
Semua persiapan telah selesai.
Aku membawa keempat pelayanku yang baru aku ciptakan bersamaku untuk menjelajahi Hutan Selatan yang tidak pernah dijamah oleh siapa pun.
"Baiklah, kita pergi"
Whoo! Whoo!
Oh, Glaza juga ikut yah.
Kami mengikuti aliran sungai sebagai penanda agar memudahkan kami untuk pulang nantinya. Yah, sebagai Forest Dwellers tidak mungkin bagiku untuk tersesat di wilayahku sendiri.
Tidak seperti bagian hutan lainnya, tempat ini sangatlah gelap. Kalau di bagian hutan lainnya gelapnya seperti saat senja, di sini benar-benar gelap gulita.
Jika bukan karena [Night Vision] aku pasti tidak akan bisa melihat apa pun.
Selain itu, tempat ini juga sangatlah dingin dan lembab. Bahkan pakaian yang aku pakai sekarang masih terasa tipis untuk tempat ini.
"Master, musuh!"
Atas peringatan Percy, aku melihat apa yang menghadang kami.
Itu adalah seekor kelinci.
Tapi itu bukanlah kelinci biasa. Rambutnya berwarna merah darah dan terdapat sebuah tanduk yang berbentuk seperti belati tumbuh dari kepalanya.
(Killer Rabbit)
Tidak hanya satu, tapi ada delapan dari mereka.
Tanpa menunggu aba-abaku, Percy sudah maju ke depan dengan perisai di tangan sambil disusul oleh Trita dan Vier tepat di belakangnya, siap beraksi kapan saja.
Sementara itu, aku dan Zweite berada tidak jauh di belakang mereka.
(Taunt)!
Dengan skillnya, Percy menarik perhatian semua (Killer Rabbit) untuk fokus kepadanya.
Usahanya sukses dan sekarang Percy sibuk menangkis semua serangan yang datang secara bertubi-tubi.
(Root Bind) (Shadow Bind)
Untuk meringankan bebannya, aku menahan total lima (Killer Rabbit) ditempat.
Melihat ini, si kembar tidak tinggal diam dan mulai menyerang.
(Big Swing) (Spear Swing)
Kedua serangan mereka mencakup area yang cukup luas. Berkat itu, serangan yang diterima oleh Percy menjadi berkurang.
Setelah itu, pertarungan berjalan lancar dan kami muncul sebagai pemenang.
Karena drop mereka sama seperti kelinci lainnya dan hanya namanya saja yang berbeda, aku tidak akan menunjukkannya kepada kalian.
Kami kembali berjalan menyusuri sungai.
Di perjalanan, kami kembali menjumpai (Killer Rabbit) yang selalu datang berkelompok. Dengan taktik yang sama, kami berhasil mengatasi mereka.
Whoo! Whoo!
Atas peringatan Glaza, kami kembali bersiap menghadapi musuh yang akan datang.
Kali ini yang menghadang kami adalah seekor beruang besar dengan rambut yang berwarna keperakan. Mata merahnya dengan jelas memandangi kami dengan nafsu untuk membunuh.
(Metal Bear)
Yup, dari namanya sudah jelas kalau rambutnya terbuat atau setara dengan besi.
Tanpa banyak basa-basi, (Metal Bear) itu menerjang langsung ke arah kami.
(Stand)!
Meski pertahanannya telah meningkat, Percy masih tidak sanggup menahan serangan langsung dari (Metal Bear) dan harus rela dipukul mundur dan terguling di atas tanah.
"Menyebar!"
Atas perintahku, kami mulai menjauhi satu sama lain dalam posisi melingkari lawan yang ada di hadapan kami.
(Shadow Bind)
Bayangan yang ada di bawah kaki (Metal Bear) itu mulai bergerak dan menjeratnya hingga membuatnya tidak bisa bergerak.
Melihat kesempatan ini, tidak ada yang tinggal diam. Zweite mulai menarik busur panahnya dan melepaskan anak panahnya.
(Pierce Shoot)
Sebuah anak panah tertancap di bagian leher (Metal Bear) itu. Namun, anak panah itu tidak cukup kuat untuk memberikan luka berarti dan hanya menggali dangkal ke dalam kulit (Metal Bear) itu.
