The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Teman Lama



Pasukan kerajaan yang telah di bantu oleh para petualang masih belum sanggup untuk menghadapi seluruh pasukan iblis yang sangat kuat, banyak korban berjatuhan di pihak kerajaan akibat jebakan yang di siapkan oleh para monster.


"Mundur, kita tidak mampu melawan mereka" Teriak jendral.


Seluruh pasukan bergerak mundur sambil menahan setiap serangan dari para monster, begitu juga dengan pasukan para bangsawan dan para petualang mereka perlahan-lahan mulai mundur ke belakang.


"Kapten beri perintah!" kata Ryuzen.


"Eh,... aku kira kalian tidak menyerang karena memang hanya mau menyaksikan saja, ternyata menunggu perintah ya, hehehe" ucap Shin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"......"


"Ekheemm, Leo hujani musuh dengan panah" kata Shin


"Pemanah bersiap" kata Leo memberi komando.


Seratus pasukan panah menarik busur mereka, anak panah sihir tercipta di busur mereka dan siap untuk di lepaskan.


"Lepaskan" kata Leo sambil melepas anak panahnya.


Seratus satu anak panah sihir melesat dengan cepat kearah para monster di depan anak panah tersebut tercipta lingkaran sihir yang sangat besar, setelah anak panah melewati lingkaran sihir seketika seratus anak panah berubah menjadi ribuan dan lansung menghujani para monster.


Seketika ribuan monster berjatuhan dengan anak panah tertancap di tubuh mereka, para pasukan kerajaan yang menyaksikan hal tersebut sangat kaget dan lansung menoleh ke belakang menyaksikan siapa yang telah memanah.


Setelah mereka tau siapa yang memanah mereka kembali terkejut karena tau seribu anak panah tadi hanya berasal dari seratus prajurit saja, bahkan raja, jendral, para bangsawan dan semua yang menyaksikan hal tersebut juga merasa tidak percaya.


"Ryuzen, kau tau apa yang harus kau lakukan" kata Shin.


"Hahahaha seperti biasa, pasukan ayo mengamuk!!!" ujar Ryuzen senang.


Dengan komando dari Ryuzen seratus pasukan bergerak maju menerobos kumpulan pasukan yang sedang berusaha untuk mundur, mereka lansung menerobos pasukan tersebut dan lansung menyerang pasukan monster yang ada di depan mereka.


Lagi-lagi mereka semua yang menyaksikan hal tersebut sangat terkejut karena seratus pasukan dengan satu komandan dengan mudahnya menebas para monster raksasa tingkat tinggi tersebut dengan mudahnya bagaikan menebas tumpukan buah-buahan.


"Hahahaha sudah lama aku tidak merasa senang seperti ini" kata Ryuzen sambil tertawa keras.


Dalam sekejap pasukan monster tingkat tinggi tersebut telah berkurang drastis hanya dengan serangan dari seratus satu prajurit saja.


"Ya ampun dia kembali menggila lagi" kata Lina.


"Hahaha aku malah sangat merindukan kalian bertiga menggila" ujar Shin.


"Baiklah kalau begitu mari kita semua menggila" kata Leo.


Dia kembali menarik tali busurnya dan lansung menembakkan anak panah sihir berkali-kali, seluruh pasukannya juga melakukan hal yang sama hingga ratusan ribu anak panah melesat dan menghujani seluruh pasukan monster.


Dan sekali lagi ribuan monster tingkat tinggi mati dengan anak panah tertancap di tubuh mereka, Lina juga ingin menyerang dan ikut menggila seperti mereka berdua namun Shin menahannya.


"Sungguh pasukan yang sangat kuat, wajar saja raja sangat berhati-hati dengan mereka" gumam jendral.


"Apa mereka masih manusia?"


"Kekuatan mereka sangat mengerikan"


"Benar, aku rasa lebih baik berhadapan dengan monster dari pada dengan pasukan ini"


"Lihat apakah orang itu gila, dia menebas monster dengan dua pedangnya begitu saja"


"Aku rasa perang ini akan dimenangkan hanya dengan mereka saja"


Banyak para pasukan kerajaan dan para petualang mulai membicarakan pasukan dengan armor biru tersebut, mereka masih tidak percaya dengan kekuatan yang dimiliki oleh pasukan armor biru tersebut.


