A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 117 : Protect The Devil Fruit!!!



(Darkness Restrain)


Tali-tali kegelapan seketika tumbuh dari bawah tanah dan langsung menjerat semua Monster tidak berakal yang berada di atasnya.


Ketika Monster itu tidak lagi bisa bergerak, para Peri (Fairy) tidak membuang waktu dan langsung menghujani para Monster itu dengan berbagai macam sihir yang mematikan.


Kembali menggunakan (Darkness Restrain) Milim segera melayang menuju salah satu Monster yang baru saja dia jerat. Melihat wujud buruk rupa dari Monster itu, Milim segera tahu kalau Monster tersebut dulunya hanyalah warga


biasa yang bermutasi karena artefak terkutuk yang dia pegang.


Hal yang sama bisa dikatakan kepada semua Monster yang datang menyerang mereka.


Setiap dari mereka adalah prajurit atau warga sipil dari Narsist Kingdom yang menjadi gila karena artefak terkutuk yang dibagikan kepada mereka.


Melihat mereka berlari lurus menuju gudang yang penuh dengan Buah Iblis, semua kepingan puzzle langsung terpasang dengan jelas di kepala Milim.


"Bahkan jika benar kalau mengkonsumsi Buah Iblis bisa mengembalikan kesadaranmu kembali♥ Namun kesempatannya sangatlah kecil♥"


Mengayunkan Staffnya, (Cursed Armaments) dia aktifkan yang menciptakan puluhan senjata terkutuk yang melayang disekelilingnya.


"Bahkan jika itu berhasil sekalipun♥ Apakah kau rela menjadi seorang Setan (Devil) yang buruk rupa♥"


Seketika puluhan senjata terkutuk yang melayang mengelilinginya meluncur lurus tepat menuju titik vital para Monster yang sibuk memberontak berusaha untuk keluar dari jeratan kegelapan yang mengekang mereka.


Thud! Thud! Thud! Menembus kulit serta sisik mereka yang keras, puluhan senjata terkutuk menancap pada tubuh target mereka yang mana itu sukses mencabut nyawa mereka.


"Hehe...♥ Aku sih tidak sudi♥"


Dengan tampang tidak bersalah Milim terus membantai para Monster yang terus berdatangan bagaikan sebuah ombak tsunami yang dahsyat.


Para Peri (Fairy) yang bertarung bersamanya jelaslah jauh dari kata lemah. Satu tembakan sihir dari mereka cukup untuk menumbangkan seekor Minotaur.


Hanya saja para Monster yang sedang mereka hadapi sekarang jauh lebih kuat dari Mobs biasanya.


Setiap dari mereka memiliki kulit yang tebal serta otot yang kuat. Satu pukulan dari mereka saja cukup untuk membuat Golem yang para Peri (Fairy) ciptakan tidak mampu untuk mampu menahannya. Sebuah Golem yang


awalnya sanggup bertarung satu lawan satu melawan seorang Kesatria Kerajaan kini akan tumbang setelah menerima dua sampai tiga serangan dari Monster yang ganas.


Tidak hanya itu, tidak sedikit dari mereka bahkan memiliki pertahanan ekstra seperti sisik dan tempurung yang menutupi sebagian besar tubuh mereka yang mana itu meningkatkan pertahanan mereka lebih jauh lagi.


Berkat itu satu tembakan saja tidak cukup untuk menghabisi mereka.


Lebih buruk lagi, ada banyak sekali Monster yang kalau tubuhnya tidak dihancurkan sepenuhnya maka mereka tidak akan berhenti untuk bergerak.


Seolah untuk memperparah situasi, jumlah Monster yang datang menyerang jauh lebih banyak dari Peri (Fairy) yang berjaga.


(Flaming Ground) (Twister) (Electro Shock)


Sihir tipe area mulai dilemparkan berharap agar mampu untuk melukai banyak Monster dalam waktu yang bersamaan.


