belahan yang cukup panjang hingga memungkinkanku untuk mempertontonan pahaku yang mulus.
Lalu ada juga gaun yang berwarna merah jambu yang memberikan kesan imut serta ceria. Gaun ini tampaknya lebih cocok untuk dikenakan untuk pergi ke pesta teman ketimbang ke acara resmi.
Tentu saja ada banyak lagi gaun-gaun lainnya dengan berbagai pilihan model dan warna yang tidak bisa aku sebutkan satu-persatu. Tentu saja mereka semua dilengkapi dengan aksesoris mereka sendiri yang akan membuat gaun itu tampak meriah.
Sungguh, siapa sih yang pertama kali mempopulerkan gaya berpakaian seperti ini?
Hanya untuk basa-basi, aku pun berusaha memuji gaun panjang berwarna hitam yang memberikan kesan elegan.
"Oh, sungguh sebuah gaun yang elegan. Aku jadi penasaran siapakah perancangnya"
"Nona sungguh memiliki selera yang bagus. Gaun ini dirancang langsung oleh Tuan Putri Pertama. Sungguh, beliau diberkahi oleh bakat merancang busana sejak lahir dan semua rancangannya pasti akan menjadi populer dalam sekejap mata"
Sekarang ini menarik.
Aku tidak pernah menyangka kalau Tuan Putri mereka sendiri akan merancang busana yang dijual secara umum.
"Benarkah? Apakah kalian memiliki rancangan dari Tuan Putri Pertama yang lainnya?"
"Tentu, tolong tunggu sebentar"
Pada akhirnya aku membeli total 5 gaun pesta, 6 gaun santai, serta 1 gaun malam yang semuanya dirancang oleh si Tuan Putri Pertama yang namanya tidak aku ketahu... Tunggu, wajahnya pasti tercetak di salah satu uang
kertas mereka. Nanti aku lihat lagi soalnya sebelumnya aku hanya melihat sekilas dan hanya tahu wajah Raja dan Ratu serta Putra Mahkota mereka.
Ah, hanya untuk memberitahu. Tentu saja aku juga membeli segala aksesoris serta pernak-pernik lainnya.
Karena aku sudah selesai, aku melirik ke arah Luna.
Apa yang dia pegang sekarang adalah dua macam gaun malam.
Gaun pertama memberikan kesan suci dan polos sedangkan gaun kedua memberikan kesan nakal dan menggoda... Dia memilih gaun kedua dan menyingkirkan gaun pertama.
Aku lalu mendekati Pegawai perempuan yang sama yang memilihkanku gaun lalu berbisik kepadanya.
"Bisakah kau memilihkan gaun pesta untuk adikku? Kalau bisa gaun yang bisa menarik perhatian satu atau dua anak bangsawan"
Mendengar hal ini, Pegawai tadi segera memiliki mata yang berbinar. Jelas dia mulai berpikir yang tidak-tidak.
"Tentu saja, serahkan kepada kami"
Tanpa membuang waktu, Pegawai tadi segera menarik Luna dan mulai mengukur tubuhnya. Saat aku bilang mengukur, Pegawai itu tidak menggunakan alat pengukur apapun dan hanya menyentuh Luna secara langsung menggunakan kedua tangannya saja.
Hah? Bukannya semua pakaian di sini itu semuanya di atas 4★ yang mana itu berarti kalau gaun ini akan menyesuaikan ukuran tubuh penggunanya sehingga bisa dikenakan oleh siapa saja.
Setelah puas mengukur lekuk tubuh Luna, Pegawai tadi segera pergi ke luar ruangan. Tampaknya gaun yang ingin dia rekomendasikan tidak ada di sini.
Juga, setelah tubuhnya di ukur, Luna hanya berdiri di sana dengan wajah yang pucat.
Heh, apakah ini pertama kalinya dia disentuh dengan instens seperti itu? Dan dia menyebut dirinya sebagai seorang Succubus?
Sisihkan masalah itu, Pegawai itu lama juga kembalinya.
"Orang yang tadi pergi mencarikan gaun untuk adikku sejak tadi masih belum kembali juga"
"Maaf atas ketidaknyamanan yang rekan saya timbulkan. Saya akan segera mencari..."
Belum sempat Pegawai itu menyelesaikan perkataannya, terdengar suara bising yang datang dari luar.
"Hahaha... Sungguh gaun yang sangat cantik... Katakan, berapa harga semua gaun ini?"
"Pengeran, janganlah begitu, perempuan ini tengah membawa pesanan pelanggan lain"
"Bah, jangan bicara yang tidak masuk akal. Aku adalah pewaris sah dari Drakon Kingdom, Drake Blut Drakon. Mereka haruslah mengutamakan kehendakku ketimbang rakyat jelata"
Mendengar ini, sontak seluruh orang dalam ruangan ini terdiam seribu bahasa. Tidak ada seorangpun yang berani bergerak atau bahkan menimbulkan suara sedikitpun.
Tidak heran, karena orang yang membuat keributan tadi baru saja memperkenalkan dirinya sebagai Pangeran dan bahkan Pewaris dari Drakon Kingdom.
Walau tidak ada seorangpun di sini yang bisa memastikan apakah benar orang itu adalah Pangeran Drake yang sebenarnya, tapi semua orang tahu kalau hanya orang bodoh dan tidak berakal yang berani memperkenalkan diri
mereka sebagai anggota keluarga Kerajaan di tengah siang bolong begini.