Setelah berhasil berdiri, Percy kembali menghadapi (Metal Bear) itu dan menggunakan (Taunt) agar perhatian (Metal Bear) tetap tertuju kepadanya.
Si kembar juga tidak mau kalah, mereka dengan lincahnya menyerang (Metal Bear) yang tidak bisa bergerak lalu kembali mundur dan bersiap untuk kembali menyerang.
Melihat (Metal Bear) itu sudah hampir terbebas dari ikatannya, aku kembali menahannya dengan
menggunakan (Root Bind) yang lalu aku lanjutkan dengan menembakkan sihir kepadanya.
(Darkness Bullet) (Light Shoot) (Hydro Bullet) (Wind Shoot) (Stone Bullet) (Thorn Bullet)
Aku menembakkan sihirku satu-persatu untuk melihat mana yang efektif. Aku mengecualikan [Fire Magic] karena aku tidak mau membakar hutan ini.
Hasilnya, hanya (Darkness Bullet) dan (Light Shoot) saja yang terbukti efektif melawan (Metal Bear).
Setelah mengulangi taktik yang sama, kami akhirnya berhasil mengalahkan lawan kami.
Butuh waktu sekitar 5 menit bagi kami untuk mengalahkan satu (Metal Bear). Jika ada lebih dari satu, kami akan berada dalam masalah.
"Percy, bagaimana kondisimu?"
"Tenang saja, hamba tidak bisa merasakan sakit. Kondisi tubuh hamba pun tidak mengalami masalah yang berarti"
Oh begitu, baguslah.
...
Whoo! Whoo! Whoo! Whoo!
Kali ini kami dihadang oleh 3 ekor (Magic Owl).
Berbeda dari kerabatnya, tubuh mereka sedikit lebih besar dan bulu mereka berwarna hitam kecoklatan.
Selain itu, mereka terbukti jauh lebih cerdas dan mampu untuk saling bekerja sama dalam berburu mangsa. Terlebih, mereka secara alami mampu untuk menggunakan sihir yang membuat mereka semakin menyebalkan.
Untungnya (Wind Blow) masih efektif untuk melawan mereka serta bidikan Zweite terbukti jitu yang membuat pertarungan ini menjadi mudah.
(Contract)!
Sayangnya aku hanya berhasil mendapatkan satu pelayan baru. Tapi itu lebih baik ketimbang tidak ada.
Setelah itu kami kembali menghadapi beberapa kelompok (Killer Rabbit) dan seekor (Metal Bear).
Selain itu, perjalanan kami terbilang lancar. Aku bahkan menemukan banyak (Magical Grass) dan beberapa (Red Mushrooms) yang sangatlah beracun. Menyentuhnya saja sudah membuat kulitku iritasi (Aqua Heal).
"Zweite, ambil semua (Red Mushrooms) yang ada disini"
"Siap"
Pada saat kami sedang sibuk mengumpulkan Material, masalah pun datang.
"Master, kita dikepung"
Tanpa perlu di beritahu, [Intuition] ku sedari tadi sudah berteriak dengan keras tanda kalau aku sedang berada dalam bahaya.
Sebelum kami sadari, kami sudah terkepung.
Grrrrrr...
Suara geraman menggema di segala penjuru.
Tidak butuh waktu lama sampai kami akhirnya bisa melihat apa yang mengepung kami.
(Black Wolf)
Dengan rambut hitam bagaikan arang, gigi taring yang panjang, dan mata mereka yang haus akan darah.
Kami segera membentuk formasi. Percy dan si kembar membentuk formasi segitiga dengan aku dan Zweite tepat berada di tengahnya.
(Shadow Bind) (Root Bind)
Aku menahan total 5 ekor (Black Wolf) dengan menggunakan sihirku. Melihat kerabat mereka tidak bisa bergerak, (Black Wolf) lainnya segera beraksi.
(Taunt)!
Percy kembali menarik perhatian mereka. Sementara itu, si kembar menyerang dengan menggunakan skill mereka masing-masing.
