A Journey Of A Delusional Witch

A Journey Of A Delusional Witch
Chapter 57 : Let's Buy a Slave! For Training Purpose!



Orang yang menyambutku adalah seorang Beastman berdarah campuran dari ras rubah. Lebih tepatnya dia adalah seorang kakek rubah yang mengenakan setelan mahal berwarna cerah yang sangat kontras dengan tempat kami


sekarang berada.


"Wahai pelanggan yang terhormat, apakah Anda ingin melakukan pembelian, atau ingin menjual budak Anda?"


Ucapnya sambil melirik si kadal yang ada bersamaku dengan matanya yang terkesan vulgar. Baiklah, bukan terkesan tapi sangatlah vulgar.


"Pembelian, tentu saja"


"Begitu... begitu... apakah ada kriteria khusus yang pelanggan inginkan? Seperti yang Anda lihat, kami punya segala yang pelanggan inginkan"


Rubah tua itu lalu membentangkan kedua tangannya sambil berputar di tempat seolah sedang berdansa yang, dengan cara yang terlalu berlebihan, menunjuk semua isi kandang yang ada di sini.


Sebelum aku mengatakan budak macam apa yang ingin aku beli, aku akan menjelaskan kepada kalian terlebih dahulu kenapa aku membeli budak.


Semua bermula saat aku sedang berbicara dengan Papa mengenai yang baru-baru ini aku dapatkan.


Seperti yang kalian tahu, terdapat Skill «Awakening» pada mahkota tersebut.


Menurut Papa «Awakening» adalah sebuah Skill yang terdapat pada setiap item khas dari ras Iblis (Demon). Skill tersebut akan menunjukkan seberapa kuat hubungan si pengguna dengan item tersebut.


Semakin tinggi meterannya, maka semakin erat pula hubungan si pengguna dengan item tersebut dan semakin banyak kekuatan yang si pengguna mampu tarik dari item khas tersebut.


«Awakening» milikku baru mencapai angka 2%.


Itu berarti baru sedikit kekuatan dari yang mampu aku gunakan.


"Untuk bisa meningkatkan level «Awakening» pada item tersebut, maka kau harus mulai bertindak berdasarkan 'Tema' dari item khas tersebut"


Dan karena itu, aku harus bertindak dan berperilaku berdasarkan 'Tema' dari mahkota ini.


"Aku menginginkan budak perempuan. Usia mereka harus berkisar antara 16-22 tahun. Rupa mereka tidak perlu cantik tapi setidaknya harus enak untuk di pandang. Ada bagusnya kalau mereka masihlah suci, tapi kalau tidak ya tidak apa-apa asal mereka jauh dari kata 'hancur'. Oh, aku juga tidak peduli dari ras mana mereka asalkan mereka bukanlah hewan buas"


"Begitu... Begitu... dari kriteria yang pelanggan ucapkan, apakah pelanggan berada di bisnis hiburan?"


"Kalau boleh jujur, aku baru ingin memulai"


Mendengar ini, tercipta sebuah senyuman cerah pada wajah rubah tua yang ada di hadapanku.


"Bagus... bagus... serahkan saja semua pada kami. Kebetulan kami memiliki harga khusus untuk pelanggan baru"


Si rubah tua lalu memanggil dua gadis kelinci yang mengenakan... kau tahu, pakaian 'adat' mereka dan memerintahkan mereka untuk mengantarkanku ke ruang tunggu.


Ya, ada kerah di leher kedua gadis kelinci itu.


Selagi menunggu, aku disuguhkan dengan berbagai macam minuman dan manisan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.


Tidak perlu dikatakan lagi aku hanya menikmati semua hidangan tersebut sendirian. Mau bagaimana lagi, Percy tidak perlu makan. Si kadal tidak pantas menikmati hidangan ini. Mulutnya juga sudah aku pasangi pelindung mulut jadinya dia tidak bisa makan dan minum sampai aku melepaskannya.


Oh, ini mungkin sebenarnya tidak perlu.


Tapi sekarang aku sedang duduk di atas sofa yang empuk sementara Percy berdiri tegak di belakangku selayaknya bodyguard sejati.


Si kadal? Dia berada di sampingku dengan ke empat tangan dan kakinya di atas lantai.


