
Menaiki Victoria adalah Penyihir Orchid yang sedang duduk santai di area leher Victoria yang memanjang seperti ular. Berada tidak jauh di belakangnya adalah Doragon beserta rombongan yang duduk di atas punggung Victoria yang telah diikat oleh tali sebagai tempat mereka untuk berpegangan.
Berbeda dari Penyihir Orchid yang tampak sedang santai sembari menikmati pemandangan, Doragon tampak sedang melamun, Feline di sampingnya tampak cemas sekaligus bingung akan apakah dia harus membuka mulutnya atau tidak, Turbo yang sedang sibuk menenangkan Sisteen yang entah mengapa memasang muka kesal, Weise yang sedari tadi diam mengamati tingkah mereka dari samping, serta Allucard tampak biasa saja seolah apa yang baru saja dia dengar bukanlah hal yang begitu mengejutkan.
Mengubah dirinya menjadi kumpulan kelelawar kecil, Allucard berpindah dari bangku belakang menuju ke depan tepatnya berada di belakang Penyihir Orchid.
Melihat tingkah Allucard, Penyihir Orchid tersenyum kecil.
"Tampaknya kau bisa menerima penjelasanku dengan baik, apakah transformasinya telah dimulai?"
Diam untuk beberapa saat, Allucard pun mengangguk kecil sebelum berkata "Awalnya aku berpikir kondisi kulitku karena aku jarang keluar rumah. Barulah aku sadar ketika aku mencoba untuk berjemur untuk mendapatkan vitamin namun malah membakar diriku sendiri" dengan ekspresi serius, Allucard pun melanjutkan "Meskipun diriku sudah bisa menebaknya, tapi bolehkan diriku bertanya?".
"Darimana diriku tahu tentang dunia kalian?" tanpa menunggu Allucard untuk menjawab, Penyihir Orchid pun mulai memberikan penjelasannya.
"Tujuan terbentuknya Sol Ciel sejatinya adalah untuk mengumpulkan semua Penyihir yang tersebar di seluruh penjuru dunia ini. Dalam prosesnya, leluhur kami menciptakan sebuah artefak yang memungkinkan kami untuk
mendeteksi keberadaan semua Penyihir sehingga itu akan memudahkan kami untuk mencari saudari-saudari kami.
Tentu saja artefak semacam itu sangatlah sulit untuk dibuat.
Sudah tidak terhitung berapa banyak percobaan yang telah dilakukan dan semuanya berakhir dengan kegagalan.
Dan, dalam salah satu percobaan tersebut, tanpa sengaja leluhur kami menciptakan sesuatu yang meski bisa disebut sebagai sebuah kegagalan, namun itu juga bisa disebut sebagai sebuah keberhasilan besar"
Menelan air liurnya, apa yang Penyihir Orchid katakan selanjutnya adalah sesuatu yang sudah bisa dia tebak namun tidak bisa dia sangka.
"Berniat untuk mendeteksi keberadaan semua Penyihir yang ada di dunia ini, leluhur kami malah menciptakan sebuah artefak yang mampu mendeteksi semua planet yang memiliki energi sihir yang ada di seluruh alam semesta"
Mendengar hal ini, ekspresi terkejut pun akhirnya Allucard tunjukkan.
"Planet? Bukan dunia atau dimensi?"
"Benar sekali, kita semua sebenarnya berada di dunia yang sama, hanya saja berada di planet, atau lebih tepatnya galaksi yang berbeda"
Sontak saja hal ini tidak hanya mengejutkan Allucard tapi juga kawan-kawannya yang lain yang sedari tadi mendengarkan dari belakang.
Terkejut akan informasi penting lainnya, membuat mereka semua tidak tahu harus berkata apa.
Tentu saja yang pertama kali membuka mulutnya adalah Weise yang kini menampilkan ekspresi penuh dengan semangat.
