
Meski butuh waktu lama, aku akhirnya menyelesaikan sihir baruku.
Sungguh, jika saja aku tidak bisa Log Out saat merapalkan mantra yang panjang itu, aku pasti tidak akan pernah bisa menyelesaikannya.
Yah, yang penting sekarang aku telah berhasil.
Baiklah... Jadi, aku harus melawan naga itu yah? Juga, kenapa dia tampak sangat marah?
Tidak penting, yang aku tahu naga itu harus mati... Atau tidak.
Efek dari (Nature Overlord) membuatku mampu mengambil alih sebuah area hutan secara penuh. Artinya, Hutan Barriere sekarang telah menjadi bagian dari diriku sendiri. Terlebih, efek ini permanen.
Dengan begini aku bisa melepaskan seluruh kekuatanku!
"Dengarkanlah wahai Naga yang tersesat, lawanmu adalah aku!"
(Nature Serpent)
Seekor ular raksasa yang seluruh tubuhnya terbuat dari tanaman muncul dari dalam tanah dan menerkam si Naga dengan rahangnya yang kuat.
Ini adalah ular yang sama yang aku gunakan saat melawan nenek. Yang menjadi pembeda adalah sekarang ular ini memiliki corak ungu gelap pada seluruh permukaan tubuhnya serta ukurannya dua kali lebih besar dari yang sebelumnya. Tentu saja, dia juga jauh lebih kuat.
Menghadapi serangan yang ditujukan kepadanya, Naga itu menggunakan sayapnya sebagai perisai lalu menyemburkan nafas api kepada (Nature Serpent).
Meski (Nature Serpent) berhasil mengoyak salah satu sayap Naga itu, tapi dia juga menerima luka parah di bagian samping tubuhnya.
Sekarang aku melihatnya, area di sekitar Naga itu tampak mati. Walaupun (Nature Overlord) mampu memperbaiki bagian hutan yang rusak secara seketika, tetap saja tidak ada satu pun rumput yang tumbuh di area sekitar Naga
itu.
Bahkan tubuh (Nature Serpent) perlahan tampak mulai lapuk saat berada di dekat Naga itu.
Aku tidak bisa mendekat atau mengandalkan (Nature Serpent) kalau begini jadinya. Aku mungkin juga tidak bisa menggunakan [Darkness Magic] karena dilihat dari mana pun, Naga itu adalah seekor Undead.
Persediaan Mana milikku juga hampir habis berkat ritual yang baru aku lakukan. Bahkan meminum sekalipun hanya mampu untuk mengembalikan sedikit dari Mana milikku.
Baiklah, mari gunakan itu saja!
"Glaza...!"
Atas panggilanku, Glaza terbang mendekat sambil membawa sebuah mahkota perak berduri di cekernya.
"Itu kan?! Sejak kapan!?"
Tidak menghiraukan nenek yang terbang kemari dengan kecepatan penuh, aku menerima mahkota itu dari Glaza.
Setelah menghilangkan topi segitiga yang aku gunakan, aku lalu menyematkan mahkota itu di kepalaku.
•Pemilik baru dari \ telah tercatat•
•Pengguna \ telah memenuhi syarat•
•Membuka seluruh fungsi dari \•
"Aghh!!!"
Ini sakit, duri-duri dari mahkota itu menusuk ke dalam kulitku. Aku bisa merasakan darah mengalir dengan deras dari luka yang terbuka.
Tunggu, perasaan ini!?
...
Dasar cucu sialan! Beraninya dia mencuri item terkutuk itu!
Setelah menggunakan [Appraisal] aku jadi tahu benar item macam apa itu sebenarnya. Terutama, item itu tidak boleh jatuh ke tangan Lavender bagaimanapun caranya!
Akan tetapi, semua sudah terlambat.
Cucuku yang bodoh telah mengenakan mahkota itu.
Sesaat setelah dia mengenakannya, duri-duri kecil dari mahkota itu mulai tumbuh dan menusuk kepalanya hingga membuatnya berdarah.
Darah hitam khas ras Iblis (Demon) mengalir memenuhi wajah cantik yang dia warisi dari ibunya. Lavender tampak kesakitan sebelum akhirnya wajahnya berganti menjadi wajah seseorang yang baru saja mendapatkan pencerahan.
"Hahaha.... Hahaha... Jadi begitu! Jadi ternyata seperti itu! Hahaha... Ini luar biasa!!!"
"Lavender...."
Tubuh cucuku diselimuti oleh asap hitam pekat yang membentuk sebuah kepompong. Tidak lama setelah itu, kepompong itu pecah dan menampakkan wujudnya yang baru.