"Terima kasih... terima kasih telah menunggu"


Rubah tua itu akhirnya kembali juga. Kali ini terdapat dua Beastman berdarah murni dari ras banteng bersamanya yang tampaknya bertindak sebagai pengawalnya.


"Kami telah menyiapkan total 50 produk yang sesuai dengan kriteria pelanggan. Karena ruang yang terbatas, maka kami akan membawa mereka masuk secara bergiliran"


Dengan aba-aba darinya, ada total 10 orang perempuan dari segala ras dan usia yang masuk ke dalam dengan posisi saling berjejer rapi.


Begitu, jadi artinya akan ada lima kelompok yah.


Untuk kelompok pertama, yang tertua berusia sekitar 20 tahun sementara yang termuda berada pada usia 17 tahun. Untuk ras... mari kita sisihkan itu karena mereka semua berasal dari ras yang berbeda-beda.


Juga, mereka semua mengenakan pakaian lahir mereka sehingga aku bisa memastikan tidak ada cacat di tubuh mereka.


Hmm... berkat Dungeon yang baru aku miliki, aku tidak perlu terlalu peduli lagi pada berapa banyak uang yang aku belanjakan. Aku juga tidak menentukan berapa banyak yang akan aku beli.


"Hmm... pertama aku memilih sih Manusia rambut pirang dan yang hitam. Juga Dwarf itu serta dua Burung itu"


"Terima kasih atas pilihan pelanggan... selanjutnya!"


Kelompok ketiga... 1 Manusia dan 3 Dwarf.


Kelompok keempat... 2 Manusia, 1 Rubah, 2 Serigala, 1 Harimau, dan 1 Banteng.


"Untuk kelompok yang terakhir, kami sudah menyiapkan pilihan terbaik yang tidak mungkin bisa dilewatkan"


Oh, sudah aku duga dia akan menggunakan langkah klasik seperti ini.


Benar apa yang dia katakan, apa yang masuk adalah yang terbaik dari yang sebelum-sebelumnya. Wajah mereka sangatlah cantik jelita dengan penampilan mereka yang jelas di rawat dengan baik selayaknya seorang gadis bangsawan.


Riasan yang mereka gunakan juga diterapkan untuk menonjolkan kecantikan mereka secara maksimal.


Dan yang terpenting... mereka masihlah perawan.


"Oh, gadis itu..."


Dari semua yang ditunjukkan, terdapat satu yang sangat menarik perhatianku. Bukan hanya karena penampilannya yang 'unik' tapi [Sixth Sense] milikku terus mengatakan kalau aku tidak boleh melewatkan yang satu ini.


"Haha... haha... sudah kami duga kalau pelanggan akan tertarik dengan gadis yang satu ini"


Apa yang menarik perhatianku adalah seorang gadis yang penampilannya sangatlah muda hingga tidak heran kalau umurnya ternyata kurang dari 10 tahun. Jelas dia bukan berasal dari ras Dwarf. Itu dikarenakan sepasang sayap putih bersih yang tumbuh dari punggungnya.


Seluruh penampilannya hanya bisa disebut sebagai putih.


Tidak hanya sayapnya saja, dari rambut, mata, hingga bulu-bulu yang tumbuh dari beberapa bagian tubuhnya semua berwarna putih.


Sekilas kau pasti akan beranggapan kalau dia merupakan Beastman dari suku Burung. Tapi Beastman dari suku burung pasti memiliki kaki yang seperti ceker burung. Sedangkan milik gadis ini adalah sepasang kaki Manusia


pada umumnya dengan pengecualian beberapa helai bulu yang tumbuh di pergelangan kakinya.


"Sang malaikat kecil ini berasal dari ras yang langka bahkan di Sanguine Kingdom. Dia berasal dari ras yang dicintai oleh angin dan cahaya, Flugel"


"Flugel? Sebuah produk yang menarik yang kau dapatkan di sini"


Asal kalian tahu saja, Flugel adalah ras yang seluruhnya adalah perempuan. Mereka dikatakan memiliki suara nyanyian yang sangat indah hingga menyaingi Mermaid atau bahkan Siren.


Flugel juga termasuk ras berumur panjang yang mendekati abadi.


