A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 116 : Brief Silence



Kembali ke dalam tenda tempat para pemimpin Kerajaan mengadakan rapat.


Berkumpul bersama di satu meja, mereka mendiskusikan langkah apa yang harus mereka lakukan sekarang setelah Iblis (Demon) yang meneror mereka telah berubah menjadi sebuah pohon raksasa.


Yang pertama kali membuka mulutnya adalah Raja Leonidas yang menampilkan ekspresi gembira "Iblis (Demon) itu telah di segel oleh Penyihir Lavender. Tampaknya persiapan yang dilakukan oleh Penyihir Cardinal dengan Ratu Titania menjadi sia-sia".


"Jika itu yang Anda pikirkan, maka Anda salah besar. Walau memang Kakak Lavender telah berhasil menahan Iblis (Demon) itu, namun itu hanya berlaku sementara..." menyangkal perkataan Raja Leonidas, Penyihir Rosemary segera memberitahukan efek serta kekurangan dari sihir yang diaktifkan oleh kakaknya.


"(Demon Creation-Cradle of Serpentine Dragon) adalah sebuah sihir ciptaan dari Kakak Lavender setelah menggabungkan 3 formasi sihir dari [Demon Magic]. Yang pertama adalah 'Crescere' yang berarti tumbuh. Dengan formasi ini Kakak Lavender membuat (Nature Serpent) miliknya untuk tumbuh semakin besar dan kuat dengan menyerap semua Mana yang ada disekitarnya. Berkat penggunaan formasi sihir ini, Mana yang terkandung di Ibukota akan semakin menipis kalau tidak ada lagi..."


"Apa kau bilang!?!" mendengar hal ini, jelas saja Raja Pulchritudo menjadi murka.


Berada di dunia yang sangat bergantung dengan Mana, berdiam di sebuah daerah yang minim akan Mana pastinya akan berdampak buruk pada kehidupan seseorang terlebih jika mereka mencari nafkah dengan menggunakan sihir.


Memiliki Ibukota dari Kerajaannya untuk minim akan Mana pastinya adalah sebuah berita buruk bagi setiap penguasa yang ada.


"Diriku tahu apa yang Raja Pulchritudo ingin utarakan, tapi mohon tunggu agar diriku selesai menjelaskan" setelah melihat Raja Pulchritudo kembali duduk dengan tampang gusar, Penyihir Rosemary kembali melanjutkan.


"Yang kedua adalah 'Consumere' yang berarti makan atau mengkonsumsi. Menggunakan formasi ini (Nature Serpent) menjadi memiliki kemampuan untuk memangsa daging, darah, hingga Mana lawannya dan membuatnya


menjadi kekuatan. Sedangkan kekuatan yang berlebih akan diubah menjadi buah-buahan seperti yang satu ini"


Apa yang diletakan di atas meja adalah sebuah buah mirip apel namun berwarna ungu cerah seperti terong serta memiliki ukuran melebihi buah semangka.


Sontak seluruh mata tertuju pada buah itu.


Karena semua orang yang ada di sini adalah seorang penguasa serta calon penguasa dari sebuah Kerajaan, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyadari apa yang membuat buah yang ada di hadapan mereka berbeda dari buah-buah normal pada umumnya.


"Buah Iblis"


Buah Iblis, singkatnya itu adalah sejenis buah yang dari Mana Iblis (Demon) yang dipadatkan hingga wujudnya menyerupai buah-buahan.


Jika mengkonsumsi buah ini, maka orang tersebut akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa. Namun, sebagai gantinya tubuh mereka akan terus bermutasi hingga pada akhirnya mereka akan kehilangan wujud asli mereka dan berubah menjadi Setan (Devil).


Ini bukanlah pertama kalinya Penyihir Lavender untuk menciptakan Buah Iblis karena sebelumnya dia sudah sering membuatnya namun dalam bentuk seperti buah anggur yang sering dia berikan kepada muridnya Luna untuk dikonsumsi.