Jubah yang dia pakai telah berganti menjadi sebuah gaun hitam yang sangat sensual. Kulitnya yang putih telah dipenuhi oleh tato dengan pola yang rumit. Jari-jemarinya telah menghitam dengan kuku-kuku yang panjang dan
tajam seperti sebuah cakar makhluk buas.
Rambutnya yang berwarna ungu gelap berkibar bagaikan tertiup oleh angin. Matanya memancarkan cahaya merah darah yang memberikan rasa takut kepada mereka yang memandangnya. Tampak sepasang taring tajam muncul dari balik mulutnya yang mungil.
Senyuman yang ada di wajahnya memberikan kesan sensual sekaligus perasaan bahaya.
Di kepalanya tidak terlihat lagi topi segitiga yang biasa dia pakai atau pun mahkota perak yang baru saja dia kenakan.
Keduanya di gantikan oleh tiga pasang tanduk ungu yang tumbuh dari bagian atas jidatnya yang memberikan kesan seperti dia sedang mengenakan sebuah mahkota Raja.
Staff yang ada di tangannya tidak banyak berubah dalam hal penampilan selain sekarang terdapat semacam rantai semi-transparan yang menggeliat mengelilingi Staff tersebut.
"Hahahahahahaha.... Ahahaha hahahaha.... Hahahahahahaha"
Dia tidak berhenti tertawa. Bahkan suara yang dia keluarkan tidak lagi terdengar manusiawi.
Dengan pasrah aku segera terbang menjauh.
Lavender yang sekarang tidak mungkin akan mendengarkan diriku. Lebih baik aku membiarkannya mengatasi Victoria sampai dia mencapai batasnya.
...
Lihatlah wujudku ini! Rasakanlah kekuatan yang tiada taranya ini!
Haa.... Aku ingin segera mencoba kekuatan baru ini...
"Baiklah, haruskah kita mulai?"
Grrrroooaaaaaa!!!!
Serangan nafas lagi yah. Membosankan!
Aku membuka (Portal) tepat di hadapanku. Itu membuat nafas api yang datang ke arahku menghilang setelah memasuki (Portal) yang aku buat.
Karena (Portal) secara teknis adalah sebuah pintu, aku harus membuat jalan keluarnya kan?
"Oh, kau menghindarinya?"
Hmm... Dari penampakannya, tampaknya dia sudah melihat trik ini sebelumnya. Sudahlah, tidak penting.
"Kalau begitu, bagaimana dengan ini?"
Aku menggunakan (Overheat) untuk memanaskan udara di sekitar Naga itu. Tentu saja itu tidak akan berdampak banyak padanya. Meski begitu, Naga itu tetap berusaha menyingkir dari area efektif dari (Overheat) dan menuju ke arahku.
Jelas aku tidak akan membiarkannya.
(Quad-Casting) (Nature Serpent)
Di tambah dengan yang sebelumnya, kini ada lima (Nature Serpent) yang melilit dan menahannya di tempat.
(Combine-Metal Control)
Aku lalu membuat kelima (Nature Serpent) itu menjadi sebuah ular dengan tubuh baja. Berkat itu mereka menjadi jauh lebih tangguh dan gigitan mereka menjadi jauh lebih berbahaya.
"Sekarang... Mari kita buat menjadi lebih meriah!"
Tanah yang dia pijak berubah menjadi lautan api berkat (Flaming Ground). Sebuah badai api tercipta berkat (Flame Tornado). Udara semakin memanas berkat (Flame Radiance).
Terakhir, aku menggunakan (Aero Dome) untuk mengurung Naga itu dan mencegah agar panasnya tidak kemana-mana.
Dilihat lagi, ini seperti menempatkannya ke dalam oven yang panas.
"Hahaha... Teruslah seperti itu..."
Tentu saja Naga itu tidak akan tinggal diam. Bahkan dari sini aku bisa merasakan kalau dia terus memberontak untuk meloloskan diri dari cengkeraman kelima ular baja yang mengekangnya.
Jika terus begini, tubuh baja dari (Nature Serpent) pasti akan segera meleleh. Hal itu akan membuatnya menjadi rapuh.
Hmm... Kurasa begini saja sudah cukup.
Dengan (Ice Control) aku menciptakan bongkahan es tepat di atas Naga tersebut. Tidak hanya itu, aku menggunakan (Rain) yang seperti namanya, menciptakan hujan. Serta (Flood) yang langsung membanjiri seluruh hutan ini.