Berkat penampilan mereka yang menarik serta suara mereka yang sangatlah menggoda, membuat mereka sangat diburu di pasar gelap. Akan tetapi, bukan berarti mereka tidak bisa diperbudak asalkan telah melewati prosedur yang 'resmi'.


"Haha... haha... tenang saja, pelanggan tenang saja. Semua dokumen telah siap dan terjamin keasliannya"


Heh, bicara soal profesional.


Mendekati gadis Flugel itu, aku mencoba untuk melihat wajahnya lebih dekat lagi.


"Hicks..."


Aww... sebuah tangisan yang lucu.


"Hehe, aku akan ambil yang ini... aku juga akan mengambil dua Elf itu serta si Manusia serta Kucing itu"


Dengan begini aku telah membeli 9 Manusia, 10 Beastman, 4 Dwarf, 2 Elf, dan 1 Flugel. Yang menjadikan 26 perempuan. Kurasa itu sudah cukup banyak sebagai permulaan.


"Oh, apakah kau juga menjual cambuk di tempat ini?"


"Tentu saja... tentu saja"


Sembari menunggu para perempuan itu disiapkan, aku sibuk memilih cambuk mana yang akan aku beli. Karena semua pilihan yang disediakan sangatlah menarik, aku jadi bingung untuk memilih.


\ ★★★★★


«Pain Giver : Large» «Physical Nullification : Large» «Pleasure Giver : Small»


Sebuah cambuk spesial yang tidak akan meninggalkan bekas luka kepada targetnya namun rasa sakitnya adalah nyata dan tidak akan terlupakan.


Dengan tambahan spesial, membuat siapapun yang sering terkena cambuk ini perlahan akan merasakan kenikmatan di balik rasa sakit.


Syarat penggunaan : Memiliki Skill [Whip].


Ah, benar juga. Aku belum mengambil skill baru.


Apa yang aku ambil adalah Skill [Whip Skills] dan skill [Shield Skills].


Cukup 5 SP yah... Ambil!


Sekarang, sebagai percobaan untuk cambuk baruku...


"Hmpphh...!!!!"


Ternyata benar, tidak peduli seberapa keras aku mengayunkan cambuknya, tidak ada bekas yang terlihat.


"Terima kasih... Terima kasih telah mau menunggu"


Semua perempuan yang aku beli sekarang mengenakan secarik kain goni yang disulap sebagai pakaian.


Mereka semua menampilkan wajah yang cemas dengan sedikit rasa takut. Aku tidak bisa menyalahkan mereka. Seseorang yang membeli budak sebanyak ini dalam satu kali pembelian jelas tidak biasa. Terlebih aku juga memiliki kriteria khusus untuk budak macam apa yang ingin aku beli.


Kurasa dari kriteria pilihanku saja sudah cukup untuk membuat mereka menebak akan aku gunakan sebagai apa mereka kedepannya.


"Sekarang... Sekarang... untuk meresmikan kalau mereka adalah budak Anda"


Rubah tua itu lalu memerintahkan kedua gadis kelinci tadi untuk membawa sebuah nampan yang penuh akan kerah yang terbuat dari kulit. Itu adalah jenis kerah yang sama yang sedang dikenakan oleh kedua gadis kelinci itu.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri"


Baiklah, mari kita mulai... [Slave Magic]


•Skill [Slave Magic] telah mencapai level 15, mendapatkan 1SP•


Melakukannya kepada 26 orang sekaligus memang melelahkan. Tapi ini berguna juga untuk menaikkan levelnya.


Melihat tato rantai dengan simbol mata dengan tiga buah tanduk di leher mereka, aku pun puas.


"Ohh... Ohh... apakah itu [Slave Magic] ?"


"Apakah kau baru melihatnya?"


"Tentu saja! [Slave Magic] telah dianggap sebagai salah satu sihir yang telah lama menghilang! Bahkan... Bahkan... katanya terakhir kali sihir ini terlihat adalah 100 tahun yang lalu!"


Sekarang aku mengingatnya kembali, pada saat pertama aku mendapatkan [Slave Magic] adalah ketika aku mengutak-atik [Summoning Magic] sebagai percobaan apakah aku mampu membuat makhluk lain selain Mobs sebagai familiar milikku.