Namun dia tidak menyangka malah pasukannya yang di binasakan dengan mudah oleh prajurit kerajaan, Alex memang sengaja tidak mengerahkan pasukan iblis-nya karena ia mengira hal itu tidak perlu dilakukan, dan dia hanya akan mengerahkan pasukan iblis-nya untuk menyerang kota kerajaan.


"Sial, sepertinya aku sendiri yang harus turun tangan" gumam Alex kesal.


Dia kemudian mengangkat tangannya, sebuah lingkaran sihir raksasa tercipta di langit, hingga membuat seluruh pasukan mengalihkan pandangannya ke atas.


"A-apa itu?"


"Apakah ini sudah akhir dari kerajaan kita?"


"Aku rasa semuanya sudah berakhir"


Mereka semua merasa putus asa ketika melihat sebuah meteor yang sangat besar menuju kearah mereka, sementara itu Ryuzen dan pasukannya seakan tidak peduli dengan hal tersebut dan masih menebas para monster.


"Lina sekarang giliranmu" kata Shin.


"Baik pemimpin, pasukan gunakan sihir terkuat kalian dan buat pelindung untuk menahan meteor raksasa tersebut" kata Lina memberi perintah.


"Baik jendral" jawab mereka semua.


Kemudian mereka lansung mengangkat tangan keatas dan mulai membacakan mantra sihir pertahanan, sebuah cahaya biru membentang luas di langit dan membentuk sebuah perisai raksasa, semua orang kembali terkejut ketika melihat perisai cahaya raksasa tersebut.


"BOOOOMMMM!!"


Perisai dan meteor tersebut berbenturan hingga menyebabkan bunyi ledakan yang sangat keras dan memekakkan telinga, namun benturan keras tersebut tidak menghancurkan meteor tersebut melainkan hanya menahannya untuk sementara.


"Baiklah sekarang giliranku" gumam Shin.


Dia kemudian menciptakan bola api seukuran kepalan tangan dan lansung melemparkan bola api berwarna ungu tersebut kearah meteor.


"BOOOOMMMM!!"


Sekali lagi ledakan yang sangat besar dan memekakkan telinga terdengar ketika bola api kecil tersebut bersentuhan dengan meteor raksasa itu, dan hal mengejutkan kembali terjadi meteor raksasa tersebut hancur menjadi debu dan hilang di tiup oleh angin.


Alex sangat kesal dan marah karena serangannya berhasil di tahan dan di hancurkan oleh seseorang, dia kemudian melesat terbang kearah pasukan kerajaan dan mencari seseorang yang telah menggagalkan serangannya.


Shin dapat merasakan aura yang sangat jahat mendekat kearah mereka, dia kemudian melompat dan lansung melayang di udara tanpa menggunakan sayapnya, dan sekali lagi seluruh pasukan kembali terkejut ketika menyaksikan seseorang dapat melayang di udara dengan mudahnya.


"Si-siapa dia, kenapa dia bisa terbang?" kata salah seorang prajurit


"Aku bahkan tidak bisa mengukur kekuatannya" gumam jendral


"Eh, bukankah itu Shin?" ucap Robert.


"Ternyata dia memang luar biasa, aku bahkan tidak bisa mengukur kekuatannya, dan dia juga bisa terbang dengan mudahnya" kata Roland.


Shin terlihat tenang dan dengan sabar menunggu kedatangan seseorang dengan aura yang sangat kuat tersebut, hingga beberapa saat kemudian seseorang dengan sepasang sayap di punggung serta tanduk di kepalanya muncul di hadapan Shin, dia adalah Alex yang telah sepenuhnya menjadi iblis.


"Apa kabar teman lama" kata Shin menyapa.


"Jadi kau yang menghancurkan meteor ku tadi, lumayan juga kau" kata Alex sombong.


"Hahahaha, itu benar aku yang menghancurkannya, dan aku tidak menyangka bahwa sekarang kau sudah sangat kuat" kata Shin sambil tersenyum, meskipun begitu didalam hatinya ada rasa kebencian yang sangat dalam pada Alex.


"Jangan mengatakan hal seperti itu, seolah kau mengenalku saja" kata Alex.


"Hahaha jadi apa kau sudah lupa dengan kejadian sepuluh tahun lalu?" tanya Shin.