A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 104 : I Knew It! This Artifact Are Way Too Powerful



Membiarkan kedua Ibu dan Anak itu menghabiskan waktu berdua, aku sudah kembali ke ruang kerjaku dengan barang rampasan yang aku dapatkan dari Ibunya Margarita.


Aku menemukan ada 3 item yang sangat menarik perhatianku.


Yang pertama adalah sebuah kristal berbentuk seperti telur. Menggunakan [Appraisal] aku bisa tahu kalau item ini bernama yang singkatnya ini adalah sebuah item yang bisa menteleportasimu kembali ke titik yang sebelumnya telah di tentukan.


Aku bersyukur karena telah mengambil langkah pencegahan.


Jika tidak Ratu Narsist pasti sudah kabur kembali ke dalam istananya yang tercinta atau ke tempat aman lainnya yang aku tidak tahu di mana keberadaannya.


Sungguh, Rune yang aku pelajari demi menangkap Adiknya Draco memang sangatlah berguna dalam menghadapi orang-orang Narsist Kingdom yang suka main teleportasi.


Dan sekarang, karena Ratu Narsist sudah tidak membutuhkan item ini lagi, maka dengan senang hati aku akan menerimanya!


Yang kedua adalah sebuah cincin dengan permata hitam tersemat padanya. Menggunakan [Appraisal] aku menemukan kalau nama item yang satu ini adalah yang memiliki kemampuan untuk menembakkan sebuah kutukan yang akan merenggut penglihatan lawan selama-lamanya.


Sungguh, sebagai item untuk pertahanan diri. Item yang satu ini kurang begitu efektif.


Bahkan jika kau berhasil merenggut penglihatan lawan, kalau kau tidak punya metode menyerang yang lain atau jika lawanmu ternyata memiliki insting yang tajam, maka percuma saja kau membuat mereka buta.


Yah, jika ini hanya untuk mengulur waktu, kurasa cukup berguna juga.


Tidak perlu disebutkan lagi kalau cincin ini sekarang berada di jari tanganku.


Yang ketiga dan yang terakhir adalah sebuah kalung yang berhiaskan berbagai macam permata dengan bentuk yang berbeda-beda tapi mereka semua memancarkan cahaya putih yang sama.


Kembali menggunakan [Appraisal] aku menemukan kalau nama item ini adalah yang efeknya adalah untuk menangkal segala jenis racun.


Aku sudah menduga kalau Ratu sialan itu memiliki item seperti ini karena dia berhasil menahan efek dari ** yang aku lemparkan kepadanya.


Sekali lagi, kurasa aku tidak perlu menjelaskan siapa pemilik baru dari kalung ini.


Selesai memeriksa ketiga item ini, aku pun lanjut mengambil satu item lainnya yang Ratu Narsist bawa.


Itu adalah sebuah yang berbentuk seperti sebuah anting.


Ini adalah pertama kalinya aku menemukan yang tidak berbentuk seperti tas atau tempat penyimpanan pada umumnya.


Anting ini sangatlah cantik dan sekarang adalah milikku seorang.


Tapi, sebelum aku bisa mengenakannya, aku harus tahu apa saja yang tersimpan di dalamnya.


"Hm?" baru saja aku ingin mengeluarkan semua item yang ada di dalamnya, aku menyadari kalau ada banyak sekali item yang menumpuk di dalam anting kecil ini. Sadar kalau ruang kerjaku terlalu sempit, aku pun memutuskan untuk membukanya di luar rumah.


Pergi ke halaman rumah, sambil ditemani oleh Lif dan Milim aku menguras habis isi dari anting ini.


"...Kau serius?"


"Master, hamba rasa akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menyortir semua ini"


"Hmm...♥ Kenapa aku merasakan ada sesuatu yang aneh♥"


Apa yang ada di hadapan kami sekarang adalah segunung item yang sangatlah tinggi hingga aku harus mendongak hanya untuk melihat puncaknya.