"Ah, itu benar... itu benar... pelanggan yang terhormat. Apakah pelanggan berkenan untuk mengajarkan sihir tersebut kepada kami? Tentu saja... Tentu saja... kami akan memberikan bayaran yang sesuai atau bahkan


lebih!"


"Hmm... Penawaran yang cukup menarik. Sebelum itu, bolehkah aku bertanya?"


"Tentu saja... Tentu saja... tanyakan saja"


"Apakah kau orang yang berkuasa atas toko ini?"


...


Memerintahkan Percy untuk menjaga belanjaanku sekaligus menjaga si kadal untuk sementara waktu, aku mengikuti si rubah tua menuju bagian terdalam toko.


Sepanjang jalan yang minim penerangan. Aku menyaksikan beberapa kandang yang berisikan 'produk' yang terbilang eksotis namun tidak menarik atau tidak ada gunanya bagiku.


"Ini dia... Ini dia... Kita sudah sampai"


Apa yang ada di hadapanku sekarang adalah sebuah jalan buntu. Jalan buntu yang terlihat biasa saja tanpa ada yang mencurigakan sampai akhirnya si rubah tua itu mengetuk dinding yang ada di hadapan kami beberapa kali


secara berirama.


Sedetik kemudian dinding tersebut bergeser dan menampakkan sebuah jalan.


Melewati banteng penjaga yang membukakan kami jalan, kami terus berjalan hingga akhirnya sampai di sebuah pintu yang terhias indah namun masih terlihat kokoh.


"Mohon maaf... Mohon maaf... bisakah pelanggan yang terhormat menunggu di sini untuk sementara waktu?"


"Tentu, kau butuh waktu untuk menjelaskan keadaannya terlebih dahulu kan? Silakan saja"


"Terima kasih... Terima kasih"


Menyaksikan si rubah tua masuk ke dalam, aku dipaksa menunggu sekitar 10 menit sebelum akhirnya aku di persilahkan untuk masuk ke dalam ruangan.


Apa yang menyambutku adalah sebuah ruangan yang penuh sesak akan berbagai macam benda yang aku tidak tahu apa gunanya.


Di ujung ruangan, terdapat sebuah meja yang juga dipenuhi akan benda-benda lainnya. Duduk di balik meja tersebut adalah seorang Beastman berdarah campuran dari suku kerbau yang mengenakan pakaian mahal yang menandakan kedudukannya di tempat ini.


"Perkenalkan, diriku adalah pemilik dari Carabao Caravan, Banyu Carabao. Kalau boleh berkenan, bolehkan aku mengetahui nama Anda?"


"Perkenalkan, diriku adalah Penyihir dari Hutan Ibis, Lavender La Ciel"


"Ciel? Sungguh sebuah kehormatan untuk bisa bertemu dengan orang penting seperti Anda..."


Setelah basa-basi yang berlangsung untuk sementara waktu, kami akhirnya sampai ke topik utama.


"...jadi, aku mendengar kalau kau mampu mengajarkan kepada kami [Slave Magic] ?"


"Memang benar aku mampu menggunakannya, tapi aku masih belum pernah mengajarkannya kepada orang lain sebelumnya"


"Untuk masalah itu bisa di atur. Pertama, mari kita bahas apa yang harus aku beri untuk 'pelajaran' yang akan Anda berikan nantinya"


"Tentu, mari kita mendengar penawaranmu terlebih dahulu"


"Hmm... jika kami berhasil mendapatkan [Slave Magic] maka Anda akan mendapatkan diskon sebesar 30% ketika Anda melakukan pembelian di toko kami yang akan berlangsung seumur hidup Anda. Jika gagal, diskon hanya berlaku pada pembelian berikutnya"


"Hanya diskon saja?"


"Tentu saja tidak. Jika berhasil, maka kami akan memberikannya Anda tiga budak tambahan kepada Anda. Tentu saja mereka adalah Budak terbaik yang pastinya akan memuaskan Anda. Jika gagal... maka Anda tidak akan


mendapatkan apa-apa selain diskon"


Penawarannya tidak buruk juga. Karena aku benar-benar ingin serius melakukan bisnis ini, maka jelas aku butuh pasokan 'pegawai' secara rutin.