Untuk sentuhan terakhir, aku menggunakan (Aqua Control) untuk membawa seluruh air yang ada ke satu titik. Yaitu pada titik dimana terdapat sebuah bongkahan es yang aku buat berada. Untuk mempercepat seluruh prosesnya, aku menggunakan (Cold Air) untuk membuat suhu udara turun semakin rendah.
Pada akhirnya terciptalah sebuah bongkahan es raksasa yang pantas untuk disandingkan dengan sebuah gunung.
Oh, tampaknya dia sudah mulai bebas... Oke, jatuhkan!
Karena kobaran api menutupi pandangannya, Naga itu tidak menyadari adanya gunung es yang berada tepat di atas kepalanya.
Ah, aku tidak bisa berhenti membayang Naga itu berakhir rata seperti kertas seperti yang selalu terjadi pada kucing malang di acara kartun dulu.
Bang!!! Grroaaaaa!!!
"Masih selamat, hebat juga"
Yah, dia sekarat... Lanjut serang... (Space Barrier) ...tadi itu hampir saja.
Apa ini? Pedang... oh, pedang terkutuk!
Ternyata dia masih punya tenaga untuk lempar ini pedang yah.
Dari kejauhan, aku bisa melihat ada sekitar ratusan senjata yang tampak terkutuk melayang di sekeliling seekor Naga yang sekarat. Meski dia telah kehilangan kedua sayapnya di tambah kakinya telah patah hingga membuatnya hanya bisa merangkak di atas tanah. Dia masih belum menyerah dan masih mampu untuk balas menyerang.
"Menarik"
Untuk menghadang serangan yang datang ke arahku, aku menggunakan (Natural Wall). Pepohonan yang ada di hadapanku tumbuh dengan cepat hingga menciptakan sebuah dinding alami.
Baik itu pedang atau kapak tidak ada yang bisa menembus dinding ini.
Selanjutnya, aku menggunakan (Distortion) yang membuat ruang di sekitar Naga itu menjadi aneh. Hanya dengan jentikan jari, ruang itu meledak yang menghancurkan semua senjata terkutuk yang Naga itu buat sekaligus melukainya lebih parah lagi.
Hmm... Tampaknya dengan ini dia sudah tidak mampu bergerak lagi.
Menggunakan (Aero Maneuver) aku membuat diriku melayang menuju Naga itu berada. Pada saat aku memasuki area yang tampak mati, aku merasakan rasa gatal pada kulitku. Tiba-tiba saja (Veil of Death) aktif sendiri tanpa
persetujuanku.
Akan tetapi, dengan ini perasaan gatal yang aku rasakan berubah menjadi rasa geli.
Heh, tampaknya efek dari (Veil of Death) dan skill milik Naga itu saling membatalkan. Baguslah.
Sekarang, aku berada di hadapan seekor Naga yang sekarat. Yang tersisa darinya hanyalah sepertiga dari tubuhnya serta kepalanya yang berlumuran darah hitam. Kepulan asap tampak keluar dari lukanya yang terbuka.
Untuk berjaga-jaga, aku menggunakan (Stakes Wave) yang menciptakan ratusan pasak batu yang tanpa ampun menusuk tubuhnya hingga membuatnya mustahil untuk bergerak.
Sebagai pengaman tambahan, aku menggunakan (Root Bind) serta (Luminous Ring) untuk menahannya lebih lanjut. Terutama pada bagian mulut, aku tidak mau terkena serangan nafasnya dari jarak sedekat ini. Terakhir, adalah (Aurora) yang berguna untuk menekan kekuatannya lebih lanjut.
Grrrrr....
"Aku tidak mengerti dendam apa yang engkau miliki terhadapku. Akan tetapi, nasib yang akan kau terima tetap tidak akan berubah"
Perlahan, aku mengeluarkan sebuah item dari dalam .
\ ★★★★★
«Slave : Absolute» «Curse of Misery»
Sebuah kerah yang terbuat dari bahan misterius yang mampu untuk membuat siapa pun yang mengenakannya menjadi budak abadi.
Cara penggunaan : Kenakan di leher target dan teteskan darahmu di permukaan kerah.
Syarat mendapatkan : Tidak diketahui.
Ini adalah hadiah yang aku dapatkan saat berevolusi menjadi Half-Demon. Aku membayangkan akan menggunakan ini kepada seorang putri dari sebuah Kerajaan. Tidak kusangka aku akan menggunakan item ini disini.
"Dari mana kau mendapatkan benda terkutuk itu!"
Dengan tubuhnya yang mengeluarkan cahaya redup, Nenek datang ke sampingku.