(Slice) (Pierce)
Mereka berhasil menebas (Black Wolf) yang ada dihadapan mereka. Meski begitu, serangan mereka masih belum cukup kuat untuk menghabisi (Black Wolf) dengan satu serangan.
Tidak mau ketinggalan, Zweite mulai menarik busurnya.
(Double Shoot)
Zweite melepaskan dua anak panah secara bersamaan dan berhasil mengenai 2 ekor (Black Wolf) sekaligus.
Melihat kerabat mereka yang terluka, para (Black Wolf) itu mulai mengganas.
Percy yang sejak tadi menggunakan (Taunt) pun sekarang menjadi terkepung.
Melihatnya yang sedang kesusahan, aku pun memutuskan untuk meringankan bebannya.
(Shadow Stake) (Ground Stake) (Wooden Stake)
Tiga jenis pasak yang masing-masing terbuat dari bayangan, tanah, dan kayu pun menghantam para (Black Wolf) itu dari bawah. Hal itu mengejutkan para (Black Wolf) yang mengerumuni Percy. Tidak melewatkan kesempatan ini, aku melanjutkan seranganku.
(Light Cutter) (Wind Slice)
Seranganku berhasil memotong para (Black Wolf) itu. Dengan jumlah mereka yang berkurang, kami pun semakin mudah menanganinya.
Melihat semakin banyak kerabat mereka yang gugur, para (Black Wolf) yang tersisa pun mencoba kabur. Tentu saja aku tidak akan membiarkan mereka lari semudah itu.
•Skill [Darkness Magic] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•
•Mendapatkan (Darkness Restraint) dan (Darkness Stake) dari [Darkness Magic]•
•Skill [Light Magic] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•
•Mendapatkan (Light Shield) dari [Light Magic]•
•Skill [Wind Magic] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•
•Mendapatkan (Wind Pressure) dari [Wind Magic]•
•Skill [Stone Magic] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•
•Mendapatkan (Stone Armament) dari [Stone Magic]•
•Skill [Wood Magic] telah mencapai level 25. Mendapatkan 1SP•
•Mendapatkan (Nail Grass) dari [Wood Magic]•
•Skill [Staff] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•
•Skill [Footwork] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•
•Skill [Night Vision] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•
•Skill [Intuition] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•
•Skill [Merciless] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•
•Skill [Death Stares] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•
Wow... Itu banyak.
(Darkness Restraint) dan (Darkness Stake) adalah versi lebih kuat dari yang sebelumnya. (Light Shield) dan (Stone Armament) gak usah dibahas.
(Wind Pressure) membuatmu bisa mengendalikan tekanan udara sesuka hati. Yang ini bisa sangat berguna.
Sedangkan (Nail Grass) itu semacam jebakan paku yang terbuat dari rumput.
"Kumpulan semua drop Material dari para serigala itu"
""Siap!""
Kami kembali berjalan menyusuri pinggiran sungai.
Di perjalanan kami kembali dihadang oleh para Mobs tapi kami selalu berhasil mengatasi mereka. Setelah berjalan cukup lama, kami akhirnya sampai di perhentian terakhir.
"Sebuah telaga yah"
Ternyata sungai yang mengalir didekat rumahku berasal dari sebuah telaga yang sangatlah jernih. Kau bahkan bisa melihat bagian dasarnya meskipun kedalamannya melebihi 5 meter.
Akan tetapi, aku sama sekali tidak melihat adanya ikan ataupun makhluk hidup lainnya yang menghuni telaga ini.
Bahkan tidak ada satu pun rumput yang tumbuh di sekitar telaga.
Sebagai gantinya, terdapat banyak sekali bebatuan dan permata berharga yang bisa ditemukan. Juga, air di sini bukanlah air biasa!
(Aqua Stone) ★★★
Sebuah batu sihir yang mengandung air.
Biasa digunakan sebagai sumber air dan harganya sangat mahal dipasaran.
(Aqua Crystal) ★★★
«Water Magic : Medium»
Sebuah permata berharga yang mengandung elemen air di dalamnya.
Biasa digunakan sebagai katalis untuk melafalkan [Water Magic].
(Pure Water) ★★★★
«Purification : Medium»
Sebuah air murni yang memiliki efek untuk memurnikan semua energi jahat yang ada di sekitarnya.