Sementara Lif sedang sibuk memikirkan bagaimana caranya untuk menyusun semua item yang menumpuk ini, Milim sendiri langsung masuk ke dalam tumpukkan item itu seolah sedang mencari sesuatu.


Walau terkesan kekanak-kanakan, aku tidak bisa menyalahkannya.


Itu karena [Sixth Sense] milikku sedari tadi berteriak keras seolah mengatakan ada sesuatu yang salah dari tumpukan item ini.


Walau aku penasaran apa itu, karena Milim sudah berbaik hati mencarikannya untukku maka aku hanya akan diam sambil menunggu kabar baik darinya.


"♥Tuanku♥"


Dan... langsung dia temukan.


Sambil di bantu oleh Lif, mereka berdua mulai menyingkirkan tumpukkan item itu hingga menunjukkan apa yang tertimbun di tengah-tengah tumpukkan itu.


"Kau pasti bercanda..."


Apa yang tampak setelah tumpukkan item itu di singkirkan adalah sebuah tabung kaca setinggi 3 meter lebih. Di dalamnya terdapat semacam cairan hijau yang cukup pekat sehingga sulit untuk melihat apa yang sebenarnya


berenang di dalam cairan tersebut.


Namun, dengan menggunakan [Mana Sight] aku mampu melihat siluet seorang anak kecil.


"Lif, cepat bawakan kesini, sekarang!"


Dengan terburu-buru Lif segera bergegas masuk ke dalam mansion dan kembali dengan sebuah bola kristal di tangannya.


Karena aku tidak mau membuang Mana lagi, aku pun meminta Lif untuk mengaktifkannya.


Dengan cahaya yang berpendar, akhirnya tersambung. Apa yang muncul adalah gambar Nenek yang tampaknya sedang berganti baju sambil di bantu Trita dan Vier yang sudah lama tidak aku lihat wujudnya.


Tidak membuang waktu, aku segera menjelaskan semua yang terjadi.


"...dan begitulah, benda ini aku temukan dari dalam milik Ratu Narsist Kingdom. Jika dugaanku benar, anak yang ada di dalam tabung ini adalah seorang Homunculus"


Homunculus.


Sebuah sebutan umum bagi makhluk buatan yang diciptakan menggunakan teknologi yang sangat maju atau dengan menggunakan Alkemi.


Umum di gambarkan dalam banyak cerita fiksi, tabung yang ada di hadapanku sekarang sangat mirip dengan tabung inkubasi yang biasa menampung para Homunculus di film-film.


"Homunculus kau bilang? Sungguh sebuah kata yang sudah lama tidak aku dengar... Tapi, kau benar. Apa yang kau perlihatkan sekarang memang adalah sebuah inkubator yang berfungsi untuk menumbuhkan Homunculus. Tapi, teknologi itu seharusnya sudah tidak lagi digunakan semenjak 500 tahun yang lalu"


"Dan teknologi itu sekarang tepat ada di hadapan. Sungguh, aku tidak akan terkejut jika mereka menemukan benda ini di dalam reruntuhan mereka!"


Belum lagi aku yakin kalau inkubator ini bukanlah satu-satunya.


Aku tidak akan heran jika aku pergi ke salah satu laboratorium rahasia mereka, aku akan menemukan deretan tabung yang berisikan Homunculus yang hampir jadi.


"Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa Ratu Narsist Kingdom membawa sebuah inkubator di dalam miliknya? Dan bagaimana bisa dia membawanya, benda ini seharusnya terpasang di dalam sebuah fasilitas yang steril dan terjaga!"


"Untuk masalah itu, aku punya tebakan..."


Ratu Narsist Kingdom.


Dia dikatakan sangat tergila-gila akan kecantikan dan iri kepada mereka yang lebih cantik darinya. Dia mendambakan umur yang panjang sementara mengutuk mereka yang memilikinya.


Dengan semua fakta itu mudah menebak kenapa dia hendak membuat sebuah Homunculus.


