
Membuka mata, aku melihat langit-langit yang belum pernah aku lihat sebelumnya... Hahaha... tidak kusangka aku akhirnya bisa mengatakan kalimat itu.
Baiklah, sekarang di mana aku sebenarnya?
Dilihat dari manapun juga, aku sekarang berada di dalam sebuah ruangan yang sangat gelap. Jika bukan karena [Night Vision] maka mustahil bagiku untuk bisa melihat interior dari ruangan ini.
Perabotan terbuat dari kayu... ruangan yang kecil dengan hanya satu ranjang saja... dan Victoria yang sedang tertidur di atas lantai.
"Bangun!"
Dengan satu tendangan tepat di wajah, kadal itu akhirnya terbangun juga.
"Akh...!"
"Jangan 'akh' katakan, di mana kita sekarang?"
"Kau... kita ada di penginapan di Kota Taurus"
"Taurus... Oh, jadi kita sudah sampai di Ferox Kingdom yah"
Begitu, tampaknya aku Log Out terlalu lama sampai-sampai kami sudah sampai di Ferox Kingdom. Tampaknya Nenek membawaku ke semacam penginapan sembari menunggu sampai aku kembali Log In.
"Katakan, di mana Nenek dan yang lain?"
"Cardinal sedang tidur di kamar sebelah. Sedangkan bonekamu itu pasti sedang berjaga di luar... Akh! Untuk apa itu?"
"Hanya pengen saja"
Membuka jendela, langit masihlah gelap. Namun dari posisi bulan, menunjukkan kalau sekarang setidaknya sudah jam 3 subuh.
Baiklah, mumpung lagi sepi kurasa aku akan mencoba itu saja.
Menyingsingkan lengan bajuku, aku mengarahkan telapak tangan kananku ke arah pergelangan lengan kiriku.
"Hei, apa yang kau lakukan?!"
Perlahan, aku melafalkan mantra yang Papa ajarkan kepadaku sebelumnya.
"Ini... Bahasa Demon (Iblis)?!!"
Lingkaran sihir hitam pekat muncul dan mulai membentuk sebuah formasi yang sangat rumit. Aku bisa merasakan kalau persediaan Manaku yang seharusnya melimpah menyusut dengan cepat.
Aku bisa merasakan aliran angin dingin bergerak di seluruh ruangan hingga membentuk sebuah pusaran angin yang kencang.
"Hei... apa yang kau mau lakukan!!!"
Terus berkonsentrasi, aku tidak memedulikan apa yang terjadi di sekitarku dan terus melafalkan mantra yang kelewat panjang ini sampai selesai.
Pada akhirnya...
•Skill [Mana Manipulation] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•
•Skill [Magic Expert] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•
•Skill [Mana Sight] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•
•Skill [Ancient Linguistic] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•
•Persyaratan telah terpenuhi, Skill [Demon Magic] telah terbuka•
10 SP! Ambil!
BANG!
Pintu kamar di dobrak dengan keras hingga hancur berkeping-keping. Apa yang terlihat dari balik pintu yang sekarang selamanya terbuka adalah Percy dengan Buckler hitam di tangannya. Bersamanya adalah Nenek yang tidak sedang mengenakan pakaian Penyihir putihnya melainkan piyama merah jambu dengan motif stroberi.
Aww... Nenek menggunakan pakaian pemberianku. Aku jadi terharu.
"Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini?!"
"Oh, Nenek sudah bangun?"
"Bagaimana mungkin aku akan tetap tertidur setelah merasakan Mana buruk itu. Jadi, bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?"
"Bukan hal besar"
Kataku sambil menunjukkan sebuah gelang emas yang dihiasi oleh berbagai macam permata di lengan kiriku.
Yup, benar sekali.
Aku sekarang dapat membawa barang dari dunia sana ke dunia ini.
\ ★★★★★
«Reject Magic : Large» «Magic Resistance : Large»
Sebuah gelang yang memiliki kemampuan untuk menangkal segala jenis sihir yang diarahkan kepada penggunanya.
Mampu sepenuhnya menangkal hingga 5 buah sihir tidak peduli sihir tingkat apa itu. Jumlah sihir yang dapat di tangkal akan kembali 1 setiap 24 jam.
Syarat penggunaan : Menyelesaikan setidaknya 10 lantai dari Tower of Challenge
Papa bilang gelang ini bisa menangkal hingga 10 sihir. Papa tidak mungkin berbohong akan hal seperti ini. Apakah itu berarti performanya menurun setengah karena aku hanya memanggil bayangannya saja dan bukan item yang
sebenarnya?