"Penyihir Rosemary, apakah Iblis (Demon) itu akan terus memproduksi buah-buah ini?"


Penyihir Rosemary pun menganggukkan kepalanya "Dengan ini seharusnya kalian sudah sadar akan betapa berbahayanya untuk membiarkan Iblis (Demon) itu untuk terus dalam keadaan seperti itu. Untuk saat ini kami dari Sol Ciel akan mengurus semua Buah Iblis yang telah diproduksi. Tapi, mohon diingat kalau kami tidaklah mahakuasa. Masih ada kemungkinan kalau ada seseorang yang berniat buruk dengan cara menyeludupkan buah-buah ini demi mengejar keuntungan"


"Penyihir Rosemary tenang saja, jika ada dari bawahanku yang ketahuan melakukan tindakan hina seperti itu, maka aku akan memberikan hukuman tegas kepadanya" menunjukkan seringai ganas di wajahnya, deklarasi dari Raja Leonidas pun di setujui semua orang dengan cara menganggukkan kepala mereka.


"Yang ketiga dan yang terakhir adalah formasi bernama 'Somnus' yang berarti tidur. Formasi ini akan memaksa (Nature Serpent) untuk mengubah wujudnya menjadi sebuah wujud yang paling optimal untuk melakukan hibernasi.


Karena (Nature Serpent) terbuat dari kayu, maka wujud yang diambil adalah sebuah pohon raksasa seperti yang telah kalian lihat"


"Kira-kira sampai berapa lama pohon itu akan berada di sana?"


"Jika perkiraan kami tepat, antara 10 sampai 15 tahun"


"Dan selama itu juga pohon itu akan terus menghasilkan Buah Iblis?"


"Benar sekali. Dan berdasarkan perhitungan awal kami, pohon itu akan menghasilkan sekitar 10 Buah Iblis perjamnya. Yang artinya sehari akan ada sekitar 240 buah yang tumbuh, dan dalam setahun akan ada setidaknya


87.600 buah"


"Jika sampai 15 tahun, maka..."


Mendengar perhitungan ini, semua orang akhirnya dibuat sadar akan betapa gentingnya situasi yang harus mereka hadapi sekarang.


Tidak ada yang mampu bicara sampai pada akhirnya Raja Pulchritudo selaku tuan rumah mengangkat suaranya. "Kalau begitu cepat singkirkan pohon terkutuk itu! Katakan, kapan persiapan penyegelannya selesai?".


"Raja Pulchritudo harap bersabar. Paling cepat besok lusa baru persiapannya bisa rampung"


"Apakah tidak bisa dipercepat?!"


"Mohon maaf, apa yang Ketua kami gambar adalah sebuah formasi sihir yang sangatlah rumit. Semua langkah harus dilakukan dengan tepat agar mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi"


"Bah, memangnya hal buruk apa yang mungkin bisa terjadi?!"


Setelah itu sebuah perdebatan sengit pun terjadi antara Raja Pulchritudo dengan Penyihir Rosemary. Terlihat kalau para Pangeran berusaha untuk menghentikan perdebatan antara mereka berdua dan beralih untuk membahas


yang lain.


Sayang, perkataan mereka sama sekali tidak dihiraukan oleh Raja Pulchritudo yang menginginkan agar pohon raksasa itu untuk secepat mungkin menghilang dari Kerajaannya.


Jika saja Ratu Titania berada di sini, maka beliau mungkin bisa dengan mudah melerai pertikaian tidak berguna ini.


Tapi, untungnya masih ada satu orang lagi yang memiliki kedudukan yang sama dengan Raja Pulchritudo.


Bam! Seketika sebuah Aura yang ganas keluar dari tubuh Raja Leonidas.


Dengan Aura yang menekan menyelimuti seluruh ruangan, seketika semua orang menjadi terdiam tidak ada yang berani untuk bicara.


Melihat keadaan sudah kembali tenang, Raja Leonidas pun menurunkan Aura yang dia keluarkan sebelum akhirnya berbicara.