"Kita berada di dimensi yang sama hanya saja berada di galaksi yang berbeda? Apakah itu artinya perjalanan menggunakan roket itu mungkin? Tunggu, mengingat jarak antara galaksi, kurasa sampai kita bisa menciptakan
kapal ruang angkasa itu hanyalah angan belaka. Sebentar, sebentar, sebenarnya berada di galaksi mana planet ini berada dan berapa jaraknya dari bumi?"
Melihat Weise yang mulai asyik berbicara sendiri, yang lain pun tidak memedulikannya dan kembali bertanya kepada Penyihir Orchid.
Yang bertanya tentu saja adalah Doragon.
"Jika yang Anda katakan itu benar, lalu bagaimana bisa kedua planet bisa saling terhubung menggunakan game?"
Atas pertanyaan ini, Penyihir Orchid pun juga tidak punya jawaban yang pasti.
"Sayangnya diriku juga tidak tahu mengenai hal ini. Akan tetapi, fakta kalau ada pihak ketiga yang menghubungkan kedua planet adalah hal yang mutlak"
"Pihak ketiga? Siapakah mereka dan apa tujuan mereka yang sebenarnya?"
Penyihir Orchid hanya bisa menggelengkan kepalanya "Itu adalah sesuatu yang hanya Ibuku atau Ratu Cascade yang mungkin mengetahuinya, yang jelas mereka adalah makhluk yang maha kuasa dengan kekuatan yang setara atau bahkan menyaingi para Dewa. Sebagai makhluk fana, alangkah baiknya bagi kita untuk tidak menggali lebih dalam lagi karena bahaya yang mengintai berada jauh di atas kuasa kita semua".
Kembali menghadap kedepan, Penyihir Orchid pun seolah mengisyaratkan kalau waktu penjelasan telah selesai.
Mengetahui hal ini, Doragon dan yang lain juga berhenti bertanya dan mulai saling berdiskusi satu sama lain.
"Menurut kalian apakah semua yang dia katakan itu adalah benar?" tanya Sisteen yang sebenarnya masih skeptis mengenai masalah dunia game yang ternyata adalah dunia nyata serta cerita mengenai planet dan galaksi yang tentu saja sangat sulit untuk dipercaya.
Terlebih informasi mengenai dunia game yang membawa pengaruh nyata kepada para Pemainnya di dunia nyata.
Jika saja semua informasi ini hanyalah sekedar lore biasa untuk membuat permainan menjadi lebih menarik, Sisteen masih bisa menerimanya. Namun setelah Feline mengkonfirmasinya sendiri disitulah dia tidak bisa
menerimanya.
"Karena kau memilih ras Manusia serta tidak mempelajari sihir makanya kau tidak bisa melihat sebuah perubahan nyata. Namun kau akan segera mengetahui kalau apa yang Nyonya Orchid katakan itu adalah benar setelah kau Log Out dan mencoba untuk memanjat dinding, bersembunyi dari pandangan orang lain, serta sebuah penambahan kekuatan fisik yang jauh melampaui Manusia biasa"
"Tapi aku sudah bisa melakukan semua itu jauh sebelum aku memainkan game ini. Kau pikir bagaimana caranya aku bisa mengetahui indetitas Turbo yang sebenarnya serta dimana dia tinggal?"
"Tunggu sebentar, apa?" mendengar sesuatu hal yang tidak bisa dia abaikan, Turbo hendak bertanya lebih jauh namun di potong oleh Feline "Kalau begitu kau akan terkejut karena sekarang kau akan bisa melakukannya jauh
lebih baik daripada yang sebelumnya. Jika kau masih tidak percaya\, maka datanglah ke alamat *** dan mari kita lihat apakah kau masih menolak untuk percaya atau tidak".
"Baik, siapa takut!" menerima tantangan dari Feline, Sisteen pun memasang muka sombong sembari tidak mengindahkan Turbo yang sedari tadi menepuk pundaknya.
Melihat perdebatan mereka telah selesai, Doragon pun akhirnya bisa mendapatkan giliran untuk bicara.
