A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 16 : The More The Merrier



"Akhirnya sampai juga...!"


Berapa jauh ini, 10-12km?


Pantes aja mereka kelelahan, orang markas mereka sejauh ini.


Lagian, ngapain juga mereka lari jauh-jauh sampai ke hutan?


Lupakan, yang lebih penting... Goa yah, klasik.


Bandit yang aku tangkap sangatlah baik hati. Mereka secara sukarela memberitahukan posisi markas mereka setelah satu kali eksperimen.


Kalau isinya cuman uang dan sebagainya, aku tidak akan repot-repot jalan ke sini. Tapi mereka bilang kalau mereka punya tahanan.


Pada saat aku masuk ke dalam, benar saja. Ada total lima orang yang dirantai di bagian terdalam goa.


Ada 2 wanita dewasa berumur lebih dari 25 tahun.


2 gadis remaja yang sepertinya seumuran denganku.


Dan seorang gadis kecil yang umurnya palingan kurang dari 10 tahun.


Kondisi mereka sangat memperhatikan. Tubuh mereka dipenuhi oleh luka-luka dan mereka hanya memakai kain usang sebagai pakaian.


Yang aku lakukan selanjutnya sudah sangatlah jelas.


"Si-siapa?"


"Tenanglah, para bandit itu sudah tiada"


Setelah melepaskan rantai yang mengikat mereka, aku lalu memanggil dua buah (Stone Golem) yang aku simpan di dalam (Shadow Storage). Yah, asal itu benda mati aku bisa memasukkan apa pun ke dalam (Shadow Storage).


Setelah memastikan para Golem membawa mereka dengan aman, dengan santainya aku mengambil semua harta yang ada di dalam goa ini dan memasukkannya ke dalam .


Baiklah, saatnya pulang!


Ah, aku harus jalan lagi... Fakk!


...


"Permisi, kenapa kita masuk ke dalam hutan?"


"Hm? Tentu saja, karena rumah ku ada di sini"


"Kenapa kau tidak membawa kami ke kota?"


Itu sudah jelas kan... (Root Bind)!


"A... Apa ini!"


"Bukankah kau akan membebaskan kami?!"


"Huaaa... Mamaaaa!"


Haha... Bodoh sekali mereka.


Aku ini Penyihir bukan Petualang!


Mana mungkin aku akan menyia-nyiakan subjek eksperimen sebagus ini!


Baiklah, aku sudah sampai di rumah.


Sekarang... Saatnya eksperimen dimulai!


Target pertamaku adalah wanita yang paling tua. Dari informasi yang diberikan oleh para bandit itu, kedua wanita yang paling tua sudah dijadikan mainan oleh mereka.


Sedangkan tiga lainnya tidak mereka sentuh karena mereka berniat untuk menjualnya dengan harga mahal.


Jadi, meski wanita ini mati sekali pun. Aku tidak akan kehilangan apa pun karena sejak awal dia memang barang bekas.


"Ugh... Apa yang kau inginkan?!"


"Tenang saja, aku hanya ingin mencoba eksperimen kecil"


Eksperimen yang ingin aku lakukan berkaitan dengan [Summoning Magic].


Sudah menjadi pengetahuan umum kalau [Summoning Magic] tidak bisa diterapkan kepada makhluk hidup dengan kecerdasan tinggi seperti Manusia. Aku bahkan sudah membuktikannya sendiri.


Oleh karena itu, aku mencoba mengotak-atik sihir (Contract) dari [Summoning Magic] agar aku bisa menjadikan makhluk hidup seperti Manusia menjadi bawahanku.


Hasilnya...


"Kyaaaaahhhh....!!!"


Hmm... Gagal. Tapi, kayaknya tinggal sedikit lagi.


"Kajahakaojahaja...!!!"


Sedikit lagi... Sedikit lagi...


Ah, berhasil!


•Persyaratan telah terpenuhi, skill [Slave Magic] berhasil terbuka•


[Slave Magic]


Sebuah sihir terlarang yang memungkinkan penggunanya untuk memperbudak makhluk hidup lain dan memerintah mereka dengan sepenuh hati.


