A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 47 : Aftermath



Akhirnya aku bisa Log Out juga!


Serius, kegiatan pasca pertempuran memang yang paling merepotkan. Untung saja pekerjaan yang dilimpahkan kepadaku terbilang sedikit. Terlebih saat aku bisa memerintahkan Pelayanku untuk melakukan pekerjaan yang berat.


Eh, kok berasa pusing yah?


Benar juga, aku memangkas waktu tidurku untuk bisa Log In lebih lama demi menyelesaikan sihir (Nature Overlord). Wajar saja jika aku berakhir seperti ini.


Baiklah, setelah makan siang, mandi, tidur sebentar, aku akan Log In lagi!


Tok Tok Tok


"Masuk"


"Permisi..."


Memasuki kamarku, adalah seorang wanita dengan rambut dan mata berwarna hitam. Tubuhnya terbilang pendek dengan kulit kuning langsat. Wajahnya bulat dan kecil yang memberikan kesan manis.


Dia adalah Anna. Dia adalah pembantu yang papa kirim untuk mengurus kebutuhan sehari-hariku. Tidak seperti yang kalian bayangkan, Anna mengenakan pakaian biasa. Tidak ada kostum Maid untuk kalian.


Anna sudah bersamaku sejak aku masih kecil. Meski begitu, wajahnya masih awet muda seperti seseorang yang baru memasuki usia 20 tahunan.


"Nona, ada pesan dari Tuan Besar"


"Dari Papa? Apa katanya?"


"Tuan besar meminta Anda untuk segera pulang"


Ini jarang sekali. Biasanya Papa atau Mama tidak akan peduli apakah aku akan pulang atau tidak. Apakah ada sesuatu?


Aku saat ini sedang sibuk membantu Nenek, jadi aku tidak bisa pulang lama. Meski aku bisa saja Log In di rumah utama. Membawa peralatan VR bolak-balik antar provinsi itu cukup menyusahkan.


"Baiklah, katakan kepada Papa kalau aku akan pulang Minggu ini"


Setelah mengirim Anna pergi, aku lalu menyelesaikan apa yang harus aku selesaikan lalu kembali Log In.


...


"Argh..."


Sialan, tubuhku yang ini masih terasa sakit saja.


Efek samping dari mahkota itu memang tidak bisa diremehkan. Bahkan Percy bilang kalau mahkota itu telah memakan habis energi kehidupan dari Uskup yang menjadi biang keladi dari semua ini.


Oh, ngomong-ngomong soal mahkota, Nenek mencoba untuk mengambilnya kembali dariku. Heh, sayang sekali, mahkota ini sudah menjadi milikku sepenuhnya.


\ ★★★★★★


«Demon Aura : Lust» «Soul Control : Lust» «Desire Control : Lust» «Body of Demon : Lust»


«Awakening : 2%» «Appearance Change : Max»


Mahkota sang penguasa Nafsu.


Hanya mampu di gunakan oleh mereka yang berwenang dalam nafsu. Jika mahkota ini dikenakan oleh mereka yang tidak pantas, kehidupan mereka akan berakhir dalam kesengsaraan yang bahkan kematian pun tidak akan


menyelamatkan mereka.


Jika orang yang pantas mengenakan mahkota ini, mereka akan diberikan kuasa atas nafsu. Mereka akan mampu mengendalikan jiwa dan hasrat orang-orang dengan bebas. Saat di aktifkan, mahkota ini dapat menarik keluar semua potensi yang dimiliki oleh si pengguna dalam batas waktu tertentu.


Mahkota ini juga dapat berubah wujud menyesuaikan dengan kehendak si pengguna.


Syarat penggunaan : Memiliki darah Iblis (Demon) dan memiliki Skill yang berhubungan dengan nafsu.


Kepemilikan : Penyihir dari Hutan Ibis, Lavender La Ciel.


Seperti yang kalian lihat, mahkota ini bukanlah mahkota sembarangan. Aku dengar dari Nenek kalau mahkota ini dulunya merupakan peninggalan dari seorang Iblis yang meneror dunia ini beberapa abad yang lalu.