"Aku memang sudah tahu kalau game ini dapat mengubah kepribadian penggunanya..." melirik ke arah Feline, Doragon sudah lama sadar kalau sejak pertama kali memainkan game Freedom 2, kian hari tingkah Feline semakin mendekati seekor kucing "...tapi aku tidak pernah menyangka efeknya akan bisa sejauh itu".
Membayangkan Feline yang memiliki telingan dan ekor kucing bahkan di dunia nyata, Doragon sampai tidak bisa berhenti khawatir karena jika Feline bisa berubah sejauh itu, lalu bagaimana kabar Winzi yang juga memilih karakter dengan ras yang bukanlah Manusia?
Seolah menyadari apa yang sedang Doragon khawatirkan, Feline pun mengelus punggungnya sembari bergurau "Jika kau khawatir soal Winzi, maka sebaiknya kau berhenti khawatir soalnya sejak awal Winzi sudah berbadan
kecil. Jika kau ingin khawatir, maka khawatirkanlah om Bearnard yang memilih untuk menjadi Beruang!".
Berniat untuk bercanda, Feline malah mengingatkan semua orang atas sebuah fakta yang sangat mencemaskan.
"Dia, dia tidak akan apa-apa kan?"
"Dengan wujudnya yang seperti itu..."
"Dia akan baik-baik saja kan? Apakah kita harus menjemputnya sebelum terjadi sesuatu yang tidak di inginkan?"
"Kalau sampai ada berita mengenai Beruang lepas di tengah kota, maka kita akan tahu kemana harus mencarinya"
Setelah tersadar dengan permasalahan ini, nama kawan-kawannya yang lain yang juga memilih ras selain Manusia akhirnya masuk ke dalam pikirannya.
"Bagaimana dengan Canary dan Lisa? Bukankah kita juga harus memperingatkan mereka soal permasalahan ini?"
"Ah, untuk itu... Kalau Lisa aku tidak tahu, tapi kak Canary sekarang sudah berada di bawah perlindungan Nyonya Orchid"
Mendengarkan berita mengejutkan ini, semua mata kembali tertuju kepada Feline.
Terutama Doragon, dia yang sudah mulai curiga dengan gerak-gerik Feline baru-baru ini akhirnya tidak lagi bisa menahan rasa ingin tahunya.
Dengan lembut, dia pun bertanya "Feline, apakah ada hal lain yang masih kau sembunyikan?".
Meski menggunakan nada yang lembut, namun pandangan matanya tajam hingga membuat jantung Feline berdetak kencang karenanya. Tahu benar kalau Doragon ingin mendengar jawaban yang jujur dari mulutnya, maka Feline tidak lagi berniat untuk menyembunyikannya.
Sayang sekali, ketika Feline baru saja hendak membuka mulutnya, sebuah perintah datang dari depan.
"Kita sudah sampai, bersiaplah!"
Atas sinyal dari Penyihir Orchid, Naga Victoria mulai menurunkan ketinggiannya.
Melewati lautan awan putih, sebuah dataran yang luas akhirnya terlihat di depan mata.
Di tengah dataran yang minim akan tumbuhan hijau serta dipenuhi oleh formasi bebatuan abu-abu yang besar, berdiri di sana adalah sebuah kompleks militer yang tampaknya kini telah terbengkalai selama ratusan tahun.
Dan jauh di dalam kompleks militer itulah, tempat tujuan mereka yang sebenarnya berada.
...
Mendarat tepat di depan gerbang yang kini telah terbuka lebar, semua orang turun secara satu-persatu dengan keadaan waspada.
Setelah semua orang akhirnya turun, Victoria akhirnya bisa berubah menjadi ke wujud Manusianya.
"?!" dengan cekatan Sisteen segera menutup mata Turbo sebelum dia bisa melirik ke arah Victoria yang kini sedang dalam keadaan telanjang bulat. Sementara itu, para lelaki yang lain dengan kesadaran diri mereka masing-masing memilih untuk terus menatap lurus ke depan ke arah gerbang yang terlihat jelas telah dihancurkan dari dalam.