Belum lagi diskon yang akan aku dapatkan itu berlangsung seumur hidup. Bagi orang kebanyakan, 'seumur hidup' paling hanya berlangsung selama puluhan tahun. Tapi bagiku yang seorang Penyihir sekaligus keturunan Iblis


(Demon). Seumur hidup bisa berarti ratusan hingga ribuan tahun.


Heh, aku yakin toko ini yang akan gulung tikar terlebih dahulu sebelum aku yang tutup usia.


"Baiklah, aku terima penawaranmu"


Setelah menandatangani perjanjiannya, aku lalu mencoba menjelaskan kepada Banyu dan si rubah tua tentang [Slave Magic].


Karena aku tidak pernah mengajari orang lain sebelumnya, maka aku hanya mencoba untuk meniru cara mengajar semua guru yang aku ingat terkecuali Nenek.


Oh benar, aku juga memberitahukan kepada mereka kalau alasan utama kenapa aku bisa mendapatkan [Slave Magic] adalah karena aku sedang mengutak-atik [Summoning Magic].


Hasilnya...


"Ohh... Aku berhasil... Aku berhasil!"


"Walau sayang aku tidak berhasil mendapatkannya, tapi karena salah satu pegawai kami berhasil, maka aku akan anggap kalau ini adalah sebuah kesuksesan"


"Ini juga sebuah pengalaman yang menarik bagiku. Aku sudah mencatatkan semuanya pada kertas ini. Silakan gunakan untuk mengajari pegawaimu yang lain siapa tahu mereka mampu mendapatkannya"


"Terima kasih. Sekarang..." Banyu pun bangkit dari kursinya "...mari aku tunjukkan kepadamu produk terbaik kami"


...


Berjalan menyusuri lorong remang-remang lainnya, Banyu mengajakku ke sebuah ruangan lainnya yang juga penuh akan jeruji besi. Yang menjadi pembeda ruangan ini dengan ruangan lainnya adalah tempat ini yang jauh lebih


bersih dan terawat.


Belum lagi interiornya mengingatkanku akan hotel mewah dengan dinding ruangan kamarnya yang digantikan dengan jeruji besi.


"Ini adalah produk terbaik kami. Yang membedakan mereka dari produk lainnya adalah darah bangsawan yang mereka miliki"


"Oh, bangsawan?"


"Tentu saja. Tidakkah Anda tahu berapa banyak rumah bangsawan yang runtuh setiap tahunnya?"


Banyu mengatakan yang sebenarnya. Aku bisa merasakan dengan jelas kalau mereka yang ada di sini memang benar-benar berasal dari keluarga bangsawan.


Tidak sedikit dari mereka adalah lelaki. Tapi kebanyakan tetaplah perempuan. Kurasa budak perempuan memang lebih banyak dicari ketimbang laki-laki yang kebanyakan hanya berguna untuk pekerjaan kasar.


Baik lelaki maupun perempuan, harga mereka pastinya tidaklah murah.


Selain karena latar belakang mereka yang spesial, semua bangsawan pasti menerima pendidikan terbaik sejak usia dini. Hal inilah yang menjadi faktor utama yang membedakan antara bangsawan dan rakyat jelata.


"Silakan pilih sesuka Anda"


Menerima tiga dari mereka secara percuma jelas adalah sebuah kesempatan yang tidak mungkin bisa dilewatkan oleh siapapun.


Baiklah, aku tidak akan sungkan kalau begitu.


Sekarang... Mana yang harus aku pilih?


Oh, tanpa di sangka [Sixth Sense] mendapatkan sebuah reaksi.


Mengikuti reaksi yang aku rasakan dari [Sixth Sense] aku melangkahkan kakiku melewati deretan jeruji besi yang mewah yang semua berisikan produk-produk yang tidak kalah mewahnya. Langkah kakiku mengarahkanku ke sebuah jeruji besi yang dihuni oleh tiga orang gadis Manusia.


Gadis paling tua berusia sekitar 20 tahunan yang mengeluarkan aura dewasa yang menggoda sedangkan yang paling muda mungkin tidak lebih dari 12 tahun dengan wajah imut yang tidak tertahankan.


Tidak dari dua gadis itu yang menarik perhatianku. Sebaliknya, aku malah tertarik dengan gadis terakhir yang usianya mungkin tidak lebih dari 16 tahun.