Setia membantu mereka, Milim mengaktifkan (Frenzy) yang ampuh membuat para Monster tidak berakal itu untuk tidak mampu membedakan mana musuh dan mana kawan sehingga mereka mulai bertarung satu sama lain yang secara bersamaan membuat beban yang harus ditanggung oleh para Peri (Fairy) menjadi jauh berkurang.


"♥Semuanya♥ Tolong bertahanlah♥ Bantuan akan segera datang♥"


"Baik♪"


Entah sejak kapan Milim telah mengambil komando. Akan tetapi, melihat tidak ada yang keberatan, Milim dapat dengan mudah memberikan perintahnya sembari membantu menahan para Monster ganas yang datang menyerang


mereka.


...


Sementara Milim dan para Peri (Fairy) sedang sibuk menahan gempuran Monster ganas, Luna yang ditugaskan untuk memanggil bala bantuan akhirnya tiba di depan pos penjagaan.


Karena sebelumnya sebuah sinyal cahaya telah ditembakkan ke atas langit, membuat para prajurit yang di dominasi oleh para Otherworlder sudah berbaris rapi siap untuk berangkat.


Melompat dari kuda yang dia tunggangi, Luna yang melayang menggunakan sepasang sayap kecil di punggungnya segera mendatangi para prajurit untuk menyampaikan sebuah berita penting.


"Serangan! Gudang Penyimpanan Buah Iblis telah diserang Monster dan para Peri (Fairy) sekarang sedang sibuk menahan mereka!"


Mendengar hal ini, tanpa membuang waktu lagi para Prajurit yang dipimpin oleh Kepala Suku Rubah, Lisa Vulpes langsung berangkat menuju medan pertempuran.


Ketika tugasnya telah selesai, Luna langsung ikut kembali bersama Lisa untuk ikut bertarung melawan Monster yang datang menyerang.


Ketika Lisa beserta para Prajurit yang lain akhirnya tiba di medan pertempuran, sebuah dinding raksasa telah berdiri kokoh melindungi gudang yang menyimpan Buah Iblis.


Karena dinding itu dibuat secara terburu-buru, membuat dinding itu tidak memiliki pintu atau lubang lainnya yang memungkinkan untuk masuk ke dalamnya. Tidak bisa masuk, Lisa pun menggiring para prajurit untuk memutari dinding hingga akhirnya mereka mampu melihat pertempuran yang sedang berlangsung.


"Pasukan!!! Maju....!!!!"


Atas perintahnya, seketika para prajurit maju dengan penuh semangat menerjang ke dalam medan pertempuran. Melihat bala bantuan yang telah tiba, para Peri (Fairy) pun bisa bernafas lega.


Berkat bala bantuan yang telah tiba, alur pertempuran akhirnya semakin membaik dengan para Monster yang kini tidak lagi bisa maju dan bahkan terpaksa untuk mundur.


Meski begitu, pertempuran masihlah belum berakhir karena para Monster dengan keras kepala terus saja berusaha untuk maju demi bisa menggapai Buah Iblis. Tidak mau mengalah, para Prajurit juga semakin gencar melancarkan


serangan mereka untuk mencegah para Monster itu untuk bisa maju bahkan selangkah saja.


Setelah matahari akhirnya menampakkan dirinya, barulah pertempuran berakhir dengan para Monster yang habis dibantai oleh para Prajurit serta para Peri (Fairy) yang bertarung dengan gagah berani.


Walau pertempuran telah berakhir, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.


Ketika para Prajurit serta para Peri (Fairy) sedang sibuk mengurus tubuh para Monster yang bergelimpangan. Lisa dan Milim masuk ke dalam dinding lewat pintu yang baru saja di buat untuk membuat strategi pertahanan.


"Aku menyarankan untuk memperkuat pertahanan dengan membangun pos menara bagi para Pemanah dan Perapal Mantra bisa berjaga dan melancarkan serangan mereka dengan aman"


"Setuju♥ Aku juga akan meminta para Peri (Fairy) untuk memperketat penjagaan sekaligus memasang jebakan agar mereka yang nakal tidak berani mendekat begitu saja♥"


Ketika mereka berdua sedang sibuk membicarakan strategi, seorang prajurit telah di kirim ke markas pusat untuk melaporkan kejadian ini.