Apa yang dia keluarkan adalah sebuah Armor berwarna putih dengan corak kebiruan. Tidak seperti Putrinya, apa yang Penyihir Orchid serahkan kepada Victoria bukanlah Bikini Armor untuk cuci mata melainkan sebuah Armor yang sebenarnya.
Menerima Armor itu, jelas saja Victoria merasa sangat senang dan tidak lupa dia juga mengucapkan "Terima kasih" sebelum akhirnya mengenakan Armor tersebut.
"Senjata macam apa yang bisa kau gunakan?" tanya Penyihir Orchid yang lalu di jawab dengan penuh semangat. "Baik, hamba mampu menggunakan Pedang, Kapak, Tombak, Gada, serta bertarung dengan tangan kosong".
Kembali merogoh ke dalam Penyihir Orchid lalu mengeluarkan sebuah tombak yang panjang dan juga berat.
Victoria yang menerima tombak tersebut seketika merasakan kalau berat tombak tersebut setidaknya seberat 30 kg sampai 40 kg yang mana itu jauh melampaui berat tombak pada umumnya. Orang normal tidak mungkin bisa
mengangkat tombak ini apalagi menggunakannya dalam pertarungan.
Akan tetapi, sebagai seorang Naga (Dragon) Victoria memiliki kekuatan yang jauh lebih cukup untuk bisa mengangkat dan bahkan menggunakan tombak itu tanpa ada kendala sama sekali.
"Tombak dan Armor itu adalah pemberianku kepadamu. Gunakanlah mereka untuk melindungiku dan juga tuanmu"
Untuk pertama kalinya Victoria diperlakukan selayaknya Pelayan biasa dan bukan seekor budak rendahan. Tentu saja hal ini membuatnya senang bukan kepalang hingga sebuah senyuman lebar tercipta di wajahnya.
"Terima kasih atas pemberian Nyonya yang sangat berharga ini. Hamba berjanji untuk melindungi Nyonya dengan seluruh jiwa dan raga Hamba"
Setelah mengucapkan rasa syukurnya, Victoria pun segera bergegas menuju barisan depan untuk menjalankan tugasnya.
Melihat ekor Victoria yang berayun-ayun ke kanan dan ke kiri, Penyihir Orchid sampai tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum sebelum akhirnya mengikutinya dari belakang.
Setelah diskusi singkat, sebuah formasi pun dibentuk.
Berada di barisan paling depan adalah Feline yang bertugas untuk melihat apakah ada jebakan atau tidak. Tidak jauh di belakangnya adalah Victoria yang telah siap dengan tombaknya. Berada di tengah adalah Turbo dan Allucard yang siap menjaga Penyihir Orchid yang berada tepat di tengah-tengah barisan. Menyusul di belakang mereka adalah Weise dan juga Sisteen dengan Doragon berada di barisan paling belakang untuk berjaga-jaga jika saja mereka disergap dari belakang.
Dengan formasi yang solid, mereka pun melaju menuju wilayah musuh dengan kewaspadaan penuh.
Baru juga mereka menginjakkan kaki ke dalam kompleks militer, sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan telah menyambut mereka semua.
Semua bangunan tampak porak-poranda seolah pertempuran besar telah terjadi di sini. Beribu pertanyaan terlintas di pikiran mereka mengenai bagaimana bisa tempat ini bisa berakhir seperti ini. Akan tetapi, mengingat tujuan
mereka datang kemari, tampaknya sudah jelas apa sebenarnya tragedi yang telah menimpa tempat ini.
Dalam suasana yang sunyi, hanya suara telapak kaki mereka lah yang terdengar di seluruh kompleks militer yang telah terbengkalai ini.