"Ada apa memangnya dengan gelang... Tower of Challenge?!"
"Agkh... Nenek, jangan tarik telingaku...!!!"
"Diam dan jelaskan kepadaku sekarang juga!!!"
Setelah itu aku menghabiskan sepanjang pagi hanya untuk menjelaskan kepada Nenek apa yang saja yang telah terjadi di dunia sana.
Tidak lupa aku juga harus memperbaiki pintu kamar yang dirusak oleh Percy. Untung saja ada Zweite yang menjelaskan kepada pemilik penginapan apa yang sebenarnya terjadi jadi aku tidak harus melakukan hal yang
merepotkan seperti itu.
"Jadi begitu. Aku kira kota itu sudah sirna. Tidak kusangka kalau ternyata bajingan itu memindahkannya ke dimensi lain"
"Sayangnya Papa masih tidak mau mengajarkan kepadaku sihir yang dia gunakan saat itu... Aduh!"
"Sembarangan! Memangnya kota mana yang mau kau pindahkan?!"
"Ya... kali aja. Oh, benar juga. Kita ini sedang perang sama Narsist Kingdom kan?"
"Kau ini... lupakan itu. Katakan kepadaku tentang Putri Elf itu"
"Baiklah..."
Aku lalu menjelaskan kepada Nenek mengenai Canary yang ternyata membangkitkan kekuatan sihirnya di dunia sana meski bukan berasal dari keluarga yang memiliki hubungan erat dengan sihir. Tidak hanya itu, ada juga Feline yang ternyata juga membangkitkan [Beast Instinct] miliknya.
Tidak lupa aku memberitahukan tentang perjanjian antara Papa dan Canary.
"Begitu, jadi begitu... jika mereka mampu memanifestasikan kekuatan mereka di dunia sana, ada kemungkinan terlalu lama terpapar oleh Mana di dunia ini membuat susunan jiwa mereka berubah yang sekaligus mengubah komposisi tubuh mereka untuk menyesuaikan dengan jiwa mereka..."
"Apakah itu artinya semua Otherworlder yang ada memiliki kemungkinan untuk membawa kekuatan mereka kembali ke dunia sana?"
"Sayangnya, kemungkinan besar itu bisa saja akan terjadi"
"Nenek, apakah ini adalah salah satu tujuan dari siapa pun yang mengelola Freedom 2?"
"Hmm... daripada tujuan, kurasa lebih tepat mengatakan kalau ini adalah cara agar tujuan 'mereka' bisa tercapai"
Menghubungkan kedua dunia dan membawa orang-orang dari satu dunia ke dunia lain dengan embel-embel bermain game. Mereka yang bermain terlalu lama memiliki kemungkinan untuk membawa kekuatan mereka kembali ke dunia asal mereka.
"Apakah 'mereka' ini ingin meningkatkan jumlah Mana yang ada di dunia sana?"
"..."
Sudah kuduga.
"Hei, apa yang sebenarnya sedang kalian... hmph!"
"Jadi, Nek, apa yang akan kita lakukan sekarang?"
"Tidak ada"
"Tidak ada?"
"Apa pun yang 'mereka' rencanakan, itu tidak akan menjadi urusan kita selama rencana 'mereka' tidak merugikan atau membahayakan kita. Yang menjadi prioritas utama kita tetap tidak berubah. Kembali ke Sol Ciel dan bergabung dengan Penyihir (Witch) yang lain untuk menghentikan Narsist Kingdom"
Baiklah, kalau itu jadinya maka aku akan menurut saja.
"Tetap saja, aku masih tidak percaya kalau Putri Canary akan menyerahkan adiknya sendiri begitu saja"
"Benar kan! Aku sendiri juga terkejut. Tapi berkat ini sebentar lagi aku jadi punya Pelayan pribadi yang benar-benar adalah milikku seorang di dunia sana"
Itu benar. Nasib dari si Putri adiknya Canary adalah menjadi Pelayan pribadiku. Walau benar kalau aku sudah punya Anna, tapi Anna sejatinya adalah Pelayan milik Papa.
Setelah ritual singkat yang akan aku lakukan setelah aku Log Out nanti, maka Putri harus mengucapkan selamat tinggal kepada kemanusiaannya dan menjadi Pelayan pribadiku untuk selamanya.
Hehe... kalian seharusnya mendengar rengekannya saat dia diseret ke dalam penjara yang ada di dalam rumah.