"Ratu dari Narsist Kingdom berniat untuk menciptakan sebuah tubuh baru yang memiliki paras cantik nan sempurna serta tubuh yang abadi dan tidak tersentuh oleh waktu. Oleh karena itu, dia hendak menciptakan sebuah


Homunculus sebagai wadah baru bagi jiwanya"


Itu adalah sebuah plot yang umum bagi banyak penjahat dari berbagai macam cerita.


Mereka yang bosan dan tidak puas akan tubuh tua mereka yang lemah serta tidak sedap di pandang, mereka yang mendambakan sebuah tubuh baru yang jauh lebih muda, jauh lebih kuat, dan jauh lebih sempurna daripada tubuh lama mereka.


Dengan alasan itu, mereka melakukan kejahatan agar tujuan mereka bisa tercapai.


Mendengar ini, Nenek pun menjadi lebih serius.


"Memindahkan jiwa ke tubuh lain? Sungguh sebuah pemikiran yang ekstrim yang orang itu pikirkan. Aku sudah hidup cukup lama namun ini pertama kalinya aku mendengar tentang hal ini. Juga, apakah mungkin untuk memindahkan sebuah jiwa dari satu tubuh ke tubuh yang lain?"


"Ayah pernah memberitahukan hal ini, jika menggunakan [Demon Magic] maka itu mungkin untuk dilakukan"


"Jika Oleander yang mengatakan itu, maka artinya ada seseorang di Narsist Kingdom yang mampu menggunakan [Demon Magic]"


"Dan satu-satunya ras yang mampu menggunakan sihir itu hanyalah ras Demon (Iblis)"


"Jangan masuk ke dalam kesimpulan dulu, walau tidak sekuat [Demon Magic] ras Setan (Devil) juga mampu menggunakan sihir [Demonic Magic]"


Yang artinya terdapat Demon (Iblis) ata setidaknya Setan (Devil) di Narsist Kingdom.


Ya ampun, saat aku pikir hanya anggota keluarga Kerajaan saja yang menjadi musuh kami. Sekarang aku harus berhadapan dengan kerabatku sendiri.


"Berita ini akan segera aku sampaikan kepada Rosemary. Lavender La Ciel, harap segera kembali ke medan perang dan bantu adikmu itu"


"Siap, laksanakan"


Hah... Baru juga niat istirahat malah di suruh kerja lagi.


Menyerah kepada takdir, aku segera memanggil Quin dan Sechs untuk membantu Lif membereskan semua item yang masih berserakan. Selanjutnya aku memerintahkan Milim dan Efta untuk memasang tabung inkubator ini ke


dalam lantai ke enam basement yang sekarang sedang aku sulap menjadi ruang laboratorium pribadiku.


Selagi mereka berdua sedang memasang inkubator itu ke tempatnya, aku kembali menggunakan [Appraisal] padanya.


\ ★★★★★★


«Life Creation» «Life Support : MAX» «Blessing of Life : Large»


Sebuah tabung inkubasi yang memiliki fungsi untuk menciptakan kehidupan baru.


Pertama kali di ciptakan oleh seorang Alkemis di jaman awal keajaiban yang menciptakannya untuk merawat orang yang dia cintai sebelum akhirnya jatuh di tangan seorang Alkemis sesat yang mengubahnya menjadi alat untuk mencuri salah satu keajaiban dunia.


Menciptakan sebuah kehidupan.


Syarat penggunaan : [Alchemy 30] [Alchemy of Souls 10] Pengguna sihir tingkat ke-3.


Selesai membaca penjelasan awalnya, aku kembali terkagum karena artefak yang ada di hadapanku ini adalah artefak yang paling menyusahkan yang pernah aku temui.


Bukan hanya karena deskripsi yang dia berikan, tapi juga karena fakta kalau artefak ini masih dapat berfungsi walau tidak terpasang pada fasilitas apa pun berkat efek «Life Support : MAX» yang artefak ini miliki.