"Jika pohon itu baru bisa disingkirkan besok lusa, maka kita akan menunggu sampai besok lusa. Selama itu juga kita harus memperketat penjagaan di sekitar pohon agar mencegah ada tangan nakal yang mencoba untuk meraih


keuntungan di tengah bencana.


Jika kita sampai menemukan orang yang seperti itu, maka sebuah hukuman berat akan menantinya. Apa kalian semua setuju?"


Melirik semua orang secara satu-persatu, dirinya seolah berkata apakah ada yang keberatan. Kemudian matanya yang tajam terfokus pada Raja Pulchritudo seolah sedang menegurnya. Meski tidak terima, Raja Pulchritudo tidak


punya pilihan lain selain diam atau harus bertarung melawan seekor Singa yang ganas.


Melihat tidak ada yang keberatan, Raja Leonidas pun tersenyum senang.


Setelah mengutarakan rasa terima kasihnya, Penyihir Rosemary pun senang karena akhirnya rapat bisa kembali berlanjut ke arah yang benar.


Apa yang mereka bicarakan selanjutnya adalah laporan mengenai jumlah korban luka-luka serta jumlah korban tewas baik itu dari kalangan prajurit maupun rakyat jelata selama pertempuran ini berlangsung. Mereka kemudian


membahas mengenai bagaimana nasib para penduduk Ibukota yang kini telah kehilangan tempat tinggal serta pembagian shift para prajurit yang akan mengawasi sekitaran pohon raksasa.


Tanpa terasa waktu telah berlalu dan topik pembicaraanpun juga telah semakin menipis.


Melihat kalau semua orang sudah tenang, Pangeran Draco pun menanyakan sesuatu yang selama ini ingin dia tanyakan.


"Penyihir Rosemary, kalau boleh bertanya, bagaimana nasib Penyihir Lavender sekarang?"


"Kakak masih tidak sadarkan diri dan sekarang telah dibawa kembali ke Dungeon Ibis untuk mempercepat pemulihannya. Asalkan tidak ada gangguan, maka Kakak Lavender pasti akan sadar kembali setelah 14 sampai 20 hari"


"Selama itu? Ternyata mengeluarkan sihir sekaliber itu memang berdampak berat bagi tubuhnya"


Daripada sihir, lebih tepat untuk mengatakan kalau Penyihir Lavender menjadi kelelahan setelah menggunakan artefak miliknya, yang mengeluarkan seluruh potensi dalam dirinya secara paksa.


Jika bukan karena darah Iblis (Demon) di dalam dirinya, maka Penyihir Lavender pasti akan bernasib sama dengan seorang Pendeta yang mendapati energi kehidupannya diserap habis hanya karena mengenakan yang masih dalam keadaan tersegel.


Tentu saja Penyihir Rosemary tidak akan memberitahukan hal ini kepada siapapun karena memang dia tidak punya alasan untuk melakukannya.


Sungguh sebuah hal bagus jika semua orang salah mengira jika keadaan Penyihir Lavender menjadi seperti itu karena sebuah penggunaan sihir yang berlebihan ketimbang karena penggunaan sebuah artefak.


"Diriku juga harus memperingatkan, efek samping dari menggunakan [Demon Magic] membuat darah Iblis (Demon) yang ada di dalam tubuh Kakak Lavender menjadi lebih dominan. Karenanya, jika kalian bertemu dengannya kembali, janganlah terkejut ketika penampilannya menjadi sedikit berbeda dari yang sebelumnya"


"Jadi memang ada efek sampingnya yah..." sempat menampilkan ekspresi cemas, dalam sekejap muka Pangeran Draco kembali seperti semula seolah kecemasannya hanyalah ilusi semata.


Dengan tidak ada lagi hal yang bisa di bahas, rapat pun dihentikan dan akan dilanjutkan di lain hari.


Keluar dari tenda, para pemimpin Kerajaan pun segera kembali ke tenda mereka masing-masing karena masih banyak hal yang harus dilakukan.


...


