
Matahari dengan perlahan mulai bergerak ke arah timur. Pertanda bahwa malam akan segera tiba.
Sebagian besar orang akan segera mengakhiri aktifitas mereka pada hari itu dan segera beranjak pulang. Para pria tidak akan sabar untuk kembali pulang untuk merasakan nikmatnya makan malam yang di masak oleh istri mereka
sedangkan anak-anak pasti akan segera di panggil pulang untuk makan malam.
Namun pada hari ini ada yang berbeda.
Di Kota Col Ciel, Kota khusus para Penyihir. Senja pada hari ini terlihat berbeda dari senja yang biasanya.
Para perempuan yang mengenakan jubah tebal dan topi segitiga terlihat mulai berkumpul di alun-alun kota dengan obor di tangan.
Selain mengenakan pakaian yang serupa, mereka semua sama-sama menyandang gelar yang sama.
Penyihir (Witch).
Atas perintah dari ketua mereka, Cardinal La Ciel. Seluruh Penyihir di Sol Ciel diharapkan untuk berkumpul di alun-alun kota demi membahas perihal masa depan yang akan di ambil oleh Sol Ciel kedepannya.
Tepat di tengah alun-alun kini telah terpasang sebuah meja bundar raksasa yang sanggup menampung setidaknya 30 orang untuk duduk bersama. Di atas meja bundar itu juga telah tersedia berbagai macam hidangan dan minuman ringan untuk mengisi rapat yang akan menjadi sebuah rapat yang sangat panjang ini.
Pada akhirnya saat yang sudah di tunggu tiba juga.
Dari arah 'Istana' datang Pemimpin dari Sol Ciel, Cardinal La Ciel.
Cardinal kali ini tidak sedang mengenakan jubah putihnya yang biasa, melainkan jubah resminya selaku Pemimpin dari Sol Ciel.
Itu adalah sebuah jubah putih berlapis emas yang terlihat lebih mewah dari jubahnya yang biasa dia kenakan. Bahkan topi segitiga yang dia kenakan sekarang terlihat lebih kecil namun juga membuatnya terlihat lebih
berwibawa.
Cardinal datang sambil di dampingi oleh putrinya yang belum lama ini telah menghadiri rapat para pemimpin di Sanguine Kingdom, Asterids La Ciel.
Sama seperti Cardinal, Asterids kali ini juga sedang mengenakan Jubah resminya selaku wakil ketua dari Sol Ciel. Itu adalah jubah putih yang serupa dengan yang digunakan oleh Cardinal namun memiliki detail dekorasi yang berbeda.
Berjalan di belakang mereka berdua adalah Cucu pertama dari Cardinal yang baru pertama kali menunjukkan wajahnya ke banyak orang di acara resmi seperti ini, Lavender La Ciel. Beserta seorang gadis yang baru saja dia angkat sebagai murid, Luna.
Bersama mereka adalah Cucu kedua dari Cardinal sekaligus putri dari Asterids, Rosemary La Ciel. Sama seperti Lavender, Rosemary juga ditemani oleh muridnya, Clara.
Walau wajah Lavender dan Rosemary terbilang serupa, tapi pakaian yang mereka gunakan membuat orang-orang mampu membedakan mereka dengan mudah.
Sama seperti Ibu dan Neneknya, Rosemary juga mengenakan jubah yang di dominasi oleh warna putih. Walau begitu, tidak terlihat adanya sulaman emas pada jubah miliknya. Namun, hiasan serta dekorasi pada jubahnya
sudah lebih dari cukup untuk membedakannya dengan Penyihir pada umumnya.
Sedangkan apa yang Lavender kenakan adalah sebuah jubah hitam terbuka yang lebih cocok disebut sebagai Armor ketimbang jubah. Walau banyak orang yang terkejut setelah melihat penampilannya, tapi model jubah yang terbuka seperti ini sebenarnya tidaklah terlalu aneh karena ada beberapa Penyihir di sini yang juga lebih suka mengenakan jubah yang lebih terbuka ketimbang jubah tebal pada umumnya.
Dengan penuh wibawa Cardinal pun duduk di kursi utama sedangkan Asterids duduk tepat di sampingnya.
Karena meja bundar ini hanya ditujukan bagi para petinggi Sol Ciel saja, membuat Lavender dan Rosemary hanya berperan sebagai asisten saja di sini.
