A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 22 : Hey look, It's Your Brethren!



Aku tidak tahu sudah berapa lama ini, tapi akhirnya semua Pelayanku pulih juga.


Baiklah, ayo lanjut!


Jalan menuju lantai berikutnya tepat berada di belakang singgasana.


Setelah menuruni tangga yang cukup panjang, kami pun akhirnya sampai di lantai keenam.


"Oh, tidak ada lampu?"


Berbeda dari lantai-lantai sebelumnya yang terlihat mewah dan disinari oleh cahaya lampu yang terang, lantai ini terlihat suram dengan lorong yang tampak seperti lorong kastil yang telah terbengkalai selama ratusan tahun.


Terlebih, tidak ada satu pun penerangan atau pun sumber cahaya di ruangan ini...


"Ternyata ada obor 'pa!' Sekarang baru menyala"


Di lantai sebelumnya terlihat modern kok di sini malah terlihat jadul?


Karena tidak ada gunanya memikirkan hal tidak penting seperti ini, aku berhenti memikirkannya dan lanjut menjelajah.


5 menit pertama dan sudah ada masalah.


"Ehh... Jadi ini lantai jebakan yah"


Terdapat beberapa jarum yang tampak beracun yang menancap di kulit Vier yang tanpa sepengetahuannya telah menginjak sebuah tombol jebakan.


Tentu saja racun itu tidak berguna karena Vier adalah seorang Golem.


Tanpa menghiraukan ini, kami terus melanjutkan penjelajahan. Tentu saja semua Pelayanku berjalan di depan.


Panah, jarum beracun, tombak, lubang jebakan, dan lain sebagainya.


Hanya saja aku masih belum melihat jebakan favoritku. Kurasa itu berada di depan.


Semakin banyak jebakan yang mereka aktifkan, kerusakan yang diderita si kembar kian menumpuk sedangkan Percy baik-baik saja karena Armor barunya.


Ngomong-ngomong soal Percy, saat ini dia terlihat sangat mengintimidasi dengan Armor hitam kelam yang dia kenakan.


Dipadukan dengan kulit cokelat dan rambutnya yang hijau memberikan kesan tersendiri.


"Lihat, itu kerabat kalian!"


"Beda! "Beda!"


"Master, dengan segala hormat. Mohon jangan samakan kami dengan mereka"


Setelah menjelajah cukup lama, kami akhirnya menemui lawan pertama kami.


Mereka adalah manekin.


Yup, manekin biasa yang sering kau jumpai di toko baju. Bukan, yang di toko baju tidak terbuat dari kayu. Kurasa yang ada di pertunjukan boneka kayu adalah persamaan yang paling tepat.


(Puppet Soldier)


Total ada 4 dari mereka. Dengan bersenjatakan pedang dan tombak, mereka langsung menyerbu ke arah kami... Lambat!


(Shield Bash)


Dengan sekali hantaman dari Bucklernya, Percy berhasil menumbangkan mereka semua... Lemah!


Sebagai lawan mereka terlalu lemah. Namun, jika sejak awal mereka tidak ditunjukkan untuk mengalahkan penyusup, maka pasti ada untuk tujuan lain kenapa mereka ditempatkan di lantai ini.


Mengingat lantai ini penuh dengan jebakan, kurasa para (Puppet Soldier) ini hanya bertugas sebagai penghambat dan menguras stamina kami.


Yah, itu semua tidak berguna karena Pelayanku adalah Golem yang tidak bisa merasa lelah dan aku sendiri tidak banyak bergerak jadi staminaku masih banyak.


Drop yang aku dapatkan dari (Puppet Soldier) adalah (Inferior Magic Orb) dan (Wooden Parts).


Sampah!!!


Untung saja mereka juga menjatuhkan senjata yang mereka bawa jadi setidaknya ada sesuatu yang berguna.


Setelah itu kami melanjutkan penjelajahan.


Kebanyakan sama saja.


Melewati jebakan, melawan manekin, lalu ulangi.