Di perkemahan tempat para Penyihir dari Sol Ciel mendirikan markas sementara mereka, tampak sebuah tenda raksasa yang terbuat dari cahaya murni berdiri megah di tengah-tengah kompleks perkemahan.


Meski begitu, terlihat tidak banyak Penyihir yang berada di sekitaran tenda tersebut.


Walau penampilannya seperti seorang anak kecil, tapi aura yang dia pancarkan membuatnya terlihat seperti seorang prajurit veteran yang telah melewati puluhan medan pertempuran. Memegang erat Staff kayu di tangan, menatap dari balik kacamata bundarnya dia menyisir daerah sekitar seolah tidak ingin melewatkan pergerakan paling kecil sekalipun.


Ketika Penyihir Caldera sedang fokus berjaga, matanya yang tajam lalu jatuh pada sosok Penyihir Rosemary yang berjalan mendekat ke arahnya.


Tampak waspada, lensa pada kacamatanya lalu memancarkan cahaya redup yang berlangsung selama beberapa detik. Setelah cahaya itu menghilang, barulah sebuah senyuman terpancar di wajahnya.


Membungkukkan badannya, sebuah salam hangat pun dia berikan "Selamat datang kembali, Nona Rosemary. Apakah rapatnya berjalan dengan lancar?".


"Terima kasih telah bertanya, untungnya semua berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun" Penyihir Rosemary lalu menceritakan kembali tentang apa saja yang mereka bahas di dalam rapat.


Mendengarkan dengan seksama, Penyihir Caldera lalu mengangguk puas karena hasil rapat yang memuaskan.


"Sungguh sebuah hal yang patut disyukuri karena para pemimpin generasi sekarang memiliki pandangan yang terbuka dan sadar akan ancaman bersama. Hah... Jika saja para pemimpin pada dua abad yang lalu bisa bekerja sama seperti sekarang..."


Mengingat kejadian pahit di masa lampau, Penyihir Caldera mengeluarkan nafas berat yang membuat Penyihir Rosemary hanya bisa tersenyum canggung melihatnya.


Berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan, Penyihir Rosemary lalu mengutarakan alasan kedatangannya kemari.


"Bagaimana kabar Nenek dan Ratu Titania? Apakah persiapannya berjalan dengan lancar?"


Menengok ke arah tenda raksasa di belakangnya, Penyihir Caldera pun menampilkan ekspresi serius yang berbeda dari yang sebelumnya.


"Mohon maaf, tapi seperti yang Nona tahu kalau sejak ritual di mulai, tidak ada yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam sana. Tapi, karena tidak ada kabar dari dalam, bisa di anggap kalau tidak ada masalah dan ritual masihlah berlangsung"


"Tidak apa-apa, diriku datang kemari hanya untuk mengecek keadaan..." melihat ke arah tenda yang memancarkan cahaya terang, Penyihir Rosemary merasa cemas akan keadaan Neneknya yang sudah beberapa hari ini berada di sana. Namun, melihat tidak ada yang bisa dia lakukan, Penyihir Rosemary hanya bisa untuk fokus akan apa yang bisa dia lakukan "Kalau begitu diriku permisi terlebih dahulu, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan".


Memperhatikan sosok Penyihir Rosemary yang berjalan menjauh, Penyihir Caldera hanya bisa mengucapkan rasa syukur karena Sol Ciel memiliki seorang penerus yang adalah seorang pekerja keras dan juga bisa di andalkan.


...


Tidak jauh dari kompleks perkemahan Sol Ciel, adalah sebuah gudang dari tanaman hidup yang baru saja tumbuh hari ini.


Berjaga di depan pintu masuk adalah tiga orang Pelayan dari Penyihir Lavender.


Mengenakan Full Armor berwarna hitam adalah Percy yang berdiri tegap hingga sekilas dia terlihat seperti sebuah patung yang tidak bernyawa. Tidak jauh darinya adalah si kembar Trita dan Vier yang sedang sibuk bercanda


karena memang mereka berdua tidak bisa di suruh untuk diam terlalu lama. Berdiri di atap gudang adalah Zweite yang berjaga mengamati daerah sekitar dari ketinggian dengan busur di tangannya.