Sebagai Cucu pertama, Lavender dan muridnya Luna berdiri tepat di belakang Cardinal. Sedangkan Rosemary dan Clara berdiri di belakang Asterids.
Setelah melihat kalau seluruh kursi telah penuh, Cardinal pun memulai rapatnya.
"Dengan ini aku umumkan, Rapat Besar Sol Ciel yang ke-1002 secara resmi telah di mulai!"
...
Rapat di buka dengan pembacaan hasil dari pertemuan para petinggi Sanguine Kingdom oleh Wakil Ketua Asterids.
Setelah pertempuran di dataran Anemo dan jatuhnya (Ultima Arca), tidak terlihat adanya pergerakan yang mencolok dari pihak Narsist Kingdom. Sebagai gantinya, mereka berganti taktik dan mulai mengirimkan agen-agen mereka untuk menculik para Beastman yang akan mereka jadikan pemandu agar bisa langsung menyusup ke dalam Sanguine Kingdom.
Tidak hanya itu, pasukan Narsist Kingdom yang berusaha menyusup ke dalam Sanguine Kingdom akhir-akhir ini kedapatan membawa semacam item atau Equipment terkutuk yang akan aktif jika pemiliknya berada dalam keadaan terdesak.
Untuk efek yang di maksud ada bermacam-macam.
Ada yang memperkuat fisik penggunanya hingga ke tahap memprihatinkan, memberikan pemiliknya kekuatan yang tidak bisa dia kendalikan, hingga meledakkan diri dan menghancurkan segala yang ada di sekitarnya.
Untuk darimana pihak Narsist Kingdom bisa mendapatkan semua item dan Equipment terkutuk itu, dugaan saat ini mereka mendapatkannya dari tempat yang sama dimana mereka menemukan (Ultima Arca).
Ada kemungkinan besar kalau di dalam wilayah Narsist Kingdom telah ditemukan kompleks reruntuhan kuno yang berisikan banyak peninggalan bersejarah sekaligus berisikan item dan Equipment terkutuk yang Narsist Kingdom gunakan untuk memperkuat diri mereka sendiri dalam perang ini.
"...Sekian laporan dari pertemuan antar para Petinggi Sanguine Kingdom"
Dengan selesainya laporan dari Wakil Ketua Asterids, kini giliran para Penyihir lainnya yang memberikan laporan mereka masing-masing.
Sebagian besar dari laporan mereka kurang lebih sama seperti yang telah dikatakan oleh Wakil Ketua Asterids yaitu perihal pihak Narsist Kingdom yang mulai berusaha untuk menyusup melewati perbatasan mereka.
Jika ada yang baru, itu adalah tentang frekuensi mereka yang datang menyusup kian hari kian memprihatinkan serta di titik mana yang paling sering disusupi oleh mereka.
Jika ini terus dibiarkan, maka tidak akan lama lagi sebelum akhirnya pihak Narsist Kingdom melakukan serangan besar-besaran terhadap Sanguine Kingdom.
Setelah sesi pemberian laporan telah tuntas, kini saatnya rapat yang sebenarnya di mulai.
Menengakkan posisi duduknya, Ketua Cardinal pun mulai bicara.
"Seperti yang kalian dengar, pihak Narsist Kingdom kian gencar mengincar wilayah kita. Oleh karena itu, kita juga tidak boleh diam..." menatap satu-persatu ke arah para Penyihir yang hadir, Ketua Cardinal pun melanjutkan perkataannya "Penyihir Rosemary, kau akan aku tunjuk untuk memimpin pasukan Penyihir dari Sol Ciel dan bergabung dengan pasukan dari Sanguine Kingdom di medan perang. Yang akan menjadi wakilmu adalah Penyihir Caldera"
Mendapatkan perintah, Rosemary pun menyanggupinya.
Begitu juga dengan Penyihir Caldera yang di tunjuk sebagai wakilnya. Dia hanya sedikit lebih tinggi dari Ketua Cardinal. Caldera memiliki rambut pirang panjang serta mengenakan sebuah kacamata bundar yang menutupi
matanya yang sebiru lautan.
Secara keseluruhan, penampilannya memberikan kesan seorang kutu buku.
Meski begitu, dia adalah salah satu Penyihir yang tidak boleh diremehkan. Itu karena dia sebenarnya adalah murid dari Wakil Ketua Asterids yang berarti kekuatannya adalah nyata.