Aku tidak tahu sudah berapa lama ini, tapi kami akhirnya berhasil menemukan jalan menuju lantai selanjutnya.


Lantai ketujuh.


Kurang lebih sama, hanya saja (Puppet Soldier) di sini terlihat lebih bagus dan gerakan mereka sedikit lebih halus.


Tapi yang paling menyusahkan adalah...


"Uhuk Uhuk, gas beracun!"


Jebakan yang ada menjadi semakin beragam. Salah satu yang aku benci adalah jebakan yang menyemprotkan gas beracun.


Untung saja kali ini aku memiliki penawarnya!


\ ★★★


«Poison Cure : Medium»


Sebuah obat yang mampu menghilangkan racun dari tubuh penggunanya.


Aku sangat ingin menjelaskan bagaimana cara aku membuatnya, tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat jadi aku lewatkan saja.


Sesaat aku terkena racun, enam buah (Puppet Soldier) datang menyerang kami.


Untungnya hanya aku yang terkena racun. Pelayanku yang adalah seorang Golem tidak apa-apa dan mampu menghadang serangan yang datang.


Meskipun aku telah meminum tapi efek racunnya masih aku rasakan.


Oleh karena itu, aku memutuskan untuk beristirahat di tempat istirahat yang disediakan di lantai ini.


•Skill [Poison Resistance] telah mencapai level 5. Mendapatkan 1SP•


Bagus, aku merasa lebih baik.


Setelah istirahat makan siang(?) sejenak, kami pun melanjutkan penjelajahan.


Pada akhirnya kami berhasil mencapai lantai selanjutnya.


Lantai kedelapan.


Jebakan menjadi lebih berbahaya dan (Puppet Soldier) menjadi tampak lebih mirip seperti prajurit yang sebenarnya.


Untungnya sekarang mereka menjatuhkan (Magic Core) yang membuatku termotivasi untuk mengalahkan mereka.


Meski begitu, waktu tidak berpihak kepadaku.


Sekarang sudah waktunya bagiku untuk Log Out.


Setelah menemukan tempat istirahat, aku lalu Log Out.


...


Aku kembali!


Semua sudah siap, saatnya kembali menjelajah.


Meski begitu, ini terasa membosankan.


Karena para manekin itu yang terlalu lemah, aku jadi tidak kebagian jatah untuk beraksi.


Lantai kesembilan.


(Puppet Soldier) Akhirnya terlihat seperti prajurit yang sebenarnya.


Gerakan mereka menjadi lebih rapi dan teratur. Bahkan Pelayanku akhirnya terlihat kesusahan dalam melawan mereka.


Artinya aku bisa beraksi!


(Fire Lance)


Tombak api menghantam mereka dan menyelimuti mereka dengan api yang membara.


Meski mereka mengenakan Armor sekalipun, tapi tubuh mereka yang sepenuhnya terbuat dari kayu membuat mereka secara alami lemah terhadap api.


Kurasa ini juga yang menjadi alasan kenapa sampai sekarang aku masih belum melihat ada jebakan yang bertemakan api di tempat ini.


Baiklah, mari kita lanjutkan seperti ini...


Drrrrtt....!!!


Oh, akhirnya jebakan yang aku tunggu-tunggu muncul juga!


Batu bergulir!!!


Memang tidak lengkap rasanya jika tidak ada jebakan klasik seperti ini.


"Master, apa yang harus kita lakukan?"


(Stone Wall) ...belum cukup? (Natural Wall) Yup, sudah selesai.


"Saat seperti ini, tidaklah bijak untuk lari menghindar. Cukup tahan atau hancurkan batu itu dan semuanya selesai"


Jika aku lari, artinya aku harus menerjang langsung ke arah puluhan jebakan yang telah menanti di depan.


Terlebih, aku ini Penyihir. Berlari bukanlah keahlianku.


Setelah itu kami melanjutkan penjelajahan seperti biasa. Sampai akhirnya kami sampai di lantai selanjutnya.


•Skill [Mana Control] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•


•Skill [Magic Researcher] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•


Cuma itu? Sudahlah...