Selain mereka berempat, ada juga beberapa Peri (Fairy) yang sedang berpatroli mengitari gudang tersebut waspada kepada siapapun yang berani mendekatinya.


Karena mereka semua berasal dari ras yang tidak tahu dengan namanya lelah dan kantuk, maka mereka menjadi kandidat yang cocok untuk terus menjaga gudang ini tanpa perlu adanya pergantian penjaga.


Sedangkan apa sebenarnya hal penting yang di simpan di dalam gudang tersebut hingga memerlukan penjagaan seketat ini sebentar lagi akan diketahui.


Ketika matahari mulai terbenam, salah satu Peri (Fairy) yang berpatroli melihat sebuah kereta kuda melaju mendekat ke arah gudang. Namun, setelah melihat siapa yang mengendarai kereta itu, Peri (Fairy) itu segera mengirim rekannya yang lain untuk segera pergi ke kereta itu untuk ikut menjaganya sampai ke gudang.


Duduk dengan santai di kursi pengemudi adalah Pelayan penyihir Lavender yang lainnya, Milim. Sedangkan yang duduk di sampingnya adalah murid dari Penyihir Lavender, Luna.


Pasangan Setan (Devil) ini mendapatkan tugas untuk mengawal kereta ini sambil ditemani oleh beberapa Penyihir dari Sol Ciel yang lain.


Apa yang ada di dalam kereta kuda itu adalah tumpukkan kotak-kotak logam yang di segel rapat serta diukir menggunakan Rune yang membuatnya semakin kokoh dan semakin sulit untuk dibuka atau bahkan dihancurkan.


"♥Kiriman lainnya♥"


Melambaikan tangannya dengan riang gembira, Percy yang menerima sinyal ini segera memerintahkan kepada si kembar untuk membukakan pintu gudang.


Ketika pintu terbuka, dapat terlihat kalau di dalam ada berbagai macam formasi sihir yang memiliki fungsi seperti kandang yang menahan sesuatu yang ada di dalamnya untuk tidak bisa di gapai dengan mudah. Sedangkan apa


yang ada di dalam kandang-kandang tersebut adalah kotak-kotak logam lainnya yang ditumpuk dengan rapi yang setiap tumpukkan memiliki jarak setidaknya setengah meter dari tumpukkan kotak lainnya.


Terlihat juga puluhan Peri (Fairy) yang berterbangan di atas kotak-kotak tersebut bagaikan kunang-kunang yang mengerumuni cahaya lampu.


Berhenti tidak jauh dari pintu gudang, Luna lalu menggunakan [Psychokinesis] untuk memindahkan kotak-kotak tersebut tanpa perlu menyentuhnya.


Selesai menyusun kotak-kotak itu di satu tempat, para Peri (Fairy) lalu mulai bekerja dengan menyiapkan formasi sihir yang menciptakan kandang yang melindungi kotak-kotak itu dari segala ancaman.


Ketika semua kotak sudah selesai di angkut, pintu gudang pun kembali di tutup dan di segel dengan rapat.


"Hah...♥ lelah juga kalau harus bolak-balik seperti ini♥ Luna sayang♥ Bagaimana kalau kita senang-senang sebentar♥ Para prajurit yang kelelahan pasti akan menjadi mainan yang sempurna bagi kita♥"


Berbicara menggunakan nada yang sensual, sayang bagi Milim karena selain Luna, orang-orang yang ada di sekitarnya adalah Golem dan juga Peri (Fairy) yang tidak mengenal apa yang namanya hawa nafsu.


Oleh karena itu hanya Luna lah yang bisa dia ajak untuk bersenang-senang. Dan karena Luna berasal dari ras yang sama dengan dirinya, membuat Milim tidak perlu menahan diri untuk membicarakan hal-hal seperti ini.


Sedangkan Luna sendiri, walau darah Setan (Devil)nya memintanya untuk mengikuti ajakan dari Milim, tapi sisi Manusianya masih berpengaruh kuat di dalam dirinya.