"Selanjutnya, Penyihir Aroma. Kau aku tunjuk untuk memimpin pasukan pertahanan. Jagalah perbatasan kita jangan sampai ada yang berani memasukinya"
Bangkit dari tempat duduknya untuk memberikan gerakan penghormatan adalah seorang wanita tinggi berambut hitam panjang dan sepasang mata keemasan. Mengenakan pakaian yang berantakan hingga terkesan sensual serta jika di dekati kau akan mencium aroma alkohol yang terpancar dari tubuhnya.
Dia adalah Penyihir Aroma.
Walau sekilas dia terlihat seperti seorang pemabuk yang kurang bisa diandalkan, tapi dia tetaplah seorang Penyihir dari Sol Ciel yang pantas untuk duduk di meja bundar ini.
Selesai memberikan peran kepada Penyihir Aroma, Ketua Cardinal kembali menyerahkan tugas kepada Penyihir lainnya yang menghadiri rapat hari ini.
Setelah hampir semua Penyihir mendapatkan peran masing-masing, kini hanya tersisa satu peran lagi yang harus dia berikan.
"Penyihir Lavender, kau beserta muridmu pergilah menyusup ke Narsist Kingdom. Selidikilah kondisi internal mereka dan temukan darimana mereka bisa mendapatkan semua item terkutuk itu. Kalau memang diperlukan, hancurkan"
Tentu saja Penyihir Lavender menyanggupinya.
Dengan ini selesai sudah pembagian peran bagi semua Penyihir yang hadir pada rapat hari ini. Yang berarti berakhir sudah rapat besar para Penyihir Sol Ciel yang ke-1002.
Untuk benar-benar mengakhirinya, Ketua Cardinal memberikan sambutan terakhirnya.
"Ingatlah selalu, perang kali ini berbeda dari perang yang sebelum-sebelumnya. Apa yang kita pertaruhkan di sini bukanlah nasib dunia melainkan kebanggaan kita sebagai seorang Sol Ciel. Oleh karena itu, kerahkan segenap jiwa dan raga kalian dan pastikan untuk membawa kemenangan bagi kita semua!"
...
Ahh... Akhirnya selesai juga.
Bersantai di dalam 'Kamar' aku memerintahkan Victoria untuk memijat kakiku. Sumpah, setidaknya kasih aku bangku untuk duduk apa.
"Guru, tidakkah seharusnya kita bersiap-siap?"
"Tidak perlu terburu-buru, walau memang benar kita mendapat tugas paling sulit, tapi Nenek sama sekali tidak menyebutkan kapan kita akan berangkat"
"Tapi, kalau boleh tahu kenapa kita yang mendapat tugas untuk menyusup ke dalam wilayah Narsist Kingdom? Setahuku di sana tidak menerima ras selain Manusia. Sedangkan kita berdua..."
Nah, itu memang bisa menjadi masalah.
Kalau Luna masih bisa lolos hanya dengan menyembunyikan ekornya. Sedangkan seluruh penampilanku jelas mengatakan kalau aku bukanlah Manusia.
"Disitulah aku akan mengandalkan [Illusion Magic] milikmu. Mengubah penampilan luarku menjadi mirip Manusia itu mudah bagimu kan?"
"Memang benar. Tapi Guru juga harus ingat, Narsist Kingdom juga memiliki banyak ahli ilusi. Ilusi milikku bisa terbongkar kapan saja"
"Hmn... Itu menyusahkan..."
Kurasa sebelum berangkat kami harus putar otak tentang bagaimana caranya untuk menyusup ke dalam wilayah Narsist Kingdom.
Kalau meniru film, kami bisa saja menyusup melewati jalur selokan.
Walau terdengar jorok, tapi itu adalah salah satu pilihan yang tidak boleh dilewatkan.
Akan lebih mudah jika saja kami memiliki orang dalam yang bisa memasukkan kami. Tapi jelas itu mustahil karena seluruh penduduk dari Narsist Kingdom adalah musuh... Tunggu!
"Sekarang aku ingat, bagaimana caranya para 'pengungsi' itu keluar dari Kerajaan itu?"
Jika mereka tahu bagaimana caranya keluar, maka wajar jika mereka juga tahu bagaimana caranya untuk masuk.
Sudah diputuskan. Besok pagi aku akan kembali ke Kota Gata untuk bertanya kepada salah satu pengungsi itu.
...
Sekarang sudah pagi.