Sebagai sebuah item, mahkota ini jelas memiliki level yang sangat tinggi mengingat ini adalah satu-satunya item dengan 6★ yang pernah aku jumpai.


Meskipun mahkota ini tidak meningkatkan status dasarku, tapi berkat skill «Awakening» yang item ini miliki, membuatku mampu untuk mengambil wujud Iblis secara penuh dan membuatku mampu menggunakan sihir yang seharusnya masih terkunci dengan bebas.


Meski jelas ada efek sampingnya, tapi semua itu sepadan!


Mahkota ini juga memiliki fungsi untuk mengubah penampilannya. Aku lalu segera mengubah wujudnya dari yang awalnya mahkota berduri menjadi sebuah Circlet perak yang cantik. Akan tetapi, Circlet ini tidak akan sering terlihat karena aku mengenakannya di bawah topi segitiga kesukaanku.


Maksudku, aku ini Penyihir. Tentu tidak akan lengkap rasanya kalau aku tidak mengenakan topi khas Penyihir.


Setelah mengetahui kalau Circlet ini telah menjadi milikku sepenuhnya, Nenek menyerah untuk mengambilnya kembali dan pergi sambil meninggalkan setumpuk buku tebal yang memenuhi seluruh permukaan meja... Sialan.


Hehe, Nenek tampaknya masih belum sadar kalau Circlet ini bukanlah satu-satunya item yang aku curi.


Oh, hampir lupa. Ini adalah Skill yang telah naik level...


•Skill [Luminous Magic] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Protection) dan (Purification) dari [Luminous Magic]•


•Skill [Flame Magic] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Skill [Flame Magic] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Flamethrower), (Flaming Ground), dan (Flame Missile) dari [Flame Magic]•


•Skill [Stream Magic] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Hydro Cannon) dari [Stream Magic]•


•Skill [Aero Magic] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Twister) dari [Aero Magic]•


•Skill [Stone Magic] telah mencapai level 25, mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Stone Fall) dari [Stone Magic]•


•Skill [Forest Magic] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•


•Skill [Ice Magic] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Ice Wall) dari [Ice Magic]•


•Skill [Metal Magic] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Metal Stake) dan (Metal Wall) dari [Metal Magic]•


•Skill [Space Magic] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Mendapatkan (Space Cutter) dan (Space Crack) dari [Space Magic]•


•Skill [Summoning Magic] telah mencapai level 25, mendapatkan 1SP•


•Skill [Slave Magic] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•


•Skill [Identify] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Skill [Inscription] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Skill [Two-handed Staff] telah mencapai 15, mendapatkan 1SP•


•Skill [Meditation] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Skill [Meditation] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•


•Skill [Mana Control] telah mencapai level maksimum, mendapatkan 2SP•


•Mendapatkan (Combine) dari [Mana Control]•


•Skill [Magic Researcher] telah mencapai level maksimum, mendapatkan 2SP•


•Skill [Mana Sight] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•


•Skill [Plant Reception] telah mencapai level 25, mendapatkan 1SP•


•Skill [Power Boost] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Skill [Greater Mana Enchant] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•


•Skill [Greater Mana Recovery] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•


•Skill [Intuition] telah mencapai level maksimum, mendapatkan 2SP•


•Skill [Merciless] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•


•Skill [Death Stare] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•


•Skill [Ancient Linguistic] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Skill [Sleep Resistance] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•


•Skill [Sleep Resistance] telah mencapai level maksimum, mendapatkan 2SP•


•Skill [Mental Resistance] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Skill [Evil Eyes : Fear] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Skill [Demonic Charm] telah mencapai level 5, mendapatkan 1SP•


•Skill [Magical Garment] telah mencapai level 10, mendapatkan 1SP•


•Persyaratan telah terpenuhi, Skill [Mana Manipulation] telah terbuka•


•Persyaratan telah terpenuhi, Skill [Magic Experts] telah terbuka•


•Persyaratan telah terpenuhi, Skill [Sixth Sense] telah terbuka•


•Persyaratan telah terpenuhi, Skill [Sleepless] telah terbuka•


Astaga... Kalian boleh saja tidak membacanya. Bahkan aku sendiri sampai sakit kepalanya hanya dengan melihatnya.