Ya, aku sendiri baru tahu kalau basemen rumah orang tuaku ada ruang penjaranya.
"Baik"
"Jangan lupa lepaskan daun itu dari mulut Victoria agar dia bisa makan nanti"
"Tch..."
...
Sehabis sarapan, aku diizinkan untuk berjalan-jalan di kota.
Nenek berkata kalau kami baru akan kembali berangkat besok pagi jadi aku punya waktu seharian untuk beristirahat.
Bersama dengan Percy, aku berjalan di jalanan yang dipenuhi oleh Beastman dari berbagai jenis.
Kalau tidak salah ingat, nama kota ini Taurus kan?
Tidak heran. Hampir semua penjaga yang ada di sini merupakan Beastman dari suku banteng atau kerbau.
Kurasa karena ini adalah kota perbatasan, struktur bangunan yang ada di sini dibuat sebagaimana kota benteng pada umumnya.
Dengan dinding batu yang mengelilingi kota ini dari bahaya, jalanan yang di buat berliku-liku bagaikan labirin untuk menyusahkan musuh yang datang menyerbu kota, seta model bangunan yang hampir serupa yang membuat sulit
untuk menghafal jalan.
Karena poin terakhir, membuat tidak ada bangunan di sini yang di cat warna-warni. Semua bangunan berwarna kusam hanya dengan bangunan bata saja.
Berdasarkan penampilan semata, kota ini bukanlah kota yang cocok untuk turis.
"Master, kita sudah sampai"
Oh, cepat sekali.
Apa yang aku datangi adalah sebuah toko senjata yang katanya merupakan toko senjata terbaik di kota ini.
Pada saat aku masuk ke dalam, semua mata seketika tertuju padaku... sebelum akhirnya mereka segera berbalik atau bahkan berusaha untuk menjauh dariku.
"Heh, tampaknya tidak ada yang menyukai Iblis seperti... agh!"
Menyeret paksa rantai di leher si kadal, aku segera menghampiri pegawai toko yang sedang berjaga.
"Aku butuh Heavy Armor serta senjata apa pun yang cocok untuk kadal ini sekaligus pelindung mulutnya"
"B-baik!"
Selagi pegawai itu mencarikan perlengkapan untuk si kadal, aku melihat-lihat dagangan yang mereka jual. Tanpa butuh waktu lama, aku menemukan apa yang aku cari.
\ ★★★
«Lightning Imbue : Medium»
Sebuah pedang cambuk yang mampu menyetrum korbannya.
Syarat penggunaan : Tidak ada.
\ ★★★★
«Physical Resistance : Large» « Knockback Resistance : Medium»
Sebuah perisai bundar yang diperkuat sedemikian rupa sehingga mampu menahan serangan fisik sekuat apa pun dan membuat sulit untuk penggunanya untuk terdorong ke belakang saat terkena serangan.
Syarat Penggunaan : Tidak ada.
Walau kurang, kurasa untuk sementara ini sudah cukup.
"Permisi, ini pesanan Anda"
"Bagus, serahkan pelindung mulut itu"
"Hei... he... hmph..."
Untungnya perbudakan itu umum di Kerajaan ini. Jadinya mudah untuk menemukan perlengkapan untuk budak seperti ini.
\ ★★★★
«Protection : Medium» «Speed Enchant : Medium» «Attack Enchant : Small»
Sebuah satu set 'Heavy Armor' yang dirancang khusus untuk dikenakan oleh seorang Gladiator wanita yang juga adalah seorang budak. Dengan penampilan yang mampu memaksimalkan keindahan tubuh penggunanya namun
masih tidak melupakan pelindungan yang diberikan oleh sebuah Armor sejati.
Saat dikenakan, mampu meningkatkan kecepatan dan kekuatan penggunanya.
Syarat penggunaan : Seorang budak.
Hehe, aneh memang melihat bikini yang seharusnya terbuat dari bahan kain digantikan oleh pelat besi yang terlihat berat.
Yang perlu disayangkan adalah tubuh si kadal sialan ini yang tidak begitu berisi.
Apa boleh buat. Aku sendiri juga tahu kalau ada beberapa golongan yang lebih suka tipe tubuh seperti itu ketimbang yang montok.
Contohnya...
Lebih dari setengah pengunjung toko yang awalnya mencoba untuk menjauhiku dan menghindari kontak mata mulai melirik ke arah si kadal dengan nafsu yang membara.
"Hmmph... Hmmphh..."