Menggunakan portal, aku dan Luna pergi menuju rumahku di Dungeon Ibis sebelum akhirnya kami akan menuju kota Gata.
Menemani kami berdua adalah Percy dan Victoria. Sementara Pelayanku yang lain aku perintahkan untuk bersiaga di Sol Ciel.
Oh, benar. Entah karena alasan apa, tapi Nenek meminjam si kembar sebagai pengawalnya. Yang berarti di 'Kamar' ku sekarang hanya ada Zweite dan Glory.
Sesampainya kembali ke rumahku, aku langsung menemukan Lif yang sedang bersih-bersih halaman. Langsung saja aku pergi menghampirinya.
"Lif, bagaimana proses pembangunan toko?"
"Selamat datang, Master. Perihal pembangunan toko, semua berjalan dengan sangat lancar. Bagian basement, lantai pertama dan lantai kedua sudah siap digunakan. Sedangkan lantai ketiga masih dalam proses pembuatan
interiornya"
Begitu, jadi lantai kedua sudah bisa aku gunakan sebagai tempat pertemuan yah. Dan di sini aku hampir saja kebingungan akan di mana nantinya aku harus menemui pengungsi itu.
"Master, kalau boleh bertanya, siapakah gerangan gadis yang ada di samping Anda?"
"Oh, benar. Ini pertama kalinya kalian bertemu yah. Perkenalkan, dia adalah muridku, Luna. Dan Luna, dia adalah Lif, Kepala Pelayanku"
"H-halo"
"Senang berkenalan dengan dirimu, Nona Luna"
Selesai mereka berdua berkenalan, saatnya masuk ke topik utama.
"Lif, alasan kedatanganku kemari adalah untuk berbicara dengan pengungsi dari Narsist Kingdom. Apakah kau ada mengenal salah satu pengungsi tersebut?"
"Kebetulan sekali saya mengenali pemimpin dari para Pengungsi, tuan Bleach. Kalau Master berkenan, hamba bisa mengatur pertemuan di antara kalian berdua"
"Bagus sekali. Sekalian aku juga ingin melihat toko secara langsung, jadi atur saja pertemuannya di sana"
"Baik, akan hamba laksananakan"
"Baiklah, Luna, mari kita pergi ke kota. Ada sesuatu yang harus kau lihat"
"Siap, Guru"
...
Singkat cerita kami sekarang sudah berada di daerah Kota Gata yang baru di bangun. Walau sudah banyak bangunan yang telah berdiri, tapi kegiatan konstruksi masih bisa ditemui di sana-sini.
Dengan di damping oleh Lif, kami pun sampai di depan toko milikku yang sudah hampir selesai.
Bagian luarnya sudah tampak megah. Hanya perlu sedikit dipoles lagi sebelum akhirnya menjadi sempurna.
Masuk ke dalam, hal pertama yang kami jumpai adalah pemandangan sebuah kedai tempat para Petualang biasa bersantai.
"Lantai pertama dibangun dengan tema kedai atas saran dari Nona Milim. Beliau mengatakan kalau pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman sembari memilih gadis mana yang mau mereka bawa tidur. Tentu para gadis nantinya akan diperkerjakan sebagai koki dan juga pramusaji"
"Ah, begitu, jadi sembari melayani pelanggan mereka juga sekaligus mempromosikan diri mereka sendiri yah. Bagus juga ide si Milim itu"
Lanjut ke lantai kedua, kami menemukan semacam ruang pertemuan yang terhubung dengan lorong yang memberikan akses menuju kamar-kamar kosong.
"Ruangan ini nantinya akan digunakan oleh para pelanggan untuk menunggu gadis pilihan mereka untuk bersiap, sedangkan untuk kamar-kamar di sebelah... Tampaknya itu tidak perlu dijelaskan lagi"
Menuju ke lantai ketiga, seperti yang sudah Lif jelaskan sebelumnya, lantai ini masih belum selesai. Mereka masih membagi-bagi kamarnya dan plafonnya masih belum ditutupi.
"Lantai ketiga nantinya akan ditujukan bagi pelanggan kelas atas. Di sini mereka akan dilayani oleh gadis-gadis terbaik yang lulus dari ujian yang dibuat langsung oleh nona Milim"
Jadi singkatnya lantai ketiga itu khusus orang-orang berduit yah. Bagus, dengan ini mudah nantinya membedakan mana pelanggan biasa dan mana pelanggan yang benar-benar pelanggan.