"Master, pemasangan telah selesai di laksanakan"


Mengangguk, aku pun segera memerintahkan Efta untuk mengaktifkannya.


Hanya dengan menekan sebuah tombol pun menyala. Mengeluarkan cahaya putih yang terang, cahaya itu pun berganti menjadi biru sebelum akhirnya kembali ke cahaya putih.


Dengan dua cahaya yang saling bergantian, seolah beresonansi dengan Dungeon milikku yang terbukti dengan yang sedari tadi ada di sampingku juga mengeluarkan cahaya yang sama.


Sedetik kemudian perubahan nyata pun terjadi pada ruangan tempat aku berada sekarang.


Awalnya hanya terlihat seperti ruang lab sekolah, perlahan ruangan ini mulai terlihat menjadi lebih futuristik dengan munculnya berbagai macam peralatan dan perlengkapan medis yang tidak aku ketahui apa fungsinya.


Aku, Milim, dan Efta sama-sama dibuat terkejut akan apa yang sedang terjadi.


Dengan sebagai pusatnya, ruangan ini sekarang telah sepenuhnya berubah menjadi sebuah


laboratorium penelitian yang sangat modern yang biasanya hanya bisa kau temukan di film-film Sci-fi.


Perubahan yang paling banyak terjadi pada itu sendiri.


Awalnya hanya terlihat seperti tabung inkubasi biasa, kini terdapat banyak sekali pipa serta kabel yang terhubung dengannya. Yang paling jelas adalah cairan hijau yang berada di dalamnya kini tidak lagi terlihat kental dan mulai menjadi cairan hijau yang cukup bening hingga aku akhirnya bisa melihat apa yang ada di dalamnya dengan sangat jelas.


Seorang gadis kecil, dengan penampilan seperti anak 10 tahun sedang tertidur di dalamnya.


Memiliki kulit seputih salju serta paras seperti seorang malaikat. Rambutnya putih panjang yang terlihat seperti untaian benang perak.


Jika hanya itu saja, maka aku bisa mengatakan kalau rencana Ratu Narsist untuk menciptakan tubuh baru sudah sukses besar.


Hanya saja, fitur yang gadis itu miliki bukan hanya itu saja.


Terlihat sisik perak menghiasi beberapa bagian tubuhnya. Dapat terlihat dia juga memiliki telinga runcing sama seperti Elf serta di jidatnya terdapat semacam kristal yang mirip seperti kristal yang tersemat pada para Pelayan Golemku.


Dan fitur yang paling mencolok adalah sepasang sayap kecil yang seolah baru tumbuh terpasang di punggungnya.


Sekarang jelas sudah kenapa Ratu Narsist tidak berpindah ke dalam tubuh ini namun hanya menyimpanya di dalam miliknya.


"Menginginkan tubuh baru namun menolak tubuh yang bukan manusia..."


Aku tidak tahu harus merasa kagum atau tidak.


"♥Tuanku♥ Di sini terdapat penjelasan dari Homunculus ini♥"


Melihat apa yang Milim tunjuk, itu adalah sebuah panel kontrol yang berisikan informasi lengkap mengenai gadis yang berada di dalam .


Masih tidak bisa menyangkal kalau aku sedang menyentuh komputer di dunia fantasi, aku pun membaca informasi yang tertera pada layar.


Subject : A-83F


Gender : Female


Bloodline : {Human} {Elf} {Dragon} {Flugel} {Devil}


Condition : Dormant/Stable


Progress : (99%) Soul required


Lihat ini, A-83F?


Jika ini adalah nomor seri. Apakah itu berarti gadis ini adalah subjek ke-83 yang sudah mereka buat? Jika benar begitu, angka Homunculus yang telah mereka coba buat sudah ada 83 buah. Karena yang satu ini terhitung gagal, serta benar dugaanku kalau mereka memiliki lebih dari satu tabung inkubasi seperti ini, itu artinya penelitian masih berlanjut dan jumlah Homunculus yang ada mungkin sudah mencapai angka tiga digit.