"Percuma saja, aku sama sekali tidak paham apa yang ingin kau katakan"
Baiklah, selanjutnya adalah senjata.
Karena daftar Skill yang kadal itu miliki adalah [Sword] [Axe] [Spear] [Mace] [Bare Hand] dan [Martial Arts]. Maka wajar jika aku memilihkan senjata yang cocok dengan skillnya.
"Aku akan ambil Greatsword ini, Battle Axe ini bagus juga, aku akan ambil dua. Selanjutnya adalah tombak... Halberd termasuk tombak kan? Mace ini bagus juga... apakah kau punya sesuatu untuk [Martial Arts] ?"
"Baik, kami punya pilihan Knuckle dan Gauntlet untuk petarung dengan tangan kosong. Akan tetapi, karena budak Nona memiliki bentuk tangan yang berbeda, maka mustahil untuk mengenakan Gauntlet yang biasa"
"Apakah kau punya alternatif lain kalau begitu?"
"Tentu saja, kami juga memiliki Gauntlet yang di rancang khusus yang bisa dikenakan oleh siapa pun asal mereka memiliki Skill yang di butuhkan"
"Baiklah, aku akan pilih Gauntlet kalau begitu. Apakah kau juga punya sesuatu untuk meningkatkan kekuatan tendangannya?"
"Tentu saja, silakan tunggu sebentar"
Menunggu sebentar, pegawai itu akhirnya kembali sambil membawakan satu set Gauntlet dan sepatu yang tampaknya di tujukan bukan kepada Manusia tapi untuk dikenakan oleh makhluk buas. Karena mereka memiliki 4★, membuat mereka akan langsung menyesuaikan diri dengan penggunanya.
Pada akhirnya aku selesai memilihkan senjata dan perlengkapan untuk si kadal. Sungguh, bagaimana bisa perlengkapannya kalau di total jauh lebih mahal ketimbang punyaku.
Sudahlah.
Menyerahkan pembayaran kepada Percy, aku kembali menarik rantai si kadal dan menyeretnya keluar dari toko.
Tujuan kami yang berikutnya sebuah toko yang... coba tebak. Disarankan oleh Feline.
Sungguh, berbicara dengan orang lokal memang sangatlah menguntungkan. Kau bisa mendapatkan banyak informasi darinya yang orang luar tidak mungkin tahu.
Menjauh dari jalan utama, aku mulai memasuki gang-gang sempit yang juga jorok.
Sambil menahan bau yang menyengat hidungku, aku akhirnya tiba di tempat yang... kemungkinan besar adalah tempat tujuanku.
Itu adalah sebuah rumah sederhana yang hanya punya satu lantai dan hampir tidak ada bedanya dengan rumah-rumah lain di sekitarnya.
Kalau tidak salah... satu ketukan besar, dua ketukan kecil, tiga ketukan cepat, hening sebentar lalu satu ketukan yang lebih kuat.
"Siapa di sana?"
"Seorang kenalan dari si kucing hitam yang suka bermain dengan seorang naga"
Tidak lama kemudian pintu itu pun terbuka.
Apa yang ada di baliknya adalah seorang Beastman berdarah murni yang berasal dari ras badak.
"Heh, Penyihir. Masuklah"
Pada saat aku masuk ke dalam, apa yang terlihat hanyalah interior rumah pada umumnya namun lebih ke arah rumah orang miskin yang terlewat sederhana. Itu sebelum si badak mengungkap apa yang ada di balik permadani yang berada di tengah ruangan.
Pintu rahasia.
Pintu tersebut mengarah ke dalam sebuah basemen gelap. Menerima lilin dari si badak, aku lalu menuruni tangga menuju ke bawah sambil ditemani oleh Percy. Tentu saja si kadal masih aku seret bersamaku.
Tidak perlu lama berjalan, aku telah disambut oleh pemandangan yang jauh berbeda dari apa yang ada di atas.
Apa yang aku lihat sekarang adalah aula yang kelewat besar yang akan membuatmu lupa kalau kau sekarang berada di dalam tanah.
Meski aku bilang aula, tapi tempat ini sebenarnya penuh sesak akan kandang-kandang besi yang disusun saling berdempetan hingga hanya memberikan sedikit tempat untuk berlalu-lalang.
Apa yang ada di dalam kandang tersebut kau bertanya?
Jika kau tahu apa nama tempat ini, maka pertanyaanmu itu akan terjawab sendiri.
"Selamat datang... selamat datang... Wahai pelanggan yang terhormat di toko budak Carabao Caravan!"
Kau dengar sendiri kan?