Tentu saja berita ini langsung di anggap serius oleh para Pemimpin Kerajaan.


Setelah rapat singkat, telah diputuskan kalau Kepala Suku Rubah akan diangkat menjadi Kapten penjaga Buah Iblis dan pasukan tambahan pun dikirimkan kepadanya. Tidak hanya itu, pasukan pun juga dikerahkan untuk


mengamankan jalur pengiriman Buah Iblis serta pasukan Khusus yang di pimpin oleh Party The Guardian untuk mencari dan memusnahkan semua Monster yang masih berkeliaran di luar sana.


Keesokan harinya, rombongan Monster kembali datang menyerang berusaha untuk menggapai Buah Iblis yang menggiurkan.


Berbeda dari yang sebelumnya, Lisa sudah siap dengan dinding yang telah diperkuat serta menara pengawas yang telah didirikan.


Para prajurit pun juga telah berbaris rapi dan para Peri (Fairy) telah siap untuk melepaskan sihir mereka.


Ketika para Monster kian mendekat, perintah pun dikumandangkan "Serang! Jangan biarkan mereka mendekat!".


"AaaaaAAAAAAaaaaAAaaa...!!!"


Teriakan gagah berani dari para prajurit berkumandang jelas ketika mereka menerjang maju menyambut Monster yang datang menerjang. Secara bersamaan, sihir dan panah beterbangan di angkasa dan mendarat tepat di antara para Monster.


Meski mendapatkan serangan langsung dari sihir dan panah, dapat terlihat kalau hanya ada sedikit Monster yang terluka parah. Kebanyakan dari mereka hanya menderita luka ringan atau bahkan tidak terluka sama sekali.


Menyaksikan hal ini, Lisa pun sadar kalau Monster yang datang hari ini jauh lebih kuat dari yang kemarin. Bukannya gentar, tekad bulat terpancar jelas dari kedua matanya.


(Fox Blessing-Body Integration)


Menggunakan kipas lipat di tangannya sebagai katalis, cahaya kemerahan seperti kelambu mulai menyelimuti seluruh tubuh prajurit yang ada. Seketika para prajurit merasakan kekuatan mengalir di tubuh mereka serta pikiran


mereka menjadi tenang seolah tidak mengenal apa itu rasa cemas atau rasa takut.


"!!!...AaaaaAAAAAAaaaaAAaaa...!!!"


Teriakan mereka semakin mengganas seraya mereka maju menerjang ke arah Monster yang sudah di depan mata.


Pertempuran berdarah pun tidak terelakan ketika para prajurit beradu dengan para Monster.


Walau korban mulai berjatuhan dari kedua belah pihak, terlihat tidak ada dari mereka yang hendak mengalah.


Para Monster mudah dijelaskan karena mereka sudah lama kehilangan akal sehat mereka. Melihat rekan mereka jatuh tepat di depan mata, mereka mana bisa peduli dan tidak akan ragu untuk menyingkirkan tubuh mantan rekan


mereka yang sudah tidak berguna dan malah menghalangi jalan.


Sementara para Prajurit juga mudah dijelaskan karena sebagian besar dari mereka adalah para Otherworlder yang tidak mengenal yang namanya kematian abadi. Melihat rekan mereka gugur di depan mata, mereka mungkin akan


merasa kasihan namun tetap bertarung karena tahu kalau beberapa hari kemudian rekan mereka itu akan bangkit kembali seolah tidak terjadi apa-apa. Sedangkan ketika Locals yang gugur, para Otherworlder juga tetap akan merasa sedih namun akan segera melupakannya. Tidak peduli seberapa 'realistisnya' dunia ini, bagi mereka dunia ini hanyalah sekedar game belaka dan para Locals yang bertarung mati-matian bersama mereka pada akhirnya tidak lebih dari sekedar kumpulan data di mata mereka.