Kalau soal efek dari sihir yang baru, nanti saja kalau aku sudah niat. Yang perlu kalian tahu, aku membayar cukup mahal untuk mendapatkan semua Skill baru itu.


"Oi, sampai kapan kau akan membiarkanku seperti ini?"


"Hei! Apakah kau... "Berisik!!!" ...agh, singkirkan kaki... Aghh... Hei!"


Baiklah... Dari keberadaan yang aku rasakan menggunakan [Mana Presence] Nenek berada di sana.


"Ughh... Penghinaan ini tidak akan pernah aku... "(Electro Control)" ...agahhahahaha"


Hanya dengan berjalan sebentar, aku sudah menemukan Nenek yang sedang berdiri di hadapan tumpukan material yang tampaknya sedang di sortir.


Benar juga, kalau tidak salah kami juga akan mendapatkan bagian dari Mobs yang telah di kalahkan. Aku harap ada sesuatu yang baru untuk [Alchemy].


Nenek yang menyadari kedatanganku seketika mengerutkan keningnya.


"Ya ampun... Sampai kapan kau akan memperlakukannya seperti itu?"


"Apanya?"


"Victoria! Aku tahu dia itu budakmu, tapi bukankah menyeretnya dengan menggunakan rantai sembari di sengat listrik itu keterlaluan? Juga, kau membiarkannya tidur di luar tanpa mengenakan busana sedikit pun! Apakah


kau tahu berapa banyak orang yang mati karena itu?"


"Mau bagaimana lagi, saat aku mengikatnya di tiang kadal ini malah menghancurkan tiang itu! Terlebih dia juga suka melawan jadi aku harus memberikannya pelajaran. Kalau soal pakaian, bukankah Nenek sudah melihat bagaimana aku memperlakukan budak milikku? Tapi, apa yang Nenek maksud dengan banyak orang yang mati?"


"Beberapa orang, mereka sebenarnya lebih dari selusin. Datang menghampiri Victoria dengan penuh nafsu, hanya untuk di bakar hidup-hidup oleh Victoria"


Di bakar? Aku memang mencium sesuatu yang terbakar di dekat tenda, bahkan ada bekas rumput yang terbakar.. Tapi aku tidak melihat adanya mayat. Jadi aku kira itu bau asap kremasi yang terbawa angin.


"Ah, kalau soal tubuh mereka, untungnya mereka semua itu Otherworlder"


"Begitu... Eksperimenku berhasil yah..."


"Hei, katakan apa yang kau lakukan?!"


Setelah mendapatkan Circlet ini, aku jadi tidak sabar ingin mencobanya. Jika yang Nenek katakan itu benar, maka sekarang aku sudah mengetahui efek dari «Desire Control» serta bagaimana cara menggunakannya.


Intinya, aku bisa membuat orang menjadi penuh nafsu atau membuat orang tersebut menjadi subjek nafsu. Aku bahkan bisa membuat target yang jauh lebih spesifik.


Seperti, 'Menjadi subjek nafsu oleh para Otherworlder'


"Hahaha... Punya objek percobaan memang yang terbaik!"


"Kau ini, kau terlalu banyak mewarisi darah dari ayahmu"


"Ah! Ngomong-ngomong soal Papa..."


"Orang itu memanggilmu untuk pulang yah... Lavender, kau urus ini. Juga, setidaknya mandikan Victoria"


Setelah itu Nenek pergi sambil menundukkan kepalanya dan meletakkan tangannya di dagunya seolah sedang berpikir keras.


Menatap ke arah tumpukan material yang sedang di sortir oleh para prajurit, aku menghitung butuh setidaknya setengah hari lagi sebelum mereka selesai.


Karena di rasa terlalu lama, aku memanggil Percy yang sedang senggang dan beberapa orang lainnya yang kebetulan juga sedang menganggur untuk ikut membantu.