Syarat mendapatkan : Tidak diketahui.


"Haha... Hahahahahaha.... Hahahahaha..."


Aku memang jenius!


Skill ini, skill yang syarat untuk mendapatkannya tidak diketahui berhasil aku dapatkan!


Harganya cuman 4SP... Ambil!


Baiklah, mari kita coba... Oh, sudah mati?


"Ugh...."


Masih bernafas.


Yang ini tidak bisa dipakai, oke, masih ada yang lain.


"Tidak! Menjauh lah!"


"Haha... Memangnya bisa lari ke mana kau?"


Sekarang... (Submit)!


Atas perintahku, sebuah cahaya keunguan muncul dan membentuk sebuah rantai berduri yang mengelilingi leher wanita tersebut.


"Ghh.... Kyaaaaahhhh...!!!"


Ohh... Jadi rasanya sakit yah. Ternyata ini memang berbeda dari [Summoning Magic] yang cara kerjanya adalah dengan membuat kontrak dengan persetujuan dari kedua belah pihak. Sedangkan [Slave Magic] membuat target untuk patuh secara paksa.


Selesai!


Pada permukaan kulit leher wanita itu sekarang terukir sebuah tato dengan pola rantai yang mengelilingi lehernya seperti sebuah kerah yang di tengahnya terdapat sebuah simbol yang familiar.


Sebuah pupil dengan tiga buah tanduk.


Sekarang aku bisa melihat status wanita tersebut. Tapi karena itu tidak penting, aku tidak akan memperlihatkannya kepada kalian.


Yang jelas, eksperimen ini berhasil.


"Baiklah, siapa selanjutnya?"


...


Hm♪ Hm♪ Hm♪ Hm♪


Ah... Kehidupan yang tenang memang yang paling enak.


Sekarang pelayan (budak)ku sudah semakin banyak.


Berkat itu aku harus membuat pondok kecil tidak jauh dari rumahku untuk tempat tidur mereka.


Untuk pembagian tugas, dua wanita yang paling tua bekerja di kebun. Oh iya, yang hampir mati saat jadi subjek percobaanku sudah aku sembuhkan. Meski kondisi tubuhnya menjadi melemah, asal dia tidak mati tidak ada masalah.


Untuk yang remaja, mereka berdua bertugas untuk membersihkan rumah dan memberi makan subjek percobaan yang ada di basemen menggantikan Lif.


Sedangkan yang paling muda...


"Pijat lebih kuat!"


"Si-siap Master"


Ya begitulah, karena dia masih muda dan tidak terlalu banyak berguna, aku hanya memerintahkannya untuk melakukan pekerjaan sepele.


"Master, bolehkah hamba bertanya?"


"Katakan"


"Kenapa Master tidak memberikan mereka pakaian?"


"Pakaian mereka buruk jadi aku bakar. Aku tidak punya baju ganti untuk mereka jadi aku biarkan saja"


"Tapi, setidaknya..."


"Lif, apa pun yang terjadi jangan beri mereka pakaian dan jangan pertanyakan keputusanku ini. Paham!"


"Siap!"


Yup, begitulah seharusnya.


Sekarang, ada hal penting yang harus aku lakukan.


Berkat para bandit itu sekarang aku jadi tahu kalau pertahananku cukup lemah. Para (Stone Golem) itu cukup lemah untuk dikalahkan oleh bandit biasa.


Oleh karena itu, aku harus memperkuat pertahananku setidaknya tiga kali lipat dari yang sekarang.


Aku sudah memikirkan beberapa cara untuk itu. Salah satunya adalah membuat jebakan.


Berkat para Mobs yang berkeliaran, jebakan biasa tidak terlalu berguna.


Jadi, aku akan membuat jebakan hidup!


Bahan-bahannya cukup sederhana. Aku hanya butuh batang pohon yang ditebang oleh para Golem dan (Magic Core).