Bahkan Feline yang memiliki panca indra yang melebihi Manusia biasa tidak mampu menangkap adanya tanda-tanda kehidupan di tempat ini. Allucard juga tidak mampu mencium adanya jejak darah yang tersisa yang menandakan apapun yang terjadi di kompleks militer ini, itu sudah terjadi lama sekali.
Akan tetapi, itu malah menimbulkan sebuah pertanyaan besar.
Menurut laporan dari Yari, serta pengakuan dari Jenderal Boreas, beberapa hari yang lalu tempat ini masih aman-aman saja tanpa ada tanda kerusuhan atau apapun.
Yari beserta rombongan prajurit dari Drakon Kingdom yang hendak menghancurkan semua reruntuhan yang ada di Narsist Kingdom mendapati jalan mereka dihalangi oleh Jenderal Boreas. Dengan kemampuan memanahnya, Jenderal Boreas sukses menghalau pasukan Yari hingga mereka tidak mampu mendekati tempat ini sejauh kilometer jauhnya.
Dan sampai dirinya di panggil untuk mempertahankan Ibukota, Jenderal Boreas mengaku kalau tempat ini aman-aman saja tanpa menerima serangan dalam bentuk apapun.
Itu berarti, apapun yang menghancurkan tempat ini, hal itu baru terjadi beberapa hari yang lalu.
Akan tetapi, melihat kehancuran yang ada di sekitarnya, kompleks militer ini seolah-olah telah hancur dan terbengkalai selama bertahun-tahun lamanya.
Hal ini lah yang membuat Allucard merasa tidak enak dan memutuskan untuk meninggikan tingkat kewaspadaannya lebih jauh lagi.
Hal yang juga dirasakan oleh yang lain sehingga membuat mereka melangkahkan kaki mereka dengan lebih hati-hati.
Tidak lama kemudian, menghentikan langkah mereka, apa yang ada di hadapan mereka sekarang adalah sebuah gerbang lainnya. Yang menjadi pembeda dengan gerbang yang pertama adalah gerbang yang satu ini dibuat dari
bahan yang jauh lebih tebal dan jauh lebih kokoh.
Dengan kilauan yang melampaui perak, dapat terlihat kalau pintu gerbang ini terbuat dari bahan Mythril dengan tinggi 5 meter, lebar 3,5 meter, serta ketebalan lebih dari 2 meter.
Gerbang sekokoh ini seharusnya mampu menahan ledakan dari peluru Tank selama seharian penuh. Akan tetapi, dengan sebuah lubang halus di tengah-tengah gerbang, membuktikan kalau gerbang kokoh ini telah tertembus.
Mendekati lubang tersebut, Feline mendapati kalau gerbang tersebut tampaknya telah menerima sebuah serangan yang terfokus hingga mampu menciptakan sebuah lingkaran yang sempurna. Penyihir Orchid yang ikut mengamati juga berpikiran sama.
"Apakah Iblis (Demon) itu mampu menggunakan sihir seperti (Luminous Rays) atau sejenisnya?"
Menggelengkan kepalanya, Feline segera memberitahukan apa saja yang si Iblis (Demon) bisa lakukan.
"Senjata utamanya adalah tentakel miliknya yang bisa memanjang seperti cambuk dan menusuk seperti tombak. Dia juga mampu menumbuhkan tulang-tulang keras untuk memperkuat pertahanan serta serangannya. Mulutnya mampu mengeluarkan teriakan yang memekakkan telinga dan matanya mampu menembakkan sebuah sihir seperti (Shadow Shoot)"
Setelah mendengarkan penjelasan dari Feline, Penyihir Orchid kembali mengamati lubang yang ada di hadapan matanya.
Terkecuali serangan tentakelnya memang sebegitu dahsyatnya, maka tampaknya lubang ini tidak mungkin diakibatkan oleh serangan tentakelnya. Jika itu sihir yang dia tembakkan dari matanya, tampaknya juga itu mustahil karena dari deksripsi Feline, serangan sihirnya adalah tipe yang meledak ketika menghantam targetnya dan bukan yang melaju lurus menembus segala rintangan.