Teringat akan perkataan Nenek, aku melihat kadal itu yang masih menggeliat di atas tanah karena efek dari terapi listrik, memang benar dia itu kotor dan penuh tanah karena terus aku seret kesana-kemari. Untungnya rambutnya yang kelewat panjang sudah aku potong jadi aku tidak perlu repot-repot mengurus rambutnya.


(Aqua Control)


"Gahagahahagaga.... Matikan... Listriknya.... Dulu.... Ajgskahahsbajajakw"


...


Pada akhirnya semua benar-benar telah selesai.


Menahan serbuan dari para Mobs, melawan pasukan dari Narsist Kingdom, yang terakhir adalah bangkitnya seekor Naga.


Meski aku... Kami tidak melawan Naga itu secara langsung. Menyaksikan kekuatan Naga itu dari jauh sudah lebih dari cukup untuk memberitahukan betapa kuatnya sang makhluk fantasi terkuat.


Hal ini juga membuatku tersadar akan diriku yang masih lemah.


"Kak Zweite, itu orang kenapa?" "Kak Zweite, itu orang aneh!"


"Hush... Jangan keras-keras"


... baiklah, ini memalukan.


"Pffft.... Ouch, hei!"


"Aku tahu kalau ini adalah caramu untuk menyemangati diri. Tapi, kumohon kurangi kebiasaanmu ini"


Tidak mengindahkan Yari yang baru saja di cakar oleh Feline, aku membiarkan Winzi mengelus kepalaku agar aku tidak terlalu merasa buruk.


Memang benar kalau aku sering melamun. Tapi apakah seburuk itu?


Kami sekarang sedang berada di ruang tamu rumah. Selain aku dan Winzi, terdapat juga Yari dan Feline. Karena pak Weise sedang sibuk dengan pekerjaannya, beliau tidak Log In seharian ini. Kami juga memiliki tamu yang merupakan Pelayan dari Penyihir Lavender.


Nama mereka adalah Zweite, Trita, dan Vier.


Mereka bilang mereka main ke sini karena Zweite ingin belajar memasak dari Winzi sekalian meminta kami untuk membantunya mengasuh Trita dan Vier. Sedangkan untuk Percy, katanya dia kembali ke rumah mereka yang berada di Dungeon Ibis atas perintah Penyihir Lavender.


Karena pertempuran kemarin, Hutan Barriere telah sepenuhnya terhubung dengan Dungeon Ibis yang berarti Hutan Barriere telah menjadi bagian dari Dungeon milik Penyihir Lavender.


Berkat itu mereka bisa dengan bebas kembali ke Dungeon Ibis dengan menggunakan 'Fitur' yang tersedia bagi mereka yang telah menjadi seorang Dungeon Master.


"Ngomong-ngomong, apa yang akan terjadi dengan Hutan Barriere sekarang?"


"Master bilang tidak banyak yang berubah. Hanya saja, jika ada yang masuk dan tidak kembali, jangan di cari"


Begitu, kurasa itu yang terbaik?


"Makanan telah siap!"


Membawa hidangan dari dapur, Winzi dan Zweite lalu menatanya di atas meja.


Yari yang baru saja menenggak segera mengambil tempat duduk di susul oleh Feline. Sementara itu, Trita dan Vier hanya berdiri di samping Zweite sambil terus menatap kami.


"Apakah kalian tidak mau ikut mencoba?"


"Mustahil, kami Golem" "Golem tidak butuh makan"


Benar juga, mereka ini adalah Golem. Mereka tampak begitu hidup sampai-sampai aku terus saja lupa siapa mereka sebenarnya.


"Tidak perlu dipikirkan, kami memang tercipta seperti itu"


Meski aku masih merasa tidak enak, aku tidak meneruskan lagi pembicaraan ini dan langsung mencoba masakan dari Zweite.


"Ini... Enak juga"


"Lebih enak dari masakanku... sialan"


"Bicara soal makanan, kenapa kau tadi memakan (Magic Core)?"