Serta, alasan kenapa Ratu Narsist membawa yang satu ini bersamanya, apakah memang karena A-83F adalah yang paling sukses dan yang paling mendekati sosok impiannya sehingga dibuang sayang?


Yang terpenting, banyak juga aspek yang mereka berikan kepada gadis ini!


Ada Elf, Naga (Dragon), Flugel, hingga Setan (Devil).


Kurasa mereka memasukkan darah semua ras berumur panjang yang bisa mereka dapatkan.


Akan tetapi, walau ras utama gadis ini adalah Manusia. Setelah dimasukkan banyak darah dari ras yang jauh lebih superior. Jelas saja terjadi perubahan pada tubuh gadis itu.


Telinga Elf, Sisik Naga (Dragon), serta sayap Flugel.


Aku tidak tahu di mana aspek Setan (Devil) yang gadis ini miliki, tapi yang jelas dia memilikinya. Kurasa karena ini jugalah kenapa Milim yang pertama kali menyadari keberadaan gadis ini karena dia merasakan darah dari kerabatnya sendiri.


"Tuanku♥ Homunculus ini sangat menarik♥ Boleh kasih tubuhnya buatku♥"


"Tunggu, kau bisa merasukinya?"


"♥YA♥"


Itu mengejutkan, tapi jawabanku adalah "Tidak! Aku sudah punya rencana untuknya".


Tidak memedulikan Milim yang langsung ngambek, aku segera memerintahkan Efta untuk memakan banyak (Magic Core) untuk meningkatkan level Skill [Alchemy] miliknya hingga maksimal sebelum akhirnya mengambil Skill [Alchemy of Souls] serta [Forest Magic] sebagai sihir tingkat ketiganya.


Memberikan seluruh laboratorium ini kepada Efta untuk di urus, aku pun segera menyeret Milim karena dia akan ikut bersamaku ke medan pertempuran.


"Wahai tuanku yang tersayang♥ Hambamu yang satu ini adalah penghibur bukan petarung♥"


"Peduli setan, pokoknya kau ikut denganku!"


"Ehh...♥"


Melihat kembali stats milik Milim, dapat terlihat kalau dia adalah seorang pengguna sihir yang sangat kuat hingga jika dia aku jadikan salah satu Boss di Dungeon milikku, maka aku bisa jamin dia akan membuat banyak penantang kesusahan.


Walau alasan aku memanggilnya adalah untuk mengurus toko, tapi kemampuannya terlalu sayang jika hanya di diamkan begitu saja.


Mengambil Equipment seadanya dari Workshop milik Sechs, aku pun memberikannya kepada Milim untuk di pakai. Selagi Milim sedang sibuk berpakaian, aku segera memanggil Victoria karena dia lah yang akan menjadi kendaraan kami.


Tidak lama kemudian Milim pun selesai berpakaian.


Tidak lagi mengenakan pakaian seksi khas rasnya, Milim kini mengenakan Jubah penyihir berwarna ungu cerah yang membuatnya seolah-olah adalah imitasi dari Equipment yang dulu aku kenakan.


Jika ada yang perlu di catat, itu adalah jubahnya yang sangat ketat sehingga lekuk tubuhnya dapat terlihat.


Apa yang awalnya jubah biasa kini memancarkan Aura mesum ketika dikenakan oleh Milim. Seperti yang bisa di duga dari seorang Succubus. Tidak melewatkan sedikitpun kesempatan untuk tampil seksi.


Dengan sebuah Staff kayu sebagai senjatanya, Milim pun melayang ke arahku sementara Victoria sudah berubah ke wujud naganya.


"Bagus, mari kita segera berangkat!"


Setelah aku dan Milim naik ke atas punggungnya, Victoria lalu mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi ke udara.


Mengerahkan segenap kemampuannya, kami pun terbang kembali ke Narsist Kingdom.