Pertama-tama aku akan menggunakan (Plant Control) pada batang-batang pohon tersebut. Aku membuatnya agar terlihat mirip seperti makhluk fantasi yang bernama Ents (Silahkan cari tahu sendiri).


Lalu masukkan (Magic Core) kedalam tubuh mereka. Bukan hanya satu, tapi aku memasukkan tiga!


Sekarang... (Golem Creation)!


Name : -


Race : Tree Golem, Genderless (1)


Occupation : Slave (Lavender)


Skill :


(Wood Magic 5) (Stealth 5)


Baiklah, performanya tidak terlalu buruk.


Untuk penampilan, seperti Ents pada umumnya. Kau tahu kan? Yang ada di film cincin sakti itu loh!


•Skill [Wood Magic] telah mencapai level 20. Mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Natural Wall) dari [Wood Magic]•


•Skill [Stone Magic] telah mencapai level 10. Mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Stone Wall) dari [Stone Magic]•


•Skill [Appraisal] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•


•Skill [Mana Enchant] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•


•Skill [Mana Recovery] telah mencapai level 15. Mendapatkan 1SP•


Untuk sihir baru gak usah dibahas.


Berkat kerja kerasku, aku berhasil menciptakan lebih dari seratus (Wood Golem) yang aku sebar di bagian Utara, Timur, dan Barat hutan.


Ukuran mereka beragam dari 3m sampai 7m. Jika mereka mau, mereka bisa menyamar menyerupai pohon pada umumnya (ya iyalah mereka kan pohon).


Tapi, kebanyakan dari mereka aku biarkan berkeliaran dengan bebas agar menambah kesan mistis pada hutan ini serta menakut-nakuti mereka yang berniat masuk ke dalam wilayahku.


Aku masih tidak bisa menyentuh hutan bagian Selatan. Tapi itu tidak akan lama.


"Lif... Alkohol!"


"Akan segera hamba siapkan"


Hah... Untung saja Lif membeli alkohol di kota.


Meski cuman bir, alkohol tetaplah alkohol. Pengen sih minum wine. Tapi entah kenapa gak ada yang jual. Cara buat pun juga gak tahu.


Hmm... Liat di internet aja nanti.


Hah... Capek, istirahat dulu aja.


...


Baikah, aku sudah segar, Mana sudah pulih, saatnya kembali kerja!


Selanjutnya aku akan menciptakan Golem yang khusus untuk bertempur. Golem apa yang akan aku ciptakan kali ini?


Tentu saja itu adalah mahakarya lainnya!


Prosesnya kurang lebih sama seperti saat aku menciptakan Lif, hanya saja kali ini aku akan meletakkan (Magic Core) tambahan di bagian dada, di kedua punggung tangan, dan di bagian jidat.


Aku menggunakan (Magic Core) yang kudapat dari (Forest Bear) untuk menjamin kekuatannya.


Tidak hanya satu, aku membuat dua sekaligus!


Baiklah, sudah selesai, ke yang berikutnya.


Kali ini aku akan menggunakan (Magical Clay) yang aku ambil dari sungai.


Oh, lebih mudah menggunakan (Soil Control) ketimbang (Plant Control).


Dua lagi sudah selesai, saatnya meletakkan mereka di atas altar!


Hmm... Jika melakukan semuanya sekaligus, itu pasti akan membebaniku. Kurasa aku hanya akan membaginya menjadi dua grup.


Pertama...


"Dengan tubuh kayunya, mereka mengabdi"


"Dengan jiwa sucinya, mereka melayani"


"Dengan jiwa pemberaninya, mereka melindungi"


"Dengan segenap jiwa dan raganya, mereka mematuhi segala perintahku"


"Wahai boneka kayu, bangkitlah, dan layani tuanmu ini hingga akhir menjelang"


(Golem Creation)!