Walau mereka semua sama-sama memiliki rambut pirang keemasan, tapi gadis yang satu ini tidak memiliki sesuatu yang membuatnya menonjol ketimbang dua gadis lainnya.


Itu dari penampilannya.


[Mana Sight] milikku mampu membuatku melihat dan mengetahui kenapa bisa [Sixth Sense] bereaksi padanya.


"Mereka bertiga adalah tiga bersaudari yang awalnya berasal dari keluarga bangsawan dari Drakon Kingdom. Keluarga mereka terbilang cukup makmur dan bermartabat. Hanya saja karena ada konflik politik dan disinilah


mereka berakhir"


Begitu, jadi keluarga mereka kalah dalam perang politik dan kehilangan segalanya karena hal itu. Yah, mengetahui latar belakang mereka tidak akan memengaruhi keputusanku.


"Aku akan pilih yang di tengah dan hanya dia"


Mendengar perkataanku, sontak mereka bertiga terkejut. Tidak hanya itu, yang paling tua bahkan sampai bangkit dan memegang jeruji besi yang memisahkan kami dengan kuat.


"Tunggu! Tolong beli kami bertiga! Kami bersaudari pasti akan..."


"Diam!" tidak membiarkannya menyelesaikan perkataannya, aku menyelanya dengan keras "Apa yang aku inginkan adalah adikmu, si anak tengah dan hanya dia seorang. Aku tidak butuh orang yang hanya punya tampang seperti dirimu atau adik bungsumu itu"


Tidak lagi mau meladeninya, aku segera menjauh untuk mencari pilihanku yang selanjutnya. Banyu baru menyusul dengan terburu-buru setelah meminta anak buahnya untuk menyiapkan gadis yang aku pilih tadi.


Tidak perlu dikatakan lagi, suara isak tangis mulai terdengar dari dalam jeruji besi tadi.


"Maaf, Nona Ciel. Apakah Anda yakin tidak mau mengambil ketiga saudari itu sebagai satu paket? Biasanya yang seperti ini harganya bisa mencapai selangit kau tahu?"


"Pilihanku itu satu dan hanya satu. Juga, jika aku memilih mereka bertiga, mereka akan selalu saling mendukung satu sama lain yang mana akan membuatku lebih susah untuk menghancurkan harga diri mereka. Yang mana itu akan berpengaruh besar pada rencanaku kedepannya"


"Itu..."


Tidak mengindahkan Banyu yang kehabisan kata-kata, aku terus saja berjalan mengikuti arahan dari [Sixth Sense] yang kembali bereaksi.


"Oh, sungguh menarik"


Apa yang aku temukan selanjutnya adalah seorang gadis rubah berekor enam.


Dia mengenakan pakaian mirip kimono berwarna putih dengan pola seekor rubah yang berwarna merah terang. Rambut merahnya yang panjang dan lurus telah di rawat dengan sedemikian rupa serta keenam ekornya yang berwarna sama tampaknya juga menerima perawatan yang tidaklah murah hingga membuat mereka terlihat sangat lembut jika di pegang.


"Dia awalnya adalah putri sekaligus kandidat dari Kepala Suku ras Rubah. Hanya saja Kepala Suku yang terdahulu malah memilih seorang Otherworlder sebagai penerus ketimbang putrinya sendiri. Terbawa rasa iri, dia mencoba untuk menghabisi kepala suku yang baru dan berakhir dengan kegagalan"


Apakah yang dia maksud itu Lisa? Ya ampun, tidak kusangka aku bisa mendapatkan saingannya seperti ini.


"Aku pilih dia"


Tanpa mengatakan apapun, rubah itu tetap diam duduk sambil menatap kekosongan.


Pada saat aku hendak memilih gadis terakhir, [Sixth Sense] tidak lagi bereaksi yang memaksaku untuk memilih sendiri.


Apa yang aku pilih adalah seorang gadis Manusia lainnya yang memiliki wajah yang rupawan serta tubuh yang indah. Belum lagi, menilai dari kepribadiannya, dia adalah tipe yang akan langsung menurut ketika di ancam sedikit.


"Nona Ciel, belanjaan Anda semua sudah siap"


Dengan tiga buah kereta penuh akan perempuan, aku membimbing mereka menuju Hutan Barrier.