Haha... Ini baru yang namanya Jackpot!
Tidak sia-sia aku berjalan sejauh ini.
Selain itu, tidak kusangka kalau aku akan menemukan air yang memiliki efek pemurnian di tempat seperti ini.
"Kalian, cepat kumpulkan semua (Pure Water), (Aqua Stone) dan (Aqua Crystal) yang ada disini secepatnya!"
""Siap!""
Nah, selagi mereka sedang sibuk, bagaimana kalau aku istirahat makan siang dulu.
Ini siang kan?
...
"Master, kami telah berhasil menjalankan perintah anda"
"Bagus, sekarang... Tunggu! Mana si kembar?"
"Ah!?"
Tch, dasar para bocah itu.
Lengah sedikit aja mereka sudah ilang.
Kami (hanya Percy dan Zweite) mencari keberadaan kedua bocah itu. Tidak lupa Glaza dan rekan barunya juga membantu dari atas.
Whoo! Whoo!
Disana yah (Share Link).
"Trita! Vier! Kembali ke sini sekarang juga atau aku akan menghukum kalian!"
"Eh, bagaimana suara Master kedengaran sampai sini?" "Eh, dari mana suara Master berasal?"
"Lihat keatas dasar bocah bodoh"
"Ah, itu Glaza!" "Ah, Master?"
"Diam dan kembali ke sini SEKARANG!!!"
""Siap!""
Baiklah, si kembar sudah kembali.
Sekarang, saatnya memberi mereka hukuman.
Hmm... Hukuman apa yang akan efektif terhadap Golem yang tidak bisa merasakan sakit...?
Ah, ini saja!
...
..
.
"Huaaa... Master maaf!" "Huaaa... Master ampun!"
Baru tahu rasa mereka.
Apa, kalian ingin tahu hukuman apa yang mereka dapatkan?
Itu mudah, aku hanya menggantung mereka di atas pohon tanpa mengenakan pakaian apa pun. Tentu saja, ikatan yang aku gunakan adalah ikatan S~P~E~S~I~A~L❤️
Meski begitu, tidak ada pemandangan yang bisa dilihat. Meski mereka menyerupai Manusia, pada akhirnya mereka tetaplah sebuah Golem. Mereka tidak memiliki ****** ataupun organ kewanitaan. Hal ini juga berlaku kepada Pelayanku yang lainnya.
Satu-satunya yang pantas dibicarakan dari tubuh mereka adalah lambang sebuah pupil dengan tiga buah tanduk yang terukir tepat di sekitar (Magic Core) berwarna kecoklatan yang tersemat tepat di antara dada mereka yang mungil.
Hal ini juga berlaku kepada Pelayanku yang lain. Hanya saja milik Zweite agak lebih besar bahkan jika dibandingkan dengan milikku.
Selain digantung di atas pohon, aku memerintahkan Percy untuk mengayun-ayunkan mereka seperti helikopter. Ya ampun, dia bahkan tampak sangat menikmatinya.
Heh, meski tidak bisa merasa sakit, bukan berarti mereka tidak bisa merasakan rasa pusing kan?
...
"Baiklah, sekarang katakan pergi ke mana kalian?!"
Masih tergantung di atas pohon, mereka mengatakan segalanya.
Mereka bilang mereka bosan mengumpulkan batu lalu memutuskan untuk pergi...
"Putar mereka lagi"
"Siap♪"
"Maaaaf!" "Ampuuuun!*
Ya ampun, si Percy itu benar-benar menikmatinya. Apakah dia sejatinya S?
Setelah puas menghukum mereka, aku pun melepaskan si kembar dan meminta agar Zweite mengawasi mereka dengan ketat.
Tentu aku masih akan mengingat ekspresi puas yang sedang dipancarkan oleh Percy saat dia memutar si kembar.
•Skill [Sleep Resistance] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•
Hah? Gimana cerita?
Lupakan saja, lagi pula aku juga sebentar lagi mau Log Out.
Baiklah, bikin kemah di dekat telaga, memberikan perintah kepada Pelayanku untuk berjaga.
Lalu akhirnya aku Log Out.