Name : Percy


Race : Wood Golem, Female (1)


Occupation : Servant (Lavender), Swordswomen


Skill Active :


(Sword Skills 5) (Shield Skills 5) (Wood Magic 5)


Skill Passive :


(Sword 15) (Shield 10) (Magic Knowledge 5) (Sword Knowledge 10) (Night Vision 5)


Name : Zweite


Race : Wood Golem, Female (1)


Occupation : Servant (Lavender), Archer


Skill Active :


(Archery Skills 5) (Wood Magic 5)


Skill Passive :


(Bow 15) (Magic Knowledge 5) (Archery Knowledge 10) (Night Vision 5) (Hawk Eyes 10)


Ha... Sekarang Mana ku hanya tersisa sekitar 60%.


Baiklah, selanjutnya!


"Dengan tubuh tanah liatnya, mereka mengabdi"


"Dengan jiwa sucinya, mereka melayani"


"Dengan jiwa pemberaninya, mereka melindungi"


"Dengan segenap jiwa dan raganya, mereka mematuhi segala perintahku"


"Wahai boneka tanah liat, bangkitlah, dan layani tuanmu ini hingga akhir menjelang"


(Golem Creation)!


Name : Trita


Race : Clay Golem, Female (1)


Occupation : Servant (Lavender), Swordswomen


Skill Active :


(Sword Skills 10) (Soil Magic 10)


Skill Passive :


(Sword 15) (Magic Knowledge 5) (Sword Knowledge 10) (Night Vision 5)


Name : Vier


Race : Clay Golem, Female (1)


Occupation : Servant (Lavender), Spearwoman


Skill Active :


(Spear Skills 15) (Soil Magic 5)


Skill Passive :


(Spear 10) (Magic Knowledge 5) (Spear Knowledge 15) (Night Vision 5)


Hah... Capek.


Berapa sisa Mana ku... 10%!


Oke, tidur dulu...


...


..


.


Baiklah, saatnya melihat kemampuan Pelayan baruku.


Yang pertama adalah Percy.


Penampilannya mirip seperti Lif hanya saja sedikit lebih pendek dan ekspresinya nampak agak kaku. Pakaian yang dia pakai juga nampak terbuat dari dedaunan namun bukannya gaun, dia memakai pakaian yang mirip seperti pakaian olahraga yang memudahkan pergerakannya.


Ilmu berpedangnya juga lumayan. Hanya saja saat ini aku hanya memiliki pedang bekas pakai yang kudapatkan dari bandit.


Melihat dari kualitasnya, memang agak lumayan. Hanya saja Percy masih membutuhkan tameng dan kalau perlu Armor yang lebih baik.


Yang kedua adalah Zweite.


Dia lebih tinggi dari Lif dan juga tampak lebih dewasa.


Karena aku tidak punya busur panah, aku tidak tahu seberapa akurat kemampuan membidiknya.


Pakaian yang dia pakai mirip seperti apa yang dikenakan Percy. Hanya saja lebih terbuka.


Yang ketiga adalah Trita.


Aku tidak tahu apakah karena dia adalah seorang (Clay Golem) atau apa, berbeda dari Lif dan yang lainnya yang memiliki kulit eksotis. Trita memiliki kulit putih mulus dan terasa dingin saat disentuh.


Trita jauh lebih pendek ketimbang Percy dan juga diriku. Hal ini membuatnya terlihat seperti seorang gadis berumur 16 tahun.


Juga...


"Kau tidak punya baju yah..."


"Master, ini mungkin tidaklah sopan. Namun, mohon lihat ke dalam cermin"


"Lif, aku tidak punya cermin tahu"


Oh iya, sehabis ritual aku langsung tidur. Bajuku aku taruh di mana yah?


Yang terakhir, Vier.


Wajah dan tubuhnya sangatlah mirip dengan Trita seakan-akan mereka itu kembar.


Sama seperti saudarinya, dia juga tidak punya baju.


"Lif, segera siapkan pakaian sementara untuk Trita dan Vier. Lalu ajak mereka berempat untuk membeli Armor dan senjata di kota"


"Akan hamba laksanakan"


Oke... Sekarang aku harus ngapain yah?


"Ma-master... Pakaian anda"


Ah, jadi ada di si kecil yah.