(Dual Casting) (Flame Missle) (Flame Javelin)


Menembakkan sihirnya, Lisa yang sudah hampir kehabisan Mana tampak pucat dengan kaki kecilnya tampak bergetar tidak lagi mampu untuk berdiri. Meski dia telah mengerahkan seluruh tenaganya, musuh tampak masih belum berkurang malahan para Monster itu kini tampak jauh lebih banyak dari sebelumnya.


Ketika Lisa hendak memaksakan dirinya, sepasang tangan halus memeluknya dari belakang lalu terdengar suara bisikan halus di telinganya.


"Beristirahatlah♥ Kau pantas mendapatkannya♥"


Mendengarkan bisikan Setan (Devil), Lisa yang memiliki kekuatan mental yang tinggi serta Skill yang memperkuat pikirannya seharusnya bisa menangkalnya dengan mudah. Sayang sekali kondisinya saat ini membuatnya tidak mampu untuk menahannya dan sontak kedua matanya pun tertutup seraya dirinya jatuh ke alam mimpi.


Setelah mencium Lisa di keningnya, Milim pun menyerahkan Lisa yang tengah terlelap kepada Pelayan Lisa yang sedari tadi berdiri dengan tampang cemas di belakangnya.


Melihat kalau Lisa telah di bawa ke tenda untuk beristirahat, kini Milim berdiri menggantikan posisi Lisa sebagai pemimpin pertempuran.


"Semuanya♥ Semangat♥"


Kembali menggunakan (Frenzy), Milim mencoba untuk membuat para Monster itu untuk bertarung satu sama lain. Akan tetapi, dari sekian banyak Monster yang ada, hanya sebagian kecil saja yang terkena pengaruh dari Skill


Milim.


Hal ini tentu saja membuat Milim tidak senang karena Monster hari ini memiliki ketahanan mental yang jauh lebih tinggi daripada yang kemarin.


Ditengah kekesalannya, Milim pun mengaktifkan (Gehenna) dari [Abyss Magic] yang menciptakan lingkaran sihir raksasa berwarna hitam pekat tepat di bawah kaki para Monster.


Dari dalam lingkaran sihir tersebut, kabut hitam pekat dilepaskan yang menutupi sebagian besar medan pertempuran. Prajurit malang yang berada dekat dengan kabut hitam tersebut secara tidak sengaja menyentuh kabut tersebut dan mendapati kalau kulitnya telah melepuh. Sontak dia pun berteriak kesakitan sembari berlari menjauh dari kabut hitam tersebut.


Melihat kejadian ini, seketika tidak ada satupun dari prajurit yang berani untuk mendekat. Malahan mereka mundur menjauh berusaha untuk menghindari area dimana kabut tersebut berada.


Ketika para prajurit sudah mundur, para Monster yang terjebak di dalam kabut juga mendapati kalau sisik kebanggaan mereka mulai mengelupas sementara kulit mereka yang tebal mulai melepuh seolah telah terkena cairan panas.


Meski rasa panas tidak tertahankan mereka rasakan, sedikit mereka tahu kalau kabut tersebut hanya sebuah permulaan. Seketika tangan-tangan besar mengerikan muncul dan mencengkram tubuh Monster dan menolak untuk melepaskannya.


Ketika tangan-tangan mengerikan itu menyentuh tubuh mereka, rasa dingin membeku yang kontras dengan kabut yang membakar mereka membuat para Monster merasakan sebuah kesakitan yang teramat sangat. Jelas saja hal


ini membuat para Monster memberotak keras berusaha untuk meloloskan diri dari cengkraman tangan-tangan itu.


Sayang sekali, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha, tangan-tangan itu tetap tidak mau melepaskan cengkraman mereka.


Tidak lama setelah itu, tangan-tangan itu mulai kembali ke dalam lingkaran sihir sembari menyeret para Monster yang mereka cengkram bersama mereka.