Drake Blut Drakon. Pangeran kedua dari Drakon Kingdom.
Apa yang sedang dia lakukan di sini dan kenapa dia memperkenalkan diri sebagai pewaris dari Drakon Kingdom sedangkan posisi tersebut telah dipegang oleh kakaknya si Pangeran Pertama, Draco Blut Drakon.
Lalu, siapa wanita yang tadi bersamanya?
Beberapa saat kemudian suara mereka pun memudar. Tampaknya mereka telah pergi atau mungkin memasuki salah satu ruangan yang tersedia.
Seketika pintu ruangan pun terbuka.
Semua orang sontak menahan nafas mereka. Namun semua menjadi tenang ketika tahu kalau yang masuk adalah Pegawai Perempuan yang tadi pergi mengambilkan gaun untuk Luna.
Menutup kembali pintu dengan cepat, wajah Pegawai itu tampak pucat dengan kedua tangannya memeluk erat dua buah gaun hingga membuat gaun tersebut menjadi kumal.
Butuh waktu beberapa saat bagi Pegawai lainnya untuk menenangkan perempuan tersebut. Setelah tenang, dia akhirnya menjelaskan kepada semua orang apa yang baru saja terjadi.
"Jadi kau bilang kalau Pangeran dari Drakon Kingdom benar-benar berada di sini?"
"Itu benar, beliau di kawal oleh Royal Guards jadi tidak salah lagi"
Sontak semua orang menghela nafas mereka.
Mau bagaimana lagi, walau aku sendiri tidak tahu sususan jabatan di Kerajaan ini. Tapi yang namanya Royal Guards pastinya berarti Kesatria yang bertugas untuk menjaga dan hanya menjaga anggota Keluarga Kerajaan.
Orang yang di kawal oleh mereka pastinya memiliki darah seorang penguasa di dalam diri mereka.
"Pangeran dari Drakon Kingdom? Apa yang orang sepertinya lakukan di toko kita? Bukankah di pusat kota ada lebih banyak pilihan toko yang jauh lebih berkelas?"
"Lupakan itu, apakah ada dari kalian yang mendengar kedatangannya?"
"Tidak! Ini juga pertama kalinya aku tahu kalau Pangeran dari Drakon Kingdom memasuki Kerajaan ini!"
Berdasarkan percakapan para Pegawai, bahkan mereka tidak tahu bagaimana bisa seorang Pangeran dari Kerajaan asing bisa berada di dalam Ibukota. Berita sebesar ini semestinya sudah tersebar ke seluruh penjuru kota.
Tapi para Pegawai toko mewah yang sering dikunjungi oleh orang kaya dan orang dengan posisi penting saja sampai tidak tahu akan berita ini.
Itu hanya berarti kalau kedatangan Pangeran Drake tidaklah memalui jalur resmi atau bahkan mungkin dia baru saja datang.
Di saat Pegawai Perempuan itu mulai tenang, seketika dia kembali panik setelah menyadari gaun yang dipegangnya telah kumal dan tidak terlihat bagus lagi.
Sontak saja dia segera berdiri dan meminta maaf kepadaku.
"Mohon maafkan saya, wahai Pelanggan yang terhormat. Karena kecerobohan saya gaun yang Anda pinta menjadi tidak layak seperti ini!"
"Tidak apa-apa, karena keadaannya seperti ini, maka mau bagaimana lagi"
"Maaf, sebenarnya saya sudah mengambil berbagai macam pilihan gaun yang lain. Hanya saja Pangeran Drake yang melihatnya menjadi tertarik dan mengambil semuanya kecuali dua ini yang saya berhasil sisipkan"
Ah, jadi itu kenapa dia jadi terlambat.
Heh, tetap saja. Dia yang dengan berani menyusupkan dua lembar gaun dari seorang Pangeran adalah sesuatu yang tidak bisa di anggap enteng.
Benar saja, Pegawai lainnya seketika berkeringat dingin setelah mendengar apa yang baru saja rekan mereka perbuat.
Sungguh, sebuah tindakan yang patut untuk di puji.
"Pertama, bolehkah aku melihat gaun tersebut?"
"Ah, baik, tentu saja"
Walau kedua gaun itu kini tampak kumal, tapi desainnya yang cantik masih bisa terlihat dengan jelas. Walau sebenarnya aku ingin melihat gaun lainnya dan membiarkan Luna untuk memilih, tapi karena semua gaun lainnya telah di ambil maka apa boleh buat.
"Aku akan mengambil kedua gaun ini serta gaun lainnya yang telah adikku pilih"
"Terima kasih, terima kasih atas pembeliannya"
"Oh, benar juga. Kalau boleh tahu, apakah kau punya rekomendasi toko kosmetik yang bagus?"
"Kalau itu..."
Atas rekomendasi dari Pegawai toko, kami pun segera mengunjungi toko kosmetik yang digadang-gadang adalah toko kosmetik terbaik di area ini. Selanjutnya kami lalu mengunjungi toko-toko lainnya yang semua penting untuk menjaga atau agar membuat kami menjadi lebih cantik.
Menyelesaikan kegiatan belanja kami, tanpa sadar matahari sudah mulai tenggelam. Kami pun bergegas kembali ke Hotel sebelum malam tiba.
Sehabis makan malam, aku pun pergi ke kasino.