"Master silahkan menunggu di lantai kedua sementara hamba akan memanggilkan tuan Bleach kemari"
Dengan begitu Lif pun pamit undur diri.
Sembari menunggu, aku dan Luna hanya akan duduk di ruang pertemuan sambil menikmati hidangan yang baru saja dibelikan oleh Percy sebelum kami datang kemari.
Beberapa menit kemudian Lif akhirnya kembali sambil membawa seorang pria tua bersamanya.
Dia adalah pria tua yang sama yang aku dan Nenek temui saat kami baru memulai perjalanan menuju Sanguine Kingdom.
"Jadi kau adalah Bleach, yah. Duduklah, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan"
Dengan gugup Bleach lalu duduk di bangku di hadapanku. Setelah Victoria menyediakan minuman untuknya, barulah pembicaraan di mulai.
"Diriku yakin kalau ini bukanlah kali pertama kita bertemu, namun izinkanlah diriku untuk memperkenalkan diri. Penyihir dari Hutan Ibis, Lavender La Ciel"
"Senang berjumpa kembali dengan Nona Penyihir. Seperti yang Anda sudah ketahui, hamba adalah pemimpin dari para pengungsi, Bleach. Kalau boleh tahu, ada urusan apa gerangan hingga Nona Penyihir membutuhkan kehadiran hamba?"
"Alasan diriku memanggilmu kemari adalah agar kau bisa memberitahukan kepadaku apakah ada jalur keluar masuk rahasia menuju Narsist Kingdom?"
Atas pertanyaanku, Bleach tampak termenung sejenak. Tampaknya topik ini cukup berat baginya hingga dia perlu berpikir keras hanya untuk menjawab pertanyaanku.
Pada akhirnya Bleach pun membuka mulutnya.
"Maaf kalau tidak sopan, tapi kalau boleh tahu, untuk alasan apa Nona Penyihir membutuhkan informasi ini?"
"Itu mudah, untuk urusan perang, hanya itu. Apa? Jangan bilang kalau kau masih menaruh kesetiaan pada Kerajaan yang menganggapmu lebih rendah dari Manusia?"
"Bukan itu, hanya saja informasi ini cukup rahasia dan hanya diketahui oleh kami para penghuni dunia bawah"
"Dunia bawah? Ahh... Jadi kau ingin berkata kalau ada kota rahasia di bawah Narsist Kingdom yang hanya dihuni oleh orang-orang sepertimu?"
Tampaknya aku tepat sasaran.
Atas perkataanku Bleach menjadi terdiam seribu bahasa. Seolah dia baru saja menyadari kesalahannya yang membuat rahasia kaumnya diketahui oleh orang luar.
"Tidak perlu takut, yang diriku inginkan hanyalah cara aman dan rahasia untuk keluar masuk Narsist Kingdom. Walau ada kemungkinan besar kalau mereka yang tinggal di atas akan aku sakiti, namun diriku berjanji kalau
orang-orangmu yang masih ada di sana tidak akan aku ganggu"
Memberikan isyarat kepada Lif, Lif lalu memberikan kepada Bleach sekantong penuh koin emas tepat di hadapan matanya.
Melihat sekantong penuh dengan emas yang berkilauan, Bleach pun tidak sanggup untuk tidak menelan ludahnya.
"Apakah Nona Penyihir berjanji untuk tidak melukai kerabat hamba yang masih berdiam di sana?"
"Tenang saja, kau bisa memegang janjiku"
Setelah ragu sejenak, Bleach lalu mulai membeberkan semua jalan rahasia yang dia ketahui.
Dari informasi yang dia berikan, aku jadi mengetahui kalau terdapat formasi kota kuno tepat di bawah Ibukota Narsist Kingdom yang sekarang. Walau sebagian kota kuno sudah di ubah menjadi selokan, tapi masih banyak
tempat yang tidak terjamah oleh pihak Kerajaan dan sekarang dijadikan hunian bagi mereka yang terbuang.
Tidak hanya itu, aku juga mendapatkan rute aman untuk memasuki perbatasan Narsist Kingdom tanpa ketahuan.
Setelah memberikan semua informasi yang dia ketahui, Bleach pun pamit undur diri dengan memeluk kantong emas yang baru dia dapatkan.
Melihatnya pergi sambil dipandu oleh Lif, sebuah senyumanpun tercipta di wajahku.
"Quest kali ini akan menyenangkan"