"Tidak bisa seperti itu. Jika Guru tahu kalau kita bermalas-malasan dalam melaksanakan tugas, maka Guru pasti akan memarahi kita"


"Ahh...♥ Luna enggak asik ah♥"


Meski dirinya tampak merajuk, tapi Milim tidak memaksa karena dia sendiri juga tahu betapa gentingnya situasi sekarang. Dia hanya bercanda dari waktu ke waktu karena sebagai seorang Succubus, dirinya memang tidak


suka dengan suasana yang terlalu tegang.


"Kalau tidak bisa sekarang♥ Bagaimana kalau setelah tugas membosankan ini selesai kita ikut menjajakan diri di toko Tuanku♥ Aku dengar akhir-akhir ini ada seorang pelanggan yang ukuran pedangnya *** Dan dia juga bisa tahan main sampai *** ♥"


Mendapatkan bisikan maut dari Milim. Darah Succubusnya seketika bergejolak kencang hingga sisi Manusianya tidak lagi bisa menahannya.


Sambil tersipu malu, Luna pun menganggukkan kepalanya dengan perlahan namun itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Milim kegirangan.


"Yay♥ Itu baru Luna kecilku♥"


Memeluk Luna dengan erat, Luna menggenggam erat kepada kereta kuda karena dirinya tidak mau lagi di ajak terbang oleh Milim.


"Aku janji♥ Nanti aku ajarkan teknik pamungkas yang dijamin pasti akan membuat Pangeran kesayanganmu untuk tidak akan pernah puas dengan wanita lain♥♥♥"


"A-apa maksudmu?!!"


Berusaha untuk menyangkalnya, namun wajahnya yang semerah tomat telah memberitahukan segalanya.


Dengan suasana riang gembira, Milim pun memacu kuda untuk kembali menuju pos yang ada di pinggiran Ibukota.


Baru juga hendak berangkat, langkahnya terhenti setelah melihat adanya suar berwarna merah melayang di langit yang gelap.


"!!!"


Melihat sinyal tersebut, Zweite yang sedari tadi berada di atas atap gudang segera menggunakan matanya yang tajam untuk melihat ke arah suar itu ditembakkan.


Betapa terkejutnya dirinya ketika matanya melihat ratusan monster buruk rupa yang sedang bertarung melawan beberapa Peri (Fairy) yang kebetulan sedang berpatroli disekitar sana.


Karena kalah jumlah, membuat para Peri (Fairy) tidak mampu untuk menahan semua Monster itu dan banyak dari mereka berjalan lurus menuju ke tempat dia berdiri sekarang.


"Musuh!!!! Ada Serangan!!!!"


Atas sinyal dari Zweite, seketika semua orang masuk ke dalam mode bertarung.


Meletakkan tangan mereka ke atas tanah, para Peri (Fairy) mengaktifkan sihir mereka dan dalam seketika ratusan Golem dari tanah dan batu tercipta yang siap untuk bertarung sampai mati.


Karena ada dua kuda untuk menarik kereta, Milim segera melepaskan satu dan langsung menyuruh Luna untuk menaikinya.


"Cepat pergi♥ Laporkan kepada semua orang agar bala bantuan bisa segera tiba♥"


Tanpa berbasa-basi Luna langsung mengangguk menuruti perintah dari Milim.


Senang karena Luna itu cepat tanggap, Milim pun segera turun dari kereta dengan Staff di tangannya. Berdiri di antara para Peri (Fairy), Milim pun berkata dengan lantang.


"Semuanya♥ Semangat♥ Jangan biarkan para Makhluk buruk rupa itu mendekati gudang ini♥ Apapun yang terjadi... Buah Iblis ini tidak boleh jatuh ke tangan mereka♥"


Meskipun kata-katanya manis, namun tidak dengan ekspresinya.


Menampilkan seringai garang yang jarang dia buat, Milim sudah siap untuk menghabiskan malam dengan sebuah pertempuran yang panas.