Kecuali Iblis (Demon) itu memiliki trik lainnya, maka kecil kemungkinan kalau lubang ini adalah perbuatannya.
Terkecuali...
"Antara Iblis (Demon) itu memiliki bantuan, atau dia telah menggunakan seorang Ahli Sihir (Mage) yang kuat sebagai wadahnya. Yang jelas lawan kita bukanlah satu, bersiaplah"
Dengan perintah dari Penyihir Orchid, mereka pun akhirnya masuk ke dalam area reruntuhan yang adalah reruntuhan terbesar di seluruh Narsist Kingdom.
...
Masuk ke dalamnya, baik itu Feline maupun Allucard tidak mampu merasakan adanya hawa kehidupan.
Yang ada hanyalah sebuah lorong lebar nan gelap yang memanjang sejauh mata memandang. Menggunakan (Fire Control) Penyihir Orchid menciptakan sebuah obor dari telapak tangannya yang lalu dia kirim ke depan sebagai
penerang jalan.
Berkat cahaya dari api, kini interior dari lorong tersebut akhirnya bisa terlihat dengan jelas.
Lantai dan dinding terbuat dari bebatuan sungai yang berwarna putih pucat. Terpajang di sepanjang dinding sebelah kanan adalah deretan obor yang tersusun rapi di setiap interval tertentu.
Menggerakkan apinya, seluruh obor yang terpajang pun satu-persatu menyala terang dengan kobaran api merah yang indah.
Dengan jalan yang telah terang, mereka pun menjadi lebih percaya diri dan laju langkah kaki mereka menjadi lebih cepat dari yang sebelumnya.
Terus melangkah maju, lorong yang panjang mereka lalui dengan hati-hati.
Tidak ada yang tahu pasti sudah berapa lama mereka berjalan. Lorong tersebut sangatlah panjang sehingga tidak heran jika mereka mulai mengira kalau mereka sebenarnya tidaklah berjalan lurus melainkan hanya berputar-putar
saja seperti sedang disesatkan oleh makhluk halus.
Untung saja kecurigaan mereka hanya hayalan belaka karena kini mereka telah melihat ujung dari lorong.
"Apa ini?!" teriak Feline ketika dia baru saja keluar dari lorong yang panjang dan juga membosankan.
Apa yang menyambutnya adalah sebuah ruangan luas yang sepenuhnya telah dilapisi oleh lapisan daging merah yang berdenyut-denyut menandakan kalau daging-daging itu sebenarnya hidup.
Itu adalah sebuah ruangan yang menjijikan.
Yang menambah parah adalah aroma darah yang sangat menyengat hingga hidung orang biasa saja tidak mampu untuk menghirup aroma itu lebih lama lagi. Tentu saja Feline yang memiliki penciuman yang tajam jauh lebih tersiksa dari yang lain dan begitu juga dengan Allucard yang sangatlah sensitif terhadap bau darah.
Sebagai seorang Vampire, Allucard selalu menemukan kalau aroma darah itu bervariasi dari orang ke orang.
Ada yang memiliki aroma seperti bunga, dan ada juga yang memiliki bau seperti kotoran.
Dan untuk pertama kalinya semenjak Allucard menjadi seorang Vampire, dia menemukan sebuah bau darah yang tercium sangat menjijikan hingga membuat dirinya hendak muntah.
(Purification) (Protection) (Blessing)
Menggunakan sihirnya, Penyihir Orchid memurnikan udara yang ada di sekitarnya. Selanjutnya dia memberikan perlindungan kepada semua orang. (Protection) sebagai perlindungan dari serangan fisik, sementara (Blessing) untuk melindugi jiwa mereka serta memperkuat mereka.
Setelah menerima "Terima kasih" dari semua orang, Penyihir Orchid kembali menciptakan sebuah bola api dari telapak tangannya.
Dengan nada yang dingin, dia pun berkata "Mari kita bakar Iblis menjijikan ini".