"Oh, Nenek. Untuk item ini, tanyakan itu kepada Dominic"
Grrrrrrrr....!!!
Karena aku tidak bisa mengatakan yang sesungguhnya, lebih baik menyalahkannya kepada paman Dominic. Akan tetapi, kenapa Naga ini terlihat marah saat aku menyebut namanya?
"Bajingan itu lagi... Kau mungkin tidak tahu, tapi nama Naga ini adalah Victoria Ryu Verloren"
"Jadi, dia ini..."
Sungguh sebuah kebetulan yang aneh.
Dengan semua fakta yang baru saja terungkap, membuatku niatku menjadi semakin besar.
Kerah besi yang ada di tanganku seketika membesar hingga muat untuk dikenakan di leher Naga... Victoria dengan sangat pas dan sempurna.
Tentu dia akan mencoba melawan. Tapi, itu semua terbukti percuma.
Karena hutan ini telah berada di bawah kendaliku, yang berarti bahwa hutan ini termasuk ke dalam wilayah Dungeon yang aku kelola.
Grrrrrrrrrreee....!!!!
Victoria semakin murka ketika melihat yang secara teknis adalah bagian dari tubuhnya muncul di telapak tanganku.
"Mari kita mulai"
Karena nenek diam saja, maka aku akan menganggap itu sebagai sebuah persetujuan.
Menggores sedikit permukaan kulitku, aku menorehkan darah hitam pada . Sebuah cahaya gelap mulai muncul pada permukaan kerah itu yang menampakkan rentetan Rune yang sangatlah rumit.
"Victoria Ryu Verloren"
"Dengan ini aku tetapkan bahwa kau tidak lagi memiliki kebebasan"
"Tidak ada lagi yang namanya kehendak bebas pada dirimu"
"Yang ada hanyalah rasa patuh, setia, dan taat kepada diriku"
"Kau tidak lagi mampu menyakiti diriku dengan cara apa pun"
"Kau akan melindungiku dari segala mara bahaya yang mengancam kehidupanku"
"Kau akan menyingkirkan segala halangan atas perintahku"
"Ingatlah , nama dari pemilik barumu ini"
"Lavender La Ciel"
(Magnify-Submit)
Dengan bantuan dari sebagai katalis, efek tambahan dari «Conquest». Serta [Slave Magic].
Membuat proses memperbudak lawan yang seharusnya sangatlah sulit untuk ditundukkan menjadi lebih cepat dan mudah.
Dalam hitungan detik, kerah yang terpasang di leher Victoria bersinar terang sebelum akhirnya redup dan menampakkan sebuah kerah yang tampak terbuat dari emas yang dihiasi oleh ukiran Rune di seluruh permukaannya.
•Undead Dragon (Victoria Ryu Verloren) telah berhasil ditaklukkan•
Meski aku tidak terlalu mengerti dengan ekspresi seekor Naga, tapi jelas sekali kalau Victoria merasa tidak senang. Tapi, ini masih belum berakhir.
"Nenek, apakah dia mampu berubah wujud menjadi Manusia?"
"Tidak, hanya (Elder Dragon) yang sudah berusia lebih dari 100.000 tahun yang mampu mengambil wujud Manusia. Selain itu, hanya Naga yang benar-benar ingin berbaur dengan Manusia saja yang akan membuang-buang SP mereka untuk mendapatkan Skill [Transformation] yang sangat mahal"
Begitu... Baguslah.
Karena luka yang aku buat sebelumnya telah menutup, aku menggores kembali permukaan kulitku hanya saja kali ini jauh lebih dalam.
"Lavender, aku tidak memiliki masalah saat kau memperbudak Victoria. Tapi, apakah kau serius ingin mengubahnya?"
"Tentu saja, hanya ini cara untuk membuatnya mendapatkan wujud Manusia sekaligus membuatnya tidak mungkin untuk mengkhianatiku dengan cara apa pun"
Aku menggerakkan akar yang melilit mulutnya untuk sedikit membuka rahangnya.
Victoria tampak hendak menyemburkan nafasnya tapi selalu dibatalkan. Kurasa dia sekarang sudah sadar bahwa memikirkan cara untuk menyakitiku itu saja sudah mustahil.
Dengan paksa aku membuat Victoria meminum darahku.
"Sekali lagi aku katakan, jadilah budakku"
{Demonification}
Sebuah asap hitam pekat menyelimuti tubuh Victoria bagaikan kepompong.
Semakin lama asap hitam itu kian mengecil hingga besarnya kurang dari satu meter.