Dalam waktu singkat ratusan Monster ganas menghilang dari pandangan mata. Tidak hanya itu, kabut hitam yang berbahaya itu juga ikut menghilang ke dalam lingkaran sihir bersamaan dengan para Monster yang ditarik ke


dalamnya.


Setelah lingkaran sihir menghilang, kini yang tersisa hanyalah tanah kosong dengan para Monster serta para prajurit yang terdiam tidak tahu harus bagaimana.


Melihat kejadian ini, bahkan Monster yang seharusnya tidak memiliki akal tetap bisa merasa ketakutan dan menolak untuk maju takut kalau mereka akan berakhir sama seperti rekan-rekan mereka.


Hal yang sama juga dirasakan oleh para prajurit yang ada. Walau lingkaran sihir itu sudah tidak ada, mereka tetap takut kalau lingkaran sihir itu muncul kembali tepat di bawah kaki mereka.


Akan tetapi, setelah diberitahu kalau itu semua adalah ulah Milim yang telah mengambil alih komando, hati mereka pun menjadi tenang dan kembali mampu untuk bertarung dengan gagah berani.


"Hehehe...♥ Serang♥ Ayo serang♥ Jangan beri ampun♥"


Walau terdapat darah hitam mengalir dari lubang hidungnya, Milim tetap tersenyum riang sembari memberikan perintahnya yang jauh dari kata berwibawa.


Perlu diketahui kalau [Abyss Magic] adalah sebuah sihir tingkat ketiga yang termasuk ke dalam jajaran terkuat yang kedudukannya setara dengan [Holy Magic].


Akan tetapi, tidak seperti sihir tingkat ketiga yang lain. [Abyss Magic] adalah yang paling jarang digunakan karena terdapat bayaran besar untuk bisa mengaktifkannya.


Contoh saja (Gehenna).


Jika Manusia biasa yang mengaktifkannya, bukannya mimisan yang akan mereka alami tapi malah isi kepala mereka yang akan berceceran di atas tanah.


Satu-satunya alasan kenapa Milim bisa selamat setelah menggunakan sihir ini semuanya berkat dirinya yang berasal ras Setan (Devil).


Meski begitu, fakta kalau [Abyss Magic] itu akan menyakiti dirinya tetap tidak akan berubah.


Oleh karena itu, Milim berniat untuk menjadikan (Gehenna) sebagai satu-satunya [Abyss Magic] yang dia keluarkan pada pertempuran ini karena dia benar-benar tidak mau menanggung akibat dari penggunaan sihir tersebut.


(Darkness Bullet) (Darkness Stake)


Lanjut menggunakan [Darkness Magic] yang biasa, Milim berusaha untuk membantu mengurangi jumlah Monster yang ada sembari mengawasi medan pertempuran.


Meski mereka sekarang mendapatkan bantuan dari para prajurit. Namun, tampaknya Monster yang datang menyerang hari ini memang jauh lebih kuat dari yang sebelumnya. Hanya dalam beberapa jam saja garis pertahanan terus saja dipukul mundur hingga kini harus bertarung dari balik dinding sambil terus menembakkan sihir serta projektil lainnya karena pertempuran secara langsung sudah tidak lagi mungkin untuk dilakukan.


Untungnya dinding yang telah dibangun oleh para Peri (Fairy) sangatlah kokoh sehingga susah untuk ditembus. Hal ini membuat para prajurit bisa bernafas lega untuk sementara waktu. Asalkan mereka bisa menahan para Monster itu untuk beberapa waktu lagi, maka bala bantuan akan tiba yang akan memberikan mereka kesempatan untuk memusnahkan semua Monster itu tanpa bersisa.


Sayang, tampaknya para Monster yang seharusnya tidak berakal itu ternyata lebih pintar dari yang bisa mereka bayangkan.


"Mereka memanjat?!!!"


Mendengar teriakan ini, sontak semua prajurit yang berjaga di atas dinding secara bersamaan menengok ke bawah.


Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan sesosok Monster yang dengan menggunakan cakar-cakarnya yang panjang dan tajam mulai mengcengkram erat kepada dinding dan mulai memanjatnya.


Tidak hanya satu Monster saja, tapi Monster-monster yang lain juga mulai ikut memanjat ketika melihat salah satu rekan mereka melakukannya.


"Kenapa kalian diam♥ Cepat tembak mereka♥ Tembak sebelum mereka sampai ke atas dinding♥"


Atas perintah dari Milim, sihir kembali ditembakkan dengan niatan untuk menjatuhkan para Monster yang sedang sibuk memanjat.


(Fire Shoot) (Aqua Needle) (Wind Pressure) (Stone Fall)


Satu-persatu sihir ditembakkan tepat ke arah muka serta cakar para Monster berharap untuk menjatuhkan mereka.


Sedangkan mereka yang tidak bisa menggunakan sihir juga tidak tinggal diam dan mulai melancarkan serangan mereka sendiri.


(Heavy Shoot) (Arrow Rain) (Arrow Cannon) (Restrain Arrow)


Puluhan hingga ratusan anak panah mulai dilepaskan dengan harapan untuk menjatuhkan para Monster yang kain lama kian mendekati puncak


Beberapa tembakan memang sukses menjatuhkan beberapa Monster yang membuat mereka harus rela terjun bebas jauh ke bawah.


Meski begitu, jumlah Monster yang menolak untuk jatuh masih sangatlah banyak yang membuat para Prajurit semakin berkeringat dingin melihatnya. Tidak hanya itu, setelah para Monster terjatuh mereka tidak langsung mati.


Palingan mereka hanya akan berbaring sebentar sebelum akhirnya bangkit kembali dan mulai memanjat kembali.


Hal ini membuat kepanikan mulai menyebar yang membuat bidikan para prajurit menjadi tidak tentu arah yang mana ini membuat jumlah Monster yang ditembak jatuh menjadi semakin sedikit.


(Darkness Restrain)


Mengaktifkan sihirnya, tali-tali kegelapan mulai menggeliat dan menjerat beberapa Monster sekaligus. Ketika tangan dan kaki mereka dijerat, para Monster itu pun tidak lagi mampu menjaga keseimbangan mereka sehingga mereka langsung terjun bebas ke atas tanah.


"Semuanya♥ Fokus gunakan sihir yang mengikat♥"


Ketika perintah diberikan, seketika semua prajurit berhenti panik dan mulai melaksanakan perintah yang telah diberikan kepada mereka.


Tidak lagi melemparkan sihir tipe serangan, kini semua prajurit fokus untuk mengekang pergerakan para Monster lalu menyaksikan mereka terjun bebas ke atas tanah.


Tidak mau kalah, para Peri (Fairy) juga mulai mengaktifkan sihir yang mampu mengekang musuh.


Berkat strategi ini para Monster yang hanya tinggal sejengkal lagi menuju puncak kini harus rela menyaksikan rekan mereka terus saja berjatuhan bagaikan tetesan air hujan.


Para Prajurit yang sempat kewalahan kini mampu balik melawan sehingga pertempuran berlangsung lebih lama lagi.


"Lihat disana!"


Tunjuk seorang prajurit yang jarinya menunjuk ke arah kejauhan dengan ekspresi bahagia di wajahnya.


Apa yang dia tunjuk adalah pemandangan para Kesatria berkuda yang melaju kencang ke arah mereka. Melihat dari jumlah, ada sekitar lebih dari 5 ribu pasukan yang datang perlengkapan penuh.


"Bala bantuan telah tiba!!!"


Mendengar berita ini, sontak semua orang bersuka cita.


Meski begitu, mereka tetap tidak berhenti melemparkan sihir mereka untuk menjatuhkan pada Monster yang masih saja keras kepala.


Melihat pasukan yang datang, Milim juga tidak bisa menyembunyikan senyuman lebar diwajahnya.


"Semuanya♥ Semangat♥"