"Ah, itu... Itu adalah cara kami untuk meningkatkan atau mendapatkan Skill baru. Master telah mengizinkan kami untuk mendapatkan serta meningkatkan Skill kami sebagai hadiah atas pekerjaan kami"


"Ehh... Dia baik juga. Aku pikir Penyihir Lavender itu tipe orang yang kasar kepada bawahannya"


"Ya... Selama kami tidak membuat kesalahan, kami masih aman"


"Tapi, gadis Naga itu..."


Seperti yang dikatakan oleh Yari, perlakuan yang Penyihir Lavender berikan kepada gadis itu terbilang kejam. Dia tidak diberikan pakaian, lalu disuruh tidur di luar tanpa diberikan bantal atau selimut.


Berkat tubuhnya yang terpapar bebas, banyak sekali Otherworlder yang tidak bisa menahan diri dan berakhir tragis.


"Soal itu, Master memang tidak pernah baik kepada budaknya"


Sebagai seseorang yang hidup di zaman di mana perbudakan adalah hal yang tabu, aku tidak bisa mengerti bagaimana bisa seseorang menjadi lebih rendah dari yang lain hanya karena mereka adalah seorang budak.


Bagaikan hewan, mereka di perkerjakan dengan paksa, hak mereka sebagai manusia seakan tidak ada, dan mereka bisa saja di siksa di depan umum dan dipastikan tidak akan ada yang datang menolong mereka.


Konsep perbudakan di Drakon Kingdom terbilang umum. Namun tidak populer. Memang benar ada budak, tapi mereka lebih diperlakukan sebagai pembantu biasa. Meski aku pernah mendengar ada budak yang disiksa, tapi aku tidak pernah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri... Sampai hari ini.


"Kau bilang setelah ini kalian akan melewati Ferox Kingdom kan?"


"Ya, benar. Memangnya kenapa?"


"Misal saja Mastermu itu tertarik untuk membeli budak baru, aku sarankan membelinya di Carabao Caravan. Di sana terjamin kualitasnya"


"Hei, Feline! Apa yang kau maksud dengan itu!"


"Kau tidak tahu yah? Di Ferox Kingdom, perbudakan itu adalah hal yang paling wajar. Apa yang Penyihir Lavender lakukan terhadap gadis Naga itu masih tidak sebanding dengan apa yang orang-orang biasa lakukan terhadap budak mereka di sana!"


Sekarang aku mengingatnya. Bearnard pernah berkata kalau membuat seseorang menjadi budak sangatlah mudah di Ferox Kingdom.


Ferox Kingdom yang merupakan Kerajaan para Beastman sangat mengutamakan kekuatan atas segalanya. Jika kau lemah, maka pilihan yang kau punya hanyalah menjadi seorang budak atau mati.


"Kau bicara seolah kau pernah pergi ke sana saja"


"Tentu saja aku pernah. Aku ini Beastman. Aku bahkan punya rumah di sana yang sekarang sedang di urus oleh budak milikku!"


"Tunggu sebentar, aku tidak pernah mendengar tentang hal ini!"


"Mau bagaimana lagi, itu adalah tempat persembunyianku selama musim kawin"


Ini... Mengejutkan.


Feline tidak pernah memberitahukan di mana dia biasa bersembunyi saat musim kawin tiba. Tidak aku sangka dia akan bersembunyi tepat di sarang harimau.


Ini juga menjelaskan bagaimana dia bisa memiliki hubungan dengan seorang pedagang budak.


"Kau setidaknya memperlakukan budakmu dengan baik, kan?"


"Aku tidak bisa bilang kalau itu. Setidaknya tidak ada satu pun dari budakku yang mati"


"Kau punya lebih dari satu?"


"Iya, aku butuh banyak untuk mengurus bisnisku di sana"


Baiklah, malam ini aku akan menginterogasi Feline mengenai apa saja yang dia sembunyikan selama ini.


Tapi, entah mengapa aku merasa kalau itu hanya akan berakhir buruk. Ini hanya perasaanku saja kan?