Lantai kesepuluh.


"Tidak ada obor?"


Lantai sebelumnya masih lebih baik karena aku masih bisa menyalakan obor yang ada di dinding. Tapi disini?


Yah, untung saja aku punya [Night Vision].


Seharusnya jebakan akan menjadi lebih sulit di deteksi di lantai ini. Tapi karena sejak awal aku hanya membiarkan Pelayanku mengaktifkannya secara membabi buta, maka aku sama sekali tidak memiliki kebutuhan untuk mendeteksi jebakan itu sama sekali.


Satu-satunya kelemahan dari cara ini adalah Pelayanku yang terus mengalami kerusakan setiap kali jebakan diaktifkan.


Tapi karena mereka selalu bisa diperbaiki, maka tidak ada masalah yang berarti.


"Jebakannya nyebelin!" "Jebakannya ngeselin!"


Yup, tidak ada masalah sama sekali.


Mengenai (Puppet Soldier)... Antara tidak ada perubahan sama sekali atau aku tidak menyadarinya.


Yang jelas mereka yang awalnya sampah menjadi gangguan yang sebenarnya.


(Taunt)!


Dengan gagahnya Percy menahan tiga (Puppet Soldier) sekaligus. Sementara itu si kembar masing-masing menghadapi satu.


Sedangkan Zweite menyerang menggunakan [Wood Magic] karena panahnya kurang berguna dalam menghadapi (Puppet Soldier).


Aku?


(Fire Lance)


Tidak ada masalah.


•Skill [Fire Magic] telah mencapai level maksimum. Mendapatkan 2SP•


•Mendapatkan (Fire Burst) dan (Fire Pillar) dari [Fire Magic]•


•Persyaratan telah terpenuhi, skill [Flame Magic] berhasil terbuka•


6SP ambil!


(Fire Burst) gak usah dibahas. (Fire Pillar) itu seperti namanya, menciptakan pilar api.


Untuk [Flame Magic] ada (Flame Bullet) dan (Flame Javelin).


Gak usah dibahas karena sama seperti yang sebelumnya hanya saja lebih kuat.


•Persyaratan telah terpenuhi, skill [Metal Magic] berhasil terbuka•


•Persyaratan telah terpenuhi, skill [Lightning Magic] berhasil terbuka•


Oh... Perlu 12SP tapi tetap ambil!


Baiklah, mari kita lihat dulu...


[Metal Magic]


Sebuah sihir yang memungkinkan penggunanya untuk mengontrol logam sesuka hati.


Syarat mendapatkan : Memiliki [Flame Magic] dan [Stone Magic]


[Lightning Magic]


Sebuah sihir yang memungkinkan penggunanya untuk mengontrol listrik sesuka hati.


Syarat mendapatkan : Memiliki [Flame Magic] dan [Aero Magic]


Karena skillnya sama saja jadi kita lewati saja.


Hah... Ini aneh.


Sebelumnya aku hanya harus memaksimalkan [Water Magic] dan [Soil Magic] untuk mendapatkan [Wood Magic]. Terus kenapa sekarang aku harus mengambil [Flame Magic] terlebih dahulu untuk membuka skill selanjutnya?


Sudahlah, memikirkannya tidak akan memberiku apa-apa. Lebih baik fokus akan apa yang ada di depan daripada memikirkan hal-hal yang tidak berguna.


Sekarang... Kurasa sudah saatnya aku menghadapi Boss kedua.


Yup, pintu menuju ruang Boss sudah di depan mata.


Kali ini pintu tersebut terbuat dari kayu yang tampak usang namun tetap kokoh. Tidak ada ornamen berarti pada permukaan pintu tersebut.


Hanya sebuah pintu ganda yang terbuat dari kayu.


Tingginya pun tidak lebih dari 2 meter.


Sungguh sebuah penurunan yang sangat besar. Aku berharap orang yang di dalam bisa memberikan perlawanan lebih seperti (Goblin Lord) yang kemarin.


Semua persiapan telah siap, saatnya pergi bertempur!