Setelah asap itu menghilang, yang ada adalah sesosok gadis kecil dengan sepasang tanduk hitam yang menghadap ke belakang tumbuh di kepalanya. Rambutnya yang seperti abu memanjang hingga melebihi tinggi tubuhnya sendiri.
Pada sebagian tubuhnya juga dilapisi oleh sisik-sisik hitam yang sangat kontras dengan kulitnya putih yang pucat. Terutama Kaki dan tangannya yang sepenuhnya bebentuk seperti kaki dan tangan seekor kadal yang dilapisi oleh sisik hitam mengkilap serta dipersenjatai oleh cakar yang panjang dan tajam.
Matanya yang merah menyala bagaikan mata makhluk buas tetap menatap tajam ke arahku.
Terakhir, terdapat ekor tebal yang tumbuh pada bagian atas pantatnya yang terhubung dengan tulang belakangnya.
Tidak salah lagi, dia adalah wujud Manusia dari Victoria.
"Kenapa mereka selalu berwujud seperti anak kecil?"
"Victoria baru saja menetas saat aku mengambilnya. Dia masih sangatlah muda. Jika saja Victoria adalah seekor Naga dewasa, bahkan jika kita berdua bekerja sama, salah satu di antara kita pasti akan mati atau terluka parah"
Oh, haruskah aku merasa beruntung?
Pertama-tama, mari kita lihat Stats miliknya terlebih dahulu.
Name : Victoria
Race : Demonic Dragon, Female (298)
Occupation : Familiar (Lavender)
SP : 100
Skill Active :
[Black Magic 20] [Darkness Magic 30] [Abyss Magic 45] [Curse Magic 20] [Psychokinesis 20]
Skill Passive :
[Armor 20] [Heavy Armor 30] [Imperial Armor 50] [Sword 20] [Axe 20] [Spear 20] [Mace 20]
[Bare Hand 20] [Martial Arts 30] [Magic Knowledge 20]
Racial Skill :
[Dragon Breath 30] [Dragon Scales 30] [Dragon Aura : Death 20] [Regeneration 20]
[Rapid Regeneration 30] [Dominion : Death 50]
"Meski hampir semuanya berada pada level maksimum, tidak disangka cukup sedikit"
"Bukan begitu, ini bahkan kurang dari setengah Skill yang dulu dia miliki. Seperti dugaanku, Victoria telah kehilangan sebagian besar Skill yang dia miliki demi meningkatkan kekuatan fisiknya"
Jadi, bukan hanya dia masih terbilang muda, tapi kekuatannya bahkan telah jauh melemah?
Untuk berjaga-jaga, aku tetap menjeratnya dengan menggunakan (Root Bind) serta mengaitkan rantai yang muncul di Staffku pada kerah di lehernya.
Dengan begini Victoria benar-benar terlihat seperti seorang budak.
"Cardinal... Apa hubunganmu dengan Iblis (Demon) itu!"
Karena mulutnya sudah tidak aku kekang lagi, membuat Victoria menjadi bebas untuk berbicara. Tapi, yang benar saja. Sebenarnya apa masalah yang dia miliki denganku?
"Tampaknya kesadaranmu telah pulih. Namanya adalah Lavender La Ciel. Dia adalah cucu pertamaku sekaligus keturunan dari keluarga Verloren yang engkau lindungi selama ini"
"Dia, Verloren?!"
"Benar. Juga, dialah yang telah menghabisi si bajingan Dominic"
"Jadi, penghianat itu sudah mati?!"
Aku hanya mengangguk.
Baru setelah itu aku mengetahui kalau alasan kenapa Victoria sangat membenciku adalah karena jubah yang aku pakai sebelumnya adalah jubah yang di kenakan oleh paman Dominic selama dia masih aktif sebagai Ahli Sihir (Mage) kerajaan Verloren.
"Tetap saja, aku tidak akan menerima Iblis ini merupakan keturunan Verloren"
"Oh, ayolah. Matikan saja Skill menyebalkan itu dan ikut denganku"
Dengan paksa aku menyeret tubuh Victoria dengan menggunakan rantai di lehernya kembali menuju benteng. Meski dia sempat memberontak, hanya dengan satu perintah dia menjadi diam kembali.
"Tidak bisakah kau lebih lembut kepadanya?"
"Nenek mungkin mempercayainya. Tapi aku tidak"
Pertempuran di Hutan Barriere pada akhirnya benar-benar berakhir.
Hal ini tercatat dalam sejarah sebagai awal dari perang besar antara seluruh Benua melawan Narsist Kingdom.